BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Perhitungan Bobot Ulang Komponen Keandalan Bangunan
Penilaian keandalan bangunan gedung didukung oleh beberapa komponen penilaian utama di antaranya : komponen arsitektur, komponen struktur , komponen utilitas, komponen aksesibilitas dan komponen tata bangunan dan lingkungan.
Namun dari beberapa komponen tersebut akan dilakukan pembobotan kembali untuk mendapatkan nilai bobot baru berdasarkan kuisioner para ahli bangunan. Penilaian pembobotan komponen dan sub komponen keandalan bangunan gedung yang dalam penelitian ini melibatkan beberapa ahli responden di bidang bangunan gedung dalam bentuk wawancara singkat dan pengisian lembaran kuisioner dengan jumlah responden sebanyak 6 orang.
Pembobotan dilakukan pada komponen struktur karena adanya penambahan penilaian sub komponen baru. Perhitungan bobot pada penelitian ini menggunakan metode AHP, adapun langkah perhitungan bobot yaitu :
1. Menyusun hierarki.
2. Menentukan kriteria yang digunakan untuk memberikan penilaian kepentingan antar komponen gedung.
3. Memberikan penilaian kepentingan antar komponen gedung berdasarkan masing-masing kriteria.
4. Melakukan perhitungan bobot komponen gedung dan mengecek konsistensi penilaian dengan metode AHP.
Berdasarkan pada peraturan Menteri Pekerjaan Umum terkait Sertifikat Laik Fungsi menyatakan bahwa prinsip dasar keandalan bangunan harus memenuhi aspek salah satunya antara lain aspek keselamatan. Berikut adalah salah satu skema hierarki pembobotan pada komponen utama penilaian keandalan gedung yang di tunjukan pada Gambar 4.10.
Gambar 4.10 Skema hierarki pembobotan komponen Struktur
commit to user
Di samping ini pembobotan komponen dan sub komponen struktur mengacu pada satu kriteria aspek yang terpenting dari aspek lainnya yakni aspek keselamatan terhadap gedung. Berikut ini adalah tabel kriteria dan komponen penilaian gedung yang akan dilakukan pembobotan ulang.
Tabel 4.1 Kriteria pembobotan komponen bangunan
TINJAUAN KOMPONEN/ELEMEN KRITERIA
PEMBOBOTAN Sub Komponen
Struktur
Struktur Bawah (SB) Struktur Atas (SA) Struktur Pelengkap (SP) Struktur Tahan Gempa (STG)
Keselamatan
Sub Komponen Struktur Tahan Gempa
Persyaratan sistem bangunan (PSB) Hubungan kolom dan fondasi (HKF) Sistem penahan Gaya Lateral (SPGL) Hubungan Pancang dan Poer (HPP)
Keselamatan
Setelah menentukan hierarki pembobotan kemudian dilakukan penilaian perbandingan untuk masing-masing komponen mengacu pada skala penilaian perbandingan pasangan pada Tabel 2.8 yang didapat berdasarkan hasil kuisioner dari para ahli bangunan. Berikut ini adalah salah satu Perhitungan bobot Komponen Utama Keandalan Bangunan Gedung berdasarkan kriteria aspek keselamatan : 1. Berdasarkan tinjauan Sub Komponen Struktur
a. Perbandingan I: Pada Komponen Sub Struktur Bawah (SB)
Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
SB : SA = 3 : 1 struktur bawah lebih penting daripada struktur atas SB : SP = 5 : 1 struktur bawah lebih penting daripada struktur
pelengkap
SB : STG = 3 : 1 struktur bawah lebih penting daripada struktur tahan gempa
b. Perbandingan II: Pada Komponen Sub Struktur Atas (SA)
Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
SA : SB = 1 : 3 struktur bawah lebih penting daripada struktur atas SA : SP = 3 : 1 struktur atas lebih penting daripada struktur pelengkap
commit to user
SA : STG = 3 : 1 struktur atas lebih penting daripada struktur tahan gempa
c. Perbandingan III: Pada Komponen Sub Struktur Pelengkap (SP)
Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
SP : SB = 1 : 5 struktur bawah lebih penting daripada struktur pelengkap
SP : SA = 1 : 3 struktur atas lebih penting daripada struktur pelengkap SP : STG = 1 : 3 struktur tahan gempa lebih penting daripada struktur
pelengkap
d. Perbandingan IV: Pada Komponen Sub Struktur Tahan Gempa (STG)
Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
STG : SB = 1 : 3 struktur bawah lebih penting daripada struktur tahan gempa
STG : SA = 1 : 3 struktur atas lebih penting daripada struktur tahan gempa
STG : SP = 3 : 1 struktur tahan gempa lebih penting daripada struktur pelengkap
Dari hasil perbandingan di atas kemudian disalin dalam bentuk matriks 4 x 4 sebagai berikut:
SB SA SP STG
SB 1 3/1 5/1 3/1
SA 1/3 1 3/1 3/1
SP 1/5 1/3 1 1/3
STG 1/3 1/3 3 1
commit to user
Kemudian menghitung akar pangkat n (ukuran matrik) = 4 dari hasil perkalian elemen matriks perbandingan dalam satu baris menggunakan Persamaan 2-10:
Menghitung nilai vektor prioritas antar komponen dengan menggunakan Persamaan 2-11:
Menghitung nilai eigen maksimum maks menggunakan persamaan 2-12:
1,0000 3,0000 5,0000 3,0000 0,5127 2,1275
0,3333 1,0000 3,0000 3,0000 x 0,2605 = 1,1119
0,2000 0,3333 1,0000 0,3333 0,0764 0,3159
0,3333 0,3333 3,0000 1,0000 0,1504 0,6374
maks = ij . Xi = 4,1927
Dengan ukuran matriks n = 4 dari Tabel 2-9 diperoleh nilai RI = 0,90 , sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2-14 adalah:
commit to user
CR = CI / RI= 0,0642 / 0,9 = 0,0713
Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila CR < 0,1 Ok.
2. Berdasarkan tinjauan Sub Komponen Struktur Tahan gempa
a. Perbandingan I: Pada Komponen Sub Persyaratan sistem bangunan (PSB) Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
PSB : HKF = 1 : 1 persyaratan sistem bangunan sama pentingnya dengan hubungan kolom dan fondasi
PSB : SPGL= 1 : 1 persyaratan sistem bangunan sama pentingnya dengan sistem penahan gaya lateral
PSB : HPP = 1 : 1 persyaratan sistem bangunan sama pentingnya dengan hubungan pancang dan poer
b. Perbandingan II: Pada Komponen Sub Hubungan Kolom dan Fondasi (HKF) Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
HKF : PSB= 1 : 1 hubungan kolom dan fondasi sama pentingnya dengan persyaratan sistem bangunan
HKF : SPGL= 1 : 1 hubungan kolom dan fondasi sama pentingnya dengan sistem penahan gaya lateral
HKF : HPP = 1 : 1 hubungan kolom dan fondasi sama pentingnya dengan hubungan pancang dan poer
c. Perbandingan III: Pada Komponen Sub Sistem Penahan Gaya Lateral (SPGL) Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
SPGL : PSB= 1 : 1 hubungan sistem penahan gaya lateral sama pentingnya dengan persyaratan sistem bangunan
commit to user
SPGL : HKF= 1 : 1 hubungan sistem penahan gaya lateral sama pentingnya dengan hubungan kolom dan fondasi SPGL : HPP= 1 : 1 hubungan sistem penahan gaya lateral lebih penting
daripada hubungan pancang dan poer
d. Perbandingan IV: Pada Komponen Sub Hubungan Pancang dan Poer (HPP) Perbandingan antar Sub Komponen Struktur dalam menunjang keselamatan bangunan dapat dilakukan penilaian sebagai berikut:
HPP : PSB = 1 : 1 hubungan pancang dan poer sama pentingnya dengan persyaratan sistem bangunan
HPP : HKF= 1 : 1 hubungan pancang dan poer sama pentingnya dengan hubungan kolom dan fondasi
HPP : SPGL= 1 : 1 hubungan pancang dan poer lebih penting daripada sistem penahan gaya lateral
Dari hasil perbandingan di atas kemudian disalin dalam bentuk matriks 4 x 4 sebagai berikut:
PSB HKF SPGL HPP
PSB 1 1/1 1/1 1/1
HKF 1/1 1 1/1 1/1
SPGL 1/1 1/1 1 1
HPP 1/1 1/1 1/1 1
Kemudian menghitung akar pangkat n (ukuran matrik) = 4 dari hasil perkalian elemen matriks perbandingan dalam satu baris menggunakan Persamaan 2-10:
n
n
i
a a a
W
11 12...
1commit to user
Menghitung nilai vektor prioritas antar komponen dengan menggunakan Persamaan 2-11:
Menghitung nilai eigen maksimum maks menggunakan persamaan 2-12:
1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 0,2500 1,0000
1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 x 0,2500 = 1,0000
1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 0,2500 1,0000
1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 0,2500 1,0000
maks = ij . Xi = 4,0000
Dengan ukuran matriks n = 4 dari Tabel 2-9 diperoleh nilai RI = 0,90 , sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2-14 adalah:
CR = CI / RI
= 0,0000 / 0,9 = 0,0000
Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila CR < 0,1 Ok.
commit to user
Setelah dilakukan perhitungan bobot untuk masing-masing pendapat responden seperti yang diuraikan di atas untuk Sub komponen struktur dan sub komponen struktur tahan gempa (lihat Lampiran A untuk perhitungan secara keseluruhan), maka akan didapatkan bobot total komponen struktur dan sub komponen struktur tahan gempa untuk keseluruhan pendapat responden seperti yang di tunjukan pada Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 di bawah ini:
Tabel 4.2 Bobot Total Keseluruhan Responden Pada Sub Komponen Struktur
Tabel 4.3 Bobot Total Keseluruhan Responden Pada Sub Struktur Tahan Gempa
Rekapitulasi hasil bobot penilaian Pada Sub Komponen Struktur : Struktur Bawah = 45,51 %
Struktur Atas = 29,17 %
Struktur Pelengkap = 7,86 % Struktur Tahan Gempa = 17,46 %
Total = 100 %
Rekapitulasi hasil bobot penilaian Pada Sub Struktur Tahan Gempa : Persyaratan Sistem Bangunan = 24,92 %
Hubungan Kolom Dan Fondasi = 26,22 % Sistem Penahan Gaya Lateral = 23,94 % Hubungan Pancang dan Poer = 24,92 %
Total = 100 %
commit to user
Khusus pada sub komponen struktur hasil nilai bobot kemudian di distribusikan ke masing-masing penilaian sub komponen. Berikut adalah perhitungan bobot untuk masing-masing sub komponen penilaian struktur yang di tunjukan dalam Tabel 4.4 sampai dengan Tabel 4.7 :
Tabel 4.4 Nilai total bobot sub komponen Struktur Bawah 45,51 %
Sub komponen Struktur Bawah Bobot Lama Bobot Baru Pondasi, Kepala Pondasi, B alok
Pondasi 25,0 45,51
Total Bobot (%) 25,00 45,51
Tabel 4.5 Nilai total sub bobot sub komponen Struktur Atas 29,17 %
Sub komponen Struktur Atas Bobot Lama Bobot Baru
Joint Kolom Balok 15,0 7,29
Kolom 20,0 9,72
Balok 15,0 7,29
Slab Lantai 4,5 2,19
Slab Atap 0,5 0,24
Rangka Atap, Ikatan angin dan
gording 5,0 2,43
Total Bobot (%) 60,00 29,17
Tabel 4.6 Nilai total sub bobot komponen Struktur Pelengkap 7,86 %
Sub komponen Struktur Pelengkap Bobot L ama Bobot B aru
Penggantung langit-langit 1,0 0,52
Dinding pasangan bata/ batako 2,0 1,05
Balok anak, leufel, canopy 6,0 3,14
Tangga beton, Baja, Kayu 6,0 3,14
Total Bobot (% ) 15,00 7,86
Tabel 4.7 Nilai total bobot sub komponen Struktur Tahan Gempa 17,46 %
Sub komponen Struktur Tahan Gempa Bobot Lama
Bobot Baru
Bobot Yang Terdistibusi
Persyaratan Sistem Bangunan - 24,92 4,35
Hubungan Kolom Dan Fondasi - 26,22 4,58
Sistem Penahan Gaya Lateral - 23,94 4,18
Hubungan Pancang dan Poer - 24,92 4,35
Total Bobot (%) - 100,00 17,46
Berikut ini adalah rangkuman hasil perhitungan pembobotan komponen penilaian keandalan bangunan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.11
commit to user
Gambar 4.11 Rangkuman hasil pembobotan komponen penilaian keandalan gedung