• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HASIL PENELITIAN

2. Uji Statistik Kolmogorov-Smirnov

4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel berikut ini menunjukkan hasil estimasi regresi melalui pengolahan data dengan SPSS 19.00 for Windows.

Tabel 4.8

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -3.216 .271 -11.883 .000 PAD .009 .077 .009 .111 .912 LNDAU -2.306 .663 -.321 -3.480 .001 LNDAK -.608 .130 -.438 -4.685 .000 LNDBH -.573 .139 -.356 -4.135 .000

a. Dependent Variable: LNKEMANDIRIAN Sumber: Hasil Olahan SPSS 19, 2016

Tabel 4.8 pada kolom unstandardized coefficients beta dapat disusun persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = -3,216+0,009X1-2.306X2-0,608X3-0,573X4+e

Dimana :

Y = Kemandirian Keuangan Daerah X1 = Pendapatan Asli Daerah X2 = Dana Alokasi Umum X3 = Dana Alokasi Khusus X4 = Dana Bagi Hasil e = Standard Error

a. Konstanta sebesar -3,216 menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel rasio Efektivitas PAD, DAU, DAK, dan DBH, maka tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar -3,216

b. Koefisien X1 (b1) = 0,09, menunjukka bahwa rasio Efektivitas PAD berpengaruh positif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (Y). Artinya jika efektivitas PAD ditingkatkan maka akan meningkatkan tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 0.09

c. Koefisien X2 (b2) = -0,35, menunjukkan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh negative terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (Y). Artinya jika DAU ditingkatkan maka akan menurunkan tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 2,306

d. Koefisien X3 (b3) = -0,608, menunjukkan bahwa Dana Alokasi Khusus berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (Y). Artinya jika DAK ditingkatkan maka akan menurunkan tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 0.608

e. Koefisien X4 (b4) = -0,573, menunjukkan bahwa Dana Bagi Hasil berpengaruh negative terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (Y). Artinya jika DBH ditingkatkan maka akan menurunkan tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 0,573

4.2.4 Pengujian Hipotesis

4.2.4.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji f)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas secara bersama-sama atau serempak mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakan statistik

F (uji F), dengan menggunakan tingkat signifikan (α) 5%, jika nilai sig.F

> 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara bersamaan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika nilai sig.F < 0,05 maka Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan secara bersamaan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dan nilai Ftabel. Dimana kriterianya yaitu:

Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung< Ftabel untuk α = 5% Ho ditolak dan Ha diterima jika Fhitung> Ftabel untuk α = 5%

Berdasarkan output di bawah ini terlihat bahwa : Tabel 4.9

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 2.204 4 .551 15.592 .000a

Residual 2.898 82 .035

Total 5.103 86

a. Predictors: (Constant), PAD, LNDAU, LNDAK, LNDBH

Sumber: Hasil olahan SPSS 19, 2016

Pada Tabel 4.9 menunjukkan hasil Fhitung sebesar 15,592 dengan perhitungan sebagai berikut:

�ℎ�����= �������������������� ������������������ =

0.551

Sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan α = 0,05 dengan df1=4 dan df2 = 82 adalah sebesar 2,48. Fhitung(15,592)> Ftabel(2,48) yang dapat dibuktikan hasil F table pada lampiran, maka H0 ditolak dan Ha diterima

dan tingkat signifikansi 0,000<α = 0,05 artinya antara pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, serta dana bagi hasil bias dipakai untuk memprediksi tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Dengan kata lain, rasio efektivitas PAD, DAU, DAK, dan DBH secara simultan berpengaruh terhadap tingkat Kemandirian Keuangan Daerah.

4.2.4.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji parsial (Uji t) dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Pengaruh dari masing-masing variable pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus serta dana bagi hasil terhadap kemandirian keuangan daerah dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikansi. Variabel berpengaruh signifikan terhadap harga saham ketika nilai signifikansi < 0,05. Pengujian untuk menyatakan apakah hipotesis diterima atau ditolak digunakan ketentuan dengan melakukan perbandinga antara t hitung dan t tabel . Untuk t hitung disajikan pada tabel 4.10 sedangkan untuk t tabel disajikan pada lampiran dengan ketentuan pengambilan keputusan menggunakan taraf nyata 5% untuk

uji 2 (dua) arah (α / 2 = 0,05/2 = 0,25) dengan derajat bebas (df) = n-k = 87-5= 82. Nilai tabel dengan taraf nyata 0,25 dan df=82 adalah 1,98932.

Tabel 4.10

Hasil Uji Signifikansi (Uji t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -3.216 .271 -11.883 .000 PAD .009 .077 .009 .111 .912 LNDAU -2.306 .663 -.321 -3.480 .001 LNDAK -.608 .130 -.438 -4.685 .000 LNDBH -.573 .139 -.356 -4.135 .000

a. Dependent Variable: LNKEMANDIRIAN Sumber: Hasil Olahan SPSS 19, 2016

Berdasarkan tabel diatas disimpulkan sebagai berikut.

a.Pengujian Pendapatan Asli Daerah (X1) terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (Y), menunjukkan signifikansi 0,912>0,05 dan thitung<ttabel (0,111<1,98932) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Untuk tingkat signifikansinya yang ditunjukkan oleh variabel PAD adalah 0,912 yang berarti variabel PAD berpengaruh Positif tetapi tidak signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah.

b. Variabel Dana Alokasi Umum (X2) terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (Y), menunjukkan signifikansi 0,001<0,05 dan thitung<ttabel (-3,380<1,98932) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Untuk tingkat signifikansinya yang ditunjukkan oleh variabel Dana Alokasi Umum adalah 0,001 yang berarti variabel DAU berpengaruh signifikan negatif terhadap Kemandirian Keuangan Daerah.

4,685<1,98932), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Untuk tingkat signifikansinya yang ditunjukkan oleh variabel Dana Aloksi Khusus adalah 0,000 yang berarti variabel DAK berpengaruh signifikan negative terhadap Kemandirian Keuangan Daerah.

d. Variabel Dana Bagi Hasil (X4) terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (Y), menunjukkan signifikansi 0,000<0,05 dan thitung<ttabel (-4,135<1,98932), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Untuk tingkat signifikansinya yang ditunjukkan oleh variabel Dana Bagi Hasil adalah 0,000 yang berarti variabel DBH berpengaruh negatif terhadap Kemandirian Keuangan Daerah.

4.2.4.3 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah koefisien nilai yang menunjukkan besarnya variasi variabel terikat (dependent variable)

yang dipengaruhi oleh variasi variabel bebas (independent variable).Pengukuran besarnya persentase kebenaran dari uji regresi tersebut dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi multiple R2.Apabila nilai R2 suatu regresi mendekati satu, maka semakin baik regresi tersebut dan semakin mendekati nol maka variabel independen secara keseluruhan tidak bisa menjelaskan variabel dependen.Adjusted R square digunakan untuk melihat berapa besar pengaruh faktor-faktor yang ditimbulkan oleh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat.

Tabel 4.11 Variables Dimasukkanb

Variables Entered Variables Removed PAD, LNDAU,

LNDAK, LNDBH

. a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: LNKEMANDIRIAN

Pada tabel 4.11 dinyatakan bahwa variabel pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus serta dana bagi hasil tidak ada yang dikeluarkan dari persamaan yang ditunjukkan oleh kolom

variables removed yang kosong. Metode yang dipilih adalah metode

enter. Setelah mengetahui bahwa seluruh variabel dimasukkan dalam analisis persamaan maka dilakukan pengujian hipotesis koefisien korelasi dan koefisien determinasi.Pada model summary, apabila R2 semakin besar berarti hubungan antar variabel semakin erat. Tipe hubungan antar variabel dapat dilihat berikut ini :

Tabel 4.12

Hubungan Antar Variabel

Nilai Interpretasi 0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat 0,2 – 0,39 Tidak Erat

0,4 – 0,59 Cukup Erat 0,6 – 0,79 Erat

0,8 – 0,99 Sangat Erat (Situmorang, 2008:113)

Tabel 4.13

Hasil Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R

R

Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .657a .432 .404 .18800

Sumber: Hasil Olahan SPSS 19, 2016

Berdasarkan tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai R sebesar 0,702 atau 65,7% yang berarti bahwa hubungan antar kemandirian keuangan daerah dengan variabel bebasnya pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus serta dana bagi hasil adalah cukup erat. Pada tabel ditunjukkan nilai adjusted R square dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,404 yang berarti 40,4% variasi dari kemandirian keuangan daerah dijelaskan oleh keempat variabel bebas tersebut, sedangkan sisanya 59,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.

Standard error of estimated artinya mengukur variabel dari nilai yang diprediksi.Standard error of estimated disebut juga standar deviasi dimana dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,18800. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

Dokumen terkait