• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Rekomendasi Pemeliharaan dan Perbaikan Pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Analisis Rekomendasi Pemeliharaan dan Perbaikan Pada

Mengacu pada Tabel 2.7 mengenai batas nilai dan kategori keandalan gedung secara keseluruhan baik nilai keandalan arsitektur, struktural, utilitas, aksesibilitas dan tata bangunan mempunyai kategori keandalan yakni andal, kurang andal dan tidak andal berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting bangunan yang ditinjau. Dari hasil nilai dan kategori dari komponen keandalan bangunan gedung dalam pelaksanaan hanya terdapat beberapa lembar saran untuk pemeliharaan gedung yang dalam ini SLF gedung belum memiliki rekomendasi baik perawatan dan perbaikan untuk tiap komponen yang diperiksa. Jika hanya terdapat lembar saran, maka petunjuk mengenai pemeliharaan bangunan yang harus dilakukan akan sangat subyektif. Pemberian saran Pemeliharaan dan Perawatan bangunan akan sangat tergantung pada tingkat pemahaman dan pendidikan pemeriksa. Maka dari itu diperlukan ada suatu sistem rekomendasi baik perawatan serta perbaikan gedung yang jelas berdasarkan hasil kategori penilaian kategori keandalan bangunan gedung.

Sistem tersebut diharapkan dapat memudahkan pengelola dan pemilik gedung dalam melakukan tindakan selanjutnya.

Analisis sistem pemeliharaan dan perbaikan gedung disusun berdasar hasil komponen yang sudah dianalisis sebelumnya baik dari penelitian-penelitian yang disusun terdahulu dan nantinya akan menjadi suatu salah satu rekomendasi dari suatu hasil penilaian keandalan gedung. Analisis yang dilakukan meliputi Analisis Komponen dan sub komponen Arsitektural, Struktural, Utilitas, Aksesibilitas serta Tata Ruang dan Bangunan.

A. Komponen Arsitektur

Tingkat Keandalan Arsitektur dianggap Andal bila NK atau tidak kurang dari 95% atau (95% NK , Kurang Andal, bila NK atau bernilai : 75%

95%, dan Tidak Andal, bila NK atau bernilai : NK < 75%.

1. Rekomendasi pada sub Komponen Ruang Dalam :

a) Kesesuaian Penggunaan Fungsi (PERMEN PU No.29/PRT/M/2006)

Andal apabila ruang Semua ruang difungsikan lebih dari 95 % total ruang dan digunakan sesuai dengan rencana, sehingga tidak perlu dilakukan penyesuaian kembali apabila itu memang belum perlu.

commit to user

Kurang andal apabila Terdapat beberapa ruang < 25% yang belum dimanfaatkan sesuai fungsinya dikarenakan kendala non teknis (difungsikan untuk kegiatan lain) sehingga perlu dilakukan penyesuaian ringan.

Tidak Andal Apabila terdapat beberapa ruang >25% yang belum dimanfaatkan sesuai fungsinya dikarenakan kendala teknis ( ruang tidak layak), ataupun non teknis (difungsikan untuk kegiatan lain) sehingga perlu dilakukan penyesuaian kembali berdasarkan gambar perencanaan atau di review kembali perencanaan gedung

b) Pelapis Muka Lantai (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan pelapis lantai terjadi < 5 % dari total lantai di tiap tingkat dan dilakukan pemeliharaan secara berkala setiap harinya terhadap kebersihan dan kerusakan pada Lantai. Adapun pemeliharaan lantai dilakukan sebagai berikut :

1) Sebelum pekerjaan dimulai, siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember, stripping pad, chemical cleaner, sikat tangan, sponge/ tapas, stick mop, check mesin-mesin harus siap pakai, bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu, karena sangat berbahaya bagi keselamatan.

2) Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak dan benda lain yang berada pada lokasi kerja, kemudian disingkirkan untuk sementara dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. Vacum /sapu lantai keramik terlebih dahulu untuk menghilangkan debu.

3) Basahilah lantai keramik merata, gunakan bahan kimia chemical cleaner atau yang setara dicampur air (1:20) tunggu ± 5 (lima) menit, lakukan brushing dengan pad halus.

4) Lakukan pembersihan sudut-sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles, gunakan sikat dorong (sikat tangan/tapas) pakai sarung tangan karet untuk mencegah kulit tangan terlindung dari bahan kimia yang digunakan.

commit to user

5) Gunakan wet vacuum cleaner untuk menghisap cairan kotoran lantai keramik yang terangkat.

6) Pel berulang kali, minimal 3 (tiga) kali, bilas dengan air bersih gunakan stick mop katun.

Kurang andal apabila <25% terdapat kerusakan lantai seperti retak rambut pada lantai keramik, dengan dilakukan perbaikan plesteran lantai. Berikut ini adalah beberapa teknik perbaikan akibat kerusakan lantai :

1) Lantai yang amblas terjadi ketika lapisan bawah lantai terjadi pemadatan yang kurang sempurna sehingga menyebabkan lama kelamaan lantai melendut. Perbaikan dilakukan dengan cara membongkar bagian lantai yang amblas, kemudian bagian dasar tersebut diisi kembali tanah atau pasir yang beri air dan dilakukan pemadatan kembali,setelah itu dilakukan plesteran lantai yang baru.

2) Lantai dengan persyaratan aus yang biasanya dijumpai seperti di trotoar dan sebagainya. Perbaikan dilakukan untuk mengatasi keausan / kekasaran lantai dengan mengupas plesteran atau mengganti dengan campuran semen, setelah itu menggunakan lapisan bahan Floor hardener.

3) Lantai pada rumah sakit yang dalam hal ini dihindari adanya lekukan atau celah yang menyebabkan kotoran dan serta bakteri dapat bernaung. Perbaikannya dilakukan dengan menambal celah atau lekukan antara lantai dan plint tegel pada dinding dengan campuran semen.

Tidak Andal Jika kerusakan lantai > 25 % seperti terdapat belah, pecah pada lantai keramik, adapun langkah-langkah yang perlu diverifikasi khusus penyebab terjadinya kerusakan parah :

1) Mengecek kondisi dasar lantai; jika lantai bergelombang atau tidak rata, dan apabila terjadi lantai pada tingkat lantai tertentu maka dilakukan pengecekan terhadap kondisi plat lantai terjadi retakan atau lendutan yang nantinya akan segera ditindak lanjuti ke pihak teknis.

commit to user

2) Apabila pada kondisi b) terjadi hanya kerusakan tidak pada struktur lantai , maka dilakukan penggantian penutup lantai yang rusak c) Plesteran Lantai (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan plesteran lantai terjadi < 5 % dari total lantai di tiap tingkat dan dilakukan pemeliharaan secara berkala setiap harinya terhadap kebersihan dan kerusakan pada Lantai. Perawatan dan pemeliharaan adalah sebagai berikut

1) Sebelum pekerjaan dimulai, siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles, dry & wet vacum cleaner, ember, stripping pad, chemical cleaner, sikat tangan, sponge/ tapas, stick mop, check mesin-mesin harus siap pakai, bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu, karena sangat berbahaya bagi keselamatan.

2) Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak dan benda lain yang berada pada lokasi kerja, kemudian disingkirkan untuk sementara dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. Vacum /sapu lantai keramik terlebih dahulu untuk menghilangkan debu.

3) Lakukan pembersihan sudut-sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles, gunakan sikat dorong (sikat tangan/tapas) pakai sarung tangan karet untuk mencegah kulit tangan terlindung dari bahan kimia yang digunakan.

4) Pel berulang kali, minimal 3 (tiga) kali, bilas dengan air bersih gunakan stick mop katun.

Kurang andal apabila kerusakan plesteran lantai <25% seperti terdapat retak rambut pada plesteran lantai. Berikut ini adalah beberapa teknik perbaikan akibat kerusakan plesteran lantai :

1) Lantai yang amblas terjadi ketika lapisan bawah lantai terjadi pemadatan yang kurang sempurna sehingga menyebabkan lama kelamaan lantai melendut. Perbaikan dilakukan dengan cara membongkar bagian lantai yang amblas, kemudian bagian dasar

commit to user

tersebut diisi kembali tanah atau pasir yang beri air dan dilakukan pemadatan kembali, setelah itu dilakukan plesteran lantai kembali.

2) Plesteran lantai dengan persyaratan aus yang biasanya dijumpai seperti di trotoar dan sebagainya. Perbaikan dilakukan untuk mengatasi keausan / kekasaran lantai dengan mengupas plesteran atau mengganti dengan campuran semen, setelah itu menggunakan lapisan bahan Floor hardener

3) Lantai pada rumah sakit yang dalam hal ini dihindari adanya lekukan atau celah yang menyebabkan kotoran dan serta bakteri dapat bernaung. Perbaikannya dilakukan dengan menambal celah atau lekukan antara lantai dan dinding dengan campuran semen.

Tidak Andal Jika terdapat kerusakan lantai >25 % seperti belah, pecah pada lantai keramik, adapun langkah-langkah yang perlu diverifikasi khusus penyebab terjadinya kerusakan parah :

1) Mengecek kondisi dasar lantai; jika lantai bergelombang atau tidak rata, dan apabila terjadi lantai pada tingkat lantai tertentu maka dilakukan pengecekan terhadap kondisi plat lantai terjadi retakan atau lendutan yang nantinya akan segera ditindak lanjuti ke pihak teknis.

2) Apabila pada kondisi 1) terjadi hanya kerusakan tidak pada struktur lantai , maka dilakukan perbaikan plesteran lantai yang rusak d) Pelapis Muka Dinding (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan pelapis muka dinding < 5 % dari total lantai di tiap tingkat dan dilakukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala setiap harinya seperti yang disebutkan dibawah ini:

1) Sebelum pekerjaan dimulai, siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : tangga, rakbol, ember, stick mop, deterjen, tapas, sponge.

2) Bersihkan debu yang melekat pada dinding bercat minyak (water seal) dengan menggunakan kain majun, untuk bagian atas bias gunakan tangga atau rakbol.

commit to user

3) Caranya hilangkan noda secara bertahap, tunggu kering dahulu baru diulang kembali, gunakan sponge dan langsung keringkan dengan kain majun. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh ke lantai gunakan stick mop. Pembersihan ini dilakukan secara periodik bulanan.

4) Bersihkan noda (spot & kotoran) yang terdapat pada dinding bercat minyak (water seal), gunakan larutan washing compound digosok dengan sponge, kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan biarkan dinding sampai kering kembali. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh ke lantai gunakan stick mop.

Pembersihan ini dilakukan secara periodik bulanan.

Kurang andal apabila pelapis muka dinding terjadi kerusakan seperti buram atau terkelupas < 10% maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang disebutkan dibawah ini:

1) Bersihkan permukaan dinding dengan sponge, untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel..

2) Pengecatan ulang 2x cat, dengan cat finishing yang sesuai dengan jenis dan warna semula dengan merk yang sama.

Tidak Andal apabila pelapis dinding terjadi kerusakan seperti hilang atau cat tidak nampak > 10% maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang disebutkan dibawah ini:

1) Kerok seluruh lapisan cat dengan kapi atau sikat besi dan dilanjutkan dengan pengampelasan .

2) Bersihkan dinding dengan roll atau lap basah untuk menghilangkan kotoran dan debu sekaligus melakukan pembasahan dinding.

3) Lapisi permukaan dinding dengan cat dasar atau cat sealer 1x dan dicat dengan cat warna 2x.

e) Plesteran dinding (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan plesteran dinding < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, berikut merupakan perawatan dan pemeliharaan secara berkala seperti yang disebutkan dibawah ini:

commit to user

1) Dilakukan pemeriksaan berkala terhadap pola dan bentuk retakan, pelapukan, lumutan dan terkelupas.

2) Pemeriksaan dilakukan dengan mengetuk dari belakang dinding apabila terjadi bunyi atau suara kosong.

Kurang andal apabila plesteran dinding terjadi kerusakan seperti pengelupasan < 10% maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang disebutkan dibawah ini:

1) Dilakukan pembongkaran lapisan / acian yang rusak.

2) Bersihkan sisa plesteran yang melekat.

3) Basahi permukaan dinding kemudian diberikan lapisan baru sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yang dalam hal ini lapisan kedap air. Yang kemudian dilakukan pelapisan muka dinding.

Tidak Andal Jika terjadi terkelupas secara keseluruhan, hendaknya dilakukan Uji Lapangan dan Uji Laboratorium dengan Teknisi khusus untuk mengetahui penyebabnya dan tindakan berikutnya.

f) Pintu dan Jendela (Sjafei Amri, 2006)

Andal apabila kerusakan fungsi pintu maupun jendela < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, berikut merupakan perawatan dan pemeliharaan secara berkala seperti yang disebutkan dibawah ini:

1) Pemeliharaan Kusen

- Kusen aluminium harus di pelihara pada bagian karet penjepit kaca (sealant).

- Kusen almuni finishing powder

coating setiap 1 (satu) bulan sekali.

- Pada tempat-tempat yang menghasilkan debu, pembersihan dilakukan setiap hari.

- Jangan menggunakan bahan pembersih yang korosif kecuali dengan sabun cair atau pembersih kaca.

2) Pemeliharaan Kusen Kayu

- Bersihkan kusen kayu dari debu yang menempel setiap hari.

commit to user

- Bila kusen di politur usahakan secara periodik dilakukan polituran kembali setiap 6 (enam) bulan sebagai pemeliharaan permukaan.

- Bila kusen dicat dengan cat kayu maka usahakan pembersihan dengan deterjen atau cairan sabun dan gunakan spon untuk membersihkannya.

3) Pemeliharaan Kunci dan gantungan.

- Bila pintu susah atau bersuara bila dibuka, maka engsel perlu diberi pelumas secara berkala. Kencangkan seluruh sekrup daun pintu, jendela bila daun pintu atau jendela mengalami penurunan. Bila tidak memungkinkan maka perlu dibuat pasak kayu ke dalam lubang sekrup dan setelah itu diberi lem kayu kemudian engsel dipasang kembali.

- Perbaiki rangka pintu, bila angker-angkernya lepas.

- Perbaiki atau ganti bagian daun pintu dan jendela yang telah lapuk atau busuk.

- Bila kunci susah diputar, kemungkinan harus mengganti anak kunci dengan kunci cadangan.

4) Pemeliharaan Kaca

- Pembersihan dilakukan dengan cara sederhana dengan menggunakan air bersih, cairan pembersih dan kain lap

- Pembersihan kaca khusus untuk bangunan 2 lantai cukup dengan menggunakan bantuan tangga, dan apabila bangunan >

2 lantai maka dipersyaratkan menggunakan Gondola sebagai alat kendaraan untuk membersihkan bagian yang agak tinggi.

Kurang andal Jika Pintu/Jendela masih berfungsi, dengan kerusakan pada beberapa elemen pendukung, seperti grendel, engsel, handel, maka dilakukan penggantian pada elemen-elemen yang rusak tersebut.

Tidak Andal Jika Pintu/Jendela tidak berfungsi maka dilakukan penggantian pada pintu/jendela dan elemen pendukungnya sehingga pintu/ jendela bias berfungsi lagi.

commit to user

g) Pelapis muka langit-langit (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan pelapis muka langit-langit < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, berikut merupakan perawatan dan pemeliharaan secara berkala seperti dibawah ini:

1) Sebelum pekerjaan dimulai, siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : tangga, rakbol, ember, kain majun, stick mop, deterjen, tapas, sponge.

2) Bersihkan noda (spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat minyak, gunakan campuran deterjen dengan air secukupnya sapukan merata, mengerjakan harus teliti, apabila terlalu banyak menggunakan air akibatnya akan merusak permukaan cat.

3) Bersihkan noda (spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat minyak, gunakan campuran deterjen dengan air secukupnya sapukan merata, mengerjakan harus teliti, apabila terlalu banyak menggunakan air akibatnya akan merusak permukaan cat.

Kurang andal Jika terjadi pengelupasan pelapis permukaan yang <

10 % dari luas total langit-langit untuk tiap lantainya maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Bersihkan permukaan langit-langit dengan sponge, untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel.

2) Melakukan penggantian penutup langit-langit sesuai dengan kerusakannya.

3) Pengecatan ulang 1x cat, dengan cat finishing yang sesuai dengan jenis dan warna semula dengan merk yang sama.

Tidak Andal apabila kerusakan pelapis muka langit-langit lebih

> 10 % maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Melakukan investigasi terhadap penyebab utama kerusakan.

2) Melakukan penggantian penutup langit-langit sesuai dengan jenis dan tipe penutup langit-langit.

3) Pengecatan ulang 1x cat, dengan cat finishing yang sesuai dengan jenis dan warna semula dengan merk yang sama.

commit to user

2. Rekomendasi pada sub Komponen Ruang Luar :

h) Penutup Atap (Sjafei Amri, 2006)

Andal apabila kerusakan penutup atap < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, berikut merupakan perawatan dan pemeliharaan secara berkala seperti yang disebutkan dibawah ini:

1) Pemeliharaan Kusen Pemeliharaan Atap Seng dan Cement Fiber Gelombang

- Pengecatan dilakukan dengan meni sekurang-kurangnya setiap 4 (empat) tahun sekali

- Periksa paku atau angkur pengikat terutama pada karet seal untuk mencegah bocor.

2) Pemeliharaan Atap Genteng Metal

- Bersihkan secara periodik permukaan atas atap dari kotoran agar tidak berkarat.

- Lakukan pemeriksaan setiap bulan.

- Bersihkan dengan air dan sikat permukaan atap agar tampilannya selalu rapi.

3) Pemeliharaan Listplank Kayu

- Periksa setiap 6 (enam) bulan kondisi listplank.

- Bila terdapat retak-retak tutup dengan plamur kayu dan cat kembali.

- Perbaikan yang sempurna dapat dilakukan dengan mengerok sampai habis cat lama yang melekat, ampelas dan cat kembali dengan cat dasar serta cat penutup khusus untuk kayu.

Kurang andal apabila terdapat beberapa kerusakan penutup atap

< 25% jika atap berlubang , maka dilakukan penggantian pada bagian yang berlubang sesuai dengan atap semula.

Tidak Andal Apabila terdapat beberapa ruang >25% Jika atap berlubang, hancur maka dilakukan inspeksi langsung yang dilakukan oleh pihak teknis untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan.

commit to user

a) Pelapis muka dinding luar (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan lapisan dinding luar < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

Kurang andal apabila pelapis muka dinding terjadi kerusakan seperti buram atau terkelupas < 50%, perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam..

Tidak Andal apabila pelapis dinding terjadi kerusakan seperti hilang atau cat tidak nampak 50% , perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

b) Pelapis muka Lantai luar (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan pelapis lantai luar terjadi < 5 % dari total lantai di tiap tingkat , perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang

Kurang andal apabila pelapis lantai luar terjadi kerusakan seperti Aus atau bergelombang < 25%, maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

Tidak andal Jika kerusakan lantai > 25 % seperti terdapat belah, pecah pada lantai, adapun langkah-langkah yang perlu diverifikasi khusus penyebab terjadinya kerusakan parah dan dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

c) Plesteran Lantai luar (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan plesteran lantai luar terjadi < 5 % dari total lantai di tiap tingkat , perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang

Kurang andal apabila pelapis lantai luar terjadi kerusakan < 25%, seperti terdapat retak rambut, maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

commit to user

Tidak andal Jika kerusakan plesteran lantai > 25 % seperti terdapat belah, pecah pada lantai, adapun langkah-langkah yang perlu diverifikasi khusus penyebab terjadinya kerusakan parah dan dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

d) Pelapis muka langit-langit luar (PERMEN PU No.24/PRT/M/2008)

Andal apabila kerusakan pelapis muka langit-langit < 5 % dari total lantai di tiap tingkat, perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala seperti yang telah disebutkan pada sub komponen ruang

Kurang andal Jika terjadi pengelupasan pelapis permukaan yang <

10 % dari luas total langit-langit untuk tiap lantainya, maka dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

Tidak andal apabila kerusakan pelapis muka langit-langit lebih

> 10 %, adapun langkah-langkah yang perlu diverifikasi khusus penyebab terjadinya kerusakan parah dan dilakukan beberapa langkah perbaikan yang telah disebutkan pada sub komponen ruang dalam.

B. Komponen Struktur

Tingkat Keandalan Struktur dianggap Andal bila NK atau tidak kurang dari 95%

atau (95% NK , Kurang Andal, bila NK atau bernilai : 85%

dan Tidak Andal, bila NK atau bernilai : NK < 85%.

1. Rekomendasi pada sub Komponen Struktur Bawah :

a) Fondasi, Kepala Fondasi, Balok Fondasi (Sjafei Amri, 2006)

Andal apabila kerusakan secara visual terjadi 5 % terhadap kondisi fondasi secara keseluruhan. Adapun pemeliharaan dan rekomendasi antara lain sebagai berikut:

1) Sekitar bangunan atau bagian yang dekat dengan badan fondasi diusahakan agar bersih dari akar pohon yang dapat merusak fondasi.

2) Diusahakan agar tidak ada air yang menggenangi badan fondasi.

commit to user

3) Dasar fondasi harus dijaga dari adanya penurunan yang melebihi persyaratan yang berlaku.

4) Dasar fondasi harus dijaga sedemikian rupa sehingga air yang mengalir di sekitar fondasi tidak mengikis tanah sekitar fondasi sehingga dasar fondasi menjadi sama dengan permukaan tanah.

Kurang andal apabila kerusakan secara visual terjadi 15 % terhadap kondisi fondasi secara keseluruhan. Maka beberapa langkah antara lain sebagai berikut:

1) Uji Lapangan dan Uji Laboratorium

2) Teknik perbaikan sesuai hasil Uji Lapangan dan Uji Laboratorium berdasar saran ahli.

Tidak Andal apabila kerusakan retak, tidak kuat atau terjadi penurunan yang dilakukan secara visual terjadi 15 % terhadap kondisi fondasi secara keseluruhan. Maka beberapa langkah antara lain sebagai berikut:

1) Uji Lapangan dan Uji Laboratorium

2) Teknik perbaikan sesuai hasil Uji Lapangan dan Uji Laboratorium berdasar saran ahli.

2. Rekomendasi pada sub Komponen Struktur Atas : a) Join Kolom dan Balok (Sjafei Amri, 2006)

Andal apabila kerusakan secara visual terjadi 5 % terhadap kondisi Joint balok kolom di tiap tingkatnya. Adapun pemeliharaan dan rekomendasi antara lain sebagai berikut:

1) Struktur Beton

- Bersihkan kotoran yang menempel pada permukaan beton secara merata.

- Cat kembali dengan cat emulsi atau cat yang tahan air dan asam pada permukaannya.

- Untuk bagian tiang bangunan yang rontok karena terkena benturan benda keras, bersihkan dan buat permukaan tersebut dalam keadaan kasar, kemudian beri lapisan air semen dan plester kembali dengan spesi /mortar semen -pasir.

commit to user

- Pada retakan plat atau dinding beton dapat digunakan bahan Epoxy Grouts

2) Struktur Baja

- Bersihkan kotoran atau sisa cat yang terkelupas yang menempel pada permukaan baja secara merata.

- Cat kembali dengan cat dasar atau cat meni pada permukaannya. Kemudian lapisi dengan cat minyak dengan campuran pengencer cat (Thinner).

Kurang andal apabila kerusakan retak secara visual terjadi 15 % terhadap kondisi Joint balok kolom di tiap tingkatnya. Adapun pemeliharaan dan rekomendasi antara lain sebagai berikut:

1) Struktur Beton

- Uji Lapangan dan Uji Laboratorium

- Teknik perbaikan sesuai hasil Uji Lapangan dan Uji Laboratorium berdasar saran ahli.

- Teknik perbaikan sesuai hasil Uji Lapangan dan Uji Laboratorium berdasar saran ahli.