• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum

4.2 Hasil Penelitian

4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat dari tabel 4.9 dengan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Gambar 4.4

Persamaan Regresi Linier Berganda

Return On Asset = 0,604 – 0,078LN Mudharabah + 0,054 LN Musyarakah + 0,037 LN Murabahah + μ

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a) Koefisien konstanta sebesar 0,604 dengan nilai positif, ini dapat diartikan jika variabel independen dianggap konstan, maka rata-rata return on assets (ROA) akan bernilai 0,604.

b) Variabel pembiayaan mudharabah memiliki nilai koefisien regresi negatif 0,078. Nilai koefisien regresi negatif menunjukan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif terhadap return on assets pada bank umum syariah. Hal ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan satu rupiah pembiayaan mudharabah, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menurukan return on assets sebesar -0,078. Nilai koefisien β=|-0,676| yang berarti variabel pembiayaan mudharabah mempengaruhi variabel dependen sebesar 0,676. Probabilitas menunjukkan lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,012.

c)

Variabel pembiayaan musyarakah memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,054. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa pembiayaan musyarakah berpengaruh positif terhadap return on asset. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan satu rupiah variabel pembiayaan musyarakah, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan return on asset sebesar 0,054. Nilai koefisien β=|0,129| yang berarti variabel pembiayaan musyarakah mempengaruhi variabel dependen sebesar 0,129. Probabilitas menunjukkan lebih besar dari 0,05 yaitu 0,692.

d) Variabel pembiayaan murabahah memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,037. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh positif terhadap

return on assets. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan satu rupiah variabel pembiayaan murabahah, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan return on assets sebesar 0,37. Nilai koefisien β=|0.063| yang berarti variabel pembiayaan murabahah mempengaruhi variabel dependen sebesar 0,063. Probabilitas menunjukkan lebih besar dari 0,05 yaitu 0,793.

4.3 Pembahasan

a. Pengaruh Pembiayaan Mudharabah terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap variabel return on assets yang dilihat dari tingkat signifikansi 0,012 < 0,05. Dikatakan berpengaruh negatif karena variabel pembiayaan mudharabah memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar 0,078. Mudharabah adalah akad kerjasama antara dua pihak dimana pihak pertama (Shahibul Maal) dalam hal ini bank umum syariah menyediakan modal 100%, sedangkan pihak lainnya sebagai pengelola. Keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila terdapat kerugian akan ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Namun bila pengelola punya andil dalam kerugian maka pengelola wajib menanggungnya. Keuntungan atau nisbah bagi hasil dari pembiayaan mudharabah bersifat tidak pasti

dikarenakan nisbah bagi hasil ditentukan oleh bank umum syariah sesuai dengan omset usaha yang diperoleh. Oleh sebab itu, perhitungan pendapatan senantiasa berubah sesuai dengan pencapaian omset usaha, sehingga menyebabkan pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap ROA (Return on Assets).

b. Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pembiayaan musyarakah secara berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap variabel return on assets yang dapat dilihat dari tingkat signifikansi 0,692 > 0,05. Dikatakan variabel pembiayaan musyarakah memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,054. Dalam praktik pembiayaan musyarakah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan praktik pembiayaan mudharabah, yang membedakannya adalah kepada siapa pembiayaan tersebut disalurkan. Pembiayaan mudharabah disalurkan kepada koperasi, BMT (baitul maal wa tamwil), serta multifinance. Sedangkan untuk pembiayaan musyarakah disalurkan untuk modal usaha kerja seperti perdagangan atau jasa. Pada praktiknya, penyaluran dana untuk modal usaha kerja sperti perdagangan dan jasa sangat banyak digunakan dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan kepada koperasi atau BMT. Pembiayaan musyarakah lebih sering digunakan dibandingkan dengan pembiayaan mudharabah, namun nasabah tidak diikat untuk rutin membayar pokok setiap bulannya namun disesuaikan dengan kapan

nasabah memiliki dana untuk mengembalikannya. Jika dalam 1 tahun tidak mampu melunasi pokoknya, maka pembiayaan bisa diperpanjang. Hal ini menyebabkan mengapa pembiayaan musyarakah berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap profitabilitas.

c. Pengaruh Pembiayaan Murabahah terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pembiayaan murabahah berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap variabel return on assets yang dilihat dari tingkat signifikansi 0,793 > 0,05. Dikatakan berpengaruh positif karena variabel pembiayaan murabahah memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,037. Pembiayaan murabahah merupakan pembiayaan yang paling banyak digunakan dalam perbankan syariah. Banyaknya sumbangan dari pembiayaan murabahah memberikan pengaruh bagi profitabilitas bank dalam hal ini return on assets (ROA). Dalam pembiayaan murabahah, ada yang disebut run off atau penurunan kewajiban murabahah. Setiap bulan nasabah akan membayar kewajibannya kepada bank sampai lunas sehingga kewajiban murabahah nasabah akan menurun setiap bulannya sehingga tidak memiliki kewajiban lagi. Penurunan kewajiban murabahah ini lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan murabahah yang baru dibentuk sehingga berdampak pada menurunnya profitabilitas. Selain itu dalam pembiayaan murabahah terdapat percepatan pelunasan. Misal nasabah memiliki kewajiban Rp 5.000.000 kepada bank dengan membayar

angsuran Rp 1.000.000 dan margin bulan berjalan sebesar Rp 100.000 namun nasabah ingin langsung melunasi seluruh kewajibannya kepada bank yang disebut dengan percepatan pelunasan, sehingga yang seharusnya nasabah membayar sebesar Rp 5.500.000 jadi hanya membayar sebesar Rp 5.100.000 yaitu pokok dan margin bulan berjalan saja. Margin yang seharusnya akan masuk menjadi profit tetapi hilang karena adanya percepatan pelunasan akan mengurangi profit yang juga akan mengurangi asset sehingga Return on Assets juga menurun. Hal ini menyebabkan mengapa pembiayaan murabahah berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap profitabilitas.

d. Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah, dan Pembiayaan Murabahah terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, dan pembiayaan murabahah secara berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap profitabilitas pada bank umum syariah di Indonesia periode 2010-2014. Hal ini ditunjukkan dari besarnya nilai Fhitung 4,768 > Ftabel 2,98 dan nilai signifikansi sebesar 0,009.

BAB V

Dokumen terkait