• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Regresi Linier Nilai WTP Pedagang Pasar Tradisional

VIII. ANALISIS PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH PASAR TRADISIONAL

8.5. Analisis Regresi Linier Nilai WTP Pedagang Pasar Tradisional

8.5. Analisis Regresi Linier Nilai WTP Pedagang Pasar Tradisional

Sampel dalam analisis ini adalah pedagang yang bersedia membayar (WTP) peningkatan pengelolaan sampah pasar. Regresi ini digunakan untuk mengetahui peubah-peubah yang mempengaruhi WTP pedagang di pasar besar, pasar sedang dan pasar kecil.

8.5.1. Pasar Besar

Tabel 33 menunjukkan hasil analisis regresi nilai WTP pedagang di pasar besar. Model yang dihasilkan mempunyai nilai R2 (adj) sebesar 33,4 %, berarti keragaman WTP pedagang di pasar besar dapat diterangkan sebesar 33,4 % oleh model sedangkan sisanya sebesar 66,6 % diterangkan oleh faktor lain diluar model. Mengutip Mitchell & Carson (1989) dalam Putri (2002), nilai R2 dalam penelitian ekonomi lingkungan dapat ditolerir sampai 15 %. Jadi model yang diperoleh cukup baik. Kemudian secara serentak peubah bebas (independent variable) berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang pasar besar, hal ini dibuktikan dengan nilai P dari F statistik yang lebih kecil dari α yaitu sebesar 0.000.

Tabel 33 Hasil analisis regresi linier WTP pedagang pasar besar

Variabe l B t P Umur 367.855 3.015 0.003* Pendapatan 403.122 3.968 0.000* Pendidikan 243.85 2.674 0.008* Jumlah tanggungan -89.609 -1.129 0.260 Lama berdagang 243.97 2.761 0.006* Jumlah sampah -4.496 -0.062 0.951 Jenis pedagang -261.369 -2.087 0.038**

Cara buang sampah -63.124 0.606 0.545

Penanggung jawab 8.999 0.108 0.914 Konstanta 1.979.024 3.082 0.002 Keterangan : R2 : 36,1 % F hit : 13 ,648 R2 adj : 33,4 % F tab : 2,078 (5 %) Prob (F hit) : 0.000 Tingkat significan : * : significan á 1 % ** : significan á 5 % *** : significan á 10 %

terhadap multikolinieritas dan autokorelasi. Variabel yang berpengaruh terhadap nilai WTP pedagang di pasar besar adalah : umur, pendidikan, pendapatan, lama berdagang dan jenis pedagang.

1. Umur

Nilai P variabel umur adalah 0,054 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 367,855 (bertanda positif) berarti semakin berumur, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Hal ini disebabkan karena pertambahan umur akan membuat seseorang menjadi lebih dewasa dan arif dalam membuat pertimbangan/keputusan.

2. Pendidikan

Nilai P variabel pendidikan adalah 0,008 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 243,850 (bertanda posit if) berarti semakin tinggi pendidikan pedagang, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Hal ini disebabkan karena pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan sehingga semakin tinggi pendidikan semakin banyak pula pengetahuan pedagang yang dapat membuat mereka lebih peduli terhadap lingkungan.

3. Pendapatan

Nilai P variabel pendapatan adalah 0,000 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 403,122 (bertanda positif) berarti semakin tinggi pendapatan pedagang, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar.

4. Lama berdagang

Nilai P variabel lama berdagang adalah 0,006 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 243,970 (bertanda positif) berarti semakin lama pedagang menekuni usahanya, semakin besar

88 nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Pedagang yang telah lama menjalankan usahanya memiliki pengalaman yang cukup sehingga mereka menjadi lebih arif dalam bersikap.

5. Jenis Pedagang

Nilai P variabel jenis berdagang adalah 0,038 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 261,369 (bertanda negatif) berarti makin kecil kelas pedagang (pedagang kaki lima) semakin kecil nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Hal ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh, PKL memiliki pendapatan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pedagang yang memiliki kios atau los sehingga pedagang kaki lima cenderung membayar lebih sedikit untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar.

8.5.2. Pasar Sedang

Tabel 34 menunjukkan hasil analisis regresi nilai WTP pedagang di pasar sedang. Model yang dihasilkan mempunyai nilai R2 (adj) sebesar 24,8 %.

Tabel 34 Hasil analisis regresi linier WTP pedagang pasar sedang

Variabel B t P Umur 86.070 0.5 0.556 0.582 Pendapatan 277.957 2.918 0.006* Pendidikan -261.506 -2.090 0.043** Jumlah tanggungan -7.349 -0.071 0.944 Lama berdagang 186.711 1.349 0.185***** Jumlah sampah 8.715 0.078 0.938 Jenis pedagang -217.246 -1.778 0.083*** Cara buang sampah -103.786 -0.794 0.432 Penanggung jawab 114.395 1.350 0.185***** Konstanta 1,402.985 1.800 0.080 Keterangan : R2 : 40,2 % F hit : 2,617 R2 adj : 24,8 % F tab : 2,28 (5%) Prob (F hit) : 0.015 Tingkat significan : * : significan á 1 % ** : significan á 5 % *** : significan á 10 % ***** : significan á 20 %

diterangkan sebesar 24,8 % oleh model sedangkan sisanya sebesar 75,2 % diterangkan oleh faktor lain diluar model. Mengutip Mitchell & Carson (1989) dalam Putri (2002), nilai R2dalam penelitian ekonomi lingkungan dapat ditolerir sampai 15 %. Jadi model yang diperoleh cukup baik. Kemudian secara serentak peubah bebas (independent variable) berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang pasar sedang, hal ini dibuktikan dengan nilai P dari F hitung yang lebih kecil dari α yaitu sebesar 0,015.

Data yang diperoleh menyebar normal dan pada model tidak terjadi pelanggaran terhadap multikolinieritas, dan autokorelasi. Variabel yang berpengaruh terhadap nilai WTP pedagang di pasar besar adalah : pendidikan, pendapatan, lama berdagang, jenis pedagang dan penanggung jawab pengelolaan sampah pasar.

1. Nilai P variabel pendapatan adalah 0,006 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 277,957 (bertanda positif) berarti semakin tinggi pendapatan pedagang, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar.

2. Pendidikan

Nilai P variabel pendidikan adalah 0,043 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar -261,506 (bertanda negatif) berarti semakin tinggi pendidikan pedagang, semakin kecil nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar.

3. Lama berdagang

Nilai P variabel lama berdagang adalah 0,185 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 186,711 (bertanda positif) berarti semakin lama pedagang menekuni usahanya, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Pedagang yang telah lama menjalankan usahanya memiliki pengalaman yang cukup sehingga mereka menjadi lebih arif dalam menyikapi berbagai masalah.

90 4. Jenis Pedaga ng

Nilai P variabel jenis berdagang adalah 0,083 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 217,246 (bertanda negatif) berarti makin kecil kelas pedagang (pedagang kaki lima) semakin kecil nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Hal ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh, pedagang kaki lima memiliki pendapatan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pedagang yang memiliki kios atau los sehingga pedagang kaki lima cenderung membayar lebih sedikit untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar.

5. Penanggung jawab pengelolaan sampah pasar

Nilai P variabel jenis berdagang adalah 0,185 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 114,395 (bertanda positif) berarti pedagang yang berpendapat bahwa pengelolaan sampah pasar sebaiknya dilakukan bersama-sama antara pedagang dan pemerintah kota mempunyai peluang akan membayar lebih tinggi dibandingkan dengan pedagang yang merasa pemerintah kota merupakan penanggung jawab pengelolaan sampah pasar.

8.5.3. Pasar Kecil

Tabel 35 menunjukkan hasil analisis regresi nilai WTP pedagang di pasar kecil. Model yang dihasilkan mempunyai nilai R2 (adj) sebesar 46,8 %, berarti keragaman WTP pedagang di pasar kecil dapat diterangkan sebesar 46,8 % oleh model sedangkan sisanya sebesar 53,2 % diterangkan oleh faktor lain diluar model. Mengutip Mitchell & Carson (1989) dalam Putri (2002), nilai R2 dalam penelitian ekonomi lingkungan dapat ditolerir sampai 15 %. Jadi model yang diperoleh cukup baik. Kemudian secara serentak peubah bebas (independent variable) berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang pasar kecil, hal ini dibuktikan dengan nilai P dari F hitung yang lebih kecil dari α yaitu sebesar 0,024.

Variabel B t P Umur 1174.596 3.436 0.002* Pendapatan 56.124 0.303 0.764 Pendidikan 163.273 0.496 0.624 Jumlah tanggungan -470.656 -2.521 0.017*** Lama berdagang 136.055 0.590 0.560 Jumlah sampah 134.260 0.809 0.425 Jenis pedagang 102.598 -0.417 0.68

Cara buang sampah 340.589 1.624 0.115**** Penanggung jawab -3.801 -0.026 0.979 Konstanta -301.210 0.208 0.837 Keterangan : R2 : 46,8 % F hit : 2,548 R2 adj : 28,4 % F tab : 3,00 (5%) Prob (F hit) : 0.024 Tingkat significan : * : significan á 1 % ** : significan á 5 % *** : significan á 10 % **** : significan á 15 %

Data yang diperoleh menyebar normal dan pada model terjadi pelanggaran terhadap multikolinieritas dan autokorelasi. Variabel yang berpengaruh terhadap nilai WTP pedagang di pasar besar adalah : umur, jumlah tanggungan dan cara membuang sampah

1. Umur

Nilai P variabel umur adalah 0,002 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 1174,596 (bertanda positif) berarti semakin berumur, semakin besar nilai WTP yang dibayarkan untuk peningkatan pengelolaan sampah pasar. Hal ini disebabkan karena pertambahan umur akan membuat seseorang menjadi lebih dewasa dan arif dalam membuat pertimbangan/keputusan.

2. Jumlah tanggungan

Nilai P variabel jumlah tanggungan adalah 0,017 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar - 470,656 (bertanda negatif) berarti semakin besar jumlah tanggungan semakin kecil

92 WTP yang bersedia dibayarkan pedagang. Hal ini disebabkan karena bertambahnya jumlah tanggungan akan menambah pengeluaran, sehingga penambahan pengeluaran berupa kesediaan membayar peningkatan pengelolaan sampah dirasa akan memberatkan.

3. Cara membuang sampah

Nilai P variabel cara membuang sampah adalah 0,115 yang berarti berpengaruh nyata terhadap nilai WTP pedagang. Nilai koefisien (B) sebesar 340,589 (bertanda positif) berarti pedagang yang membuang sendiri sampahnya ke TPS bersedia membayar lebih besar untuk peningkatan pengelolaan sampah jika dibandingkan dengan pedagang yang mengonggokkan sampahnya begitu saja.