4.2 Hasil Penelitian
4.2.4 Analisis Regresi Linear Berganda
a. Uji Serempak (Uji-F)
Uji F (uji serempak) dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh atau hubungan positif dan signifikan variabel bebas (X1, X2
a. H
) berupa variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja dan variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan. Model hipotesis yang digunakan dalam uji F adalah sebagai berikut :
0 : b1 = b2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1,X2
b. H
) berupa variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja dan variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
0 : b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh positif dan
signifikan dari variabel bebas (X1,X2
H
) berupa variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja dan variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan. Nilai F hitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS for windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai F tabel p ada ting k at α = 5 % d eng an k riteria
sebagai berikut :
0 diterima bila Fhitung ≤ Ftabel H
pada α = 5%
Tabel 4.12 Uji Serempak (Uji-F)
ANOVA
Model
a
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 407.682 2 203.841 17.293 .000b Residual 789.761 67 11.787
Total 1197.443 69 a. Dependent Variable: kepuasan_kerja
b. Predictors: (Constant), motivasi, kepemimpinan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2016)
1. Hasil pengujian ANOVA dengan menggunakan uji F pada Tabel 4.12 memperlihatkan nilai F-hitung sebesar 17,293 dengan Sig 0,000. Dengan mencari pada Tabel F, dengan df1 =2 dan df2 = 67, diperoleh nilai F-tabel. Dengan kondisi F-hitung lebih besar daripada F-tabel (17,293 > 3,25) dengan nilai Sig 0,000 yang berarti lebih kecil dari alpha (0,000 < 0,05), maka kesimpulan yang dapat diambil adalah H0 ditolak yang berarti bahwa variabel bebas yang terdiri dari kepemimpinan (X1), motivasi (X2
2. Kolom pertama dari uji ANOVA yaitu kolom regresi, adalah jumlah kuadrat dari varians yang dihasilkan oleh model persamaan regresi, yaitu sebesar 407.682 sedangkan kolom kedua yaitu residual adalah jumlah kuadrat varians yang tidak dihasilkan dari model persamaan regresi yaitu sebesar 789.761.
), secara serempak adalah signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
b. Uji Parsial (Uji-t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial variabel bebas yang terdiri dari variabel Kepemimpin (X1), Motivasi Kerja (X2
H
) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan. Model hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut :
0 : b1 = b2 = 0, yang berarti variabel bebas yang terdiri dari variabel Kepemimpin (X1), Motivasi Kerja (X2
H
), mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
0 : b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya variabel bebas yang terdiri dari variabel Kepemimpin (X1), Motivasi Kerja (X2
Kriteria pengambilan keputusan :
), mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
H0 diterima atau Ha ditolak jika thitung ≤ ttabel H
pada α = 5% 0 ditolak atau Ha diterima jika thitung ≥ ttabel pada α = 5%.
Tabel 4.13 Uji Parsial (Uji-t)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 21.138 3.180 6.647 .000 .038 kepemimpinan .266 .126 .285 2.113 motivasi .433 .166 .351 2.602 .011 a. Dependent Variable: kepuasan_kerja
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2016) Dari Tabel 4.13 dapat dilihat:
a. Variabel Kepemimpinan
Variabel Kepemimpinan berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Kepuasan Kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,038) dibawah (lebih kecil dari) 0,05. Nilai thitung variabel kepemimpinan adalah 2,113 dan nilai ttabel sebesar 1,670 maka nilai thitung > ttabel
b. Variabel motivasi kerja
(2,113 > 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
Variabel motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,011) lebih besar dari 0,05. Nilai thitung variabel Kepuasan Kerja adalah 2,602 dan nilai ttabel sebesar 1,670 maka nilai thitung
> ttabel
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 4.14 kolom
Unstandardized Coeffisien bagian B diperoleh persamaan regresi linear berganda
sebagai berikut :
(2,602 > 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan.
Y = 21,138+ 0,266X1 + 0,433X2
Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
+ e
1. Konstanta (a) = 21,138. ini memiliki arti bahwa kepemimpinan dan motivasi dianggap konstan maka kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan (Y) sebesar 12,182.
2. Koefisien X1
3. Koefisien X
= 0,266. Variabel kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan dengan koefisien regresi sebesar 0,266. Ini memiliki arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Kepemimpinan sebesar 1 (satuan), maka Kepuasan kerja akan meningkat sebesar 0,266.
2 = 0,433. Variabel motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan dengan koefisien regresi sebesar 0,433. Ini memiliki arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel motivasi kerja sebesar 1 (satuan), maka kepuasan kerja akan meningkat sebesar 0,433.
c. Koefisien Determinan(R2
Pengujian koefisien determinasi (R
)
2
) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien deteminasi berkisar antara nol sampai satu (0 < R2 < 1). Jika R2
Tabel 4.14
semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.
Koefisien Determinan
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .583a .340 .321 3.433
a. Predictors: (Constant), motivasi, kepemimpinan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Maret 2016)
a. R = 0,583 berarti kepemimpinan dan motivasi kerja sebagai variabel bebas menjelaskan variable terikat yakni kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta Rimba Djaja Medan sebesar 58,3%. Hal ini menunjukkan hubungan antar variabel cukup erat.
b. Adjusted R Square sebesar 0,321 berarti kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tjipta
Rimba Djaja Medan sebesar 32,1% dan sisanya 67,9% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
c. Standart Error of Estimated artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Standart error of Estimated juga bisa disebut standar deviasi. Dari tabel di atas Standart Error of Estimated adalah 3,433. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.3 Pembahasan