• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Analisis Data dan Interpretasi

1. Analisis Sebelum Mempertimbangkan Reliabilitas

a. Pengecekan Asumsi Analisis Faktor

Asumsi yang hendak dicek oleh peneliti sebelum melakukan analisis faktor

adalah melihat apakah antara dimensi Draw-A-Person (DAP) saling berhubungan

atau memiliki kedekatan satu sama lain. Peneliti menggunakan bantuan software

statistika SPSS versi 17.00, peneliti mendeskripsikan hasil perhitungan analisis

faktor sebagai berikut:

1.) Hasil KMO and Barlett’ Test

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana saja yang layak untuk

dimasukkan dalam analisis lanjut. Misalkan dalam tabel itu terdapat nilai KMO MSA

(Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling Adequency) lebih dari 0.5, maka peneliti

dapat melanjutkan proses analisis (Wahana Komputer, 2009). Berdasarkan hasil

analisis KMO MSA didapatkan nilai 0.649 yang memiliki nilai lebih besar daripada

0,5. Hal ini memiliki arti bahwa data ini dapat dilanjutkan dalam proses analisisnya.

2.) Anti Image Correlation

Proses selanjutnya adalah melihat tabel Anti-image Matrics, untuk

menentukan variabel mana saja yang layak untuk digunakan dalam analisis lanjutan.

Variabel yang harus dipertahankan adalah variabel yang memiliki nila anti-image

correlation lebih dari 0,5 (Wahana Komputer, 2009). Di bawah ini merupakan

Tabel 4.1

Nilai KMO MSA dibawah 0.5

No. Nama Nilai

____________________________________________________________________ 1. Hapusan sedikit-banyak 0,441

2. Rambut tidak ditutupi-ditutupi 0,423 3. Lengan pendek-panjang 0,467

____________________________________________________________________

Dalam penelitian ini walaupun memiliki nilai KMO MSA lebih kecil dari 0,5

yang memiliki arti bahwa terdapat beberapa dimensi yang sebaiknya tidak

digunakan, tetapi peneliti tetap memasukkannya untuk diolah lebih lanjut. Hal ini

dikarenakan peneliti ingin melihat keterkaitan secara keseluruhan pada

dimensi-dimensi Draw-A-Person (DAP) terhadap Faktor 16 PF.

b. Ekstraksi Faktor

1.) Scree Plot

Scree Plot adalah salah satu hasil yang diperoleh dari analisis faktor. Scree Plot

menunjukkan eigenvalue pada garis vertikal yang menunjukkan besarnya eigenvalue

yang diperoleh jika beberapa faktir tertentu diekstraksi. Garis horizontal

menunjukkan banyaknya faktor yang dapat diekstrak. Jumlah faktor yang terbentuk,

dapat diputuskan dengan melihat patahan pada garis di dalam Scree Plot. Jika garis

tersebut patahannya masih dapat cukup jelas terlihat, maka angka pada banyaknya

diekstrak (Anderso, Black, dan Hair, 1998) Berikut ini dapat kita lihat grafik Scree

Plot:

Gambar 4.1

Hasil Scree Plot Sebelum Mempertimbangkan Reliabilitas

Berdasarkan pada pernyataan di atas, dapat dilihat bahwa patahan garis yang

masih dapat terlihat dan tidak terlihat landai terletak pada angka 8 hingga 10. Dalam

hal ini, dapat disimpulkan bahwa faktor yang dapat dieksrtaksi berkisar sebanyak 8

2.) Percentage of Variance Criterion

Hasil percentage of Variance terdapat dalam output Total Variance

Explained. Dalam Percentage of Variance, faktor-faktor yang memiliki presentasi

variansi yang lebih besar diekstrak terlebih dahulu lalu dilanjutkan sampai sejumlah

faktor yang diinginkan.

Berdasarkan tabel output Total Variance Explained, ditarik kesimpulan

bahwa jumlah faktor yang signifikan dan dapat diekstrak terdapat 35 buah. Faktor

kesatu hingga Faktor kesembilan memiliki Percentage of Variance di bawah 60%.

Hal ini berarti, banyaknya variasi variabel-variabel yang dianalisis yang dapat

dijelaskan oleh Sembilan faktor sebesar 59,95%

Total Variance Explained yang dianggap signifikan dan sesuai dengan

kriteria ideal yang ditetapkan oleh Hair, Anderson, tattham, dan Black (1995) yaitu

minimal sebesar 60% sehingga menunjukkan hasil analisis faktor yang baik.

Berdasarkan hasil tabel output Total Variance Explained maka Faktor kesatu hingga

kesembilan tidak menunjukkan hasil analisis faktor yang kurang baik. Lain halnya

dengan Faktor kesepuluh yang dipilih karena faktor ini memiliki Percentage of

Variance yang mendekati 60% yaitu sebesar 63,386%. Hal ini berarti peneliti dapat

3.) Latent Root Criteria atau Eigenvalue

Safitri (2003) mengungkapkan bahwa faktor yang dianjurkan untuk dapat

digunakan adalah faktor yang memiliki Eigenvalues (total varians) minimal 1,00.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 faktor yang mendapatkan

eigenvalue ≥ 1,00 (e = 1,067). Dari penjelasan tersebut, terdapat 12 faktor yang dapat

diungkap oleh Draw-A-Person (DAP).

c. Komponen Tiap Faktor

Dalam menentukan jumlah faktor yang dapat diekstraksi, maka peneliti harus

melakukan beberapa tahap:

1.) Langkah pertama, peneliti harus melihat patahan garis yang masih dapat dilihat

dan tidak landai pada Grafik Scree Plot. Pada tahap ini, peneliti menemukan

faktor yang berkisar pada angka 8 hingga 10 faktor.

2.) Langkah kedua, peneliti melihat tabel Total Variance Explained. Dimana

Percentage of Variance yang dianggap signifikan yaitu minimal sebesar 60%

sehingga menunjukkan hasil analisis faktor yang baik. Berdasarkan hasil tabel

output Total Variance Explained maka batas faktor yang akan digunakan

sebanyak 10 faktor dengan Percentage of Variance sebesar 63,386%.

3.) Langkah ketiga , peneliti melihat Eigenvalue (total varians). Eigenvalue yang

dianggap baik adalah yang minimal memiliki skor Eigenvalue (total varians)

faktor yang dapat diesktrak sebanyak 12. Hal ini dikarenakn faktor keduabelas

memiliki Eigenvalues (total varians) sebesar 1,067 dan skor Eigenvalues (total

varians) yang dimiliki faktor di bawah 12 adalah kurang dari 1,00.

Berdasarkan tiga perbandingan di atas, peneliti memilih untuk

menentukan banyaknya faktor sebanyak 10. Hal ini dikarenakan Faktor 10

masuk kedalam area grafik Scree Plot, memiliki Percentage of Variance lebih

dari 60% yaitu 63,386%, dan memiliki Eigenvalue (total varians) lebih dari 1,00

Tabel 4.2

Faktor Draw-A-Person (DAP)

Faktor Dimensi Draw-A-Person (DAP)

Faktor I Lengan menjauhi-mendekati tubuh (.427), tangan kabur-jelas (.639), jari tangan pendek-panjang (.881), jari tangan tumpul- runcing (.903), tipe garis samar-jelas (.415), mulut tertutup- terbuka (-.500)

_________________________________________________________________________

Faktor II Leher tidak jelas-jelas (.840), leher kecil-besar (.783), leher pendek-panjang (.906), rambut tidak ditutupi-ditutupi (.696)

_________________________________________________________________________

Faktor III Kepala besar-kecil (-.597), tangan kecil-besar (.600), kaki kecil-besar (.821), kaki pendek-panjang (.687), Penempatan gambar kanan-kiri (.694), lengan pendek panjang (.509)

_________________________________________________________________________ Faktor IV Mata tutup-buka (.833), mata lingkar mata kecil-besar (.802),

mulut tidak jelas-jelas (.554), hapusan sedikit-banyak (.580)

_________________________________________________________________________ Faktor V Tipe garis terputus-menyambung (.481), rambut kurang-lebih (.597), rambut berantakan-rapi (.723), rambut berombak-lurus (.766)

_________________________________________________________________________ Faktor VI Telinga tidak jelas-jelas (.858), telinga kecil-besar (.856)

_________________________________________________________________________ Faktor VII Hidung pendek-panjang (.909), hidung kecil-besar (.907)

_________________________________________________________________________ Faktor VIII Tipe garis tunggal-tumpuk (.819), tipe garis terputus-

menyambung (-.481), shading lemah-kuat (.710)

_________________________________________________________________________ Faktor IX Alis pendek-panjang (.770), alis berantakan-rapi (.775), jari

kaki tidak jelas-jelas (.479)

_________________________________________________________________________ Faktor X Penempatan gambar bawah-atas (-.725), ukuran figure kecil-

besar (.736)

Beberapa dimensi yang masuk pada golongan masing-masing faktor memiliki

kesamaan karakter untuk interpretasi. Dimensi pada Faktor I memiliki kesamaan

dalam mengungkap ketegangan serta perasaan kemampuan seseorang. Dimensi

pada Faktor II memiliki kesamaan dalam mengungkap kemampuan mengontrol

dorongan-dorongan. Dimensi pada Faktor III memiliki kesamaan dalam

mengungkap kebutuhan akan rasa aman serta rasa percaya diri. Dimensi pada

Faktor IV memiliki kesamaan dalam mengungkap kemampuan berada di suatu

lingkungan. Dimensi pada Faktor V memiliki kesamaan dalam mengungkap

kematangan seksualitas. Dimensi pada Faktor VI memiliki kesamaan dalam

mengungkap kemantapan seseorang. Dimensi pada Faktor VII memiliki kesamaan

dalam mengungkap keinginan seseorang akan kekuatan atau kemampuan. Dimensi

pada Faktor VIII memiliki kesamaan dalam mengungkap kecemasan serta depresif.

Dimensi pada Faktor IX memiliki kesamaan dalam mengungkap kesopanan

seseorang. Dimensi pada Faktor X memiliki kesamaan dalam mengungkap

keyakinan pada diri sendiri.

d. Regresi Faktor-Faktor Faktor 16 PF dengan Draw-A-Person (DAP)

Berdasarkan hasil analisis regresi, peneliti mendapatkan beberapa Faktor

DAP yang berkorelasi dengan Faktor 16 PF. Dalam penentuan signifikansi korelasi

di dalam regresi ini, pertama kali peneliti memperhatikan signifikansi dari nilai F

dengan salah satu Faktor 16 PF. Jika nilai F memiliki p ≤ 0,05 maka korelasi

tersebut dinyatakan signifikan, tetapi jika p > 0,05 maka hubungan korelasi tersebut

dinyatakan tidak signifikan.

Peneliti melakukan uji t pada tiap Faktor DAP untuk melihat signifikansi

korelasi tiap faktor tersebut dengan salah satu Faktor 16 PF. Ada 10 kali uji t untuk

setiap faktor DAP dengan Faktor 16 PF. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan

eror pada hasil regresi yang akan mempengaruhi signifikansi hubungan antara Faktor

16 PF dan dimensi DAP (Howell, 1982). Jika peneliti menggunakan p = 0,05 sebagai

taraf signifikansi awal, maka sebenarnya besarnya eror yang terjadi dapat dihitung

dengan rumus (4.1). Hasil perhitungan menunjukkan eror sebesar 0,4. Ini berarti

taraf signifikansi yang sebenarnya bukan 0,05 melainkan o,4.

1-(1- )k = x ………(4.1)

Keterangan :

 = standar signifikansi awal

 = banyaknya uji regresi yang dilakukan  = taraf signifikansi yang sebenarnya

Peneliti perlu menghitung besarnya taraf signifikansi awal yang harus

ditetapkan agar taraf signifikansi yang sebenarnya menjadi 0,05. Untuk mendaptkan

taraf signifikansi ini, peneliti menggunakan rumus 4.2 yang merupakan turunan

= 1 – (k√1 - x)………(4.2)

Keterangan :

 = taraf signifikansi awal

 = taraf signifikans yang sebenarnya  = banyaknya uji regresi yang dilakukan

Dari hasil perhitungan ditemukan = 0,005. Ini berarti taraf signifikansi awal

yang harus digunakan untuk mengarah signifikansi dari uji t adalah p = 0,005.

Berkaitan dengan beberapa keterangan mengenai penetapan signifikansi awal, maka

dapat dijelaskan hubungan antara Faktor 16 PF dengan Faktor Draw-A-Person

(DAP). Berikut penjelasannya :

1) Faktor A

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor A dari 16 PF

(F=1,316, p=0,224). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor A berhenti sampai

di sini dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu

demi satu.

2) Faktor B

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor B dari 16 PF

(F=0,636, p=0,781). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor B berhenti sampai

di sini dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu

3) Faktor C

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor C dari 16 PF (F=0,730,

p=0,696). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor C berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

4) Faktor E

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor E dari 16 PF (F=1,432,

p=0,169). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor E berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

5) Faktor F

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor F dari 16 PF (F=1,936,

p=0,043). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor F berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

6) Faktor G

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor G dari 16 PF (F=1,025,

p=0,424). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor G berhenti sampai di sini dan

7) Faktor H

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor H dari 16 PF (F=1,080,

p=0,380). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor H berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

8) Faktor I

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor I dari 16 PF (F=1,620,

p=0,103). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor I berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

9) Faktor L

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor L dari 16 PF (F=0,533,

p=0,866). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor L berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

10) Faktor M

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor M dari 16 PF (F=0,725,

p=0,700). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor M berhenti sampai di sini dan

11) Faktor N

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor N dari 16 PF (F = 0,491,

p = 0,894). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor N berhenti sampai di sini

dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi

satu.

12) Faktor O

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor O dari 16 PF (F = 2,140,

p = 0,023). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

13) Faktor Q1

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor Q1 dari 16 PF (F = 1,376,

p = 0,194). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

14) Faktor Q2

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor Q2 dari 16 PF (F = 1,411,

p = 0,178). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

15) Faktor Q3

Berdasarkan pernyataan signifikansi, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan

Faktor Q3 memiliki hubungan yang signifikan (F = 2,089, p = 0,027). Dimana

signifikansinya memenuhi syarat (P ≤ 0,05). Paling tidak, ada satu Faktor DAP yang

berkorelasi signifikan dengan Faktor Q3 dari 16 PF.

Hubungan yang signifikan antara Faktor Q3 dengan Faktor IX (B = 0,072, T =

2,864, p = 0,005) , menghasilkan persamaan regresi :

Faktor Q3 = b0 + b1 x1 +b2 x2 ………..+ b10 x10

Dikarenakan hanya Faktor IX yang signifikan dengan Faktor Q3, maka :

Faktor Q3 = b0 + b9 . x

= 6,458 + 0,072 . x9

Keterangan :

 b0 = beta pada koefisien faktor Q3(constant)  b9 = beta pada koefsien Faktor IX

 x9 = jumlah total nilai dari dimensi-dimensi DAP yang menyusun Faktor IX (dari skala yang telah peneliti buat)

Persamaan tersebut memiliki arti, jika mendapatkan nilai tertentu di DAP, nilai

16) Faktor Q4

Berdasarkan pernyataan signifikansi, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan

Faktor Q4 memiliki hubungan yang signifikan (F = 2,522, p = 0,007). Dimana

signifikansinya memenuhi syarat (P ≤ 0,05). Paling tida, ada satu Faktor DAP yang

berkorelasi signifikan dengan Faktor Q4 dari 16 PF.

Hubungan yang signifikan antara Faktor Q4 dengan Faktor I (B = -0,296, T = -4,065,

p = 0,000), menghasilkan persamaan regresi :

Faktor Q3 = b0 + b1 x1 +b2 x2 ………..+ b10 x10

Dikarenakan hanya Faktor I yang signifikan dengan Faktor Q4, maka :

Faktor Q4 = b0 + b1 . x1

= 6,202 + (- 0,296). x1

Keterangan :

 b0 = beta pada koefisien faktor Q4 (constant)  b9 = beta pada koefsien Faktor I

 x9 = jumlah total nilai dari dimensi-dimensi DAP yang menyusun Faktor I (dari skala yang telah peneliti buat)

Persamaan tersebut memiliki arti, jika mendapatkan nilai tertentu di DAP, nilai

Dokumen terkait