DAFTAR LAMPIRAN
IV METODE PENELITIAN
4.3. Metode Pengolahan Data
4.3.1. Analisis Risiko pada Kegiatan Spesialisas
Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan pada pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan usaha sayuran organik. Total peluang dari beberapa kejadian berjumlah satu. Pengukuran peluang (P) diperoleh dari frekuensi kejadian pada setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung. Secara sistematis dapat dituliskan:
Keterangan : f = Frekuensi kejadian
T = Periode waktu proses produksi
Penyelesaian pengambilan keputusan yang mengandung risiko dapat dilakukan dengan menggunakan expected return. Expected return adalah jumlah dari nilai-nilai yang diharapkan terjadi dari peluang masing-masing dari suatu kejadian. Rumus expected return dituliskan sebagai berikut :
10
E (Rj)= ∑ Pij . Rij i=1
Pi menunjukkan nilai peluang dari suatu kejadian di masing-masing kondisi. Peluang dari setiap kejadian diasumsikan relatif sama karena data yang tersedia dari setiap kejadian sulit dinilai mana peluang yang lebih tinggi atau rendah. Nilai peluang dihitung dengan cara yaitu satu dibagi dengan total periode waktu proses produksi, sehingga nilai expected return-nya merupakan nilai rata- rata dari total nilai produktivitas atau pendapatan tersebut
10 ∑ Rij i=1
10
E (Rij) =Dimana : E (Ri) = Expected return
Ri = Return (Produktivitas) n = Jumlah kejadian = 10 i = Kejadian (1,2,3..., 10)
j = Usaha Sayuran Organik (1 = Bayam Hijau, 2 = Brokoli, 3 = Caisin, 4 = Wortel)
Penilaian risiko dilakukan dengan mengukur nilai penyimpangan yang terjadi. Menurut Elton dan Gruber (1995), terdapat beberapa ukuran risiko diantaranya sebagai berikut:
a. Variance
Pengukuran variance dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dan expected return yang kemudian dikalikan dengan peluang dari setiap kejadian. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:
10
σi2= ∑ Pij (Rij - Ři) 2 i=1
Dimana : = Variance dari return
Pi = Peluang dari suatu kejadian Ri = Return (Produktivitas)
Ři = Expected return
Dari nilai variance dapat menunjukkan bahwa semakin kecil nilai variance maka semakin kecil penyimpangannya sehingga tingkat risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha tersebut juga semakin rendah.
b. Standard deviation
Standard deviation dapat diukur dengan menguadratkan nilai variance. Risiko dalam penelitian ini berarti besarnya fluktuasi keuntungan, sehingga semakin kecil nilai standard deviation maka semakin rendah risiko yang dihadapi dalam kegiatan usaha. Rumus standard deviation adalah sebagai berikut :
σi = √ σi2 Dimana : = Variance
c. Coefficient variation
Coefficient variation dapat diukur dari rasio standard deviation dengan return yang diharapkan (expected return). Semakin kecil nilai coefficient variation maka akan semakin rendah risiko yang dihadapi. Rumus coefficient variation adalah :
CV = σi / Ři Dimana : CV = Coefficient variation
= Standard deviation Ři = Expected return
Variance dan standard deviation merupakan ukuran absolut dan tidak mempertimbangkan risiko dalam hubungannya dengan hasil yang diharapkan. Untuk mempertimbangkan aset dengan return yang diharapkan berbeda, pelaku bisnis dapat menggunakan coefficient variation. Coefficient variation merupakan ukuran yang sangat tepat bagi pengambil keputusan khususnya dalam memilih salah satu alternatif dari berbagai kegiatan usaha dengan mempertimbangkan risiko yang dihadapi dari setiap kegiatan usaha untuk setiap return yang diperoleh. 4.3.2. Analisis Risiko pada Kegiatan Portofolio
Kegiatan usaha diversifikasi juga tidak terlepas dari risiko usaha seperti halnya kegiatan usaha spesialisasi. Risiko yang terdapat dalam kegiatan diversifikasi dinamakan risiko portofolio. Untuk mengukur risiko portofolio dapat dilakukan dengan menghitung variance gabungan dari beberapa kegiatan usaha atau aset. Diversifikasi yang dilakukan pada perusahaan adalah dalam melakukan pola tanam secara tumpangsari. Komoditi yang dianalisis dalam kegiatan diversifikasi adalah kombinasi dua, tiga dan empat komoditi.
Fraction portofolio atau bobot komoditi yang diperoleh pada masing- masing komoditi ditentukan dari perbandingan luas lahan komoditi dengan total luas lahan yang diusahakan pada kegiatan portofolio tersebut. Total bobot dari beberapa kegiatan portofolio berjumlah satu. Cara menghitung bobot portofolio pada kombinasi dua komoditi sebagai berikut:
W2(i) = Luas lahan (i)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j)
Keterangan: W2(i) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi i W2(j) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi j
i = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel j = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel Cara menghitung bobot portofolio pada kombinasi tiga komoditi sebagai berikut:
W3(i) = Luas lahan (i)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) W3(j) = Luas lahan (j)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) W3(k) = Luas lahan (k)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k)
Keterangan: W3(i) = Bobot Portofolio Kombinasi Tiga Komoditi i W3(j) = Bobot Portofolio Kombinasi Tiga Komoditi j W3(k) = Bobot Portofolio Kombinasi Tiga Komoditi k
i = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel j = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel k = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel Cara menghitung bobot portofolio pada kombinasi empat komoditi
W4 (i) = Luas lahan (i)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) + Luas lahan (l) W4(j) = Luas lahan (j)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) + Luas lahan (l) W4(k) = Luas lahan (k)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) + Luas lahan (l) W4(l) = Luas lahan (l)
Luas lahan (i) + Luas lahan (j) + Luas lahan (k) + Luas lahan (l) Keterangan: W4(i) = Bobot Portofolio Kombinasi Empat Komoditi i
W4(j) = Bobot Portofolio Kombinasi Empat Komoditi j W4(k) = Bobot Portofolio Kombinasi Empat Komoditi j W4(l) = Bobot Portofolio Kombinasi Empat Komoditi l
i = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel j = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel k = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel l = Komoditi Sayuran Bayam Hijau/Brokoli/Caisin/Wortel Setelah fraction portofolio atau bobot pada tiap kombinasi komoditi diperoleh, dilakukan perhitungan expected return portofolio tiap kombinasi
komoditi. Cara menghitung expected return portofolio kombinasi dua komoditi sebagai berikut:
E(Rp)2 = [E(Ri) x W2(i)] + [E(Rj) x W2(j)]
Keterangan: E(Rp)2 = Expected Return Portofolio kombinasi dua komoditi E(Ri) = Expected Return komoditi i
E(Rj) = Expected Return komoditi j
W2(i) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi i W2(j) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi j
Cara menghitung expected return portofolio kombinasi tiga komoditi sebagai berikut:
E(Rp)3 = [E(Ri) x W3(i)] + [E(Rj) x W3(j)] + [E(Rk) x W3(k)] Keterangan: E(Rp)3 = Expected Return Portofolio kombinasi tiga komoditi
E(Ri) = Expected Return komoditi i E(Rj) = Expected Return komoditi j E(Rk) = Expected Return komoditi k
W3(i) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi i W3(j) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi j W3(k) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi k W3(l) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi l
Cara menghitung expected return portofolio kombinasi empat komoditi sebagai berikut:
E(R)4 = [E(Ri) x W3(i)] + [E(Rj) x W3(j)] + [E(Rk) x W3(k)] + [E(Rl) x W3(l)] Keterangan: E(Rp)4 = Expected Return Portofolio kombinasi empat komoditi
E(Ri) = Expected Return komoditi i E(Rj) = Expected Return komoditi j E(Rk) = Expected Return komoditi k E(Rl) = Expected Return komoditi l
W4(i) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi i W4(j) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi j W4(k) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi k W4(l) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi l
Selanjutnya, setelah expected return portofolio tiap kombinasi komoditi diperoleh, dilakukan perhitungan variance portofolionya dengan memasukkan bobot portofolio kedalam rumus. Jika diversifikasi dilakukan pada kombinasi dua komoditi, maka rumus variance gabungan dituliskan sebagai berikut (Elton dan Gruber, 1995):
σ
p 2= W
2(i) 2σ
i 2+ W
2(j) 2σ
j 2+ 2 W
2(i) W2(j)ρ
ijσ
iσ
j Dimana: W2(i) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi iW2(j) = Bobot Portofolio kombinasi dua komoditi j σi = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel
σj = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel ρij = Nilai koefisien korelasi diantara aset i dan j
Jika diversifikasi dilakukan pada kombinasi tiga komoditi, maka rumus variance gabungan dituliskan sebagai berikut (Diether, 2009):
σ
p2= W
2(i) 2σ
i2+ W
2(j) 2σ
j2+ W
2(k) 2σ
k2+ 2 W
2(i) W2(j)ρ
ijσ
iσ
j+ 2 W
2(i) W2(k)ρ
ikσ
iσ
k+ 2 W
2(j) W2(k)ρ
jkσ
jσ
kDimana: W3(i) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi i W3(j) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi j W3(k) = Bobot Portofolio kombinasi tiga komoditi k σi = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel
σj = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel σk = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel ρij = Nilai koefisien korelasi diantara aset i dan j ρik = Nilai koefisien korelasi diantara aset i dan k ρjk = Nilai koefisien korelasi diantara aset j dan k
Jika diversifikasi dilakukan pada kombinasi empat komoditi, maka rumus variance gabungan dituliskan sebagai berikut (Diether, 2009):
σ
p 2= W
2(i) 2σ
i 2+W
2(j) 2σ
j 2+W
2(k) 2σ
k 2+W
2(l) 2σ
l 2+ 2 W
2(i) W2(j)ρ
ijσ
iσ
j+
2 W
2(i) W2(k)ρ
ikσ
iσ
k+ 2 W
2(i) W2(l)ρ
ilσ
iσ
l+ 2 W
2(j) W2(k)ρ
jkσ
jσ
k+ 2 W
2(j) W2(l)ρ
jlσ
jσ
l+ 2 W
2(k) W2(l)ρ
klσ
kσ
lDimana: W4(i) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi i W4(j) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi j
W4(k) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi k W4(l) = Bobot Portofolio kombinasi empat komoditi k σi = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel
σj = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel σk = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel σl = Variance Bayam Hijau / Brokoli / Caisin / Wortel ρij = Nilai koefisien korelasi diantara aset i dan j ρik = Nilai koefisien korelasi diantara aset i dan k ρjk = Nilai koefisien korelasi diantara aset j dan k ρkl = Nilai koefisien korelasi diantara aset k dan l
Tahap selanjutnya sama dengan perhitungan risiko pada kegiatan spesialisasi, yaitu dengan mencari nilai standard deviation dari hasil pengakaran variance portofolio dan mencari nilai coefficient variation dengan cara membagi nilai standard deviation dengan expected return portofolio masing-masing kombinasi komoditi.