• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Koefisien determinasi (R2) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen (LDO, TR, SK, PEU, dan PU) dalam menjelaskan variasi variabel dependen (ATU, BIU dan AUB). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Penelitian ini menggunakan nilai R2, jika nilai R2 adalah sebesar 1 berarti fluktuasi

variabel dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variabel independen. Nilai R berkisar dari 0 sampai 1, jika nilai R semakain

mendekati angka 0 berarti semakin lemah kemampuan variabel independen untuk menjelaskan fluktuasi variabel dependen.2

Tabel 4.25

Hasil Uji Koefisien Determinasi ATU Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .564a .318 .280 2.77029 a. Predictors: (Constant), PU, SK, TR, LDO, PEU

b. Dependent Variable: ATU

Sumber: Data primer (2014)

Nilai Adjusted R Square sebesar 0,280 atau 28,0% menunjukkan bahwa variabel PU, SK, TR, LDO, dan PEU sebesar 31,8%, sedangkan sisanya sebesar 68,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.26

Hasil Uji Koefisien Determinasi BIU Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .560a .314 .267 2.75658 a. Predictors: (Constant), ATU, SK, TR, LDO, PU, PEU

b. Dependent Variable: BIU

Sumber: Data primer (2014)

Nilai Adjusted R Square sebesar 0,267 atau 26,7% menunjukkan bahwa variabel ATU, SK, TR, LDO, PU, dan PEU sebesar 31,4%,

2Imam Ghozali, “Aplikasi Multivariate Program SPSS”

, Semarang: Universitas Diponegoro, h. 97

sedangkan sisanya sebesar 68,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.27

Hasil Uji Koefisien Determinasi AUB Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .523a .274 .215 3.69720 a. Predictors: (Constant), BIU, SK, TR, PEU, ATU, LDO, PU

b. Dependent Variable: AUB

Sumber: Data primer (2014)

Nilai Adjusted R Square sebesar 0,215 atau 21,5% menunjukkan bahwa variabel BIU, SK, TR, PEU, ATU, LDO, dan PU sebesar 27,4%, sedangkan sisanya sebesar 72,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama- sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifika 0,05. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.28, jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak Ho, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan menolak Ha.

Tabel 4.28 Hasil Uji Simultan ATU

ANOVAa

Model Sum of Squares

Df Mean Square F Sig.

1

Regression 318.696 5 63.739 8.305 .000b Residual 683.031 89 7.675

Total 1001.726 94 a. Dependent Variable: ATU

b. Predictors: (Constant), PU, SK, TR, LDO, PEU

Data: Primer yang diolah (2014)

Hasil Uji Simultan F dapat dilihat pada tabel 4.28 bahwa nilai F diperoleh 8,305 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka variabel PU, SK, TR, LDO, dan PEU berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap ATU.

Tabel 4.29 Hasil Uji Simultan BIU

ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 2 Regression 306.047 6 51.008 6.713 .000b Residual 668.689 88 7.599 Total 974.737 94 a. Dependent Variable: BIU

b. Predictors: (Constant), ATU, SK, TR, LDO, PU, PEU

Data: Primer yang diolah (2014)

Hasil Uji Simultan F dapat dilihat pada tabel 4.29 bahwa nilai F diperoleh 6,713 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka variabel ATU, SK, TR, LDO, PU, dan PEU berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap BIU.

Tabel 4.30

Hasil Uji Simultan AUB ANOVAa

Model Sum of Squares

Df Mean Square F Sig.

3

Regression 448.096 7 64.014 4.683 .000b

Residual 1189.230 87 13.669 Total 1637.326 94

a. Dependent Variable: AUB

b. Predictors: (Constant), BIU, SK, TR, PEU, ATU, LDO, PU

Data: Primer yang diolah (2014)

Hasil Uji Simultan F dapat dilihat pada tabel 4.30 bahwa nilai F diperoleh 4,683 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka variabel BIU, SK, TR, PEU, ATU, LDO, dan PU berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap AUB.

c. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel independen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.31, jika nilai probabilitas t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak Ho, sedangkan jika nilai probabilitas t lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan menolak Ha.

Tabel 4.31

Hasil Uji TLibrary Desain OPAC

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 9.446 1.917 4.927 .000 LDO .539 .093 .514 5.786 .000 1.000 1.000 a. Dependent Variable: PU Hasil Hipotesis 1:

Pengaruh LDO terhadap PU

Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.31 variabel LDO mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti variabel LDO berpengaruh dan bersignifikan terhadap PU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel LDO lebih kecil dari 0,05.

X4 = 9.446 + 0.000 X1 + e1

Tabel 4.32

Hasil Uji TLibrary Desain OPAC

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 5.465 2.114 2.585 .011

LDO .739 .103 .598 7.193 .000 1.000 1.000

Hasil Hipotesis 2:

Pengaruh LDO terhadap PEU

Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.32 variabel LDO mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti variabel LDO berpengaruh dan bersignifikan terhadap PEU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel LDO lebih kecil dari 0,05.

X5 = 5.465+ 0.000 X1 + e1

Tabel 4.33

Hasil Uji TTerminology

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 14.046 1.867 7.523 .000 TR .332 .096 .338 3.462 .001 1.000 1.000 a. Dependent Variable: PU Hasil Hipotesis 3: Pengaruh TR terhadap PU

Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.33 variabel TR mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.001. Hal ini berarti variabel TR berpengaruh dan bersignifikan terhadap PU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel TR lebih kecil dari 0,05.

Tabel 4.34

Hasil Uji TTerminology

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 14.455 2.252 6.420 .000

TR .316 .116 .272 2.729 .008 1.000 1.000

a. Dependent Variable: PEU

Hasil Hipotesis 4:

Pengaruh TR terhadap PEU

Hasil uji hipotesis 4 dapat dilihat pada tabel 4.34 variabel TR mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.008. Hal ini berarti variabel TR tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap PEU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel TR lebih besar dari 0,05. X5 = 14.455+ 0.008 X2 + e2

Tabel 4.35

Hasil Uji TAbiliies andSkill

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 17.198 1.403 12.257 .000

SK .173 .073 .238 2.359 .020 1.000 1.000

Hasil Hipotesis 5:

Pengaruh SK terhadap PU

Hasil uji hipotesis 5 dapat dilihat pada tabel 4.35 variabel SK mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.020. Hal ini berarti variabel SK tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap PU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih besar dari 0,05. X4 = 17.198 + 0.020 X3 + e3

Tabel 4.36

Hasil Uji TAbilities andSkill

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 15.145 1.605 9.434 .000

SK .288 .084 .335 3.430 .001 1.000 1.000

a. Dependent Variable: PEU

Hasil Hipotesis 6:

Pengaruh SK terhadap PEU

Hasil uji hipotesis 6 dapat dilihat pada tabel 4.36 variabel SK mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.001. Hal ini berarti variabel SK berpengaruh dan bersignifikan terhadap PEU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih kecil dari 0,05.

Tabel 4.37

Hasil Uji TPerceived Ease of Use

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 8.459 1.328 6.369 .000

PEU .583 .064 .688 9.145 .000 1.000 1.000

a. Dependent Variable: PU

Hasil Hipotesis 7:

Pengaruh PEU terhadap PU

Hasil uji hipotesis 7 dapat dilihat pada tabel 4.37 variabel PEU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti variabel PEU berpengaruh dan bersignifikan terhadap PU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih kecil dari 0,05.

X5 = 8.459+ 0.000 X4 + e4

Tabel 4.38

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ATU Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2.911 2.632 1.106 .272 LDO -.024 .132 -.021 -.184 .855 .585 1.710 TR .285 .103 .264 2.772 .007 .844 1.185 SK .117 .075 .147 1.561 .122 .862 1.160 PEU .183 .124 .197 1.482 .142 .432 2.314 PU .228 .137 .208 1.670 .099 .493 2.029 a. Dependent Variable: ATU

Hasil Hipotesis 8:

Pengaruh LDO terhadap ATU

Hasil uji hipotesis 8 dapat dilihat pada tabel 4.38 variabel LDO mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.855. Hal ini berarti variabel LDO tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap ATU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel LDO lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 9:

Pengaruh TR terhadap ATU

Hasil uji hipotesis 9 dapat dilihat pada tabel 4.38 variabel TR mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.007. Hal ini berarti variabel TR berpengaruh dan bersignifikan terhadap ATU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel TR lebih kecil dari 0,05.

Hasil Hipotesis 10:

Pengaruh SK terhadap ATU

Hasil uji hipotesis 10 dapat dilihat pada tabel 4.38 variabel SK mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,122. Hal ini berarti variabel SK tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap ATU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 11:

Pengaruh PEU terhadap ATU

Hasil uji hipotesis 11 dapat dilihat pada tabel 4.38 variabel PEU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,142. Hal ini berarti variabel PEU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap ATU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PEU lebih besar dari 0,05.

Hasil Hipotesis 12:

Pengaruh PU terhadap ATU

Hasil uji hipotesis 12 dapat dilihat pada tabel 4.38 variabel PU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,099. Hal ini berarti variabel PU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap ATU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PU lebih besar dari 0,05. Y = 2.911+ 0.855 Py X + 0.007 Py X + 0,122 Py X + 0,099 Py X + 0,142 Py X +

Tabel 4.39

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) BIU Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF

2 (Constant) 5.179 2.637 1.964 .053 LDO .179 .131 .158 1.368 .175 .585 1.710 TR -.028 .106 -.026 -.264 .792 .777 1.287 SK .033 .076 .042 .434 .665 .839 1.192 PEU -.244 .125 -.266 - 1.955 .054 .422 2.371 PU .535 .138 .495 3.875 .000 .478 2.093 ATU .222 .105 .225 2.104 .038 .682 1.467 a. Dependent Variable: BIU

Sumber: Data primer (2014)

Hasil Hipotesis 13:

Pengaruh LDO terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 13 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel LDO mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,175 Hal ini berarti variabel LDO tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel LDO lebih besar dari 0,05.

Hasil Hipotesis 14:

Pengaruh TR terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 14 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel TR mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,792 Hal ini berarti variabel TR tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel TR lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 15:

Pengaruh SK terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 15 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel SK mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,665 Hal ini berarti variabel SK tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 16:

Pengaruh PEU terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 16 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel PEU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,054 Hal ini berarti variabel PEU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PEU lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 17:

Pengaruh PU terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 17 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel PU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000 Hal ini berarti variabel PU berpengaruh dan bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PU lebih kecil dari 0,05.

Hasil Hipotesis 18:

Pengaruh ATU terhadap BIU

Hasil uji hipotesis 18 dapat dilihat pada tabel 4.39 variabel ATU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,038 Hal ini berarti variabel ATUtidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap BIU karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel ATU lebih besar dari 0,05. Y = 5.179 + 0,179 Py X + 0,028 Py X + 0,033 Py X + 0,054 Py X + 0,244 Py X + 0,222 Y +e

Tabel 4.40

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) AUB Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

3 (Constant) 3.368 3.613 .932 .354 LDO .027 .177 .019 .154 .878 .573 1.747 TR .259 .143 .188 1.815 .073 .776 1.288 SK .460 .102 .451 4.515 .000 .837 1.195 PEU .153 .171 .129 .896 .373 .404 2.474 PU -.269 .200 -.192 -1.341 .183 .408 2.450 ATU -.146 .145 -.114 -1.010 .315 .649 1.540 BIU .236 .143 .182 1.649 .103 .686 1.458 a. Dependent Variable: AUB

Sumber: Data primer (2014) Hasil Hipotesis 19:

Pengaruh LDO terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 19 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel LDO mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,878 Hal ini berarti variabel LDO tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel LDO lebih besar dari 0,05.

Hasil Hipotesis 20:

Pengaruh TR terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 20 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel TR mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,073 Hal ini berarti variabel TR tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel TR lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 21:

Pengaruh SK terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 21 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel SK mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000 Hal ini berarti variabel SK berpengaruh dan bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel SK lebih kecil dari 0,05.

Hasil Hipotesis 22:

Pengaruh PEU terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 22 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel PEU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,373 Hal ini berarti variabel PEU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PEU lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 23:

Pengaruh PU terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 23 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel PU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,183 Hal ini berarti variabel PU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel PU lebih besar dari 0,05.

Hasil Hipotesis 24:

Pengaruh ATU terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 24 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel ATU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,315 Hal ini berarti variabel ATU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel ATU lebih besar dari 0,05. Hasil Hipotesis 25:

Pengaruh BIU terhadap AUB

Hasil uji hipotesis 25 dapat dilihat pada tabel 4.40 variabel BIU mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,103 Hal ini berarti variabel BIU tidak berpengaruh dan tidak bersignifikan terhadap AUB karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel BIU lebih besar dari 0,05. Y = 3.368 + 0,878 Py X + 0,073 Py X + 0,000 Py X + 0,183 Py X + 0,373 Py X + 0,315 Y + 0,103 Y + e

d. Uji Analisis Korelasi Antar Variabel Tabel 4.41 Hasil Uji Korelasi

Correlations

LDO TR SK PEU PU ATU BIU AUB

LDO Pearson Correlation 1 .332 ** .309* * .598** .514* * .337* * .334* * .221* Sig. (2-tailed) .001 .002 .000 .000 .001 .001 .032 N 95 95 95 95 95 95 95 95 TR Pearson Correlation .332 ** 1 .038 .272** .338* * .387* * .210* .176 Sig. (2-tailed) .001 .713 .008 .001 .000 .042 .089 N 95 95 95 95 95 95 95 95

SK Pearson Correlation .309 ** .038 1 .335** .238* .266* * .178 .463* * Sig. (2-tailed) .002 .713 .001 .020 .009 .084 .000 N 95 95 95 95 95 95 95 95 PEU Pearson Correlation .598 ** .272** .335* * 1 .688* * .449* * .277* * .209* Sig. (2-tailed) .000 .008 .001 .000 .000 .007 .042 N 95 95 95 95 95 95 95 95 PU Pearson Correlation .514 ** .338** .238* .688** 1 .457* * .497* * .115 Sig. (2-tailed) .000 .001 .020 .000 .000 .000 .267 N 95 95 95 95 95 95 95 95 ATU Pearson Correlation .337 ** .387** .266* * .449** .457* * 1 .386* * .125 Sig. (2-tailed) .001 .000 .009 .000 .000 .000 .227 N 95 95 95 95 95 95 95 95 BIU Pearson Correlation .334 ** .210* .178 .277** .497* * .386* * 1 .204* Sig. (2-tailed) .001 .042 .084 .007 .000 .000 .047 N 95 95 95 95 95 95 95 95 AUB Pearson Correlation .221 * .176 .463* * .209* .115 .125 .204* 1 Sig. (2-tailed) .032 .089 .000 .042 .267 .227 .047 N 95 95 95 95 95 95 95 95 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Sumber: Data primer (2014)

1) Korelasi antara LDO dan TR

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka antar variabel LDO dan TR sebesar 0,332. Untuk mentafsirkan anka tersebut digunakan kriteria sebagai berikut3:

0 – 0,25 → : Korelasi sangat lemah (dianggap tidak ada) > 0,25 – 0,5 → : Korelasi cukup kuat

3

Jonathan Sarwono & Ely Suhayati, Riset Akuntansi Menggunakan SPSS, (Yogyakarta: Graha Ilmu), h. 200.

> 0,5 – 0,75 : korelasi kuat

> 0,75 – 1 → : Korelasi sangat kuat

Untuk pengujian lebih lanjut, maka diajukan hipotesis:

Ho; p = 0 : tidak ada hubungan (korelasi) yang signifikan antara dua variabel.

Ha; p ≠ 0 : ada hubungan (korelasi) yang signifikan antara dua variabel. Pengujian berdasarkan signifikan:

Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 Ho ditolak

Korelasi sebesar 0,332 mempunyai maksud hubungan antara variabel OP dan TR cukup kuat dan searah. Maka inflasi juga akan mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabiltas sebesar 0,001 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

2) Korelasi antara LDO dan SK

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan SK sebesar 0,309. Korelasi sebesar 0,309 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan SK cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka SK akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,002 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

3) Korelasi antara LDO dan PEU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan PEU sebesar 0,598. Korelasi sebesar 0,598 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan PEU kuat dan berlawanan. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka PEU akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,000< 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan. 4) Korelasi antara LDO dan PU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan PU sebesar 0,514. Korelasi sebesar 0,514 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan PU kuat dan berlawanan. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka PU akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

5) Korelasi antara LDO dan ATU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan ATU sebesar 0,337. Korelasi sebesar 0,337 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan ATU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka ATU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,001 < 0,05, maka telah cukup bukti

untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

6) Korelasi antara LDO dan BIU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan BIU sebesar 0,334. Korelasi sebesar 0,334 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan BIU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka BIU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,001 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

7) Korelasi antara LDO dan AUB

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel LDO dan AUB sebesar 0,221. Korelasi sebesar 0,221 mempunyai maksud hubungan antara variabel LDO dan AUB cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan LDO, maka AUB akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,032 > 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

8) Korelasi TR dan SK

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan SK sebesar 0,038. Korelasi sebesar 0,038 mempunyai maksud hubungan

antara variabel TR dan SK sangat lemah dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka SK akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,713 > 0,05, maka tidak cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi tidak bersignifikan.

9) Korelasi antara TR dan PEU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan PEU sebesar 0,272. Korelasi sebesar 0,272 mempunyai maksud hubungan antara variabel TR dan PEU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka PEU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,008 > 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

10)Korelasi antara TR dan PU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan PU sebesar 0,338. Korelasi sebesar 0,338 mempunyai maksud hubungan antara variabel TR dan PU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka PU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,001 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

11)Korelasi antara TR dan ATU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan ATU sebesar 0,387. Korelasi sebesar 0,387 mempunyai maksud hubungan antara variabel TR dan ATU cukup kuat dan berlawanan. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka ATU akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

12)Korelasi antara TR dan BIU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan BIU sebesar 0,210. Korelasi sebesar 0,210 mempunyai maksud hubungan antara variabel TR dan BIU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka BIU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,042 > 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

13)Korelasi antara TR dan AUB

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel TR dan BIU sebesar 0,176. Korelasi sebesar 0,176 mempunyai maksud hubungan antara variabel TR dan AUB sangat lemah dan berlawanan. Artinya, apabila terjadi kenaikan TR, maka AUB akan mengalami

penurunan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,089 > 0,05, maka tidak cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi tidak bersignifikan.

14)Korelasi SK dan PEU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel SK dan PEU sebesar 0,335. Korelasi sebesar 0,335 mempunyai maksud hubungan antara variabel SK dan PEU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan SK, maka PEU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,001 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

15)Korelasi antara SK dan PU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel SK dan PU sebesar 0,238. Korelasi sebesar 0,238 mempunyai maksud hubungan antara variabel SK dan PU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan SK, maka PU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,020 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

16)Korelasi antara SK dan ATU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel SK dan ATU sebesar 0,266. Korelasi sebesar 0,266 mempunyai maksud

hubungan antara variabel SK dan ATU cukup kuat dan searah. Artinya, apabila terjadi kenaikan SK, maka ATU akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Korelasi dua variabel tersebut mempunyai probabilitas sebesar 0,009 < 0,05, maka telah cukup bukti untuk menolak Ho; p = 0 dan menerima Ha; p ≠ 0 sehingga korelasi bersignifikan.

17)Korelasi SK dan BIU

Berdasarkan perhitungan, diperoleh angka antar variabel SK dan BIU sebesar 0,178 Korelasi sebesar 0,178 mempunyai maksud

Dokumen terkait