BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Gambaran Umum Kabupaten Ngada
3. Analisis Sektor unggul berdasarkan hasil produksi
Pemerintahan Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, dan sektor Jasa lainnya.
3. Analisis Sektor unggul berdasarkan hasil produksi pertanian di
Tabel 4.30 Nilai LQ Sektor Pertanaian di Kabupaten Ngada yang dirincikan berdasarkan jenis komoditas tahun 2014-2015 Hasil
Komoditas
LQ Rata-rata Tahun 2012-2015
Aimere Jerebu'u Inerie Bajawa
LQ Ket LQ Ket LQ ket LQ Ket
Padi 0,762 non basis 0,820 non basis 1,723 basis 0,194 non basis Jagung 8,207 Basis 1,048 Basis 0,361 non basis 0,346 non basis Ubikayu 4,331 Basis 0,900 non basis 40,620 basis 0,164 non basis
Ubijalar 7,282 Basis 3,573 Basis 6,054 basis 0,938 non basis
Kedelai 0,000 non basis 0,250 non basis 1,029 basis 1,267 Basis Kacang Tanah 0,053 non basis 1,033 Basis 0,000 non basis 0,762 non basis Kacang Hijau 0,208 non basis 0,000 non basis 0,000 non basis 0,000 non basis
Kelapa 17,678 Basis 4,224 Basis 21,878 basis 0,001 non basis
Kopi 0,738 non basis 1,332 Basis 0,758 non basis 2,633 Basis Kemiri 0,596 non basis 8,709 Basis 1,133 basis 0,000 non basis
Cengkeh 12,994 Basis 3,461 Basis 4,077 basis 0,000 non basis
Jambu Mete 51,310 Basis 11,561 Basis 17,887 basis 0,531 non basis
Vanili 59,065 Basis 1,157 Basis 18,947 basis 0,031 non basis
Kakao 1,504 Basis 5,656 Basis 2,735 basis 0,027 non basis
Lada 2,297 Basis 33,091 Basis 2,389 basis 0,062 non basis
Pala 0,000 non basis 2,547 Basis 0,000 non basis 0,000 non basis Kapuk 0,000 non basis 0,000 non basis 0,000 non basis 0,000 non basis
Pinang 19,727 Basis 4,235 Basis 3,185 basis 0,000 non basis
Sirih 2.478,645 Basis 13,119 Basis 13,465 basis 0,052 non basis
Sapi 5,438 Basis 0,840 non basis 5,620 basis 0,376 non basis
Kerbau 1,354 Basis 0,331 non basis 0,733 non basis 0,668 non basis
Kuda 14,638 Basis 6,664 Basis 2,399 basis 5,322 Basis
Kambing 4,914 Basis 0,845 non basis 2,808 basis 0,676 non basis
Domba 9,760 Basis 7,390 Basis 30,744 basis 1,609 Basis
Babi 3,567 Basis 0,373 non basis 2,521 basis 0,255 non basis
Ayam Kampung 0,264 non basis 0,574 non basis 0,016 non basis 0,619 non basis
Itik 3,356 Basis 2,894 Basis 2,364 basis 3,915 Basis
Laut 14,239 Basis 17,928 Basis 239,884 basis 38,452 Basis
Darat 0,803 non basis 0,226 non basis 1,172 basis 3,240 Basis
Tabel Nilai LQ Sektor Pertanaian lajutan...
Hasil Komoditas
LQ Rata-rata Tahun 2012-2015
Soa Riung Ruiung Barat Wolomeze
LQ Ket LQ Ket LQ Ket LQ Ket
Padi 3,128 Basis 0,223 non basis 0,223 non basis 8,072 Basis
Jagung 1,575 Basis 0,166 non basis 0,166 non basis 15,159 Basis Ubikayu 0,544 non basis 0,156 non basis 0,156 non basis 6,923 Basis Ubijalar 0,545 non basis 0,039 non basis 0,039 non basis 3,366 Basis Kedelai 0,142 non basis 0,010 non basis 0,010 non basis 0,538 non basis Kacang
Tanah 1,176 Basis 0,125 non basis 0,125 non basis 3,997 Basis
Kacang Hijau 0,764 non basis 0,787 non basis 0,787 non basis 12,579 Basis Kelapa 0,086 non basis 0,939 non basis 0,939 non basis 0,478 non basis Kopi 0,369 non basis 0,007 non basis 0,007 non basis 1,528 Basis Kemiri 0,401 non basis 0,341 non basis 0,341 non basis 3,352 Basis Cengkeh 0,610 non basis 0,000 non basis 0,000 non basis 5,051 Basis Jambu Mete 0,387 non basis 2,220 Basis 2,220 basis 2,330 Basis
Vanili 0,959 non basis 1,891 Basis 1,891 basis 2,398 Basis
Kakao 1,122 Basis 0,148 non basis 0,148 non basis 4,236 Basis
Lada 5,612 Basis 0,937 non basis 0,937 non basis 15,273 Basis
Pala 1,563 Basis 0,099 non basis 0,099 non basis 19,013 Basis
Kapuk 207,356 Basis 96,798 Basis 96,798 basis 0,006 non basis
Pinang 1,267 Basis 0,128 non basis 0,128 non basis 0,000 non basis Sirih 1,986 Basis 0,201 non basis 0,201 non basis 12.809,740 Basis Sapi 0,939 non basis 0,636 non basis 0,636 non basis 2,611 Basis Kerbau 1,264 Basis 0,745 non basis 0,745 non basis 8,602 Basis
Kuda 7,141 Basis 1,986 Basis 1,986 basis 2,907 Basis
Kambing 1,430 Basis 0,663 non basis 0,663 non basis 1,935 Basis
Domba 11,986 Basis 10,039 Basis 10,039 Basis 17,479 Basis
Babi 0,468 non basis 0,132 non basis 0,132 non basis 0,787 non basis Ayam
Kampung 0,487 non basis 0,688 non basis 0,688 non basis 0,040 non basis
Itik 2,508 Basis 3,852 Basis 3,852 Basis 2,159 Basis
Laut 27,386 Basis 12,145 Basis 12,145 Basis 39,502 Basis
Darat 1,073 Basis 0,064 non basis 0,064 non basis 2,998 Basis
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2016
Dari tabel hasil analisis diatas, dapat dijelaskan bahwa komoditas pertanian tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Ngada terdiriatas 4 sub sektor pertanaian yaitu subsektor pertanian tanaman pangan, subsektor pertanian tanaman perkebunan , sub sektor pertanian peternakan dan sub sektor pertanian perikanan tangkap dengan jenis komoditas yang cukup bervariasi. Jumlah komoditas sub sektor pertanian berdasarkan Hasil analisis memperlihatkan bahwa peringkat pertama dengan jumlah terbanyak komoditas basis sub sektor pertanian berada di Kecamatan Wolomeze dengan jumlah 23 komoditas basis, peringkat kedua berada di Kecamatan Golewa Selatan dengan jumlah 22 komoditas basis sub sektor pertanian.
Selanjutnya peringkat ketiga berada di Kecamatan Aimere dengan jumlah 21 komoditas basis sub sektor pertanian, peringkat keempat berada di Kecamatan Golewa dengan jumlah 20 komoditas basis sub sektor pertanian, peringkat kelima berada di Kecamatan aimere Selatan dengan jumlah 19 komoditas basis sub sektor pertanian, peringkat kelima berada di Kecamatan Jerebuβu dengan jumlah 18 komoditas basis sub sektor pertanian, peringkat keenam berada di Kecamatan Bajawa Utara dengan jumlah 17 komoditas basis sub sektor pertanian, peringkat ketuju berada di Kecamatan Soa dan Golewa Barat dengan jumlah 17 komoditas basis sub sektor pertanian.
Sedangkan kecamatan yang merupakan wilayah dengan jumlah komoditas basis subsektor pertanian paling sedikit dibandingkan dengan kecamatan yang lain, yaitu kecamatan riung hanya sebanyak 11 komoditas dan kecamatan riung barat, Kecamatan Riung dan Bajawa dengan jumlah 7 komoditas basis sub sektor pertanian. Hal ini menyatakan bahwa pertumbuhan total wilayah pada dua titik waktu yang menunjukkan dinamika sektor pertanaian wilayah. Subsektor tanaman pangan tanaman, perekebuan, peternakan dan perikanan tangkap rakyat mengalami pertumbuhan yang lambat di Kabupaten ngada. Hal ini terlihat dari hasil perhitung nilai LQ empat tahun terahir kempat subsektor tersebut masih bayak komoditas yang masuk kategori komoditas non basis.
D. Arahan Pengembangan Pembangunan di Kabupaten Ngada
Berdasarkan hasil penelitian dapat dibuat beberapa rekomendasi atau sebagai arahan pengembangan pembangunan di Kabupaten Ngada, khususnya kebijakan pembangunan dalam hal perencanaan pembangunan fasilitas sarana sosial ekonomi dan sektor unggulan yang diharapkan atau bertujuan untuk:
1. Melakukan pemerataan pembangunan sehingga diharapkan tidak terjadi pemusatan hanya pada Kecamatan tertentu dan mengurangi timbulnya kesenjangan antar wilayah.
2. Pemanfaatan sumber daya yang ada pada masing-masing wilayah untuk mendukung kegiatan pembangunan baik sumber daya
manusia maupun sumber daya alamnya dengan memegang teguh aspek kelestarian pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan .
3. Pembangunan fasilitas sarana sosial ekonomi dan sektor unggulan yang memadai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penduduk sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk tersebut.
4. Memberikan arahan pembangunan bagi pihak yang akan melakukan pengembangan Daerah dengan menggunakan aturan-aturan menurut rencana tata ruang kota yang ada, sehingga sasaran pembangunan yang akan dilakukakan dapat berjalan sesuian rencana.
Berikut akan dipaparkan arahan pengembangan pembangunan wilayah masing-masing kecamatan di Kabupaten Nagada dengan mempertimbangkan faktor jumlah fasilitas sarana sosial ekonomi, kependudukan dan aksesibilitas wilayah yang berdasarkan keterangan dari hasil perhitungan indeks pekembangan wilayah pada masing-masing kecamatan yang telah diperoleh keterangan dan menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki klasifikasi rendah berada pada prioritas I, klasifikasi sedang berada pada prioritas II, dan klasifikasi tinggi berada pada prioritas III.
Tabel 4.31Skala Prioritas Arahan Pengembangan Pembangunan Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada
No Kecamtan Indek Perkembangan Wilayah
Prioritas Nilai Klasifikasi
1 Aimere 33
Sedang II
2 Jerebuu 29
3 Inerie 27 Rendah I
4 Bajawa 47
Tinggi III
5 Golewa 41
6 Golewa Selatan 32
Sedang II
7 Golewa Barat 33
8 Bajawa Utara 26 Rendah I
9 Soa 41 Tinggi III
10 Riung 28 Sedang II
11 Riung Barat 24
Rendah I
12 Wolomeze 22
Sumber:Hasil Komposit Penulis 2016
Berdasarkan Tabel 4.21 terlihat bahwa, arahan pengembangan pembangunan menurut kecamatan di Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi 3 prioritas, yaitu:
a. Prioritas I adalah kecamatan dengan tingkat perkembangan Terbelakang yaitu Kecamatan Inerie, Bajawa Utara, Riung Barat dan Wolomeze. yang sebaiknya diprioritaskan Pembagunan fasilitas sarana sosial ekonomi dan aksesibilitas seperti Pengembangan pasar/outle, perluasan pelayanan jaringan listrik pengembangan fasilitas kesehatan, Jalan penghubung desa dan kota, peningkatan perkerasan dan pelebaran jalan di Kecamatan Jerebuu, Riung barat, Riung, Wolomeze. Serta jaringan jalan rusak pada masing - masing kecamatan lainnya. Pengembangan Jalan tembus Benteng tawa - Riung barat. agar dapat terciptanya pemerataan pembagunan untuk
menghidari terjadi pemusatan aktifitas atau pertumbuhan sektor yang hanya pada wilayah tertentu.
b. Prioritas II adalah kecamatan dengan tingkat perkembangan Menengah yaitu meliputi Kecamatan Aimere, Golewa Selatan, Jerebuu, Riung dan Golewa Barat, yang sebaiknya diarahkan untuk meningkatkan pengembangan pembambagunan aksesibiltas, dan fasilitas Kesehatan seperti, perbaikan kerusakan dan pelebaran jalan di riung, pengembangan dan penambahan fasilitas kesehatan di Riung, Pengembangan pelabuhan Pengembangan kawasan industri, Pengembangan Kawasan pariwisata, agar dapat menciptakan.
pemerataan pembagunan serta tingkatkan perekonomian masyarakat c. Prioritas III adalah kecamatan dengan tingkat perkembangan Tinggi
yaitu meliputi Kecamatan Bajawa, Golewa, dan Soa, yang sebaiknya memperbaki pembagunan sarana ekonomi,dan aksesibilitas seperti peningkatan pelayanan terminal di kota bajawa menjadi kelas B, pengembangan terminal kelas C di Golewa, pengembangan pasar, pengembangan trasportasi udara di Soa , agar dapat tercipta pemerataan pembagunan di Kabupaten Ngada serta dapat mendorong pertumbuhan di sektor Pertanian Penyediaan Akomodasi Makan Minum, Sektor Jasa Keuangan Asuransi dan Industri Pengolahan dan sub sektor pertanian non basis dari masing-masing komoditas.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat Perkembangan Wilayah di Kabupaten Ngada tahun 2016 memperlihatkan bahwa tingkat perkembangan Wilayah Kecamatan Bajawa, Golewa dan Soa merupakan Kecamatan yang paling berkembang hal ini disebabkan Kota Kabupaten terletak di Kecamatan Bajawa dan kecamatan Golewa, dan Soa merupakan Kecamatan yang berdekatan dengan kota kabupaten hal ini dipengaruhi juga oleh jumlah sarana sosial ekonominya yang tinggi. Sedangkan wilayah dengan tingkat perkembangan yang rendah/menengah berada di Kecamatan Aimere, Golewa selatan, Golewa Barat, Jerebuu dan Kecamatan Riung dengan nilai indeks perkembangan 34-48. hal ini disebabkan kondisi perumaha, sarana pendidikan, kesehatan, aksesibilitas, KK dan ekonomi mendapatkan nilai yang cukup rendah diantara 3 Kecamatan yaitu Bajawa Golewa dan Soa. Selanjutnya Kecamatan Inerie, Bajawa Utara, Wolemeze dan Kecamatan Riung Barat termasuk dalam kelompok kecamatan yang memiliki tingkat perkembangan yang
118
relatif terbelakang dengan nilai total indeks perkembanganya sebesar 27-32. disebabkan karena tingkat perkebangan sarana sosial ekonomi masih sangat rendah, yang didominasi oleh sarana ekonomi dan aksesibilitas.
Sedangan tingkat perkembangan wilayah berdasarkan fungsi pusat pelayanan di Kabupaten Ngada belum menyebar secara merata atau masih terdapat wilayah terbelakang,yang didominasi oleh pusat pelayanan Kawasan (PPK) artinya bahwa Kabupaten Ngada belum berhasil dalam pengembangan pusat pelayanan kawasan (PPK) secara merta keseluru Kecamatan -Kecamatan yang masuk dalam Pusat pelayanan Kawasan, sedangkan pusat kegiatan lokal (PKL) masuk dalam klasifikasi fungsi pusat pelayanan berkembang.
2. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan , Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Sektor Pengadaan Air, Sektor Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Sektor Konstruksi Jasa Keuangan dan Asuransi, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib merupakan sektor ekonomi basis Kabupaten Ngada Artinya bahwa sektor tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan internal di Kabupaten Ngada serta berpotensi untuk di ekspor
ke luar wilayah dengan komoditas sektor pertanian Ternak kuda, tanaman kopi, perikanan laut,Tanaman Lada, Ternak Itik, Tanaman Kelapa, Tanaman Ubikayu, Tanaman Jambu Mente, dan Tanaman Kapuk
3. Arahan pengembangan pembangunan di Kabupaten Ngada dapat diarahkan dengan 3 tahap yaitu:
a. Prioritas I adalah Pembagunan fasilitas sarana sosial ekonomi dan aksesibilitas di 4 KecamatanInerie, Bajawa Utara, Riung Barat dan Wolomeze seperti Pengembangan pasar/outle, perluasan pelayanan jaringan listrik pengembangan fasilitas kesehatan, Jalan penghubung desa dan kota, peningkatan perkerasan dan pelebaran jalan di Kecamatan Jerebuu, Riung barat, Riung, Wolomeze. Serta jaringan jalan rusak pada masing - masing kecamatan lainnya.
Pengembangan Jalan tembus Benteng tawa - Riung barat.
b. Prioritas II adalah pembambagunan aksesibiltas, dan fasilitas sosial ekonomi seperti,perbaikan dan perluasan pasar, perbaikan kerusakan dan pelebaran jalan di riung, pengembangan dan penambahan fasilitas kesehatan di Riung, Pengembangan pelabuhan Pengembangan kawasan industri, dan Pengembangan Kawasan pariwisata. agar dapat tingkatkan perekonomian masyarakat wilyah tersebut dengan memanfaatkan sektor
basis di 5 kecamatan, Aimere, Golewa Selatan, Jerebuu, Riung dan Kecamatan Golewa Barat.
c. Prioritas III adalah pembagunan aksesibiltas dan sarana ekonomi seperti peningkatan pelayanan terminal di kota bajawa menjadi kelas B, pengembangan terminal kelas C di Golewa, pengembangan pasar, pengembangan trasportasi udara di Soa untuk meningkatkan sektor Pertanian Penyediaan Akomodasi Makan Minum, Sektor Jasa Keuangan Asuransi dan Industri Pengolahan dan sub sektor non basis pertanian dari masing-masing komoditas di 3 Kecamatan Bajawa, Golewa, dan Soa.
B. Saran
Dari kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti memberikan saran antara lain:
1. Perlu dilakukan upaya pemberdayaan aktivitas yang mampu meningkatkan perekonomian lokal wilayah yang berbasis potensi sumberdaya dan menciptakan keterkaitan antar sektor basis disatu kecamatan maupun keterkaitan antar sektor komoditas unggulan dengan kecamatan disekitarnya. Kegiatan investasi juga diharapkan agar diarahkan pada sektor ungulan sehingga akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
2. Untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, Kecamatan β kecamatan dengan perkembangan wilayah sangat berkembang dan menengah
perlu didorong menjadi wilayah inti dan pusat pertumbuhan melalui peningkatan sarana pelayanan sehingga mampu memberikan multiplier effect bagi perkembangan wilayah di sekitarnya.
Kecamatan dengan perkembangan wilayah keterbelakang sebagai hinterland perlu didorong menjadi wilayah penghasil produk-produk pertanian yang optimal. Untuk mendorong peningkatan PDRB, hampir di semua kecamatan perlu dilakukan peningkatan efisiensi jumlah sarana prasarana jalannya.
3. Penanganan aksesibilitas di Kabupaten Ngada disarankan dilaksanakan berdasarkan prioritas yang diperoleh dan tahapan prioritasnya secara berkelanjutan sesuai anggaran yang tersedia, agar diperoleh hasil yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi setiap wilayah dan kepuasan masyarakat di masing β masing wilayah.
4. Penelitian lebih lanjut oleh pemerintah daerah Kabupaten Ngada perlu dilakukan terkait arahan pembagunan atau pengembangan wilayah dengan penetapan pertimbangan perencanaan berdasarkan wilayah yang kurang berkembang lebih di prioritaskan untuk ditangani jaringan jalannya agar diperoleh tingkat perkembangan wilayah yang merata dan seimbang di setiap kecamatan.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, Rahardjo. 2010. Pembangunan Kawasan dan Tata Ruang.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
___________________. 2012. Analisis Tata Ruang Pembangunan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Anwar, Khoirul. 2011. Pemanfaatan Data Citra Penginderaan Jauh Untuk Analisis Aksesibilitas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kudus, Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial UNNES.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bintarto, 1988. Interaksi Desa Kota dan Permasalahannya. Jakarta:
Ghalia Indonesia.
BPS Kabupaten Ngada. 2016. Kabupaten Ngada Dalam Angka 2015.
Ngada.
__________________. 2016. PDRB Kabupaten Kudus 2015. Ngada.
Budiharjo, Eko. 1995. Pendekatan Sistem dalam Tata Ruang Pembangunan Daerah Untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1989. Jakarta: Diperbanyak Oleh Balai Pustaka
Gomareuzzaman, Muammar. 2009. Analisis Perkembangan Wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Mantra, Ida Bagoes. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyanto, H. R. 2008. Prinsip-prinsip Pengembangan Wilayah.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Mutaβali, Luthfi. 2003. Analisis Ekonomi Wilayah Kabupaten-Kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo. Prosiding Lokakarya Nasional.
Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
123
Paramita, Manggaraini Ratna. 2008. Pemantauan Teknik Penginderaan Jauh dalam Pendugaan Nilai Koefisien Aliran Permukaan Sub DAS Kripik Semarang, Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial UNNES.
Purwanto, Dwi. 2004. Evaluasi Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi Penduduk Di Kabupaten Sleman, Skripsi. Yogyakarta:
Fakultas Geografi UGM.
Rohman, Arief. 2004. Kesenjangan Kondisi Sosial Ekonomi Wilayah Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Skripsi.
Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Rustiadi, Ernan dkk. 2011. Perncanaan dan Pengembangan Wilayah.
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Tarigan, Robinson. 2005. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
________________. 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Tika, Moh. Pabundu. 2005. Metode Penelitian Geografi. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Yunus, Hadi Sabari. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
__________________. 2005. Manajemen Kota : Perspektif Spasial.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Tabel Produk Domestik Regional Bruto Kabuapen Ngada Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011 - 2015 (Juta Rp)
Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 572.800,07 606.112,97 628.730,42 652.997,06 677.360,41 B Pertambangan dan Penggalian 24.290,72 26.253,32 27.514,83 28.720,35 30.109,69
C Industri Pengolahan 21.629,19 23.060,89 23.953,49 24.994,05 26.003,62
D Pengadaan Listrik dan Gas 441,71 467,67 513,41 568,88 618,92
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 2.110,64 2.118,37 2.222,82 2.269,37 2.325,15 F Konstruksi/Construction 203.801,21 218.228,81 225.697,92 235.615,01 245.854,14 G Perdagangan Besar dan Eceran 126.116,52 132.979,22 142.317,38 150.181,88 159.540,95 H Transportasi dan Pergudangan 72.616,91 75.074,46 78.403,14 82.410,74 86.271,63 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 6.517,75 6.849,46 7.478,47 7.938,25 8.493,90 J Informasi dan Komunikasi 77.851,66 83.144,89 91.200,84 97.281,00 104.406,99 K Jasa Keuangan dan Asuransi 77.175,60 85.040,35 93.963,18 101.864,30 108.923,85
L Real Estat 30.718,03 32.616,83 34.183,61 35.506,08 37.065,36
M,N Jasa Perusahaan 840,85 871,92 907,69 935,18 964,72
O
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 269.945,71 288.487,61 305.106,25 321.510,22 340.973,67
P Jasa Pendidikan 22.926,66 23.683,08 25.700,74 27.362,67 28.246,18
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 23.180,62 23.944,16 24.464,78 25.137,30 25.726,25
R Jasa lainnya 12.763,87 12.852,97 12.936,76 13.287,92 13.621,76
Produk Domestik Regional Bruto 1.545.727,72 1.641.787,00 1.725.295,73 1.808.580,24 1.896.507,18
Sumber:BPS Kabupaten Ngada Tahun 2016 125
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011 - 2015 (Juta Rp
Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 14.244.976,80 14.669.948,10 15.069.630,20 15.610.964,60 16.067.626,20 B Pertambangan dan Penggalian 664.143,70 705.179,30 740.639,10 780.665,30 830.760,70
C Industri Pengolahan 587.146,60 622.392,40 652.631,70 674.620,80 709.889,60
D Pengadaan Listrik dan Gas 25.370,80 27.776,90 29.844,30 34.109,90 37.587,20
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 33.397,70 35.023,10 37.354,30 39.153,90 39.965,50 F Konstruksi/Construction 4.834.570,40 5.178.453,70 5.450.012,50 5.733.391,50 6.032.814,70 G Perdagangan Besar dan Eceran 5.090.748,40 5.422.061,70 5.825.755,80 6.121.599,30 6.494.621,60 H Transportasi dan Pergudangan 2.296.963,60 2.402.908,80 2.536.165,60 2.702.256,70 2.850.508,70 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 263.412,10 279.065,60 299.560,30 318.293,60 337.927,50 J Informasi dan Komunikasi 3.756.156,40 4.023.034,10 4.268.913,30 4.595.314,30 4.923.562,10 K Jasa Keuangan dan Asuransi 1.561.621,80 1.730.922,70 1.933.750,00 2.058.287,30 2.176.828,10
L Real Estat 1.235.446,20 1.311.293,90 1.383.084,20 1.402.817,90 1.456.810,50
M,N Jasa Perusahaan 135.154,30 143.028,50 150.346,00 157.716,10 164.983,10
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 5.571.012,70 5.968.136,00 6.405.820,00 6.785.670,30 7.266.516,70 P Jasa Pendidikan 3.986.444,50 4.216.869,70 4.490.436,30 4.770.352,00 5.001.580,60 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 990.410,50 1.045.594,60 1.108.218,20 1.148.837,30 1.212.281,40
R Jasa lainnya 1.057.150,70 1.081.498,50 1.123.026,80 1.172.220,50 1.215.833,80
Produk Domestik Regional Bruto 46.334.127,50 48.863.187,50 51.505.188,60 54.106.271,20 56.820.098,00
Sumber:BPS Propinsi NTT Tahun 2016
126
Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3.990.470,2 4.139.239,4 4.210.426,9 4.281.414,5 4.378.739,9 B Pertambangan dan Penggalian 169.223,8 179.288,0 184.258,9 188.306,7 194.641,6
C Industri Pengolahan 150.681,9 157.486,4 160.409,7 163.875,0 168.098,3
D Pengadaan Listrik dan Gas 3.077,2 3.193,8 3.438,2 3.729,9 4.001,0
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 14.704,0 14.466,6 14.885,6 14.879,3 15.030,8 F Konstruksi/Construction 1.419.801,9 1.490.318,3 1.511.434,1 1.544.824,0 1.589.303,6 G Perdagangan Besar dan Eceran 878.603,6 908.135,7 953.058,6 984.676,5 1.031.339,2 H Transportasi dan Pergudangan 505.893,1 512.695,1 525.043,3 540.331,0 557.695,8 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 45.406,6 46.776,0 50.081,1 52.047,6 54.908,1 J Informasi dan Komunikasi 542.361,6 567.809,4 610.745,8 637.828,7 674.930,3 K Jasa Keuangan dan Asuransi 537.651,7 580.753,8 629.244,4 667.879,4 704.129,1
L Real Estat 214.000,3 222.745,4 228.917,8 232.797,8 239.605,9
M,N Jasa Perusahaan 5.857,9 5.954,5 6.078,5 6.131,5 6.236,4
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1.880.604,3 1.970.126,6 2.043.208,9 2.108.001,1 2.204.195,8
P Jasa Pendidikan 159.720,9 161.735,4 172.110,5 179.405,0 182.595,0
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 161.490,2 163.518,4 163.833,6 164.814,2 166.305,2
R,S,T,U Jasa lainnya 88.920,8 87.774,9 86.633,8 87.123,1 88.056,8
Produk Domestik Regional Bruto 10.922.229,1 11.372.698,1 11.717.657,5 12.025.670,0 12.431.911,8
Sumber : BPS Kab. Ngada tahun 2016 127
Tabel Jumlah Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2015
Sektor Lapangan Usaha
Jumlah Penduduk Pertahun
2011 2012 2013 2014 2015
Pertanian, kehutanan, perburuan
dan perikanan 23,904 25,962 36,143 42,456 43,940
Pertambangan dan Penggalian 946 978 1022 11,69 1137
Bangunan 1187 218,7 21, 81 22, 78 2311
Perdagangan besar, eceran, rumah
makan, dan hotel 618 926 1534 1629 12392
Industri pengolahan 10,97 12, 82 15,34 18,23 1866
Listrik, gas, dan air,sampah dan
Limbah 44,82 45,56 45,98 52,48 5508
Angkutan, pergudangan, dan
Komunikasi 14,89 19,96 25,01 39, 08 4046
Keuangan, asuransi, usaha Persewaan bangunan, tanah dan Jasa Perusahaan,
349 486 645 751 891
jasa kemasyarakatan, sosial, dan
perorangan 104,68 105,73 106,18 112,35 11350
Total 42140 46246 48476 68147 70388
Sumber:BPS Kabupaten Ngada 2016
Tahun 2011 2012 2013 2014 2015
(1) PDRB Total 46.334.127,50 48.863.187,50 51.505.188,60 54.106.271,20 56.820.098,00 (2) Jumlah Penduduk 4.788.618 4.871.227 4.953.967 5.036.897 5.120.061
PDRB Perkapita
(1)/(2)*1000000 9.675.887,18 10.030.981,41 10.396.756,50 10.741.984,84 11.097.543,17 Sumber : BPS Propinsi Nusa Tenggara Timur. tahun 2016
a. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan LQ tahun 2011 = 572.800,07/1.545.727,72
14.244.976,80/46.334.127,50=1,21 LQ tahun 2012 = 606.112,97/1.641.787,00
14.669.948,10/48.863.187,50=1,23 LQ tahun 2013 = 628.730,42/1.725.295,73
15.069.630,20/51.505.188,50=1,25 LQ tahun 2014 = 652.997,06/1.808.580,24
15.610.964,60/54.106.271,20=1,25 LQ tahun 2015 = 677.360,41/1.896.507,18
16.067.626,20/56.820.098,00=1,26 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 1,24
b. Sektor pertambangan dan penggalian LQ tahun 2011 = 24.290,72/1.545.727,72
664.143,70/46.334.127,50=1,10 LQ tahun 2012 = 26.253,32/1.641.787,00
705.179,30/48.863.187,50=1,11 LQ tahun 2013 = 27.514,83/1.725.295,73
740.639,10/51.505.188,50=1,11 LQ tahun 2014 = 28.720,35/1.808.580,24
780.665,30/54.106.271,20=1,10 LQ tahun 2015 = 30.109,69/1.896.507,188
830.760,70/56.820.098,00=1,09 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 1,10
Formulasi : Location Quotient LQ = ππ ππ = ππ π
π π = ππ π Dimana
LQ = Sektor Basis
Si = Besaran dari sektor i di wilayah Kabupaten Ngada pada tahun tertentu.
Ni = Besaran total untuk semua sektor kegiatan usaha di Kabupaten Ngada pada tahun tertentu.
S = Besaran dari sektor i di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun tertentu.
N = Besaran total untuk seluruh sektor kegiatan usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun tertentu.
LQ tahun 2011 =
587.146,60/46.334.127,50=1,10 LQ tahun 2012 = 23.060,89/1.641.787,00
622.392,40/48.863.17,50=1,10 LQ tahun 2013 = 23.953,49/1.727.295,73
652.631,70/51.505.188,60=1,10 LQ tahun 2014 = 24.994,05/1.808.580,24
674.620,80/54.106.271,20=1,11 LQ tahun 2015 = 26.003,62/1.896.507,18
709.889,60/56.820.098,00=1,10 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 1,10
d. Sektor pengadaan listrik, dan Gas LQ tahun 2011 = 441 ,71/1.545.727,72
25.370,80/46.334.127,50=0,52 LQ tahun 2012 = 467,67/1.641.787,00
27.776,90/48.863.17,50=0,50 LQ tahun 2013 = 513 ,41/1.727.295,73
29.844,30/51.505.188,60=0,51 LQ tahun 2014 = 568 ,88/1.808.580,24
34.109,90/54.106.271,20=0,50 LQ tahun 2015 = 618,92/1.896.507,18
37.57,20/56.820.098,00=0,49 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 0,51
e. Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang LQ tahun 2011 = 2.110,64/1.545.727,72
33.397,70/46.334.127,50=1,89 LQ tahun 2012 = 2.118,37/1.641.787,00
35.023,10/48.863.17,50=1,80 LQ tahun 2013 = 2.222,82/1.727.295,73
37.354,30/51.505.188,60=1,78 LQ tahun 2014 = 2.269,37/1.808.580,24
39.153,90/54.106.271,20=1,73 LQ tahun 2015 = 2.325,15/1.896.507,18
39.965,50/56.820.098,00=1,74 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =1,79
LQ tahun 2011 =
4.834.570,40/46.334.127,50=1,26 LQ tahun 2012 = 218.2288 ,81/1.641.787,00
5.178.453,70/48.863.17,50=1,25 LQ tahun 2013 = 225.697,92/1.727.295,73
5.450.012,50/51.505.188,60=1,24 LQ tahun 2014 = 235.615,01/1.808.580,24
5.733.391,50/54.106.271,20=1,23 LQ tahun 2015 = 245.854,14/1.896.507,18
6.032.814.,70/56.820.098,00=1,22 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =1,24
g. Sektor perdagangan besar dan eceran LQ tahun 2011 = 126.116,52/1.545.727,72
5.090.748,40/46.334.127,50=0,74 LQ tahun 2012 = 132.979,22/1.641.787,00
5.422.061,70/48.863.187,50=0,73 LQ tahun 2013 = 142.317,38/1.725.295,73
5.825.755,80/51.505.188,60=0,73 LQ tahun 2014 = 150.181,88/1.808.580,24
6.121.599,30/54.106.271,20=0,73 LQ tahun 2015 = 159.540,95/1.896.507,18
6.494.621,60/175.36276 ,23=0,74 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,73
h. Sektor transportasi dan pergudangan LQ tahun 2011 = 72.616,91/1.545.727,72
2.296.963,60/46.334.127,50=0,95 LQ tahun 2012 = 75.074,46/1.641.787,00
2.402.908,80/48.63.187,50=0,93 LQ tahun 2013 = 78.403,14/1.725.295,73
2.536.165,50/51.505.188,60=0,92 LQ tahun 2014 = 82.410,74/1.808.580,24
2.702.256,70/54.106.271,20=0,91 LQ tahun 2015 = 86.271,63/1.896.507,18
2.850.508,70/56.820.098,00=0,91 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,92
LQ tahun 2011 =
263.412,10/46.334.127,50=0,74 LQ tahun 2012 = 6.849,46/1.641.787,00
279.065,60/48.863.187,50=0,73 LQ tahun 2013 = 7.478,47/1.725.295,73
299.560,30/51.505.188,50=0,75 LQ tahun 2014 = 7.938,25/1.808.580,24
318.293,60/54.106.271,20=0,75 LQ tahun 2015 = 8.493,90/1.896.507,18
337.927,50/56.820.098,00=0,75 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,74
j. Sektor Informasi dan Komunikasi LQ tahun 2011 = 77.851,66/1.545.727,72
3.756.156,40/46.334.127,50=0,62 LQ tahun 2012 = 83.144,89/1.641.787,00
4.023.084,10/48.863.187,50=0,62 LQ tahun 2013 = 91.200,84/1.725.295,73
4.268.913,30/51.505.188,50=0,64 LQ tahun 2014 = 97.281,00/1.808.580,24
4.595.314,30/54.106.271,20=0,63 LQ tahun 2015 = 104.406,99/1.896.507,18
4.923.562,10/56.820.098,00=0,64 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,63
k. Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi LQ tahun 2011 = 77.175,60/1.545.727,72
1.561.621,80/46.334.127,50=1,48 LQ tahun 2012 = 85.040,35/1.641.787,00
1.730.922,70/48.863.187,50=1,46 LQ tahun 2013 = 93.963,18/1.725.295,73
1.933.750,00/51.505.188,50=1,45 LQ tahun 2014 = 101.864,30/1.808.580,24
2.058.287,30/54.106.271,20=1,48 LQ tahun 2015 = 108.923,85/1.896.507,18
2.176.828,10/56.820.098,00=1,50 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =1,47
LQ tahun 2011 =
1.235.446,20/46.334.127,50=0,75 LQ tahun 2012 = 32.616,83/1.641.787,00
1.311.293,90/48.863.187,50=0,74 LQ tahun 2013 = 34.183,61/1.725.295,73
1.383.084,20/51.505.188,50=0,74 LQ tahun 2014 = 35.506,08/1.808.580,24
1.402.17,90/54.106.271,20=0,76 LQ tahun 2015 = 37.065,36/1.896.507,18
1.456.810,50/56.820.098,00=0,76 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,75
m. Sektor Jasa Perusahaan
LQ tahun 2011 = 840,85/1.545.727,72
135.154,30/46.334.127,50=0,19 LQ tahun 2012 = 871,92/1.641.787,00
143.028,50/48.863.187,50=0,18 LQ tahun 2013 = 907,69/1.725.295,73
150.346,00/51.505.188,50=0,18 LQ tahun 2014 = 935,18/1.808.580,24
175.716,10/54.106.271,20=0,18 LQ tahun 2015 = 964,72/1.896.507,18
164.983,10/56.820.098,00=0,18 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 =0,18
n. Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib LQ tahun 2011 = 269.945,71/1.545.727,72
5.571.012,70/46.334.127,50=1,45 LQ tahun 2012 = 288.487,61/1.641.787,00
5.968.136,00/48.863.187,50=1,44 LQ tahun 2013 = 305.106,25/1.725.295,73
6.405.820,00/51.505.188,50=1,42 LQ tahun 2014 = 321.510,22/1.808.580,24
6.785.670,30/54.106.271,20=1,42 LQ tahun 2015 = 340.973,67/1.896.507,18
7.266.516,70/56.820.098,00=1,41 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 1,43
LQ tahun 2011 =
3.986.444,50/46.334.127,50=0,17 LQ tahun 2012 = 23.683,08/1.641.787,00
4.216.869,70/48.863.187,50=0,17 LQ tahun 2013 = 25.700,74/1.725.295,73
4.490.436,30/51.505.188,50=0,17 LQ tahun 2014 = 27.362,67/1.808.580,24
4.770.352,00/54.106.271,20=0,17 LQ tahun 2015 = 28.246,18/1.896.507,18
5.001.580,60/56.820.098,00=0,17 LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 0,17
p. Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
LQ tahun 2011 = 23.180,62/1.545.727,72 990.410,50/46.334.127,50=0,70
LQ tahun 2012 = 23.944,16/1.641.787,00 1.045.594,60/48.863.187,50=0,68
LQ tahun 2013 = 24.464,78/1.725.295,73 1.108.218,20/51.505.188,50=0,66
LQ tahun 2014 = 25.137,30/1.808.580,24 1.148.837,30/54.106.271,20=0,65
LQ tahun 2015 = 25.726,25/1.896.507,18 1.212.281,40/56.820.098,00=0,64
LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 0,67
q. Sektor Jasa lainnya
LQ tahun 2011 = 12.763,87/1.545.727,72 1.057.150,70/46.334.127,50=0,36
LQ tahun 2012 = 12.852,97/1.641.787,00 1.081.498,50/48.863.187,50=0,35
LQ tahun 2013 = 12.936,76/1.725.295,73 1.123.026,80/51.505.188,50=0,34
LQ tahun 2014 = 13.287,92/1.808.580,24 1.172.220,50/54.106.271,20=0,34
LQ tahun 2015 = 13.621,76/1.896.507,18 1.215.833,80/56.820.098,00=0,34
LQ rata-rata = 2011 +2012 +2013 +2014 +2015
5 = 0,35
2 Jagung 1.854,00 3.334 4.379 3.856 13.232 28.512 42.187 26.595
3 Ubikayu 745,353 1.114 840 683 13.655,2 7.575,5 11.396,0 58.070
4 Ubijalar 126 405,12 284 44 1.132,0 4.677,3 3.529,0 2.579,5
5 Kedelai 401 325 875 0,6 1.323,0 1.933,9 1.857,0 6.888,9
6 Kacang Tanah 103 255 184 8 510,0 1.527,7 1.455,0 422,7
7 Kacang Hijau 35 83 33 9 166,3 434,7 941,0 228,0
8 Kelapa 270 37 3,2 2 4.894 3.557 2.365 2.212
9 Kopi 376 490,33 837 604 3.408 4.767 3.749 3.562
10 Kemiri 28,9 15 11 11 956 1.005 986 986
11 Cengkeh 50 50 3 237 210 868 219 3.180
12 Jambu Mete 9 262 2 2 1.072 2.721 1.046 1.046
13 Vanili 39 195 1 1 161 176 171 121
14 Kakao 36 38 4 4 234 262 214 211
15 Lada 0 42 0 2 13 13 13 16
16 Pala 1,2 0 0 0 6 16 9 9
17 Kapuk 194 5 0,5 1 4.122 3.568 13 13
18 Pinang 0,6 6 0,2 1 23 10.909 12 12
19 Sirih 0 2 0,6 0 22 10 5 4
20 Sapi 993 0 1.452 2.085 28.766 33.234 27.068 33.081
21 Kerbau 2 3.126 1.562 756 9.549 9.594 15.665 13.726
22 Kuda 8.320 420 32 59 10.121 10.621 10.576 10.861
23 Kambing 1.672 59 320 924 23.255 21.687 23.901 22.481
24 Domba 387 942 1 1 1.227 1.446 1.784 2.198
25 Babi 432 1 10.321 10.250 94.596 98.519 116.322 130.893
26 Ayam Kampung 15.453 9.107 104.325 244.308 252.222 678.963 1.696.026 4.197.866
27 Itik 4.114 40.000 19.310 21.083 34.131 58.211 110.435 174.440
28 Laut 0 7.295 0 0 722 521 452 502
29 Darat 0 0 225 325 3.359 3.398 2.962 5.192
35.677 68.166 149.780 286.764 503.739 1.031.271 2.166.107 4.753.814
Total
3 Ubikayu 0,021 0,027 0,771 non basis 3 Ubikayu 0,016 0,007 2,225 basis
4 Ubijalar 0,004 0,002 1,572 basis 4 Ubijalar 0,006 0,005 1,310 basis
5 Kedelai 0,011 0,003 4,280 basis 5 Kedelai 0,005 0,002 2,543 basis
6 Kacang Tanah 0,003 0,001 2,852 basis 6 Kacang Tanah 0,004 0,001 2,525 basis
7 Kacang Hijau 0,001 0,000 2,972 basis 7 Kacang Hijau 0,001 0,000 2,889 basis
8 Kelapa 0,008 0,010 0,779 non basis 8 Kelapa 0,001 0,003 0,155 non basis
9 Kopi 0,011 0,007 1,558 basis 9 Kopi 0,007 0,005 1,556 basis
10 Kemiri 0,001 0,002 0,427 non basis 10 Kemiri 0,000 0,001 0,226 non basis
11 Cengkeh 0,001 0,000 3,370 basis 11 Cengkeh 0,001 0,001 0,871 non basis
12 Jambu Mete 0,000 0,002 0,119 non basis 12 Jambu Mete 0,004 0,003 1,454 basis
13 Vanili 0,001 0,000 3,431 basis 13 Vanili 0,003 0,000 16,762 basis
14 Kakao 0,001 0,000 2,173 basis 14 Kakao 0,001 0,000 2,198 basis
15 Lada 0,000 0,000 0,000 non basis 15 Lada 0,001 0,000 47,419 basis
16 Pala 0,000 0,000 2,647 basis 16 Pala 0,000 0,000 0,000 non basis
17 Kapuk 0,005 0,008 0,665 non basis 17 Kapuk 0,000 0,003 0,021 non basis
18 Pinang 0,000 0,000 0,372 non basis 18 Pinang 0,000 0,011 0,008 non basis
19 Sirih 0,000 0,000 0,000 non basis 19 Sirih 0,000 0,000 3,145 basis
20 Sapi 0,028 0,057 0,487 non basis 20 Sapi 0,000 0,032 0,000 non basis
21 Kerbau 0,000 0,019 0,003 non basis 21 Kerbau 0,046 0,009 4,929 basis
22 Kuda 0,233 0,020 11,607 basis 22 Kuda 0,006 0,010 0,598 non basis
23 Kambing 0,047 0,046 1,015 basis 23 Kambing 0,001 0,021 0,041 non basis
24 Domba 0,011 0,002 4,453 basis 24 Domba 0,014 0,001 9,856 basis
25 Babi 0,012 0,188 0,064 non basis 25 Babi 0,000 0,096 0,000 non basis
26 Ayam Kampung 0,433 0,501 0,865 non basis 26 Ayam Kampung 0,134 0,658 0,203 non basis
27 Itik 0,115 0,068 1,702 basis 27 Itik 0,587 0,056 10,396 basis
28 Laut 0,000 0,001 0,000 non basis 28 Laut 0,107 0,001 211,996 basis
29 Darat 0,000 0,007 0,000 non basis 29 Darat 0,000 0,003 0,000 non basis