• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Analisis Data dan Interpretasi

2. Analisis Setelah Mempertimbangkan Reliabilitas

a. Reliabilitas Dimensi Hasil Penilaian Skala

Penelitian ini menggunakan dua psikolog yang membantu untuk menilai 200

DAP. Hal ini memungkinkan munculnya ketidaksepakatan antar kedua psikolog

tersebut. Peneliti mengantisipasi masalah tersebut dengan mencari reliabilitas dari 35

dimensi yang telah ditentukan oleh peneliti. Langkah ini tentunya untuk melihat

apakah ada kesepakatan penilaian dari kedua psikolog tersebut dalam menilai 200

DAP yang sama. Hasil korelasi tersebut, sebagai berikut :

Tabel 4.3

Nilai Korelasi Dimensi DAP Pada Dua Psikolog

No. Dimensi Nilai

____________________________________________________________________

1. Penempatan gambar sangat kiri_sangat kanan 0,660

2. Penempatan gambar sangat bawah_sangat atas 0,719

3. Ukuran figure sangat kecil_sangat besar 0,789

4. Tipe garis sangat samar-samar_sangat jelas 0,154

5. Tipe garis satu garis_garis bertumpuk 0,347

6. Tipe garis terputus-putus_menyambung 0,627

7. Hapusan sangat sedikit_sangat banyak 0,335

8. Shading sangat lemah_sangat kuat 0,167

9. Kepala sangat kecil_sangat besar 0,537

11. Rambut sangat berantakan_sangat rapi 0,581

12. Rambut sangat berombak_sangat lurus 0,505

13. Rambut semakin tidak ditutupi_semakin ditutupi 0,031

14. Alis sangat pendek_sangat panjang 0,673

15. Alis sangat berantakan_sangat rapi 0,717

16. Mata tertutup_terbuka 0,716

17. Lingkaran mata makin kecil_lingkaran mata makin besar 0, 682

18. Telinga semakin tidak jelas_semakin jelas 0,766

19. Telinga sangat kecil_sangat besar 0,806

20. Hidung sangat pendek_sangat panjang 0,775

21. Hidung sangat kecil_sangat besar 0,698

22. Mulut semakin tidak jelas_semakin jelas 0,543

23. Mulut semakin tertutup_semakin terbuka -0,337

24. Leher semakin tidak jelas_semakin jelas 0,710

25. Leher sangat kecil_sangat besar 0,661

26. Leher sangat pendek_sangat panjang 0,739

27. Lengan sangat pendek_sangat panjang -0,029

28. Lengan menjauhi tubuh_mendekati tubuh 0,662

29. Tangan sangat kabur_sangat jelas 0,536

30. Tangan sangat kecil_sangat besar 0,583

31. Jari tangan sangat pendek_sangat panjang 0,739

33. Kaki sangat kecil_sangat besar 0,352

34. Kaki sangat pendek_sangat panjang 0,573

35. Jari kaki semakin tidak jelas_semakin jelas 0,794

Korelasi yang baik memiliki nilai ≥ 0,3. Berdasarkan hal tersebut, maka dari

35 dimensi yang ada hanya lima yang tergolong memiliki reliabilitas yang kurang

baik dan sebaiknya tidak digunakan, antara lain : Tipe garis sangat

samar-samar_sangat jelas (0,154), shading sangat lemah_sangat kuat (0,167), rambut

semakin tidak ditutupi_semakin ditutupi (0,031), mulut semakin tertutup_semakin

terbuka ( -0,337), dan lengan sangat pendek_sangat panjang ( -0,029). Korelasi yang

baik pada jawaban kedua psikolog tersebut, tentunya akan mempengaruhi reliabilitas

dimensi DAP yang akan digunakan oleh peneliti. Semakin tinggi korelasinya maka

semakin baik reliabilitasnya. Hal ini mendasari, dimensi yang memiliki nilai

reliabilitas yang baiklah yang dapat digunakan untuk dianalisis lebih lanjut, dimensi

itu sebanyak 30 dimensi

b. Pengecekan Asumsi Analisis Faktor

Asumsi yang hendak dicek oleh peneliti sebelum melakukan analisis faktor

adalah melihat apakah antara dimensi Draw-A-Person (DAP) saling berhubungan

statistika SPSS versi 17.00, peneliti mendeskripsikan hasil perhitungan analisis

faktor sebagai berikut:

1) Hasil KMO and Barlett’ Test

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana saja yang layak untuk

dimasukkan dalam analisis lanjut. Misalkan dalam tabel itu terdapat nilai KMO MSA

(Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling Adequency) lebih dari 0.5, maka peneliti

dapat melanjutkan proses analisis (Wahana Komputer, 2009). Berdasarkan hasil

analisis KMO MSA didapatkan nilai 0.665 yang memiliki nilai lebih besar daripada

0,5. Hal ini memiliki arti bahwa data ini dapat dilanjutkan dalam proses analisisnya.

2) Anti Image Correlation

Proses selanjutnya adalah melihat tabel Anti-image Matrics, untuk

menentukan variabel mana saja yang layak untuk digunakan dalam analisis lanjutan.

Variabel yang harus dipertahankan adalah variabel yang memiliki nila anti-image

correlation lebih dari 0,5 (Wahana Komputer, 2009). Di bawah ini merupakan

beberapa dimensi yang memiliki nilai Anti-image Matrics di bawah 0.5, yaitu :

Tabel 4.4

Nilai KMO MSA dibawah 0.5

No. Nama Nilai

____________________________________________________________________ 1. Penempatan gambar kanan_kiri 0,489

2. Hapusan sedikit_banyak 0,420

Dalam penelitian ini walaupun memiliki nilai KMO MSA lebih kecil dari 0,5

yang memiliki arti bahwa terdapat beberapa dimensi yang sebaiknya tidak

digunakan, tetapi peneliti tetap memasukkannya untuk diolah lebih lanjut. Hal ini

dikarenakan peneliti ingin melihat keterkaitan secara keseluruhan pada

dimensi-dimensi Draw-A-Person (DAP) terhadap Faktor 16 PF.

c. Ekstraksi Faktor

1) Scree Plot

Scree Plot adalah salah satu hasil yang diperoleh dari analisis faktor. Scree Plot

menunjukkan eigenvalue pada garis vertikal yang menunjukkan besarnya eigenvalue

yang diperoleh jika beberapa faktir tertentu diekstraksi. Garis horizontal

menunjukkan banyaknya faktor yang dapat diekstrak. Jumlah faktor yang terbentuk,

dapat diputuskan dengan melihat patahan pada garis di dalam Scree Plot. Jika garis

tersebut patahannya masih dapat cukup jelas terlihat, maka angka pada banyaknya

faktor yang terletak pada patahan garis tersebut merupakan jumlah faktor yang dapat

diekstrak (Anderso, Black, dan Hair, 1998) Berikut ini dapat kita lihat grafik Scree

Gambar 4.2

Hasil Scree Plot

Berdasarkan pada pernyataan di atas, dapat dilihat bahwa patahan garis yang

masih dapat terlihat dan tidak terlihat landai terletak pada angka 8. Dalam hal ini,

dapat disimpulkan bahwa faktor yang dapat dieksrtaksi berkisar sebanyak 8.

2) Percentage of Variance Criterion

Hasil percentage of Variance terdapat dalam output Total Variance Explained.

Dalam Percentage of Variance, faktor-faktor yang memiliki presentasi variansi yang

lebih besar diekstrak terlebih dahulu lalu dilanjutkan sampai sejumlah faktor yang

Berdasarkan tabel output Total Variance Explained, ditarik kesimpulan bahwa

jumlah faktor yang signifikan dan dapat diekstrak terdapat 30 buah. Faktor kesatu

hingga Faktor ketujuh memiliki Percentage of Variance di bawah 60%. Hal ini

berarti, banyaknya variasi variabel-variabel yang dianalisis yang dapat dijelaskan

oleh tujuh faktor sebesar 58,085%

Total Variance Explained yang dianggap signifikan dan sesuai dengan kriteria

ideal yang ditetapkan oleh Hair, Anderson, tattham, dan Black (1995) yaitu minimal

sebesar 60% sehingga menunjukkan hasil analisis faktor yang baik. Berdasarkan

hasil tabel output Total Variance Explained maka Faktor kesatu hingga kesembilan

tidak menunjukkan hasil analisis faktor yang kurang baik. Lain halnya dengan Faktor

kesepuluh yang dipilih karena faktor ini memiliki Percentage of Variance yang

mendekati 60% yaitu sebesar 62,548%. Hal ini berarti peneliti dapat menggunakan 8

faktor hasil analisis faktor yang baik.

3) Latent Root Criteria atau Eigenvalue

Safitri (2003) mengungkapkan bahwa faktor yang dianjurkan untuk dapat

digunakan adalah faktor yang memiliki Eigenvalues (total varians) minimal 1,00.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat 10 faktor yang mendapatkan

eigenvalue ≥ 1,00 (e = 1,042). Dari penjelasan tersebut, terdapat 10 faktor yang dapat

diungkap oleh Draw-A-Person (DAP).

d. Komponen Tiap Faktor

Dalam menentukan jumlah faktor yang dapat diekstraksi, maka peneliti harus

melakukan beberapa tahap:

1) Langkah pertama, peneliti harus melihat patahan garis yang masih dapat dilihat

dan tidak landai pada Grafik Scree Plot. Pada tahap ini, peneliti menemukan

faktor yang berkisar pada angka 8 faktor.

2) Langkah kedua, peneliti melihat tabel Total Variance Explained. Dimana

Percentage of Variance yang dianggap signifikan yaitu minimal sebesar 60%

sehingga menunjukkan hasil analisis faktor yang baik. Berdasarkan hasil tabel

output Total Variance Explained maka batas faktor yang akan digunakan

sebanyak 8 faktor dengan Percentage of Variance sebesar 62,548%.

3) Langkah ketiga , peneliti melihat Eigenvalue (total varians). Eigenvalue yang

dianggap baik adalah yang minimal memiliki skor Eigenvalue (total varians)

minimal 1,00. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa

faktor yang dapat diesktrak sebanyak 10. Hal ini dikarenakn faktor keduabelas

memiliki Eigenvalues (total varians) sebesar 1,042 dan skor Eigenvalues (total

varians) yang dimiliki faktor di bawah 10 adalah kurang dari 1,00.

Berdasarkan tiga perbandingan di atas, peneliti memilih untuk

menentukan banyaknya faktor sebanyak 8. Hal ini dikarenakan Faktor 8 masuk

60% yaitu 62,548%, dan memiliki Eigenvalue (total varians) lebih dari 1,00

yaitu 1,339. Berikut ini adalah beberapa kelompok dari masing-masing faktor :

Tabel 4.5

Faktor Draw-A-Person (DAP)

Faktor Dimensi Draw-A-Person (DAP)

Faktor I Tangan kabur_jelas (.681), jari tangan pendek_panjang (.902), jari tangan tumpul_runcing (.911)

________________________________________________________________________ Faktor II Leher tidak jelas_jelas (.866), leher kecil_besar (.784),

leher pendek_panjang (.917)

________________________________________________________________________

Faktor III Penempatan gambar kanan_kiri (.524), kepala besar_kecil (-.576), tangan kecil_besar (.376), kaki kecil_besar (.833),

kakipendek_panjang (.700)

________________________________________________________________________ _

Faktor IV Rambut kuarang_lebih(.644), rambut berantakan_rapi (.670), rambut berombak-lurus (.726), lengan menjauhi_mendekati tubuh (-.593)

________________________________________________________________________ Faktor V Ukuran figure kecil_besar (.313), hapusan sedikit_banyak (.368), mata tutup_buka (.846), lingkar mata kecil_besar (.804),

mulut tidak jekas_jelas (.476)

________________________________________________________________________ Faktor VI Tipe garis terputus-menyambung (.252), telinga tidak jelas_jelas (.841), telinga kecil_besar (.822)

________________________________________________________________________ Faktor VII Alis pendek_panjang (.856), alis berantakan_rapi (.830),

jari kaki tidak jelas_jelas (.265)

________________________________________________________________________ Faktor VIII Penempatan gambar bawah_atas (-.152), tipe garis tunggal_tumpuk (.184), hidung pendek_panjang (.871), hidung kecil_besar (,881) ________________________________________________________________________ _

e. Regresi Faktor-Faktor Faktor 16 PF dengan Draw-A-Person (DAP)

Berdasarkan hasil analisis regresi, peneliti mendapatkan beberapa Faktor

DAP yang berkorelasi dengan Faktor 16 PF. Dalam penentuan signifikansi korelasi

di dalam regresi ini, pertama kali peneliti memperhatikan signifikansi dari nilai F

nya terlebih dahulu. Nilai F ini menggambarkan hubungan semua Faktor DAP

dengan salah satu Faktor 16 PF. Jika nilai F memiliki p ≤ 0,05 maka korelasi

tersebut dinyatakan signifikan, tetapi jika p > 0,05 maka hubungan korelasi tersebut

dinyatakan tidak signifikan.

Beberapa dimensi yang masuk pada golongan masing-masing faktor memiliki

kesamaan karakter untuk interpretasi. Dimensi pada Faktor I memiliki kesamaan

dalam mengungkap agresi pada seseorang. Dimensi pada Faktor II memiliki

kesamaan dalam mengungkap kemampuan dalam mengontrol

dorongan-dorongan. Dimensi pada Faktor III memiliki kesamaan dalam mengungkap

kemampuan diri pada hubungan sosial. Dimensi pada Faktor IV memiliki

kesamaan dalam mengungkap ketegangan seseorang. Dimensi pada Faktor V

memiliki kesamaan dalam mengungkap keyakinan pada diri sendiri. Dimensi pada

Faktor VI memiliki kesamaan dalam mengungkap keraguan seseorang. Dimensi

pada Faktor VII memiliki kesamaan dalam mengungkap kesopanan. Dimensi pada

Faktor VIII memiliki kesamaan dalam mengungkap keinginan seseorang pada

Peneliti melakukan uji t pada tiap Faktor DAP untuk melihat signifikansi

korelasi tiap faktor tersebut dengan salah satu Faktor 16 PF. Ada 8 kali uji t untuk

setiap faktor DAP dengan Faktor 16 PF. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan

eror pada hasil regresi yang akan mempengaruhi signifikansi hubungan antara Faktor

16 PF dan dimensi DAP (Howell, 1982). Jika peneliti menggunakan p = 0,05 sebagai

taraf signifikansi awal, maka sebenarnya besarnya eror yang terjadi dapat dihitung

dengan rumus (4.1). Hasil perhitungan menunjukkan eror sebesar 0,3. Ini berarti

taraf signifikansi yang sebenarnya bukan 0,05 melainkan 0,3.

1-(1- )k = x ………(4.1)

Keterangan :

 = standar signifikansi awal

 = banyaknya uji regresi yang dilakukan  = taraf signifikansi yang sebenarnya

Peneliti perlu menghitung besarnya taraf signifikansi awal yang harus

ditetapkan agar taraf signifikansi yang sebenarnya menjadi 0,006. Untuk mendaptkan

taraf signifikansi ini, peneliti menggunakan rumus 4.2 yang merupakan turunan

rumus 4.1.

= 1 – (k√1 - x)………(4.2)

Keterangan :

 = taraf signifikansi awal

 = taraf signifikans yang sebenarnya  = banyaknya uji regresi yang dilakukan

Dari hasil perhitungan ditemukan = 0,006. Ini berarti taraf signifikansi awal

yang harus digunakan untuk mengarah signifikansi dari uji t adalah p = 0,006.

Berkaitan dengan beberapa keterangan mengenai penetapan signifikansi awal, maka

dapat dijelaskan hubungan antara Faktor 16 PF dengan Faktor Draw-A-Person

(DAP). Berikut penjelasannya :

1) Faktor A

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor A dari 16 PF

(F=1,240, p=0,278). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor A berhenti sampai

di sini dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu

demi satu.

2) Faktor B

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor B dari 16 PF

(F=0,671, p=0,716). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor B berhenti sampai

di sini dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu

demi satu.

3) Faktor C

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

p=0,752). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor C berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

4) Faktor E

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor E dari 16 PF (F=1,559,

p=0,140). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor E berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

5) Faktor F

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor F dari 16 PF (F=2,832, p=0,005).

Dimana signifikansinya memenuhi syarat (P ≤ 0,05), akan tetapi untuk tahap

selanjutnya tidak terdapat Faktor DAP yang memiliki signifikansi p ≤ 0,006.

6) Faktor G

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor G dari 16 PF (F=1,254,

p=0,270). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor G berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

7) Faktor H

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

p=0,307). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor H berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

8) Faktor I

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor

DAP tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor I dari 16 PF (F=1,910,

p=0,061). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor I berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

9) Faktor L

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor L dari 16 PF (F=0,520,

p=0,840). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor L berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

10) Faktor M

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor M dari 16 PF (F=0,970,

p=0,461). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor M berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

11) Faktor N

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor N dari 16 PF (F = 0,541,

dan tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi

satu.

12) Faktor O

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor O dari 16 PF (F = 1,698,

p = 0,101). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

13) Faktor Q1

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor Q1 dari 16 PF (F = 1,864,

p = 0,068). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

14) Faktor Q2

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan Faktor DAP

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Faktor Q2 dari 16 PF (F = 1,510,

p = 0,156). Hal ini membuat proses analisis pada Faktor berhenti sampai di sini dan

tidak perlu dilanjutkan untuk melihat signifikansi setiap Faktor DAP satu demi satu.

15) Faktor Q3

Berdasarkan pernyataan signifikansi, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan

signifikansinya memenuhi syarat (P ≤ 0,05). Paling tidak, ada satu Faktor DAP yang

berkorelasi signifikan dengan Faktor Q3 dari 16 PF.

Hubungan yang signifikan antara Faktor Q3 dengan Faktor VII (B = 0,069, T =

2,758, p = 0,006) , menghasilkan persamaan regresi :

Faktor Q3 = b0 + b1 x1 +b2 x2 ………..+ b10 x10

Dikarenakan hanya Faktor VII yang signifikan dengan Faktor Q3, maka :

Faktor Q3 = b0 + b7 . x

= 4,519 + 0,069 . x7

Keterangan :

 b0 = beta pada koefisien faktor Q3(constant)  b9 = beta pada koefsien Faktor VII

 x9 = jumlah total nilai dari dimensi-dimensi DAP yang menyusun Faktor VII (dari skala yang telah peneliti buat)

Persamaan tersebut memiliki arti, jika mendapatkan nilai tertentu di DAP, nilai

tersebut dapat ditransformasikan ke Faktor Q3 pada 16 PF.

16) Faktor Q4

Berdasarkan pernyataan signifikansi, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan

Faktor Q4 memiliki hubungan yang signifikan (F = 2,823, p = 0,006). Dimana

signifikansinya memenuhi syarat (P ≤ 0,05). Paling tida, ada satu Faktor DAP yang

Hubungan yang signifikan antara Faktor Q4 dengan Faktor I (B = -0,061, T = -3,513,

p = 0,001), menghasilkan persamaan regresi :

Faktor Q3 = b0 + b1 x1 +b2 x2 ………..+ b10 x10

Dikarenakan hanya Faktor I yang signifikan dengan Faktor Q4, maka :

Faktor Q4 = b0 + b1 . x1

= 6,936 + (- 0,061). x1

Keterangan :

 b0 = beta pada koefisien faktor Q4 (constant)  b9 = beta pada koefsien Faktor I

 x9 = jumlah total nilai dari dimensi-dimensi DAP yang menyusun Faktor I (dari skala yang telah peneliti buat)

Persamaan tersebut memiliki arti, jika mendapatkan nilai tertentu di DAP, nilai

tersebut dapat ditransformasikan ke Faktor Q4 pada 16 PF.

Dokumen terkait