• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

4.4. Analisis Regresi Variabel Penelitian

Pada tahapan ini peneliti menguji hipotesis penelitian dengan teknik multiple regresi, penghitungannya dibantu oleh software SPSS 16. Seperti yang sudah disebutkan pada bab 3, dalam regresi ada 3 hal yang dilihat yaitu, melihat apakah IV berpengaruh signifikan terhadap DV, kedua melihat besaran R square untuk mengetahui berapa persen (%) varians pada DV yang dijelaskan oleh IV, kemudian terakhir melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari masing

– masing IV.

Langkah pertama peneliti menganalisis dampak dari seluruh independent variabel terhadap motivasi kerja pegawai. Adapun hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.6.

Model Summary Analisa Regresi ke-7 IV

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .376a .142 .045 5.087

a. Predictors: (Constant), Lama Kerja, Status Perkawinan, Jenis Kelamin, Self Efficacy, Tingkat Pendidikan, Gaji, Usia.

63

Tabel 4.7.

ANOVAb Analisa Regresi ke-7 IV

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig 1 Regresi 265.937 7 37.821 1.468 .195a Residual 1604.648 62 25.901 Total 1870.586 69

a. Predictors: (Constant), Lama Kerja, Status Perkawinan, Jenis Kelamin, Self Efficacy, Tingkat Pendidikan, Gaji, Usia.

b. Dependent Variable: Motivasi kerja

Dari tabel 4.2. dan tabel 4.3. dapat diketahui bahwa nilai R = 0,376, nilai R2 = 0,142 dan nilai signifikan = 0,195. Ini berarti bahwa proporsi varian dari ke-7 IV (self efficacy, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, gaji, status perkawinan, dan lama kerja) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap motivasi kerja sebesar 14,2 %. Sedangkan sisanya sebesar 85,8 % disebabkan oleh aspek-aspek lain di luar variabel penelitian.

Setelah mengetahui proporsi varian dari ke-7 variabel secara bersama-sama, peniliti juga ingin melihat IV mana yang memiliki kontribusi paling tinggi terhadap motivasi kerja dengan cara melihat hasil dari perhitungan determinasi R2 (R Square) masing-masing variabel.

Langkah terakhir adalah melihat koefisien regresi tiap independen variabel. Jika nilai signifikan < 0,05 maka koefisien regresi tersebut signifikan yang berarti bahwa IV tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Adapun penyajiannya ditampilkan pada tabel berikut :

64

Tabel 4.8.

Coefficients(a) Analisis Regresi ke-7 IV

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta B Std. Error

1 (Constant) 86.423 10.136 8.527 .000 SE .089 .067 .161 1.339 .186 Usia -6.054 2.635 -.625 -2.297 .025 JK -.929 1.260 -.089 -.737 .464 Pendidikan .860 1.421 .094 .605 .547 Gaji .261 1.080 -.044 .242 .810 Nikah 6.675 2.830 .564 2.358 .022 Masakerja .246 .889 .035 .276 .783

a Dependent Variable: Motivasi Kerja

Berdasarkan tabel 4.8, persamaan regresi berdasarkan nilai B yaitu:

Motivasi kerja (y‟) =

86,423 + 0,089 self efficacy – 6,054 usia – 0,929 jenis kelamin + 860 tingkat pendidikan + 261 gaji + 6,675 status perkawinan + 0,246 lama kerja.

Dari persamaan regresi tersebut, bisa dibuat prediksi tentang berapa harga Y jika nilai setiap IV diketahui.

Berdasarkan pada tabel 4.8. diperoleh hasil pada masing-masing variabel IV terhadap motivasi kerja, sebagai berikut:

65 1. Pada variabel self efficacy diperoleh koefisien nilai B = 0,089, sehingga diperoleh self efficacy memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria tidak signifikan.

2. Pada variabel usia diperoleh koefisien nilai B = -6,054, sehingga diperoleh usia memiliki pengaruh negatif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria signifikan.

3. Pada variabel jenis kelamin diperoleh koefisien nilai B = -0,929, sehingga diperoleh jenis kelamin memiliki pengaruh negatif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria tidak signifikan.

4. Pada variabel tingkat pendidikan diperoleh koefisien nilai B = 0,860, sehingga diperoleh tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria tidak signifikan.

5. Pada variabel gaji diperoleh koefisien nilai B = 0,261, sehingga diperoleh gaji memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria tidak signifikan.

6. Pada variabel status perkawinan diperoleh koefisien nilai B = 6,675, sehingga diperoleh status perkawinan memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria signifikan.

7. Pada variabel lamanya kerja diperoleh koefisien nilai B = 0,246, sehingga diperoleh lamanya kerja memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja, dengan kriteria tidak signifikan.

66 Sesuai tabel 4.8 juga dapat diketahui signifikan tidaknya masing-masing IV terhadap DV, hal ini untuk menjawab berbagai hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:

4.4.1. Uji Hipotesis 1

Uji hipotesis 1 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah self efficacy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk self efficacy = 0,186. Karena p > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa self efficacy tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.2. Uji Hipotesis 2

Uji hipotesis 2 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah usia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk motivasi kerja = 0,025. Karena p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa usia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.3. Uji Hipotesis 3

Uji hipotesis 3 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk jenis kelamin = 0,466. Karena p > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa jenis

67 kelamin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.4. Uji Hipotesis 4

Uji hipotesis 4 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk tingkat pendidikan = 0,547. Karena p > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.5. Uji Hipotesis 5

Uji hipotesis 5 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah gaji memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk gaji =

0,810. Karena p > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa gaji tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.6. Uji Hipotesis 6

Uji hipotesis 6 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah status perkawinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p status perkawinan = 0,022. Karena p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa

68 status perkawinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

4.4.7. Uji Hipotesis 7

Uji hipotesis 7 merupakan uji hipotesis yang menjawab pertanyaan: apakah lama kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau. Pada tabel 4.8. diketahui nilai p untuk lama kerja = 0,783. Karena p > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa lama kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Badan Penghubung Provinsi Riau.

Dokumen terkait