• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis ini digunakan untuk mengetahui respon petani terhadap teknologi yang diujicobakan/demonstasikan dalam Penggemukan sapi. Gambaran respon petani menunjukkan sangat baik dan mengharapkan dilakukan di beberapa FMA lainnya khususnya di Kecamatan Bulupoddo. Secara detail tentang respon petani terhadap teknologi formulasi pakan murah akan dibahas dalam tabel berikut ini berdasarkan tahapan proses pengambilan keputusan inovasi : antara lain ; (1) tahap Munculnya Pengetahuan (Knowledge) ketika seorang individu (atau unit pengambil keputusan lainnya) diarahkan untuk memahami eksistensi dan keuntungan/manfaat dan bagaimana suatu inovasi berfungsi; (2) tahap Persuasi (Persuasion) ketika seorang individu (atau unit pengambil keputusan lainnya) membentuk sikap baik atau tidak baik; (3) tahap Keputusan (Decisions) muncul ketika seorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada pemilihan adopsi atau penolakan sebuah inovasi; (4) tahapan Implementasi (Implementation), ketika sorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya menetapkan penggunaan suatu inovasi; (5) tahapan Konfirmasi (Confirmation), ketika seorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya mencari penguatan terhadap keputusan penerimaan atau penolakan inovasi yang sudah dibuat sebelumnya.

Tabel 15.

Respon Petani Terhadap Teknologi Formulasi Pakan Murah di Kab. Sinjai , 2011.

No.

Tahapan Proses Pengambilan

Keputusan

Komponen Teknologi (%) Bahan Baku

Pakan Penggilingan

Pakan Formulasi

Pakan Pencampuran pakan 1. Pembentukan

Pengetahuan 80 100 50 50

2. Persuasi 70 80 50 50

3. Keputusan 60 50 40 40

4. Implementasi 60 50 40 40

5. Konfirmasi 20 20 20 20

Sumber : Hasil Olahan Data Primer, 2011

Grafik 5. Respon Petani Thd Teknologi Formulasi Pakan

Dari tabel dan grafik di atas menunjukkan bahwa respon atau tanggapan petani terhadap teknologi formulasi pakan murah untuk ternak sapi. Keadaan ini menggambarkan faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi dalam demonstrasi teknologi adalah kemampuan untuk diuji cobakan suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu

inovasi sebaiknya harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya.

Tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses pengambilan keputusan inovasi diawali dengan tahap pembentukan pengetahuan pada umumnya baik artinya respon awal melalui sosialisasi teknologi berupa pengetahuan tentang komponen-komponen yang diintroduksikan. Tahapan selanjutnya akan cenderung menurun seiring dengan proses mental yang dilalui petani. Tahapan implementasi yang dicapai dalam kegiatan ini berkisar antara 40 – 60%

kemudian menurun pada tahap konfirmasi.

Pada saat semua tahapan proses pengambilan keputusan telah dilalui maka dapat disimpulkan bahwa adopsi teknologi formulasi pakan murah baru pada sekitar 20% dari responden. Tindak lanjut yang cukup efektif yang lebih memungkinkan adalah memberikan informasi teknologi melalui media, sehingga pencarian petani sebagai pengguna tidak berhenti pada keterlibatannya sebagai partisipan dalam kegiatan demonstrasi plot.

Dari respon yang ditunjukkan, hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan secara teknis dapat petani raih apabila diikuti oleh kemauan keras untuk berubah dan komitmen tinggi dalam menerapkan aturan-aturan teknis suatu teknologi. Kedisiplinan tersebut perlu disepakati khusus dalam penggunaan ternak sapi yang sedang dalam proses penggemukan.

Komunikasi dan interaksi yang berlangsung sangat ditentukan oleh peran sumber teknologi untuk mempelajari dan berusaha melakukan penyesuaian karakteristik program dan kebutuhan petani dengan pelayanan jasa penelitian dan penyuluhan menjadi suatu keharusan dan dikembangkan sebagai suatu strategi pemberdayaan petani dan keluarganya pada masa yang akan datang.

Selain karena sifatnya yang dinamis, juga sebagai konsekuensi terhadap penyediaan jasa penelitian dan penyuluhan sebagai solusi. Seberapa besar peluang terjadinya konflik dan dinamika konflik yang terjadi dari interaksi dan komunikasi yang dilakukan secara cermat perlu dilakukan. Sehingga perlu dilakukani kajian khusus mengeksplorasi kebutuhan petani secara riel dan mendetail.

Hal lain yang menjadi sorotan petani dalam kaitannya introduksi teknologi dengan kesesuaian kebutuhan petani adalah materi penyuluhan, dimana penyesuaian yang dilakukan tidak terlepas dari kondisi internal dan eksternal sasaran. Penyesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan petani sangat penting karena perbedaan persepsi dan interpretasi simbol sangat menentukan kualitas interaksi dan komunikasi yang dilakukan yang dapat mengarah pada kerjasama atau konflik.

Setelah melihat respon dan posisi pengguna dalam proses pengambilan keputusan, analisis dapat dilanjutkan lagi untuk melihat peningkatan pengetahuan yang diperoleh pengguna (peternak) setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Menurut Kotler dalam Fandy (2000 : 90), Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang telah ia dapatkan dibandingkan dengan harapannya. Berdasarkan itu pula maka dapat diyakini bahwa telah terjadi proses persepsi terhadap teknologi yang di introduksi melalui pengungkapan kinerja teknis dan ekonomi teknologi tersebut yang telah dilakukan, sebagai rangkaian pelayanan BPTP kepada penggunanya dalam hal ini peternak sapi pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Sinjai. Pelayanan berhubungan erat dengan keputusan peternak.

Tingkat kualitas yang lebih tinggi akan menghasilkan keputusan yang lebih tinggi pula. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan dalam tabel berikut :

Tabel 16.

Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Teknologi Introduksi pada Ujicoba/DemonstrasiFormulasi Pakan Murah dan Berkualitas

Untuk Ternak Sapi di Kabupaten Sinjai , 2011.

No. Uraian Pengetahuan

2. Potensi Bahan Baku yang

tersedia 15 10 60 40

3. Potensi Dedak Padi sebagai

bahan baku pakan 25 - 100 -

4. Potensi Limbah Kacang

Tanah sebagai bahan baku 25 - 100 -

pakan

5. Potensi Limbah Tongkol Jagung sebagai bahan baku pakan

25 - 100 -

6. Potensi Limbah ikan

sebagai bahan baku pakan 25 - 100 - 7. Potensi Keong Mas sebagai

bahan baku pakan 10 15 40 60

Jumlah 150 25 600 100

Rata-rata 21,4 3,5 85,7 14,2

Sumber : Hasil Olahan Data Primer

Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peternak tentang beberapa komponen penting teknologi formulasi pakan murah, berupa pembelajaran yang diperoleh secara empiris melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas. Pembelajaran bersama (Share Learning) melalui peningkatan partisipasi peternak akan menjadikan individu peternak sebagai mitra yang memiliki komitmen kuat terhadap tarnsfer teknologi yang dilakukan untuk keberlanjutannya. Komitmen perubahan tersebut, dalam siklus pembelajaran bersama, diharapkan akan terus memperbesar dan meningkatkan lingkaran pemahaman, dan kesadaran peternak secara bertahap.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait