HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Hasil Penelitian
4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, yaitu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel independen terhadap variabel terikat.
55 Tabel 4.5
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Pengungkapan sukarela
Sumber: Output SPSS 25, data diolah oleh Penulis (2021)
Berdasarkan tabel 4.5 diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y = 0,379 + 0,035X1 + 2,6836X2 - 0,12X3 + 0,006X4 + 0,01X5 + e Keterangan:
Y = Pengungkapan Sukarela X1 = Leverage
X2 = Likuiditas X3 = Profitabilitas X4 = Size
X5 = Proporsi Dewan Komisaris
56 Dari persamaan regresi di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Nilai konstanta sebesar 0,379 merupakan konstanta atau keadaan saat variabel Pengungkapan Sukarela belum dipengaruhi oleh variabel lainnya, yaitu variabel Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, Size, Proporsi Dewan Komisaris. Jika variabel independen tidak ada atau di asumsikan nol maka variabel Pengungkapan Sukarela tidak mengalami perubahan.
b. Nilai koefisien regresi Leverage (X1) sebesar 0,035 menunjukan bahwa variabel leverage mempunyai pengaruh yang positif terhadap pengungkapan sukarela yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel leverage akan mempengaruhi Pengungkapan Sukarela sebesar 0,035 dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan searah antara Leverage dan Pengungkapan Sukarela.
c. Variabel Likuiditas (X2), menunjukkan nilai koefisien sebesar 2,6836.
Hal ini menunjukan bahwa variabel Likuiditas mempunyai pengaruh yang positif terhadap pengungkapan sukarela yang berarti bahwa setiap kenaikan Likuiditas 1 satuan maka kemungkinan terjadinya pengungkapan sukarela sebesar 2,6836 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan searah antara Likuiditas dan Pengungkapan Sukarela.
57 d. Variabel Profitabilitas (X3), menunjukkan nilai koefisien sebesar
-0,12. Hal ini berarti bahwa variabel profitabilitas mempunyai pengaruh negatif terhadap pengungkapan sukarela yang berarti bahwa setiap penurunan Profitabilitas 1 satuan maka kemungkinan terjadinya Pengungkapan Sukarela sebesar 0,12 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan tidak searah antara Profitabilitas dan Pengungkapan Sukarela.
e. Variabel Size (X4), menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,006. Hal ini menunjukan bahwa variabel Size mempunyai pengaruh yang positif terhadap pengungkapan sukarela yang berarti bahwa setiap kenaikan Size 1 satuan maka kemungkinan terjadinya Pengungkapan Sukarela
sebesar 0,006 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan searah antara Size dan Pengungkapan Sukarela.
f. Variabel Proporsi Dewan Komisaris (X5), menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,01. Hal ini menunjukan bahwa variabel Proporsi Dewan Komisaris mempunyai pengaruh yang positif terhadap pengungkapan sukarela yang berarti bahwa setiap kenaikan Proporsi Dewan Komisaris 1 satuan maka kemungkinan terjadinya Pengungkapan Sukarela sebesar 0,01 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai
58 positif artinya terjadi hubungan searah antara Proporsi Dewan Komisaris dan Pengungkapan Sukarela.
4.2.4 Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan beberapa uji hipotesis, yaitu uji signifikansi parsial (uji t), uji signifikansi simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi.
4.2.4.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji F menunjukkan semua variabel independen yang ada dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima. Pengaruh secara simultan variabel proporsi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini :
Tabel 4.6
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Pengungkapan Sukarela
Sumber: Output SPSS 25, data diolah oleh Penulis (2021)
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa signifikansi parsial, yaitu:
59 1. Leverage menunjukkan nilai signifikan 0,016 < 0,05 dan nilai dari uji t = 2,448 > nilai t tabel 1,98729, maka dapat disimpulkan variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan Sukarela dan hipotesis 1 diterima.
2. Likuiditas menunjukkan nilai signifikansi 0,927 > 0,05 dan nilai dari uji t = 0,092 < nilai t tabel 1,98729, maka dapat disimpulkan variabel Likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan Sukarela dan hipotesis 2 ditolak.
3. Profitabilitas menunjukkan nilai signifikan 0,869 > 0,05 dan nilai dari uji t = -0,165 < nilai t tabel 1,98729, maka dapat disimpulkan variabel Profitabilitas secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pengungkapan Sukarela dan hipotesis 3 ditolak.
4. Size menunjukkan nilai signifikansi 0,014 < 0,05 dan nilai dari uji t
= 2,503 > nilai t tabel 1,98729, maka dapat disimpulkan variabel Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan
Sukarela dan hipotesis 4 diterima.
5. Proporsi Dewan Komisaris menunjukkan nilai signifikansi 0,992 >
0,05 dan nilai dari uji t = 0,010 < nilai t tabel 1,98729, maka dapat disimpulkan variabel Proporsi Dewan Komisaris berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan hipotesis 5 ditolak.
60 4.2.4.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F menunjukkan semua variabel independen yang ada dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima. Pengaruh secara simultan variabel proporsi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage dapat dilihat pada tabel 4.7 dibawah ini :
Tabel 4.7
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of
Squares
Df Mean Square F Sig.
1 Regression ,076 5 ,015 2,527 ,035b
Residual ,526 87 ,006
Total ,603 92
a. Dependent Variable: Pengungkapan Sukarela
b. Predictors: (Constant), Proporsi Dewan Komisaris, Profitabilitas, Size, Likuiditas, Leverage Sumber: Output SPSS 25, data diolah oleh Penulis (2021)
Hasil pengolahan data dalam tabel 4.7 melalui uji Anova atau F-test terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,035 < 0,05 dan F hitung (2,527) > F tabel (2,32). Menunjukkan model regresi dapat digunakan secara bersama-sama untuk memprediksi tingkat pengungkapan sukarela. Hal ini membuktikan bahwa Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, Size, Proporsi dewan Komisaris secara simultan berpengaruh positif terhadap indeks pengungkapan sukarela.
4.2.4.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase kemampuan variabel bebas dalam berkontribusi pada variabel terikatnya. Nilai uji koefisien ini berkisar antara 0 hingga 1.
61 Semakin mendekati nilai 1, berarti variabel bebas memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat.
Tabel 4.8
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,558a ,312 ,267 ,06984
a. Predictors: (Constant Proporsi Dewan Komisaris, Size, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage
Sumber: Output SPSS 25, data diolah oleh Penulis (2021)
Berdasarkan tabel 4.8, diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) adalah 0,267. Nilai tersebut dapat diartikan variabel Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, Size, Proporsi Dewan Komisaris secara bersama-sama atau simultan mampu mempengaruhi Pengungkapan Sukarela sebesar 26,7% sedangkan sisanya 73,3%
dipengaruhi oleh variabel–variabel lain.