RESPONS PENDENGAR (INTERAKTIF) TERHADAP PROGRAM SIARAN SOS (SOUND OF SPIRIT) DI RADIO MUSTANG
2. Analisis Respons Pendengar (interaktif) terhadap siaran SOS di Mustang 88 FM Jakarta
Dalam penelitian ini, yang menjadi sample adalah pendengar yang pernah ikut interaktif pada siaran SOS periode November 2007- Januari 2008.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil sample penelitian sebanyak 68 orang, kemudian data dianalisis berdasarkan angket yang telah disebarkan dengan menggunakan table-tabel. Untuk mendapatkan gambaran tersebut, diatas telah dijelaskan tentang profil responden, dan dibawah ini akan dijelaskan respons pendengar (yang ikut interaktif) terhadap siaran SOS
Untuk mengetahui sejauh mana respons pendengar (interaktif) terhadap siaran SOS di radio Mustang 88 FM Jakarta, maka terlebih dahulu maka responden diberi pertanyaan mengenai, apakah mereka pernah mendengrkan siaran SOS yang disiarkan di radio Mustang 88 FM. Data mengenai siaran
SOS yang disiarkan di radio Mustang 88 FM Jakarta, dapat dilihat pada tabel 5 dibawah ini.
Tabel 5
Pernah Mendengarkan Siaran SOS di Radio Mustang 88 FM No Pernah mendengarkan SOS F Prosentase
1 Pernah 68 100%
2 Tidak Pernah 0 0%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 100% responden menjawab pernah mendengarkan siaran SOS diradio Mustang karena mereka pernah ikut serta interaktif dalam siaran SOS. Hal ini menunjukan bahwa siaran ini dibutuhkan oleh para remaja karena menambah wawasan dan pengetahuan tentang keislaman.
Waktu untuk mendengarkan siaran SOS bermacam-macam. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kapan responden mendengarkan siaran SOS. Data mengenai kapan Responden mendengarkan siaran SOS dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6
Waktu Mendengarkan Siaran SOS
No Waktu Mendengarkan SOS F Prosentase
1 05.00 WIB 28 41%
2 05.30 WIB 40 59%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 41% responden menjawab 05.00WIB, dan 59% menjawab 05.30 WIB, dan 0% menjawab 06.00 WIB.
Dari hasil data diatas, ternyata mayoritas mereka menjawab 05.30 WIB adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan siaran SOS karena pada saat itu merupakan waktu yang senggang setelah melaksanakan sholat subuh dan tidak terlalu pagi untuk mendengarkan siaran keagamaan, namun 41% responden yang menjawab 05.00 WIB. Hal ini dikarenakan mereka ingin mendengarkan siaran ini dari awal.
Mengetahui berapa kali responden mendengarkan siaran SOS, jawabannya bervariasi, untuk lebih jelasnya mengenai berapa kali responden mendengarkan acara tersebut dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini.
Tablel 7
Berapa kali dalam seminggu mendengarkan siaran SOS
No
Frekuensi dalam mendengarkan siaran SOS
F Prosentase
1 2 48 71%
2 3 19 28%
3 Setiap hari 1 1%
Sebanyak 71% responden menjawab 1 hari, 28% menjawab 2 kali dalm seminggu, dan 1% menjawab tiap hari.
Berdasarkan data diata dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh responden menjawab 1 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan mereka tidak selalu mendengarkan siaran SOS. Disamping itu juga mereka banyak juga mereka mendengarkan SOS sesuai dengan kebutuhan dan keinginan untuk mendengarkan siaran SOS.
Untuk mengetahui berapa kali responden pernah ikut interaktif dalam siaran SOS maka dapat dilihat dari tabel 8.
Tabel 8
Berapa kali pernah ikut interaktif dalam siaran SOS No Frekuensi Interaktif F Prosentase
1 1-2 kali 48 25%
2 2-3 kali 4 6%
3 Tidak tentu 47 69%
Jumlah 68 100%
69% responden menjawab tidak tentu untuk interaktif dalam siaran SOS dikarenakan mereka akan ikut serta interaktif apabila sesuai dengan kebutuhan mereka akan pengetahuan agama terutama agama Islam. Sebanyak 25% responden menjawab 2 kali ikut interaktif hal ini dikarenakan mereka terutama para remaja yang ingin bercertita tentang masalah yang tengah dihadapinya
dan dicari solusinya berdasarkan ajaran agama Islam. Dan 6% responden menjawab 2 kali..
Untuk mengetahui tentang pengemasan acara SOS dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9
Pengemasan siaran SOS
No Pengemasan Siaran SOS F Prosentase 1 Bagus 45 66% 2 Cukup bagus 23 34% 3 Tidak bagus 0 0% Jumlah 68 100%
66% responden menjawab bagus, dan 34% responden menjawab cukup bagus.Kebanyakan dari responden menjawab bagus karena acara ini dikemas dengan sangat baik dari segi teknis maupun non teknis..
Metode penyampaian yang disenangi responden,dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini.
Tabel 10
Metode penyampaian yang disenangi No Metode Penyampaian F Prosentase
1 Ceramah Lepas 8 12%
2 Tanya jawab 58 85%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 12% responden menjawab ceramah lepas, 85% responden menjawab Tanya jawab, dan 3% menjawab baca kitab.
Dari tabel diatas, terlihat jelas bahwa dalam hal penyampaian metode yang disenangi oleh responden adalah Tanya jawab dibandingkan dengan ceramah lepas dan baca kitab. Hal ini dikarenakan ceramah lepas dan baca kitab tidak bisa mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang dimengerti terhadap materi yang disampaikan oleh penceramah.
Untuk mengetahui materi apa yang pernah didengar oleh responden dapat dilihat pada tablel 11.
Tabel 11
Materi yang pernah di dengar
No Materi yang pernah di dengar F Prosentase
1 Syariah 12 18%
2 Akhlak 49 72%
3 Muamalah 7 10%
Jumlah 68 100%
18% responden menjawab Syariah, 72% responden menjawab akhlak, dan 10% menjawab muamalah.
Berdasarkan tabel diatas, jawaban yang diberikan responden dalam hal kecenderungannya terhadap materi yang pernah disiarkan ternyata mayoritas pernah mendengarkan akhlah yang disampaikan oleh sipenceramah. Hal ini
menunjukan bahwa sesuai dengan tujuan siaran SOS yakni menjadikan generasi muda yang islami dan berakhlak mulia.
Respon pengisi acara terhadap pendengar yang ikut interakrif dalam siaran SOS dapat dilihat pada tabel 12.
Tabel 12
Respons Pengisi Acara SOS terhadap Pendengar No Respon pengisi acara F Prosenase
1 Baik 65 96%
2 Cukup 3 4%
3 Tidak baik 0 0%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 96% menjaab baik, 4% menjawab cukup dan 0% menjawab tidak baik.
Berdasarkan keterangan diatas bahwa 96% menjawab baik, karena pihak penyelenggara program tersebut tidak ingin mengecewakan pendengar, terutama yang ingin serta interaktif dalam siaran SOS.
Untuk mengetahui bahasa yang digunakan oleh penceramahdapat dilihat pada tabel 13.
Tabel 13
Bahasa yang digunakan Pengisi Acara No Bahasa yang digunakan F Prosentase
1 Mudah 60 88%
3 Sulit 0 0%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 88% responden menjawab baik, dan 12% responden menjawab cukup.
Berdasarkan keterangan diatas mayoritas pendengar yang pernah ikut interaktif menjawab bahasa yang disampaikan oleh penceramah adalah baik hal itu dikarenakan bahasanya mudah dipahami.
Apakah program siaran SOS sudah tepat di siarkan pada pukul 05.00-06.00 WIB. Untuk mengetahuinya dapat dilihat pada tabel 14 dibawah ini.
Tabel 14
Apakah waktu siaran SOS yang digunakan Cukup Efektif No Keefektifan waktu siaran F Prosentase
1 Terlalu singkat 17 25%
2 Cukup 39 57%
3 Terlalu lama 12 18%
Jumlah 68 100%
Sebanyak 17% responden menjawab terlalu singkat, 57% menjawab cukup, dan 18% responden menjawab terlalu lama.
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa jawaban yang diberikan responden dalam hal cukup efektifkah waktu yang digunakan dalam siaran SOS. Mayoritas responden menjawab cukup terhadap waktu yang digunakan nara sumber dalam siaran SOS. Hal ini karena mereka merasa cukup untuk
memahami materi yang disampaikan nara sumber, namun ada pula sebagian dari responden yang menjawab singkat. Hal ini karena responden merasa waktu yang diberikan kurang karena masih banyak hal yang belum begitu mereka pahami.
Dalam suatu siaran pasti adanya ketertarikan responden dalam mendengarkan siarannya, untuk lebih rinci mengenai ketertarikan responden terhadap siaran SOS dapat dilihat pada table 15 dibawah ini
Tabel 15
Menurut Anda Apakah yang Menarik dari Siaran SOS?
No
Yang menarik dari SOS F Prosentase 1 Materinya praktis 43 63% 2 Narasumbernya berkualitas 16 24% 3 Radionya cukup terkenal 9 13% Jumlah 68 100%
Sebanyak 63% responden menjawab materinya praktis, 24% responden menjawab nara sumber yang berkualitas, dan 13% menjawab nama radio yang cukup terkenal terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dari tabel diatas, terlihat bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dalam hal apa yang menarik dari siaran SOS ialah mayoritas responden menjawab materinya praktis. Hal ini dikarenakan materi yan disampaikan oleh
nara sumber sangat mudah dimengerti dan tidak terlalu memperdulikan siapa nara sumbernya.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari hasil analisa terhada hasil respon pendengar yang interaktif penulis menyimpulkan bahwa:
1. SOS merupakan salah satu program dakwah yang disiarkan oleh radio Mustang 88 FM, diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi terwuudnya kehidupan yang tercermin menurut prinsip-prinsip Al-qur’an dan hadits. SOS adalah siaran keagamaan yang diharapkan di masa depan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual yang mungkin sudah tidak terpikir lagi di era globalisasi.Keberadaan siaran SOS di radio Mustang dapat membuktikan bahwa radio Mustang tidak hanya menyiarkan siaran hiburan saja akan tetapi ada siaran agama yang tidak hanya disiarkan pada bulan ramadhan saja melainkan setiap hari.
2. Format dari acara SOS tersebut adalah dialog interaktif , dimana si pendengar dapat bertanya langsung kepada nara sumber melalui faks, telepon, e-mail, dan SMS apabila ada yang belum jelas.
3. Responden memberikan tanggapan positif dari masing-masing pertanyaan yang penulis ajukan dengan menggunakan angket. Baik dari segi materi, metode, bahkan penceramahnya. Ini menunjukan bahwa program dakwah SOS di radio Mustang 88 FM merupakan siaran Dakwah yang sangat menarik bagi pendengar yang ikut interaktif pada acara tersebut. Responden yang sebagian besar adalah remaja, ini membuktikan
kesesuaian dengan apa yang diutarakan oleh koordinator program SOS dalam wawancranya, yang menyatakan bahwa sebenarnya sasaran utama pendengar siaran SOS adalah remaja karena remaja membutuhkan banyak pengetahuan agama, tetapi ini juga tidak menutup kemungkinan bagi pendengar SOS dimanapun berada untuk ikut mendengarkan siaran tersebut.
B. Saran-saran
1. Penulis berharap kepada coordinator keagamaan di radio Mustang agar siaran-siaran dakwah di radio khususnya Mustnag dikemas dengan kemasan yang sangat menarik, sehingga para pendengar dapat menyukai siaran dakwah tersebut
2. Bagi nara sumberUntuk jangka panjang siaran SOS dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendengar. Karena bagaimanapun juga terdapat perbedaan kebutuhan antara para pendengar terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Islam. 4. Kepada pemerintah hendaknya memberi dukungan dan aturan main bagi
pengelola radio, agar menciptakan iklim persaingan yang kondusif dan memacu kreatifitas insane radio dalam memproduksi acara-acara yang bermutu tinggi, terutama dalam acara keagamaan, yang diharapkan dapat memupuk moral bangsa Indonesia