6.3. Keluaran Model Linear Programming
6.3.3 Analisis Sensitivitas
6.3.3.1 Analisis Sensitivitas Nilai Koefisien
Analisis sensitivitas nilai koefisien fungsi tujuan di KPBS Pangalengan digunakan untuk mengetahui batas kenaikan dan penurunan nilai keuntungan yang masih diperbolehkan tanpa mengubah kondisi optimal. Hasil analisis sensitivitas nilai koefisien fungsi tujuan kondisi model aktual untuk produksi susu pasteurisasi
107
prepack, cup strawberry, serta cup cokelat di KPBS Pangalengan dapat dilihat
pada Lampiran 11.
Dari Lampiran 11 dapat diketahui, susu pasteurisasi prepack secara keseluruhan memiliki batasan kenaikan nilai keuntungan yang tidak terhingga (infinity) dan batas penurunan keuntungan yang diperbolehkan sebesar nilai tertentu. Hal ini menunjukkan seberapa pun kenaikan keuntungan untuk produk susu pasteurisasi prepack tidak akan mempengaruhi solusi optimal pada kondisi model aktual. Sedangkan untuk susu pasteurisasi cup baik rasa strawberry maupun cokelat secara keseluruhan memiliki batasan penurunan keuntungan yang tidak terhingga serta batasan kenaikan yang tertentu jumlahnnya. Nilai batas penurunan yang tak terhingga mengindikasikan bahwa sebenarnya pada kondisi aktual susu pasteurisasi cup tidak menguntungkan bila diproduksi tetapi, adanya sistem job order memaksa KPBS untuk memproduksi susu pasteurisasi cup strawberry dan cokelat. Nilai batas penurunan yang tak terhingga juga memiliki arti bahwa keuntungan susu pasteurisasi baik cup strawberry maupun cup cokelat diturunkan berapa pun nilainya tidak akan berpengaruh pada kondisi optimal.
Hasil analisis sensitivitas fungsi tujuan menunjukkan bahwa keuntungan dari susu pateurisasi prepack tidak memiliki selang kepekaan kenaikan, sementara keuntungan dari susu pasteurisasi cup tidak memiliki selang kepekaan penurunan. Jika KPBS ingin meningkatkan daya saing produk di pasar dengan tetap mempertahankan keuntungan pada kondisi aktual maka angka pada kolom batas penurunan dapat digunakan untuk pedoman penurunan harga bagi susu pasteurisasi prepack. Sementara angka pada kolom batas kenaikan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan penetapan peningkatan harga untuk susu pasteurisasi cup baik cup strawberry maupun cup cokelat.
6.3.3.2. Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala (RHS)
Analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala/nilai sebelah kanan kendala (RHS), dilakukan untuk melihat batas perubahan pada ketersediaan sumberdaya yang dipilih menjadi kendala yang tetap mempertahankan kondisi optimal dan tidak mengubah harga bayangan sumberdaya atau kendala yang bersangkutan. Semakin sempit nilai selang perubahan pada ketersediaan sumberdaya yang
108 dipilih menjadi kendala dalam model LP, maka semakin peka sumberdaya tersebut terhadap perubahan ketersediaannnya.
Analisis sensitivitas nilai ketersediaan sumberdaya berkaitan dengan status kendala. Suatu kendala dikatakan terbatas (kendala aktif) apabila terdapat nilai batas penurunan dan peningkatan sebesar nilai tertentu. Sedangkan suatu kendala dikatakan bersifat berlebih (kendala pasif) jika adanya nilai tidak terhingga pada nilai batas peningkatan atau penurunan. Nilai tak terhingga pada batas peningkatan menunjukkan bahwa pada kondisi optimal ketersediaan sumberdaya sudah berlebih sehingga peningkatan ketersediaan sumberdaya berapapun jumlahnya tidak akan mempengaruhi solusi optimal. Analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala pada kondisi model aktual dijelaskan sebagai berikut.
1) Kepekaan Ketersediaan Bahan Baku Susu Segar
Analisis sensitivitas nilai ketersediaan sumberdaya susu segar digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan ketersediaan kendala bahan baku susu segar dapat mengubah kondisi optimal. Berdasarkan hasil analisis harga bayangan kondisi produksi aktual menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku susu segar lebih sedikit dari ketersediaannya. Ketersediaan susu segar dialokasikan sebesar 10 persen dari total susu segar yang diterima di tingkat MT, namun selama periode amantan KPBS Pangalengan rata-rata baru memanfaatkan sebesar 54.8 persen dari total ketersediaan susu segar yang dialokasikan untuk pengolahan susu pasteurisasi. Untuk mengetahui perubahan ketersediaan bahan baku susu segar yang dapat mengubah kondisi optimal, dapat dilihat pada hasil analisis sensitivitas pada Tabel 29.
109 Tabel 29. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Bahan Baku
Susu Segar di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual Waktu Ketersediaan Aktual Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Batas Penurunan Yang Diperbolehkan
Maret 255,963.94 Tak Terhingga 118,841.898438
April 262,045.91 Tak Terhingga 125,233.992188
Mei 273,467.93 Tak Terhingga 125,126.710938
Juni 261,547.76 Tak Terhingga 108,948.304688
Juli 278,025.24 Tak Terhingga 109,772.554688
Agustus 279,793.18 Tak Terhingga 116,826.937500 September 248,155.56 Tak Terhingga 113,505.226562 Oktober 278,317.54 Tak Terhingga 114,271.390625 November 270,352.05 Tak Terhingga 128,550.585938 Desember 280,445.91 Tak Terhingga 123,704.039062 Januari 282,473.68 Tak Terhingga 143,718.093750 Februari 250,582.26 Tak Terhingga 125,358.781250
Dari Tabel 29 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan kendala ketersediaan bahan baku susu segar untuk produksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan termasuk kendala berlebih dan bukan merupakan pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Hal ini ditunjukan dengan adanya nilai tidak terhingga pada batas kenaikan perubahan ketersediaannnya dan adanya nilai pada batas penurunannya sebesar angka yang tertera pada kolom batas penurunan yang diperbolehkan.
Nilai batas penurunan yang diperbolehkan terbesar terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 143,718.093750. Hal ini terjadi karena pada bulan Januari susu segar yang masuk ke MT KPBS Pangalengan relatif banyak sehingga ketersediaan susu segar untuk diolah menjadi susu pasteurisasi juga cukup besar. Sementara susu segar yang benar-benar diolah menjadi susu pasteurisasi relatif kecil dibandingkan bulan-bulan lainnya sehingga kelebihan ketersediaan susu segar pada bulan ini pun menjadi besar. Nilai batas penurunan sebesar 143,718.093750 juga
110 memiliki arti bahwa batasan ketersediaan susu segar pada Bulan Januari tidak boleh lebih rendah dari 138,755.59 liter. Nilai ini diperoleh dengan mengurangkan nilai ketersediaan pada kondisi aktual dengan nilai pada batas penurunan yang diperbolehkan. Nilai batas penurunan yang diperbolehkan untuk kendala bahan baku susu segar relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa pada kondisi aktual ketersediaan susu segar terlalu besar serta pemanfaatan sumberdaya bahan baku susu segar pada kondisi aktual masih rendah.
2) Kepekaan Ketersediaan Bahan Tambahan Kemasan Prepack
Hasil analisis sensitivitas nilai ketersediaan sumberdaya kemasan
prepack dapat dilihat pada Tabel 30.
Tabel 30. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Bahan Tambahan Kemasan Prepack di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual
Sama halnya dengan bahan baku susu segar ketersediaan bahan tambahan kemasan prepack juga bukan merupakan pembatas bagi KPBS Waktu Ketersediaan Aktual Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Batas Penurunan Yang Diperbolehkan
Maret 84.00 Tak Terhingga 7.942366
April 84.00 Tak Terhingga 7.670465
Mei 89.00 Tak Terhingga 7.839019
Juni 90.00 Tak Terhingga 8.280428
Juli 104.00 Tak Terhingga 9.605844
Agustus 108.00 Tak Terhingga 10.186998
September 84.00 Tak Terhingga 7.439736
Oktober 92.00 Tak Terhingga 1.175359
November 83.00 Tak Terhingga 7.558822
Desember 91.00 Tak Terhingga 8.566507
Januari 81.00 Tak Terhingga 7.035530
111 Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Secara keseluruhan nilai batas kenaikan yang diperbolehkan untuk kendala bahan tambahan kemasan prepack menunjukkan nilai tak terhingga, artinya penambahan kemasan prepack berapa pun jumlahnya tidak akan mempengaruhi nilai keuntungan yang diterima KPBS Pangalengan. Pada kolom batas penurunan yang diperbolehkan menunjukkan angka yang berfluktuasi dengan nilai terbesar pada bulan Agustus yaitu sebesar 10.186998. Nilai ini memiliki arti bahwa penurunan kemasan prepack yang diperbolehkan agar produksi tetap optimal adalah sebesar 10.19 roll dari keterseediaan pada kemasan prepack pada bulan Agustus (108 roll). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan kemasan prepack pada bulan Agustus tidak boleh kurang dari 97.81 roll.
3) Kepekaan Ketersediaan Bahan Tambahan Kemasan Cup
Sama halnya dengan kendala bahan baku susu segar dan kemasan
prepack, kemasan cup baik cup strawberry maupun cup cokelat juga
merupakan kendala berlebih (kendala pasif) dan bukan merupakan kendala yang menjadi pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam menghasilkan susu pasteurisasi. Hasil analisis sensitivitas nilai ketersediaan kemasan cup baik strawberry maupun cokelat dapat dilihat pada Tabel 31.
112 Tabel 31. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Bahan Tambahan Kemasan Cup Strawberry dan Kemasan Cup Cokelat di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual
Waktu Batas Kenaikan
Yang Diperbolehkan Untuk Kemasan Cup Strawberry Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Untuk Kemasan Cup Strawberry Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Untuk Kemasan Cup Cokelat Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Untuk Kemasan Cup Cokelat
Maret Tak Terhingga 25,750.000000 Tak Terhingga 26,812.500000 April Tak Terhingga 25,375.000000 Tak Terhingga 26,375.000000 Mei Tak Terhingga 28,875.000000 Tak Terhingga 29,737.500000 Juni Tak Terhingga 30,500.000000 Tak Terhingga 32,562.500000 Juli Tak Terhingga 28,512.500000 Tak Terhingga 34,312.500000 Agustus Tak Terhingga 24,750.000000 Tak Terhingga 26,125.000000 September Tak Terhingga 25,000.000000 Tak Terhingga 23,687.500000 Oktober Tak Terhingga 35,625.000000 Tak Terhingga 38,937.500000 November Tak Terhingga 28,312.500000 Tak Terhingga 31,062.500000 Desember Tak Terhingga 32,187.500000 Tak Terhingga 34,937.500000 Januari Tak Terhingga 29,312.500000 Tak Terhingga 28,562.500000 Februari Tak Terhingga 21,913.250000 Tak Terhingga 20,348.250000
Tabel 31 menunjukkan secara keseluruhan terdapat nilai tak terhingga pada kolom batas kenaikan yang diperbolehkan untuk kendala
cup strawberry dan kendala cup cokelat. Nilai terbesar yang ditunjukan
oleh kolom batas penurunan yang diperbolehkan baik untuk kendala cup strawberry maupun kendala cup cokelat terdapat pada bulan Oktober dengan maksimum penurunan ketersediaan sebesar 35,625 Pcs untuk kendala cup strawberry, serta 38,937.5 Pcs untuk kendala cup cokelat. Batas kenaikan yang secara keseluruhan bernilai tak terhingga baik untuk kendala kemasan strawberry maupun kemasan cup cokelat menunjukkan berapa pun nilai kenaikan ketersediaan cup strawberry dan cup cokelat tidak akan mengubah nilai keuntungan yang akan diterima perusahaan.
113 4) Kepekaan Ketersediaan Bahan Tambahan Penutup Kemasan Cup
Hasil analisis sensitivitas nilai ketersediaan sumberdaya kemasan Penutup kemasan Cup Strawberry dan Penutup kemasan Cup Cokelat dapat dilihat pada Tabel 32.
Tabel 32. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Bahan Tambahan Penutup Kemasan Cup Strawberry dan Penutup Kemasan
Cup Cokelat di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual
Waktu Batas Kenaikan
Yang Diperbolehkan Untuk Penutup Kemasan Cup Strawberry Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Untuk Penutup Kemasan Cup Strawberry Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Untuk Penutup Kemasan Cup Cokelat Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Untuk Penutup Kemasan Cup Cokelat
Maret Tak Terhingga 1.282200 Tak Terhingga 1.592200
April Tak Terhingga 1.256100 Tak Terhingga 1.556100
Mei Tak Terhingga 1.429700 Tak Terhingga 1.689700
Juni Tak Terhingga 1.512800 Tak Terhingga 2.132800
Juli Tak Terhingga 1.410470 Tak Terhingga 3.150470
Agustus Tak Terhingga 1.232600 Tak Terhingga 1.642600 September Tak Terhingga 1.240000 Tak Terhingga 0.850000 Oktober Tak Terhingga 1.769500 Tak Terhingga 2.759500 November Tak Terhingga 1.400550 Tak Terhingga 2.230550 Desember Tak Terhingga 1.600250 Tak Terhingga 2.420250 Januari Tak Terhingga 1.450150 Tak Terhingga 1.230150 Februari Tak Terhingga 1.082797 Tak Terhingga 0.612797
Hasil analisis harga bayangan menunjukkan bahwa kendala penutup kemasan cup baik strawberry maupun cokelat merupakan kendala berlebih dan bukan merupakan pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Analisis sensitivitas model juga menunjukkan hasil yang sama yang ditunjukan oleh nilai batas kenaikan yang diperbolehkannya. Secara keseluruhan nilai batas kenaikan yang diperbolehkan untuk kendala bahan tambahan penutup kemasan cup strawberry dan cokelat menunjukkan nilai tak terhingga, artinya penambahan penutup kemasan cup strawberry maupun cokelat berapa pun
114 jumlahnya tidak akan mempengaruhi nilai keuntungan yang diterima KPBS.
Pada kolom batas penurunan yang diperbolehkan menunjukkan angka yang berfluktuasi dengan batasan nilai penurunan terbesar sebesar 1.769500 untuk penutup kemasan cup strawberry serta sebesar 2.759500 untuk penutup kemasan cup cokelat yang terjadi pada Bulan Oktober. Sementara batas penurunan terkecil baik untuk cup strawberry maupun cokelat terjadi pada bulan Februari dengan nilai batas penurunan sebesar 1.082797 untuk penutup kemasan cup strawberry serta 0.612797 untuk penutup kemasan cup cokelat. Pada bulan Oktober ketersediaan penutup kemasan cup baik untuk strawberry maupun cup paling besar dibandingkan ketersediaan pada bulan lainnya sehingga kelebihan ketersediaan dan batasan penurunanya juga memiliki angka paling besar dibandingkan bulan lainnya. Sementara pada bulan Februari ketersediaan penutup kemasan cup baik untuk strawberry maupun cokelat paling rendah dibandingkan ketersediaan pada bulan lainnya sehingga kelebihan ketersediaan dan batasan penurunnanya juga memiliki angka paling rendah dibandingkan bulan lainnya.
5) Kepekaan Ketersediaan Jam Kerja TKL
Hasil analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala TKL untuk memproduksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan dapat dilihat pada Tabel 33.
115 Tabel 33. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Jam Kerja TKL
di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual
Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kendala ketersediaan TKL juga bukan merupakan pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi atau dengan kata lain TKL merupakan kendala yang ketersediaannya berlebih. Hal ini ditunjukan dengan nilai kepekaan kenaikan yang terdapat pada kolom batas kenaikan yang diperbolehkan yang keseluruhan bernilai tidak terhingga. Meskipun ketersediaan TKL bukan merupakan kendala bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi akan tetapi, kolom batas penurunan yang diperbolehkan menunjukkan batasan penurunan yang relatif kecil dengan nilai rataan penurunan sebesar 1.16 jam perbulan.
Toleransi penurunan ketersediaan jam TKL yang rendah ini menunjukkan bahwa ketersediaan jam TKL pada kondisi aktual sebenarnya sudah mendekati batas. Sehingga pilihan kebijakan bagi manajemen juga menjadi terbatas. Penurunan jam ketersediaan TKL Waktu Ketersediaan Aktual Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Batas Penurunan Yang Diperbolehkan
Maret 8,184 Tak Terhingga 0.560710
April 7,920 Tak Terhingga 0.966143
Mei 8,184 Tak Terhingga 8.166689
Juni 7,920 Tak Terhingga 0.663714
Juli 8,184 Tak Terhingga 0.317874
Agustus 8,184 Tak Terhingga 0.742470
September 7,920 Tak Terhingga 0.190489
Oktober 8,184 Tak Terhingga 0.500286
November 7,920 Tak Terhingga 0.408668
Desember 8,184 Tak Terhingga 0.311467
Januari 8,184 Tak Terhingga 0.282234
116 melebihi nilai yang tertera pada kolom batas penurunan yang diperbolehkan diduga akan membuat kendala ketersediaan jam TKL menjadi pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Toleransi penurunan ketersediaan jam kerja TKL tertinggi terjadi pada bulan Mei. Hal ini disebabkan karena produksi susu pasteurisasi pada bulan Mei relatif lebih rendah dibandingkan dengan ketersediaan jam kerja TKL pada bulan Mei. Sementara toleransi penurunan ketersediaan jam TKL terendah terjadi pada bulan September, hal ini terjadi karena pada bulan September KPBS sempat tidak melakukan produksi selama beberapa hari akibat adanya bencana gempa bumi yang melanda sebagian besar wilayah kerja KPBS Pangalengan. 6) Kepekaan Ketersediaan Jam Kerja Mesin Packaging
Hasil analisis sensitivitas ketersediaan jam kerja mesin packaging pada kolom batas kenaikan yang diperbolehkan, dan batas penurunan yang diperbolehkan secara keseluruhan menunjukkan adanya nilai-nilai yang tertentu besarnya. Adanya nilai pada dua kolom kepekaan menunjukkan bahwa pada kondisi aktual ketersediaan jam kerja mesin packaging merupakan kendala aktif atau kendala yang menjadi pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Secara rinci hasil analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala mesin packaging untuk memproduksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan dapat dilihat pada Tabel 34.
117 Tabel 34. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Ketersediaan Kendala Jam Kerja Mesin Packaging di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual Waktu Ketersediaan Aktual Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Maret 830,899 60.518017 0.672100 April 804,096 104.205383 0.092200 Mei 830,899 886.237000 0.289100 Juni 804,096 71.987427 0.135600 Juli 830,899 34.827927 0.651200 Agustus 830,899 82.009171 0.887300 September 804,096 20.477589 0.699000 Oktober 830,899 54.839031 0.941500 November 804,096 44.515602 0.931500 Desember 830,899 34.620789 0.429200 Januari 830,899 30.293098 0.740800 Februari 750,490 91.016937 0.842000
Dari Tabel 34 dapat diketahui nilai selang kepekaan terkecil terdapat pada bulan September dengan nilai batas kenaikan perubahan ketersediaan jam kerja mesin packaging sebesar 20.477589, dan nilai batas penurunan perubahannnya sebesar 0.699000. Sehingga nilai selang perubahannya sebesar 19.778589. Sementara nilai selang kepekaan terbesar terdapat pada bulan Mei dengan nilai batas perubahan kenaikan ketersediaan jam kerja mesin packaging sebesar 886.237000, dan nilai batas penurunan perubahannnya sebesar 0.289100. Sehingga nilai selang perubahannya sebesar 885.9479 jam/bulan. Nilai selang perubahan ini memiliki arti bahwa jika perubahan yang terjadi masih di antara nilai kedua batas tersebut atau antara nilai selang, maka kondisi optimal masih bisa dipertahankan namun, apabila perubahan melebihi nilai selanganya maka kondisi optimal akan berubah. Sebagai contoh peningkatan ketersediaan jam kerja mesin packaging untuk bulan Mei tidak boleh melebihi 886.24 jam, sementara batas penurunan ketersediaannnya tidak boleh melebihi 0.29 jam.
118 7) Kepekaan Pengaruh Job Order Prepack
Perubahan permintaan distributor melalui sistem job order dapat mempengaruhi kondisi produksi optimal susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan. Untuk mengetahui tingkat kepekaan perubahan permintaan distributor melalui sistem job order terhadap kondisi produksi optimal pada model aktual dapat dilihat dari hasil analisis sensitivitasnya. Hasil analisis sensitivitas nilai kendala job order untuk susu pasteurisasi prepack di KPBS Pangalengan dapat dilihat pada Tabel 35.
Tabel 35. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Batas Produksi Kendala Job Order
Prepack di KPBS Pangalengan Pada Kondisi Model Aktual
Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kendala job order
prepack juga merupakan kendala berlebih (non aktif) dan bukan
merupakan pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi prepack. Namun berbeda bengan kendala lainnya yang juga berstatus berlebih seperti kemasan prepack, kemasan cup, dan penutup kemasan cup. Kendala job order prepack dikatakan berlebih karena hasil Waktu Ketersediaan Aktual Batas Kenaikan Yang Diperbolehkan Batas Penurunan Yang Diperbolehkan Maret 95,071.83 0.214728 Tak Terhingga April 95,411.89 0.030530 Tak Terhingga
Mei 101,451.13 0.098669 Tak Terhingga
Juni 102,149.42 0.048085 Tak Terhingga Juli 117,992.44 0.258413 Tak Terhingga Agustus 122,265.89 0.365144 Tak Terhingga September 95,700.10 0.232226 Tak Terhingga Oktober 104,395.81 0.330351 Tak Terhingga November 94,301.17 0.305410 Tak Terhingga Desember 103,041.72 0.148512 Tak Terhingga Januari 92,455.36 0.230062 Tak Terhingga Februari 91,413.20 0.286395 Tak Terhingga
119 analisis sensitivitas menunjukkan angka perubahan yang tak terhingga pada kolom batas penurunan yang diperbolehkannya. Hal ini mengindikasikan bahwa pada keadaan model aktual berapa pun penurunan permintaan distributor melalui sistem job order prepack tidak akan mempengaruhi kondisi optimal.
Kolom batas kenaikan yang diperbolehkan menunjukkan angka batas kenaikan yang relatif kecil dengan rataan kenaikan sebesar 0.21 liter perbulan. Toleransi kenaikan yang begitu kecil ini mengindikasikan bahwa sebenarnya pada kondisi model aktual, permintaan distributor terhadap susu pasteurisasi prepack sudah mendekati batas. Peningkatan permintaan melebihi batas yang diperbolehkan diduga akan membuat kendala job
order prepack menjadi kendala aktif yang membatasi KPBS Pangalengan
dalam memproduksi susu pasteurisasi, atau bahkan membuat kendala job
order prepack memiliki harga bayangan negatif seperti yang terjadi pada
kendala job order cup baik strawberry maupun cokelat. Angka toleransi kenaikan tertinggi untuk kendala job order prepack terjadi pada Bulan Agustus dengan toleransi kenaikan sebesar 0.365144 liter/bulan, sedangkan angka toleransi kenaikan paling rendah terjadi pada bulan April yaitu sebesar 0.030530 liter/bulan.
8) Kepekaan Pengaruh Job order Cup
Hasil analisis harga bayangan model menunjukkan bahwa kendala
job order cup baik cup strawberry maupun cup cokelat memiliki nilai
harga bayangan yang negatif. Adanya harga bayangan yang negative pada analisis harga bayangan menunjukkan bahwa kendala job order cup merupakan pembatas bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi. Hal ini juga didukung dari hasil analisis sensitivitas untuk kendala job order cup yang menujukkan adanya angka tertentu pada keseluruhan kolom batas kenaikan yang diperbolehkan dan batas penurunan yang diperbolehkan. Hasil analisis sensitivitas nilai kendala job
order untuk susu pasteurisasi cup strawberry dan cup cokelat di KPBS
120 Tabel 36. Hasil Analisis Sensitivitas Nilai Batas Produksi Kendala Job Order
Cup Strawberry dan Job Order Cup Cokelat di KPBS Pangalengan
Pada Kondisi Model Aktual
Dari Tabel 36 dapat dilihat bahwa secara keseluruhan kendala job
order cokelat memiliki selang kepekaan yang lebih lebar dibandingkan
dengan selang kepekaan yang dimiliki oleh job order strawberry. Rataan selang kepekaan untuk job order cokelat sebesar 2,381.104 sementara rataan selang kepekaan untuk job order strawberry sebesar 2,269.811. Hal ini menunjukkan bahwa kendala job order untuk susu pasteurisasi cup strawberry lebih peka terhadap perubahan dibandingkan dengan kendala
job order untuk susu pasteurisasi cup cokelat.