Pengeluaran Perbulan
4. Analisis Regresi Linier Berganda a.Uji Koefisien Determinasi ( ) a.Uji Koefisien Determinasi ( )
Setiap tambahan satu variabel independen, maka pasti meningkat, tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, pada penelitian ini yang digunakan adalah yang sudah disesuaikan atau Adjusted karena disesuaikan dengan jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian. Adjusted dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model. Berikut adalah hasil uji koefisien determinasi.
Tabel 4.8
Hasil Uji Koefisien Determinasi ( )
Model Summaryᵇ
Model R
R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .648a
.419 .384 2.663
a. Predictors: (Constant), Evaluasi(X4), Administrasi(X1), Itikad(X3), Pendapatan(X2)
b. Dependent Variable: PembiayaanBermasalah(Y) Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Tabel 4.8 menunjukkan nilai adjusted sebesar 0,384. Hal ini menunjukkan bahwa variasi dari variabel-variabel bebas yang ada memiliki kontribusi sebesar 38,4% terhadap variabel Y. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Dan adapun nilai R sebesar 0,648 yang menunjukkan bahwa antara variabel-variabel bebas mempunyai hubungan yang kuat terhadap perspektif mitra pembiayaan dalam masalah pembiayaan bermasalah (Y).
b. Uji t (Parsial)
Uji t dilakukan untuk melihat apakah variabel independen secara individu memiliki dampak yang signifikan terhadap variabel dependen, serta untuk membuktikan variabel mana yang paling dominan. Berikut adalah tabel yang menunjukkan hasil uji t yang dihasilkan.
Tabel 4.9 Hasil Uji t Coefficientsª Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -5.190 5.365 -.967 .337 Administrasi(X1) .148 .157 .099 .941 .350 Pendapatan(X2) .571 .172 .429 3.321 .001 Itikad(X3) .612 .207 .321 2.956 .004 Evaluasi(X4) -.107 .234 -.055 -.457 .649
a. Dependent Variable: PembiayaanBermasalah(Y) Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Tabel 4.9 di atas menunjukkan hasil uji t antara variabel independen dengan variabel dependen, dan dengan dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan angka signifikansi, yaitu;
1. Jika angka signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.
2. Jika angka signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Maka mendapatkan hasil sebagai berikut;
1) Variabel Faktor Administrasi (Persyaratan awal)
Hasil yang didapat menyatakan nilai Sig. 0,350 >α 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya koefisien regresi pada faktor
administrasi (persyaratan awal) tidak berpengaruh secara signifikan.
2) Variabel Faktor Pendapatan
Hasil yang didapat menyatakan nilai Sig. 0,001 <α 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya koefisien regresi pada faktor pendapatan berpengaruh secara signifikan.
3) Varibel Faktor I‟tikad
Hasil yang didapat menyatakan nilai Sig. 0,004 <α 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya koefisien regresi pada faktor I‟tikad berpengaruh secara signifikan.
4) Variabel Evaluasi
Hasil yang didapat menyatakan nilai Sig. 0,649 >α 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya koefisien regresi pada faktor evaluasi tidak berpengaruh secara signifikan.
Berdasarkan tabel-tabel di atas diketahui bahwa nilai koefisien dari persamaan regresi. Dalam penelitian ini, persamaan regresi berganda yang digunakan adalah:
Y = α + + + + + ε
Dengan keterangan:
Y = Pembiayaan bermasalah yang dilihat dari prespektif mitra pembiayaan BMT Prima Syariah
α = Konstanta
sd n = Koefisien regresi variabel independen = Administrasi (Persyaratan awal) = Pendapatan mitra pembiayaan
= I‟tikad mitra pembiayaan = Evaluasi
ε = Error
Dari output didapatkan model persamaan regresi:
Y = -5.190 + + + – + ε
Dari persamaan regresi tersebut, dapat dilihat variabel bebas (administrasi, pendapatan, I‟tikad dan evaluasi) yang paling dominan mempengaruhi variabel terikat (pembiayaan bermasalah) adalah variabel I‟tikad. I‟tikad memiliki nilai Beta sebesar 0,612 yang artinya apabila I‟tikad mengalami perubahan sebanyak 10 unit satuan, maka pembiayaan bermasalah akan berubah sebanyak 61,2 unit satuan. Pendapatan memiliki nilai Beta sebesar 0,571 yang artinya apabila pendapatan mengalami perubahan sebanyak 10 unit satuan, maka pembiayaan bermasalah akan berubah sebanyak 57,1 unit satuan. Administrasi (persyaratan awal) memiliki nilai Beta sebesar 0,148 yang artinya apabila administrasi mengalami perubahan sebanyak 10 unit satuan, maka pembiayaan bermasalah akan berubah sebanyak 14,8 unit satuan. Dan untuk evaluasi memiliki nilai Beta 0,107 yang artinya apabila evaluasi mengalami perubahan sebanyak 10 unit satuan, maka pembiayaan bermasalah akan berubah sebanyak 10,7 unit satuan.
c. Uji F (Simultan)
Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05. Jika nilai probability F lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, sedangkan jika nilai probability F lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berikut ini adalah tabel 4.10 yang menunjukkan hasil uji F.
Tabel 4.10 Hasil Uji F
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Tabel 4.10 di atas menunjukkan hasil uji F antara semua variabel independen dengan variabel dependen, yaitu yang memperlihatkan nilai Sig. sebesar 0,000. Artinya nilai signifikansinya lebih kecil dari alpha 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa administrasi (persyaratan awal), pendapatan, I‟tikad, dan evaluasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap pembiayaan bermasalah yang dilihat dari prespektif mitra pembiayaan pada BMT Prima Syariah.
ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 333.177 4 83.294 11.741 .000b
Residual 461.123 65 7.094
Total 794.300 69
a. Dependent Variable: PembiayaanBermasalah(Y)
b. Predictors: (Constant), Evaluasi(X4), Administrasi(X1), Itikad(X3), Pendapatan(X2)
BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif mitra pembiayaan dengan menggunakan faktor-faktor seperti administrasi (persyaratan awal), pendapatan, I‟tikad, dan evaluasi terhadap pembiayaan bermasalah itu sendiri yang dilihat dari prespektif mitra pembiayaan pada BMT Prima Syariah. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan mitra pembiayaan di BMT Prima Syariah Kalisari, Jakarta Timur. Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan dan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap permasalahan dengan menggunakan regresi berganda, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap variabel X1 yaitu variabel administrasi (persyaratan awal), diketahui bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat nilai signifikansi dari hasil uji secara parsial sebesar 0,350 > 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya bahwa tidak terdapat pengaruh antara faktor administrasi terhadap pembiayaan bermasalah.
2. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap variabel X2 yaitu variabel pendapatan, diketahui bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat nilai signifikansi dari hasil uji secara parsial sebesar 0,001 < 0,05 sehingga Ho
ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa terdapat pengaruh antara faktor pendapatan terhadap pembiayaan bermasalah.
3. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap variabel X3 yaitu variabel I‟tikad, diketahui bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat nilai signifikansi dari hasil uji secara parsial sebesar 0,004 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa terdapat pengaruh antara faktor I‟tikad terhadap pembiayaan bermasalah.
4. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap variabel X4 yaitu variabel evaluasi, diketahui bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat nilai signifikansi dari hasil uji secara parsial sebesar 0,649 > 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya bahwa tidak terdapat pengaruh antara faktor evaluasi terhadap pembiayaan bermasalah.
5. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap variabel X1,X2,X3 dan X4 (administrasi, pendapatan, I‟tikad, dan evaluasi) secara simultan, diketahui tingkat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa semua variabel bebas (administrasi, pendapatan, I‟tikad, dan evaluasi) berpengaruh secara simultan terhadap pembiayaan bermasalah yang dilihat dari perspektif mitra pembiayaan.
B.Saran
1. Perspektif mitra pembiayaan pada BMT Prima Syariah dalam hal mengenai pembiayaan bermasalah banyak didasari atas variabel faktor pendapatan dan I‟tikad. Hal ini menandakan bahwa pendapatan dari pengasilan usaha mitra pembiayaan dan I‟tikad dari karakter mita pembiayaan itu sendiri memang yang mendasari mitra pembiayaan itu terlibat dalam pembiayaan bermasalah pada BMT. Oleh karena itu alangkah baiknya pihak BMT melakukan prosedur penerimaan pembiayaan dengan teliti dan selalu melakukan pengawasan terhadap pembiayaan yang telah tersalurkan.
2. Penelitian selanjutnya sebaiknya untuk menambah variabel yang berbeda yang dapat mempengaruhi pembiayaan bermasalah. Sehingga penelitian dimasa mendatang diharapkan dapat menyajikan penelitian yang lebih berkualitas lagi.