VII. HASIL DAN PEMBAHASAN
7.1.1 Analisis sensitivitas harga Minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter 60
Harga minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter adalah sebesar Rp. 22.900,-.
Untuk mengetahui harga terendah, tingkat harga tertinggi, tingkat harga minimum, tingkat harga optimum, dan rentang harga yang diterima responden sebagai rentang harga jual minyak goreng maka dilakukan analisis sensitivitas harga untuk mengetahui lima tingkat harga tersebut.
Rentang harga yang digunakan adalah dari rentang minimum Rp 19.000,- hingga harga maksimum Rp 28.000,-. Dari rentang ini ditentukan sepuluh titik harga untuk dipilih oleh responden. Masing – masing merupakan harga dengan selisih Rp 1.000,-. Nilai nominal selisih Rp 1.000,- digunakan dengan asumsi bahwa perubahan harga minyak goreng Bimoli umumnya sebesar Rp 1.000,-.
Selain itu nilai nominal Rp 1.000,- juga diasumsikan sebagai harga psikologis, dimana perubahan harga Rp 1.000,- untuk produk minyak goreng Bimoli bisa mempengaruhi keputusan pembelian oleh Konsumen.
Selanjutnya batas atas dan batas bawah harga ditentukan dengan selisih Rp 5.000,- karena dianggap nilai nominal Rp 5.000,- juga merupakan harga psikologis yang berbeda jika dibandingkan dengan nominal Rp 1.000,-.
Berdasarkan jawaban responden, maka diperoleh bahwa sebanyak 15 responden (50 persen) memilih tingkat harga Rp. 19.000,- sebagai harga yang terlalu murah bagi produk minyak goreng Bimoli. 5 responden (16,7 persen) menyatakan bahwa harga terlalu murah adalah Rp 20.000,-, 8 orang responden (26,7 persen) menyatakan tingkat harga Rp 21.000,- dan 2 responden (6,7 persen) yang menyatakan harga terlalu murah adalah Rp 22.000,-. Sebaran penilaian responden terhadap kategori harga terlalu murah, dapat dilihat pada Tabel 13.
Untuk kategori harga murah, mayoritas responden yaitu 13 orang (43,3 persen) menyatakan bahwa nominal harga yang tergolong murah adalah
Rp 22.000,-. Selanjutnya 5 responden (16,7 persen) menyatakan harga Rp 21.000,- sebagai kategori harga murah. Harga Rp 20.000,- dipilih oleh 6
orang (20 persen) sebagai harga murah dan harga Rp 19.000,- dipilih oleh 4 orang (13 persen).
Harga Bimoli dikatakan mahal pada tingkat harga Rp 22.000,- sebanyak 12 orang responden (40 persen), seterusnya 10 orang responden (33,3 persen) menyatakan Rp 23.000,-, dan 6 responden (20 persen) menyatakan harga Rp 24.000,- dan terakhir yaitu 2 responden (6,7 persen) menyatakan harga Rp 25.000,- sebagai kategori harga mahal.
Pada kategori harga sangat mahal, 4 responden (13,3 persen) menyatakan tingkat harga Rp 25.000,- kemudian 6 responden (20 persen) menyatakan harga Rp 26.000,- seterusnya 9 responden (30 persen) menyatakan tingkat harga Rp 27.000,- terbanyak yaitu 11 responden (36,7 persen) menyatakan tingkat harga Rp 28.000,- sebagai kategori tingkat harga sangat mahal.
Selengkapnya mengenai Penilaian responden Terhadap harga Jual Bimoli dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Penilaian Responden Terhadap harga Jual Minyak Goreng Merek Bimoli Kemasan Dua Liter untuk setiap kategori harga
Sangat Murah Murah Mahal Sangat Mahal No Harga
Selanjutnya dalam analisis sensitivitas harga akan diketahui tingkat harga minimum atau Indifferent Price Point (IPP), tingkat harga optimum (OPP), tingkat harga terendah (MCP), serta tingkat harga tertinggi bagi produk minyak goreng merek Bimoli.
Tingkat harga minimum (IPP) bagi minyak goreng Bimoli dihasilkan saat jumlah responden yang menyatakan pada tingkat harga tertentu harga minyak goreng Bimoli tergolong murah sama dengan jumlah responden yang menyatakan pada tingkat harga tertentu harga minyak goreng merek Bimoli tergolong mahal.
Atau dengan kata lain, OPP dapat diketahui melalui perpotongan garis yang menunjukkan tingkat kategori harga murah dan tingkat kategori harga mahal.
Perpotongan antara kedua garis ini disajikan melalui kombinasi antara besarnya persentase (%) responden yang memilih tingkat harga dalam kategori harga murah dan tingkat kategori harga mahal pada sumbu Y, sedangkan rentang harga
yang digunakan dalam analisis sensitivitas harga pada kategori harga murah dan kategori harga mahal, didapat bahwa tingkat harga minimum (IPP) bagi produk minyak goreng berada pada tingkat harga Rp 22.500,-. IPP pada tingkat harga tersebut menunjukkan harga murah bagi produk minyak goreng berdasarkan penilaian responden. Hasil perpotongan garis yang menunjukkan kategori harga mahal dan kategori harga murah disajikan pada Gambar 4
0
Gambar 4 Grafik Indifferent Pricing Point (IPP) Terhadap Harga Jual Minyak Goreng Bimoli.
Optimum Pricing Point (OPP) menunjukkan jumlah seimbang antara
responden yang menganggap harga minyak goreng Bimoli sangat murah dan responden yang menganggap harga minyak goreng Bimoli sangat mahal. Dengan kata lain OPP dalam grafik terbentuk dari perpotongan antara garis yang menunjukkan tingkat harga terlalu murah dan garis yang menunjukkan tingkat harga terlalu mahal. Berdasarkan garis perpotongan tersebut didapatkan bahwa tingkat harga optimum bagi produk minyak goreng Bimoli berada pada tingkat
harga Rp 24.500,- yang menunjukkan kategori harga sangat mahal dan kategori harga sangat murah disajikan pada Gambar 5
0
Gambar 5 Grafik OptimumPricing Point (OPP) Terhadap Harga Jual Minyak Goreng Bimoli.
Tingkat harga terendah (MCP) didapatkan dari hasil perpotongan antara garis yang menunjukkan tingkat harga pada kategori sangat murah dan murah.
Sedangkan untuk tingkat harga tertinggi (MEP) didapatkan dari hasil perpotongan garis yang menunjukkan tingkat harga tertinggi dan tingkat harga terendah dapat dilihat pada Gambar 6.
Berdasarkan Gambar 6, hasil perpotongan garis tersebut didapatkan tingkat harga tertinggi (MEP) bagi produk minyak goreng berada pada tingkat harga Rp 26.500,- dan tingkat harga terendah (MCP) berada pada tingkat harga Rp 20.500,-.
0
Gambar 6 Grafik Marginal Expensive Point (MEP) dan Marginal Cheap Point (MCP) Terhadap harga Minyak Goreng Bimoli.
Pada tingkat harga Rp. 20.500 ,- yaitu tingkat harga terendah bagi produk yang menunjukan harga sangat murah bagi produk minyak goreng, responden akan meragukan kualitas produk minyak goreng Bimoli, dan responden merasa sangat mahal membeli minyak goreng Bimoli jika harga jual nya mencapai tingkat harga tertinggi yaitu sebesar Rp. 26.500,- . Harga minyak goreng Bimoli saat ini yaitu Rp 22.900,- berada pada rentang harga optimum yang dapat diterima yaitu antara harga minimum Rp 20.500,- dan harga optimum Rp 26.500,- .
Pada rentang ini responden masih mau membeli minyak goreng tanpa meragukan kualitasnya. Karena itu bila suatu saat perusahaan akan menaikkan harga minyak goreng disarankan tidak melebihi harga tingkat tertinggi berdasarkan penilaian konsumen yaitu Rp 26.500,-.
Hasil analisis sensitivitas harga berdasarkan penilaian responden disajikan pada Tabel 15.
Pada Tabel 15 menunjukkan rentang harga yang dapat diterima oleh responden, tingkat harga tertinggi dan tingkat harga terendah bagi produk minyak goreng adalah Rp 26.500,- dan Rp 20.500,-.
Tabel 15 Hasil Analisis Sensitivitas Harga
7.2 Hubungan Antara Loyalitas Konsumen Terhadap Harga Minyak Goreng Merek Bimoli dengan Variabel-variabel yang Diduga Mempengaruhinya
Variabel yang ingin diketahui tingkat asosiasinya dengan variabel lain adalah variabel loyalitas konsumen terhadap minyak goreng merek Bimoli di Kota Bogor. Data yang digunakan adalah hasil dari penyebaran kuesioner terhadap responden yang membeli minyak goreng Bimoli di Plaza Ekalokasari dan di Ada Swalayan. Analisis asosiasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan terhadap variabel-variabel yang diduga mempengaruhi variabel penilaian konsumen terhadap harga minyak goreng merek Bimoli.
Variabel loyalitas konsumen terhadap harga minyak goreng merek Bimoli di Kota Bogor dianalisis asosiasinya dengan variabel umur, status perkawinan, pekerjaan, pendapatan,dan pendidikan.