BAB IV HASIL ANALISIS
4.1 Analisis Location Quotient
4.1.2 Analisis Shift Share
Menurut Tarigan (2005), Analisis Shift Share digunakan untuk membandingkan perbedaan laju pertumbuhan berbagai sektor industri di daerah dengan wilayah nasional. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu sektor di daerah terhadap daerah provinsi. Dalam studi, yakni perbandingan sektor kegiatan di Kabupaten Tuban dengan Provinsi Jawa Timur. Perhitungan dalam Shift Share terbagi dalam tiga komponen, yakni sebagai berikut:
KPN, yakni Komponen Pertumbuhan Nasional. Mengukur kinerja perubahan ekonomi pada perekonomian acuan. Pada komponen ini, tumbuhnya daerah dipengaruhi oleh kebijakan wilayah acuan secara umum.
KPP, yakni Komponen Pertumbuhan Proporsional. Mengukur perbedaan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi acuan dengan pertumbuhan agregat. Apabila KPP sektor bernilai positif, maka sektor tersebut berkembang atau meningkat kinerjanya.
KPPW, yakni Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah. Mengukur kinerja sektor-sektor lokal terhadap sektor-sektor-sektor-sektor yang sama pada wilayah referensi. Apabila KPPW sektor bernilai positif maka sektor tersebut memiliki peningkatan daya saing.
Berikut ini rumus dalam perhitungan Pertumbuhan Ekonomi pada analisis Shift Share.
Dalam perhitungannya, dibutuhkan data PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kabupaten Tuban dan PDRB ADHK Provinsi Jawa Timur selama 5 tahun terakhir. Berikut ini merupakan data PDRB Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur.
Tabel PDRB Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur
Sektor PDRB Kabupaten Tuban PDRB Provinsi Jawa
Timur
2009 2013 2009 2013
PERTANIAN 2328967.05 2601937.19 50208.89 55330.11
Tanaman Bahan Makanan 1747548.54 1930032.99 27776.01 29,912.98 Tanaman Perkebunan 122325.61 136045.99 7171.09 7,728.65 Peternakan dan Hasil - hasilnya 266058.65 316447.72 8365.7 9,438.37
Kehutanan 43509.55 52390.66 639.15 1,040.65
Perikanan 149524.7 167019.83 6256.94 7,209.46
PERTAMBANGAN &
PENGGALIAN
1389694.00 1973068.18 7,104.82 8,697.63
Minyak dan Gas Bumi 689754.44 656397.75 1,329.81 1,815.71
Pertambangan tanpa Migas 0.00 0.00 608.41 789.66
Penggalian 699939.56 1316670.43 5,166.60 6,092.26
INDUSTRI PENGOLAHAN 1,860,648.66 2,329,893.23 83,299.90 103,497.23 Industri Migas
Industri Tanpa Migas **) 1860648.66 2329893.23 83,299.90 103,497.23 Makanan, Minuman dan
Tembakau
137249.06 182323.59 45,170.41 57,077.66
Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki 7069.05 9220.93 2,564.66 2,969.05 Barang Kayu & Hasil Hutan
Lainnya
2750.15 3280.05 1,845.64 2,165.38
Kertas dan Barang Cetakan 108230.22 139979.14 14,666.54 17,214.01 Pupuk, Kimia, & Barang dari
Karet
Semen & Barang Galian bukan logam
1564520.71 1946074.30 2,721.49 3,511.77
Logam Dasar Besi & Baja 255.21 292.08 3,227.88 4,121.65 Alat Angkutan, Mesin &
Peralatannya
1055.24 1179.23 2,912.60 3,205.86
Barang lainnya 834.13 1033.27 2,079.71 2,482.58
LISTRIK, GAS, & AIR BERSIH 227189.00 322022.87 4,361.51 5,486.50
Listrik 224238.51 318110.24 3,016.50 4,083.33
Gas 0 0 1,079.88 1,050.16
Air Bersih 2950.49 3912.63 265.13 353.01
BANGUNAN 35951.78 38913.04 10,307.88 14,006.02
PERDAGANGAN, HOTEL, & RESTORAN
1202417.61 1669948.21 95,983.87 139,431.31
Perdagangan Besar & Eceran 1178322.93 1637369.87 78,452.81 114,070.20
Hotel 10602.72 13774.31 2,712.07 3,894.39 Restoran 13491.96 18804.03 14,818.99 21,466.72 PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 153,186.63 218,300.22 22,781.53 33,837.74 Pengangkutan 78319.10 106279.95 11,911.78 16,241.28 Angkutan Rel 0 0 145.84 174.92
Angkutan Jalan Raya 65432.10 88605.75 3,935.18 4,995.00
Angkutan Laut 0 0 882.98 1,106.88
Angkutan Sungai, Danau & Penyeberangan
0 0 87.23 56.51
Angkutan Udara 0 0 2,394.43 3,864.60
Jasa Penunjang Angkutan 12887.00 17674.20 4,466.12 6,043.37
Komunikasi 74867.53 112020.27 10,869.75 17,596.46
JASA PERUSAHAAN
Bank 33379.12 46627.53 4,348.49 6,256.52
Lembaga Keuangan tanpa Bank 100242.54 145014.13 2,125.00 3,329.23
Jasa Penunjang Keuangan 0 0 0 0
Sewa Bangunan 118290.71 167068.02 6,500.64 8,757.10 Jasa Perusahaan 137185.99 180387.04 4,421.27 5,112.99 JASA - JASA 385,676.95 475,750.08 29,417.37 35,686.08 Pemerintahan Umum 201259.04 226334.84 9,492.40 10,859.49 Swasta 184,417.91 249,415.24 19,924.97 24,826.59 Sosial Kemasyarakatan 43585.62 57356.47 2,503.60 3,155.50 Hiburan & Rekreasi 16660.34 23269.16 969.30 1,485.20 Perorangan & Rumah Tangga 124171.95 168789.61 16,452.07 20,185.89 PDRB 7,972,830.04 10,168,929.74 320,861.17 419,428.46
Sumber : PDRB Kabupaten Tuban dan PDRB Provinsi Jawa Timur, 2013 A. Komponen Pertumbuhan Nasional
Perhitungan KPN dilakukan dengan rumus sebagai berikut, KPN = (Yt/Yo) – 1
Keterangan :
Yt : Jumlah total PDRB tingkat 1di tahun akhir. Yo : Jumlah total PDRB tingkat 1 di tahun awal.
Berikut ini merupakan perhitungan KPN Jawa Timur tahun 2009 dan 2013.
��� = ( .. ,, ) − = ,
B. Komponen Pertumbuhan Proporsional
Rumus yang digunakan sebagai perhitungan KPP adalah sebagai berikut;
= (��� −��� ��)��
Yit : PDRB Nasional/regional sektor i di tahun akhir Yio : PDRB Nasional/regional sektor i di tahun awal Yt : Jumlah total PDRB tingkat 1di tahun akhir. Yo : Jumlah total PDRB tingkat 1 di tahun awal.
Dalam perhitungan KPP, terbagi dalam dua penilaian, yakni sebagai berikut, KPP < 0 , maka spesialisasi sektor yang secara nasional tumbuh lambat. KPP > 0, maka spesialisasi sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Berikut ini merupakan hasil perhitungan KPP pada sektor kegiatan di Kabupaten Tuban. Tabel 5 Hasil Perhitungan KPP Kabupaten Tuban
No. Sektor KPP (%) Intepretasi
1. Pertanian -20.52 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
2. Pertambangan dan Penggalian -8.30 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
3. Industri Pengolahan -6.47 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
4. Listrik, Gas dan Air Bersih -4.93 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
5. Bangunan 5.16 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 14.55 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
7. Pengangkutan dan Komunikasi 17.81 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan
4.12 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
9. Jasa-jasa -9.41 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Sumber : Hasil Analisis, 2015
Berdasarkan tabel hasil perhitungan di atas, sektor yang secara nasional tumbuh cepat adalah sektor bangunan; perdagangan, hotel dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; dan Keuangan, persewaan, dan Jasa Perusahaan.
Setelah dilakukan interpretasi pergeseran bersih (PB)
LAPANGAN USAHA KPP % INTERPRETASI
PERTANIAN -20.52 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Tanaman Bahan Makanan -1.26 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Tanaman Perkebunan -0.31 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Peternakan dan Hasil - hasilnya 0.40 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Kehutanan 0.61 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Perikanan 0.57 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
PERTAMBANGAN & PENGGALIAN -8.30 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Minyak dan Gas Bumi 2.16 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Pertambangan tanpa Migas 0.52 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Penggalian -2.67 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
INDUSTRI PENGOLAHAN -6.47 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Industri Tanpa Migas **)
Makanan, Minuman dan Tembakau 0.92 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki -0.21 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya -0.12 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Kertas dan Barang Cetakan -0.97 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Pupuk, Kimia, & Barang dari Karet 0.65 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Semen & Barang Galian bukan logam 0.13 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Logam Dasar Besi & Baja 0.11 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Alat Angkutan, Mesin & Peralatannya -0.40 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Barang lainnya -0.10 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
LISTRIK, GAS, & AIR BERSIH -4.93 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Listrik 5.26 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Gas -5.62 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Air Bersih 0.36 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
BANGUNAN 5.16 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
PERDAGANGAN, HOTEL, & RESTORAN 14.55 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Perdagangan Besar & Eceran 0.08 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Hotel -0.03 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Restoran -0.04 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 17.81 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Pengangkutan -4.29 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Angkutan Rel -0.12 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Angkutan Jalan Raya -2.51 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Angkutan Laut -0.60 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Angkutan Sungai, Danau & Penyeberangan -0.22 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Angkutan Udara 0.91 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Jasa Penunjang Angkutan -1.74 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Komunikasi 4.29 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PERUSAHAAN
4.12 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Bank 1.68 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Lembaga Keuangan tanpa Bank 1.98 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
cepat
Sewa Bangunan -0.04 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Jasa Perusahaan -3.62 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
JASA - JASA -9.41 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Pemerintahan Umum -1.84 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh lambat
Swasta 1.84 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Sosial Kemasyarakatan 0.33 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Hiburan & Rekreasi 0.87 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
Perorangan & Rumah Tangga 0.64 Spesialisasi dalam sektor yang secara nasional tumbuh cepat
C. Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah
Rumus yang digunakan sebagai perhitungan KPPW adalah sebagai berikut
� = (��� −��� ���)���
Keterangan:
yit : PDRB Lokal sektor i di tahun akhir yio : PDRB Lokal sektor i di tahun awal
Yit : Jumlah total PDRB tingkat 1di tahun akhir. Yio : Jumlah total PDRB tingkat 1 di tahun awal.
KPP < 0 , maka spesialisasi sektor yang tidak mempunyai keunggulan komparatif/ tidak dapat bersaing
KPP > 0, maka spesialisasi sektor yang mempunyaiu keunggulan komparatif
Berikut ini merupakan hasil perhitungan KPPW pada sektor kegiatan di Kabupaten Tuban
Tabel Hasil Perhitungan KPP Kabupaten Tuban
SEKTOR KPPW
%
KETERANGAN
PERTANIAN 1.52 Mempunyai daya saing
PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 19.56 Mempunyai daya saing
INDUSTRI PENGOLAHAN 0.97 Mempunyai daya saing
LISTRIK, GAS, & AIR BERSIH 15.95 Mempunyai daya saing
BANGUNAN -27.64 Tidak mempunyai daya saing
PERDAGANGAN, HOTEL, & RESTORAN -6.38 Tidak mempunyai daya saing PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI -6.03 Tidak mempunyai daya saing KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA
PERUSAHAAN
3.71 Mempunyai daya saing
JASA - JASA 2.05 Mempunyai daya saing
Sumber: Hasil Analisis, 2015
Berdasarkan tabel hasil perhitungan di atas, sektor yang secara wilayah keunggulan komparatif adalah sektor pertambangan & penggalian; Pertanian ; Industri Pengolahan ; dan Listrik,Gas, dan Air Bersih
Setelah dilakukan Intrepretasi Pergeseran Bersih (PB)
LAPANGAN USAHA KPPW
%
INTERPRETASI KPPW
PERTANIAN 1.52 Progresif
Tanaman Perkebunan 3.44 Progresif Peternakan dan Hasil - hasilnya 6.12 Progresif
Kehutanan -42.41 Mundur
Perikanan -3.52 Mundur
PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 19.56 Progresif
Minyak dan Gas Bumi 0.00 Mundur
Pertambangan tanpa Migas 0.00 Mundur
Penggalian 70.20 Progresif
INDUSTRI PENGOLAHAN 0.97 Progresif
Industri Migas
Industri Tanpa Migas **)
Makanan, Minuman dan Tembakau 6.48 Progresif Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki 14.67 Progresif Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya 1.94 Progresif Kertas dan Barang Cetakan 11.97 Progresif Pupuk, Kimia, & Barang dari Karet -12.30 Mundur Semen & Barang Galian bukan logam -4.65 Mundur Logam Dasar Besi & Baja -13.24 Mundur Alat Angkutan, Mesin & Peralatannya 1.68 Progresif
Barang lainnya 4.50 Progresif
LISTRIK, GAS, & AIR BERSIH 15.95 Progresif
Listrik 6.50 Progresif
Gas 0.00 Mundur
Air Bersih -0.54 Mundur
BANGUNAN -27.64 Mundur
PERDAGANGAN, HOTEL, & RESTORAN -6.38 Mundur Perdagangan Besar & Eceran -6.44 Mundur
Hotel -13.68 Mundur
Restoran -5.49 Mundur
PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI -6.03 Mundur
Pengangkutan -0.65 Mundur
Angkutan Rel 0.00 Mundur
Angkutan Jalan Raya 8.48 Progresif
Angkutan Laut 0.00 Mundur
Angkutan Sungai, Danau & Penyeberangan 0.00 Mundur
Angkutan Udara 0.00 Mundur
Jasa Penunjang Angkutan 1.83 Progresif
Komunikasi -12.26 Mundur
KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PERUSAHAAN
3.71 Progresif
Bank -4.19 Mundur
Lembaga Keuangan tanpa Bank -12.01 Mundur
Jasa Penunjang Keuangan 0.00 Mundur
Sewa Bangunan 6.52 Progresif
Jasa Perusahaan 15.85 Progresif
JASA – JASA 2.05 Progresif
Pemerintahan Umum -1.94 Mundur
Swasta 10.64 Progresif
Sosial Kemasyarakatan 5.56 Progresif
Hiburan & Rekreasi -13.56 Mundur
Perorangan & Rumah Tangga 13.24 Progresif