• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.4. Metode Pengolahan Data dan Analisis Data

4.4.2. Analisis Risiko Komoditas Tunggal

Analisis kuantitatif diawali dengan menentukan besarnya peluang. Peluang merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Peluang hanya suatu kemungkinan, jadi nilai dari suatu peluang bukan merupakan harga mutlak dalam suatu kondisi. Nilai peluang ditentukan berdasarkan pengalaman dan faktor dari variabel-variabel yang mempengaruhi suatu kejadian yang akan dihitung nilai peluangnya. Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan usaha. Nilai peluang ditentukan dengan mengobservasi kejadian yang sudah terjadi. Kejadian-kejadian tersebut kemudian diekspresikan sebagai persentase dari total exposure dalam rangka mendapatkan estimasi empiris dari probabilitas.

Menurut Kountur (2008), dari sudut pandang empiris maka probabilitas dapat dipandang sebagai frekuensi terjadinya event dalam jangka panjang yang dinyatakan dalam persentase. Probabilitas adalah nilai/angka yang terletak antara 0 dan 1 yang diberikan kepada masing-masing event. Apabila nilai suatu peluang adalah 1, maka hal tersebut merupakan sebuah kepastian. Berarti, peristiwa yang diperkirakan pasti terjadi.

Untuk menentukan berapa besar peluang yang akan terjadi maka perlu ditetapkan kisaran persentase keberhasilan tanaman hias adenium yang ada. Menurut manajemen perusahaan Anisa Adenium, keberhasilan tanaman hias adenium yang diusahakan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan, serangan hama dan penyakit dan pemeliharaan adenium. Peluang dari masing-

31 masing kegiatan budidaya akan diperoleh pada tiga kondisi yaitu tertinggi, normal dan terendah. Kisaran persentase keberhasilan yang ditetapkan perusahaan Anisa Adenium untuk tanaman hias adenium varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco

yang diusahakan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Persentase Keberhasilan pada Tanaman Hias Adenium Varietas Arabicum, Obesum, dan Taisoco Tahun 2009-2010

No. Kondisi Keberhasilan (%)

1 Tertinggi ≥ 80

2 Normal 61-79

3 Terendah ≤ 60

Sumber : Perusahaan Anisa Adenium (2011)

Dalam menganalisis risiko produksi dilakukan analisis mengenai faktor- faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh pelaku usaha. Faktor-faktor eksternal yang dimaksud antara lain faktor iklim dan cuaca, peristiwa alam seperti bencana alam yang mempengaruhi produksi dan serangan hama penyakit. Analisis terhadap faktor eksternal ini dilakukan dengan melihat dari seberapa besar kemungkinan terjadinya (probabilitas kejadian) dari faktor-faktor eksternal yang dianalisis dan seberapa besar kerugian yang disebabkannya. Semakin besar probabilitas kejadian eksternal yang merugikan maka semakin besar pula tingkat risiko yang mungkin dihadapi oleh pelaku usaha. Pengukuran probabilitas pada setiap kejadian diperoleh dari frekuensi setiap kejadian yang dibagi dengan jumlah periode waktu proses produksi.

Penentuan persentase keberhasilan untuk kondisi tertinggi, normal dan terendah diperoleh berdasarkan hasil produksi yang dicapai oleh perusahaan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Tingkat keberhasilan 80 persen merupakan kondisi tertinggi yang dicapai oleh perusahaan. Hal ini juga didukung oleh prinsip yang diterapkan dalam budidaya tanaman. Dimana apabila daya tumbuh dari tanaman mencapai 80 persen dari jumlah yang ditanam, berarti perusahaan mencapai tingkat keberhasilan maksimum, dan perusahaan akan memperoleh keuntungan di atas target yang diharapkan. Sedangkan untuk kondisi normal merupakan kondisi perusahaan dalam range yang stabil yaitu diantara kondisi tertinggi dan kondisi terendah, dimana perusahaan memperoleh keberhasilan tanaman sesuai dengan target yang diharapkan, dan juga perusahaan

32 memperoleh keuntungan sesuai dengan target yang diharapkan. Untuk kondisi terendah yaitu dibawah 60 persen merupakan kondisi yang tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan. Pada kondisi ini perusahan tidak dapat menutupi biaya produksi dari hasil penjualan output, sehingga perusahaan akan mengalami kerugian.

Pengukuran peluang (P) pada setiap kondisi diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung dan secara sistematis dapat dituliskan:

P =

Keterangan:

f = frekuensi kejadian (kondisi tertinggi, normal dan rendah) T = periode waktu proses produksi

Pengukuran peluang (P) pada setiap kondisi diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung. Total peluang dari beberapa kejadian berjumlah satu dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:

Penyelesaian pengambilan keputusan yang mengandung risiko dapat dilakukan dengan menggunakan Expected return. Expected return adalah jumlah dari nilai-nilai yang diharapkan terjadi peluang masing-masing dari suatu kegiatan tidak pasti. Secara matematis dapat dituliskan sebagi berikut:

Keterangan:

E(Ri) = Expected return

Pi = Peluang pada kondisi tertinggi, normal dan rendah pada adenium

varietas Arabicum, Obesum dan Taisoco Ri = Return (Produktivitas dan Pendapatan)

Untuk mengukur sejauh mana risiko yang dihadapi dalam menjalankan usaha terhadap hasil atau pendapatan yang diperoleh perusahaan digunakan pendekatan sebagai berikut:

33

a. Variance

Pengukuran variance dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dengan expected return dikalikan dengan peluang dari setiap kejadian. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber, 1995).

Keterangan:

= Variance dari return

Pij = Peluang pada kondisi tertinggi, normal dan rendah pada masing-masing

varietas adenium

Rij = Return atau penerimaan masing-masing varietas adenium

Ři = Expected return dari masing-masing varietas adenium

Dari nilai variance dapat ditunjukkan bahwa semakin kecil nilai variance

maka semakin kecil penyimpangannya sehingga semakin kecil risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha tersebut.

b. Standard Deviation

Standard Deviation dapat diukur dari akar kuadrat dari nilai variance. Risiko dalam penelitian ini berarti besarnya fluktuasi pendapatan, sehingga semakin kecil nilai Standard Deviation maka semakin rendah risiko yang dihadapi dalam kegiatan usaha. Rumus Standard Deviation adalah sebagai berikut:

Keterangan :

= Variance masing-masing varietas adenium

= Standard deviation masing-masing varietas adenium

c. Coefficient Variation

Coefficient variation diukur dari rasio standard deviation dengan return

yang diharapkan atau ekspektasi return (expected return). Semakin kecil nilai

coefficient variation maka akan semakin rendah risiko yang dihadapi. Rumus

34 Keterangan:

CV = Coefficient variation masing-masing varietas adenium = Standard deviation masing-masing varietas adenium Ři = Expected return masing-masing varietas adenium