• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. HASIL DAN PEMBAHASAN

7.2.5 Asosiasi Dengan Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan biasanya mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, dimana diharapkan dengan tingkat pendidikan yang semakin tinggi,

orang akan mampu menilai hal-hal dalam hidupnya secara objektif. Dalam hal ini salah satunya adalah penilaian terhadap harga minyak goreng di Kota Bogor.

Tabel 20. Tabulasi Silang Asosiasi Tingkat Pendidikan dengan Loyalitas Konsumen Minyak goreng Bimoli

Tingkat Pendidikan Sikap Responden

SMU Diploma Sarjana Jumlah

Loyal 5 5 14 24

Tidak Loyal 3 1 2 6

Jumlah 8 6 16 30

7.3 Faktor-faktor yang yang mempengaruhi tingkat loyalitas konsumen Minyak Goreng Bimoli

Faktor – faktor variabel independen yang diduga mempengaruhi loyalitas konsumen minyak goreng Bimoli di Kota Bogor adalah usia, status perkawinan, jenis pekerjaan, pengeluaran dan pendidikan. Variabel responden dalam hal ini terdiri dari dua alternatif pilihan yaitu loyal (1) dan tidak loyal (0). Dari hasil kuesioner yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar responden dari 30 sampel, 24 orang berperilaku loyal, dan 6 orang berperilaku tidak loyal.

Tabel 21. Hasil Output Regresi Logistik Loyalitas Minyak Goreng Bimoli Keterangan Koefisien Nilai Z Nilai P Odds ratio

Konstanta - 1,715 - 0,32 0,750

Menikah 2,215 1,32 0,188 9,16

Pekerjaan

Swasta - 0,158 1,354 0,907 0,85

Pada taraf nyata 5 persen diketahui bahwa faktor – faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap loyalitas konsumen minyak goreng Bimoli adalah pengeluaran dan pendidikan. hal ini dapat dilihat dari nilai P < α sehingga tolak H0 yang menandakan variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel respon (Y).

Nilai Koefisien menunjukkan hubungan antara variabel penjelas (X) dengan peubah respon (Y). Koefisien yang bernilai positif menunjukkan apabila variabel penjelas naik maka peubah respon (Y) akan naik juga, yang artinya peluang untuk bersikap loyal terhadap minyak goreng Bimoli meningkat.

Nilai odds ratio adalah ukuran yang memperkirakan bagaimana kecenderungan hubungan antara peubah respon yang menunjukkan perbandingan peluang Y = 0 ( Jika bersikap tidak loyal terhadap Bimoli) dengan Y = 1 (jika bersikap loyal terhadap Bimoli) dengan dipengaruhi variabel bebas tertentu.

Variabel yang signifikan dapat dilihat dari nilai p yang dibandingkan dengan nilai α. Bila nilai p lebih kecil dari nilai α sebesar 0,05 maka variabel tersebut dikatakan berpengaruh nyata terhadap tingkat loyalitas terhadap minyak goreng Bimoli.

Pada variabel pengeluaran, nilai p = 0,034 lebih kecil dari alpha (α) 0,05 maka variabel pengeluaran berpengaruh nyata dalam loyalitas konsumen terhadap minyak goreng Bimoli. Nilai odds ratio untuk variabel pengeluaran adalah 5,05 artinya pembeli dengan tingkat pengeluaran lebih tinggi, berpeluang lebih loyal 5,05 kali dibandingkan pembeli dengan pengeluaran yang lebih kecil.

Hasil ini menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen berbanding lurus dengan loyalitasnya terhadap minyak goreng Bimoli, semakin besar tingkat pengeluarannya maka perilakunya cenderung lebih loyal.

Pada variabel pendidikan, nilai p = 0,011 lebih kecil dari alpha (α) 0,05 maka variabel pendidikan berpengaruh nyata dalam loyalitas konsumen terhadap minyak goreng Bimoli. Nilai odds ratio untuk variabel pendidikan adalah 0,08 artinya pembeli dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, berpeluang lebih loyal 0,08 kali dibandingkan pembeli dengan pendidikan yang lebih rendah.

Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan konsumen berbanding lurus dengan loyalitasnya terhadap minyak goreng Bimoli, semakin tinggi tingkat pendidikannya maka perilakunya cenderung lebih loyal.

Pada kasus ini dimana terdapat beberapa peubah penjelas yang masuk dalam model, interpretasi terhadap odds ratio suatu peubah penjelas, dibatasi untuk nilai – nilai peubah penjelas lainnya adalah tetap. Dengan demikian, pada kondisi jenis pekerjaan, umur, dan status pernikahan yang sama, responden dengan pendidikan sarjana serta responden dengan pengeluaran menengah, lebih besar peluangnya untuk bersikap loyal, terhadap produk minyak goreng Bimoli.

Nilai log-likelihood yang didapatkan sebesar –11,433, ini berarti bahwa model yang didapatkan bisa dikategorikan baik, dimana semakin kecil nilai ini, maka semakin baik. Pengujian bahwa semua slope model sama dengan nol menghasilkan statistik G sebesar 7,159 dengan nilai – p sebesar 0,003 yang berarti bahwa tidak semua slope model sama dengan nol, atau dengan kata lain terdapat minimal 3 slope model yang sama dengan nol.

Bagian keluaran berikutnya memuat informasi mengenai pengujian kebaikan model. Untuk metode Pearson dihasilkan nilai 0,040 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa model yang diperoleh tidak baik dalam mengepas dengan data. Sedangkan untuk metode Deviance diperoleh nilai 0,409 dan metode Hosmer - Lemeshow diperoleh nilai 0,210 yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa model yang diperoleh tidak baik dalam mengepas data.

Berdasarkan nilai ringkasan Somers, D, Goodman-Kruskal Gamma dan Kendall<s Tau-a yang berkisa

r antara 0,20 dan 0,59 dapat disimpulkan bahwa daya prediksi model yang dihasilkan kurang bagus.

Sedangkan jika dilihat dari ukuran asosiasi antara peubah respon dengan dugaan peluangnya, nilai Concordant sebesar 79,2 persen. Hal ini berarti kemampuan Variabel X (usia, pengeluaran, pendidikan, status, dan jenis pekerjaan) menjelaskan keragaman loyalitas konsumen minyak Goreng Bimoli cukup baik, yaitu sebesar 79,2 persen.

VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

8.1 Kesimpulan

Karakteristik konsumen minyak goreng Bimoli adalah menyebar pada kategori usia, dengan terbanyak pada kelompok usia antara 26 – 35 tahun.

Mayoritas pembeli berpendidikan sarjana, sedangkan jenis pekerjaan yang ditekuni menyebar merata dengan kelompok pekerja swasta mendominasi.

Dilihat dari status perkawinannya, mayoritas sudah menikah, sedangkan dari segi pengeluarannya, konsumen terbanyak ada pada kelompok pengeluaran sebesar antara Rp 500.000 - Rp 1.000. 000.

Berdasarkan hasil Analisis Sensitivitas Harga, harga minyak goreng Bimoli, berada pada rentang harga yang optimum yang dapat diterima, yaitu antara Rp 22.500,- hingga Rp 24.500,- . Konsumen akan mulai berperilaku tidak loyal ketika kenaikan harga mencapai lebih dari Rp 3.000,- dari harga dasarnya, yaitu pada tingkat harga Rp 26.500,-, ketika harga produk minyak goreng yang lain tetap.

Berdasarkan hasil Analisis Model regresi Logistik, variabel yang berpengaruh nyata terhadap loyalitas konsumen minyak goreng Bimoli adalah variabel pengeluaran dan tingkat pendidikan. Sedangkan variabel lain yang diujikan yaitu usia, status perkawinan, dan jenis pekerjaan tidak berpengaruh nyata.

8.2 Saran

Apabila produsen Minyak goreng Bimoli berencana untuk menaikkan harga minyak goreng, maka kebijakan yang diambil adalah dengan menaikkan sampai batas tingkat harga Rp 26.500,- . untuk menghindari konsumen beralih ke produk pesaing lainnya. Pada kondisi seperti sekarang dengan tingkat loyalitas konsumen yang baik, produsen minyak goreng Bimoli sebaiknya berada pada sikap mempertahankan kualitas dan image produk.

Agar lebih fokus pada pasar sasaran sebaiknya produsen produk Bimoli memperhatikan karakteristik konsumen Bimoli. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas konsumen produk Bimoli adalah yang berpendidikan tinggi (sarjana) dan berpengeluaran menengah., sehingga jika produsen hendak melakukan promosi baik berupa advertensi atau dengan cara lainnya dapat dilakukan dengan menyesuaikan terhadap preferensi dan kebiasaan individu berpendidikan tinggi dan berpengeluaran menengah.

Dilihat dari model regresi logistik yang dihasilkan dalam penelitian ini, secara keseluruhan masih kurang baik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh jumlah sampel yang terlalu sedikit dan pengelompokan sampel yang kurang baik.

Oleh karena itu pada penelitian selanjutnya, peneliti seharusnya menggunakan sampel lebih banyak dari 30 responden, serta mengelompokkan responden dengan lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Engel, J F. 1994. Perilaku Konsumen. Jilid 1 dan 2. Binarupa Aksara. Jakarta Erwanto. 2005. Analisis Sensitivitas Harga dan Loyalitas Konsumen Terhadap

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kota Bogor. Skripsi.

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Kottler, P. 1999. Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid 1. PT Prenhallindo. Jakarta.

Kurniawan, R F. 2007. Analisis Pengambilan Keputusan Konsumen dan Perceptual Mapping minyak Goreng Sawit bermerek di Kota Bogor.

Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Lipsey et al. 1995. Pengantar Ekonomi .Jilid 1. Binarupa Aksara. Jakarta.

Nazir, M. 1998. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Nicholson, W. 2002. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya. Edisi Kedelapan. Erlangga. Jakarta

Sinaga F. 2006. Analisis Sensitivitas Harga dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penilaian Konsumen Terhadap Harga Ayam Panggang dan Steak di Restoran “MP” Bogor. Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Supriyana, E. 2006. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Minyak Goreng Bermerek dan Tidak Bermerek (Kasus : Rumah Makan di Kota Bogor). Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Umar, H.2002. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Veronika E. 2004. Analisis Sensitivitas dan Loyalitas Konsumen Terhadap Beberapa Merek Mi Instan di Kota Bogor. Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Yulianti H. 2007. Penetapan Harga Pokok dan Zona Fleksibilitas Harga Meises Cokelat (Kasus : PT G di Bandung, Jawa Barat). Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

LAMPIRAN

Lampiran 1. hasil Pengolahan Model regresi Logistik

Welcome to Minitab, press F1 for help.

Retrieving worksheet from file: D:\File Indra Triwandi\SkripC buat Seminar\Book1.xls

Results for: Book1.xls

Binary Logistic Regression: loyality versus age; outcome; ...

Link Function: Logit Response Information

Table of Observed and Expected Frequencies:

(See Hosmer-Lemeshow Test for the Pearson Chi-Square Statistic)

Group

Value 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Total

1

Obs 1 1 3 3 2 3 3 2 3 3 24

Exp 1,1 2,0 2,0 2,2 2,4 2,7 2,9 2,9 2,9 2,9 0

Obs 2 2 0 0 1 0 0 1 0 0 6

Exp 1,9 1,0 1,0 0,8 0,6 0,3 0,1 0,1 0,1 0,1

Total 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30

Measures of Association:

(Between the Response Variable and Predicted Probabilities)

Pairs Number Percent Summary Measures

Concordant 114 79,2% Somers' D 0,59 Discordant 29 20,1% Goodman-Kruskal Gamma 0,59 Ties 1 0,7% Kendall's Tau-a 0,20 Total 144 100,0%

Retrieving worksheet from file: D:\File Indra Triwandi\SkripC buat Seminar\Book2.xls

Results for: Book2.xls

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

Saya Indra Utama Nasution, Mahasiswa Program Ekstensi Manajemen Agribisnis IPB yang sedang mengadakan penelitian sebagai bagian dari skripsi saya. Saya mohon kesediaan Anda untuk berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini secara lengkap dan benar. Semua informasi bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis. Atas kerjasamanya, Saya ucapkan terimakasih.

*Data-data pribadi Anda dijamin kerahasiaannya Identitas Responden

Pendidikan terakhir Anda ?

( ) SD/Sederajat ( ) S1 ( ) SMP/Sederajat ( ) S2 ( ) SMA/Sederajat ( ) S3

( ) Diploma ( ) Lainnya (sebutkan) ……....

Rata- rata pengeluaran per bulan :

( ) di bawah Rp 1.000.000 ( ) Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 ( ) Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 ( ) di atas Rp 3.000.000

INFORMASI UMUM

1. Bila Anda mendengar produk Minyak Goreng, sebutkan merek yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda………

(hanya satu jawaban)

2. Dari sumber manakah Anda mendapatkan informasi tentang Minyak goreng Bimoli yang Anda konsumsi ?

( ) Teman ( ) Papan /Reklame/Brosur ( ) Keluarga ( ) Iklan/TV / Radio

( ) Salesman ( Toko/Supermarket/Warung ( ) Iklan/Majalah/Tabloid ( ) Lainnya (sebutkan)………

3. Manfaat apa yang Anda harapkan dari Minyak Goreng Bimoli yang Anda Konsumsi ?

( ) Kebiasaan sejak Dulu ( ) Memasak lebih baik ( ) Menjaga Kesehatan ( ) Rasanya lebih sesuai

( ) Pengaruh Iklan ( ) Lainnya (Sebutkan)...

4. Sebutkan merek minyak goreng selain Bimoli, yang pernah Anda beli ? (jawaban boleh lebih dari satu)

( ) Filma ( ) Tropical

5. (Lanjutan dari pertanyaan no.6) Alasan Anda memilih merek tersebut ? ( ) Harganya murah

6. Jika anda mencoba merek baru, faktor apa yang Anda pertimbangkan ? ( ) Rasanya yang hampir sama dengan merek yang anda sukai

( ) Harganya yang tidak terlalu berbeda ( ) Kemasannya menarik

( ) Iklan yang menarik

( ) Lainnya, sebutkan………

7. Merek baru yang pernah Anda coba (selain merek diatas)

………...

8. Pertimbangan apa yang Anda gunakan dalam memilih lokasi pembelian minyak goreng Bimoli ?

( ) Dekat dengan tempat tinggal ( ) Harga murah

( ) Kualitas terjamin ( ) Pelayanan memuaskan ( ) Sekalian berbelanja bulanan ( ) Nyaman dan praktis

9. Apakah anda puas dengan minyak goreng Bimoli yang biasa anda beli ? ( ) Puas

( ) Tidak Puas ( ) Biasa saja

10. Menurut Anda, bagaimanakah harga minyak Goreng Bimoli yang sekarang Anda Konsumsi ?

( ) Sangat Murah ( ) Murah

( ) Mahal

( ) Sangat Mahal

SENSITIVITAS HARGA

1. Menurut Anda pada tingkat harga berapa Anda merasa bahwa Minyak Goreng Bimoli kemasan 2 Liter tergolong Terlalu Murah sehingga Anda meragukan kualitasnya?

( ) Rp 19.000,- ( ) Rp 23.000,- ( ) Rp 27.000,- ( ) Rp 20.000,- ( ) Rp 24.000,- ( ) Rp 28.000,- ( ) Rp 21.000,- ( ) Rp 25.000,-

( ) Rp 22.000,- ( ) Rp 26.000,-

2. Menurut Anda pada tingkat harga berapa Anda merasa bahwa Minyak Goreng Bimoli kemasan 2 Liter tergolong Murah sehingga Anda menganggapnya berkualitas baik ?

( ) Rp 19.000,- ( ) Rp 23.000,- ( ) Rp 27.000,- ( ) Rp 20.000,- ( ) Rp 24.000,- ( ) Rp 28.000,- ( ) Rp 21.000,- ( ) Rp 25.000,-

( ) Rp 22.000,- ( ) Rp 26.000,-

3. Menurut Anda pada tingkat harga berapa Anda merasa bahwa Minyak Goreng Bimoli kemasan 2 Liter tergolong Mahal namun Anda masih bersedia Membeli?

( ) Rp 19.000,- ( ) Rp 23.000,- ( ) Rp 27.000,- ( ) Rp 20.000,- ( ) Rp 24.000,- ( ) Rp 28.000,- ( ) Rp 21.000,- ( ) Rp 25.000,-

( ) Rp 22.000,- ( ) Rp 26.000,-

4. Menurut Anda pada tingkat harga berapa Anda merasa bahwa Minyak Goreng Bimoli kemasan 2 Liter tergolong Terlalu Mahal sehingga Anda tidak bersedia menbelinya?

( ) Rp 19.000,- ( ) Rp 23.000,- ( ) Rp 27.000,- ( ) Rp 20.000,- ( ) Rp 24.000,- ( ) Rp 28.000,- ( ) Rp 21.000,- ( ) Rp 25.000,-

( ) Rp 22.000,- ( ) Rp 26.000,-

5. Jika harga minyak goreng Bimoli yang Anda beli naik, maka Anda : ( ) Akan tetap membeli minyak goreng Bimoli

( ) Mencari merek minyak goreng lain yang lebih murah ( ) Tidak jadi membeli / menunda pembelian

LOYALITAS KONSUMEN

1. Sudah berapa lama Anda menjadi konsumen minyak goreng Bimoli ?

...

2. Seberapa sering Anda membeli minyak goreng Bimoli yang Anda konsumsi setiap bulan ?

...

3. Pernahkah Anda mengganti minyak Goreng Bimoli dengan merek lain?

( ) Sering ( ) Sesekali ( ) Tidak Pernah

4. Jika di lokasi tempat Anda sering berbelanja stok minyak goreng Bimoli habis, apa yang akan Anda lakukan ?

( ) Membeli di Tempat lain ( ) Membeli merek lain

( ) Menunggu sampai stok minyak goreng Bimoli ada.

5. Jika di tempat Anda biasa membeli minyak goreng Bimoli mengadakan program diskon pembelian produk minyak goreng lain, bagaimanakah sikap Anda ?

( ) Tertarik mencoba ( ) Tidak tertarik

6. Apakah Anda pernah merekomendasikan produk minyak goreng Bimoli kepada orang lain?

( ) Ya ( ) Tidak

Jika jawaban Anda ”Ya”, kepada siapa Anda merekomendasikan produk minyak goreng Bimoli ? ...

7. Jika Anda dihadapkan pada pilihan merek minyak goreng baru yang sedang mengadakan promosi, apa yang akan Anda lakukan?

( ) Langsung membeli ( ) Berniat membeli ( ) Tidak terpengaruh

8. Jika ada merek minyak goreng baru yang mengadakan promosi (diskon, potongan harga, kupon berhadiah), maka Anda :

( ) Beralih ke merek baru ( ) Tidak beralih

9. Jika minyak goreng Bimoli yang Anda beli, harganya naik sebesar RP.1000, sedangkan harga minyak goreng merek lainnya tetap, sampai kenaikan tingkat harga berapa kemungkinan Anda akan memilih membeli merek lain ? (PROBE sampai responden menjawab pada tingkat harga tertinggi )

P0 + Rp1000 +Rp2000 +Rp3000 +Rp4000 +Rp5000 Bimoli 620 ml

Bimoli 1 liter Bimoli 2 liter Bimoli 5 l liter

Terimakasih atas kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner ini.

Dokumen terkait