• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. PEMBAHASAN

5.1 Analisis Sektor Ekonomi Potensial Kabupaten OKU Timur

5.1.3 Analisis Shift-Share Modifikasi Estaban-Marquillas

Peningkatan kegiatan ekonomi yang diindikasikan oleh kenaikan PDRB suatu wilayah dapat diperluas (decompose) atas 3 faktor pengaruh (Syafrizal, 2002). Secara rinci ketiga faktor pengaruh tersebut adalah peningkatan PDRB yang disebabkan oleh faktor luar (kebijakan nasional/provinsi) atau sering disebut dengan efek pertumbuhan ekonomi regional (Nij). Pengaruh kedua adalah pengaruh struktur pertumbuhan sektor dan subsektor, atau disebut dengan industrial mix-effect (efek bauran industri-Mij) dan terakhir adalah pengaruh keuntungan kompetitif wilayah studi (Cij). Namun dalam perkembangannya ketiga pengaruh ini bertambah lagi, yaitu pengaruh spesialisasi perekonomian wilayah (Aij). Penambahan komponen pengaruh pertumbuhan ini telah dikembangkan oleh

Estaban Marquillas (dalam Soepono, 1993) yang direpresentasikan dalam model analisis shift-share modifikasi Estaban Marquillas (Analisis SS-EM).

Tabel 5.6 Hasil Analisis Shift Share Modifikasi Estaban-Marquillas

Kabupaten OKU Timur Tahun 2000-2007 (dalam jutaan rupiah)

Sektor/Subsektor Dampak Pertmbhan Ekonomi Regional (Nij) Dampak Bauran Industri (Mij) Cij Total Peningkatan PDRB (Dij) Competitive Advantage (Cij') Spesia-lisasi (Aij) 1. Pertanian 358.428 -38.594 28.908 -35.594 313.148

a. Tanaman Bahan Makanan 177.848 -40.086 -12.640 -34.786 90.336

b. Tanaman Perkebunan 110.599 21.580 25.011 9.152 166.342

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 35.110 -7.251 -3.316 -4.660 19.883

d. Kehutanan 8.536 -5.149 7.756 -4.361 6.781

e. Perikanan 26.335 -7.688 12.098 -939 29.806

2. Pertambangan & Penggalian 20.089 -15 -2.959 -1.783 15.332

a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0

b. Pertambangan tanpa Migas 0 0 0 0 0

c. Penggalian 20.089 -15 -2.959 -1.783 15.332

3. Industri Pengolahan 58.384 5.837 -57.187 29.622 36.656

a. Industri Migas 0 0 0 0 0

b. Industri Tanpa Migas 58.384 5.837 -57.187 29.622 36.656 4. Listrik, Gas & Air Bersih 833 45 -2.536 2.063 405

a. Listrik 777 66 -2.112 1.639 371

b. Gas 0 0 -416 416 0

c. Air Bersih 56 -21 -9 8 34

5. Bangunan 53.097 10.624 -31.905 5.783 37.599

6. Perd, Hotel & Restoran 99.417 12.792 23.893 -3.105 132.997

a. Perdag. Besar & Eceran 93.268 10.779 27.729 -4.439 127.338

b. Hotel 197 -23 -269 214 120

c. Restoran 5.952 2.036 -3.568 1.119 5.539

7. Pengangkutan & Komunikasi 6.752 6.205 -19.621 18.329 11.665

a. Pengangkutan 5.119 -860 2.118 2.108 8.485

b. Komunikasi 1.633 7.065 -21.740 16.221 3.180

8. Keu. Prswan & Jasa perush 27.600 1.080 -14.832 3.184 17.032

a. Bank 776 677 -1.428 901 926

b. Lembaga Keuangan tanpa Bank 284 -52 -57 24 199

c. Jasa Penunjang Keuangan 0 0 -3 3 0

d. Sewa Bangunan 26.007 515 -12.428 1.468 15.561 e. Jasa Perusahaan 533 -60 -915 788 346 9. Jasa-Jasa 76.244 -24.086 -3.323 -686 48.149 a. Pemerintahan Umum 48.571 -26.014 7.134 -196 29.496 b. Swasta 27.673 1.927 -10.457 -490 18.653 J U M L A H 700.844 -26.113 -79.561 17.813 612.983

Sumber: Hasil pengolahan berdasarkan data PDRB Kab. OKU Timur

Tabel 5.6 memperlihatkan bahwa sejak tahun 2000 hingga 2007 terjadi peningkatan PDRB sebesar Rp. 612,98 milyar di Kabupaten OKU Timur. Berdasarkan hasil analisis SS-EM maka kenaikan PDRB ini didominasi oleh 4

sektor ekonomi yaitu: sektor pertanian yang meningkat Rp. 313,15 milyar, sektor perdagangan yang meningkat Rp. 133,00 milyar, sektor jasa-jasa yang meningkat Rp. 48,15 milyar dan sektor bangunan yang meningkat Rp. 37,60 milyar

Jika dilihat per subsektor maka peningkatan PDRB sebesar Rp. 612,98 milyar ini tak terlepas dari peran subsektor-subsektor yang dominan di Kabupaten OKU Timur, yaitu subsektor tanaman perkebunan yang meningkat sebesar Rp. 166,34 milyar, subsektor perdagangan sebesar Rp. 127,34 milyar dan subsektor tanaman bahan makanan sebesar Rp. 90,34 milyar.

Selanjutnya berdasarkan analisis SS-EM, maka peningkatan PDRB di Kabupaten OKU Timur sangat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu: dampak pertumbuhan ekonomi agregat di Provinsi Sumatera Selatan (faktor eksternal) yang mampu meningkatkan agregat PDRB OKU Timur sebesar Rp. 700,84 milyar, dampak pertumbuhan ekonomi sektoral (industrial mix) di Provinsi Sumatera Selatan yang mampu mengakibatkan pertumbuhan negatif agregat PDRB OKU Timur sebesar Rp. 26,11 milyar, dampak keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang mampu mengakibatkan pertumbuhan negatif agregat PDRB OKU Timur sebesar Rp. 79,56 milyar serta dampak spesialisasi perekonomian di Kabupaten OKU Timur, yang mampu mengakibatkan pertumbuhan agregat PDRB OKU Timur sebesar Rp. 17,81 milyar.

a. Dampak Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan terhadap Perekonomian Kabupaten OKU Timur

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Syafrizal (2002) bahwa peningkatan kegiatan ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kebijakan regional atau

wilayah yang lebih luas (nasional/provinsi). Kebijakan-kebijakan ini secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak pada kinerja perekonomian daerah. Maka perkembangan perekonomian Provinsi Sumatera Selatan yang diindikasikan oleh laju pertumbuhan ekonomi akan berdampak bagi perkembangan perekonomian kabupaten/kota dalam Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini tentu akan berpengaruh pula pada aktifitas perekonomian di Kabupaten OKU Timur. Dampak atau pengaruh pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan ini dapat dikatakan sebagai pengaruh yang bersumber dari luar Kabupaten OKU Timur (di luar kebijakan daerah), oleh karena itu pengaruh ini sering pula disebut faktor eksternal.

Tabel 5.7 memperlihatkan bahwa pengaruh kinerja perekonomian Provinsi Sumatera Selatan, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi memiliki kontribusi yang besar bagi kinerja perekonomian Kabupaten OKU Timur. Secara riil, pengaruh eksternal ini telah mengakibatkan peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur sebesar Rp. 700,84 milyar. Kondisi ini menunjukkan bahwa 114,33 persen peningkatan PDRB (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten OKU Timur disebabkan oleh pengaruh perekonomian agregat Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini menunjukkan pula bahwa kinerja perekonomian Kabupaten OKU Timur sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Secara sektoral, pengaruh perekonomian Provinsi Sumatera Selatan sangat kentara terjadi pada hampir seluruh sektor ekonomi di Kabupaten OKU Timur, kecuali sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Pada sektor pertanian terlihat bahwa subsektor tanaman bahan

makanan merupakan subsektor yang paling dipengaruhi oleh faktor eksternal (196,87 %). Faktor eksternal ini sesungguhnya dapat meningkatkan PDRB subsektor bahan makanan di Kabupaten OKU Timur sebesar Rp. 177,85 milyar, namun secara riil subsektor ini hanya mampu meningkat Rp. 90,34 milyar.

Tabel 5.7 Dampak Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan terhadap Peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur Tahun 2000-2007 (dalam jutaan rupiah dan persentase)

Sektor/Subsektor Dampak Faktor luar/Pertumbuhan Ekonomi Regional (Nij) Total Peningkatan PDRB (Dij) Pengaruh Dampak Faktor Luar (%) 1. Pertanian 358.428 313.148 114,46

a. Tanaman Bahan Makanan 177.848 90.336 196,87

b. Tanaman Perkebunan 110.599 166.342 66,49

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 35.110 19.883 176,58

d. Kehutanan 8.536 6.781 125,88

e. Perikanan 26.335 29.806 88,36

2. Pertambangan & Penggalian 20.089 15.332 131,03

a. Minyak dan Gas Bumi - - -

b. Pertambangan tanpa Migas - - -

c. Penggalian 20.089 15.332 131,03

3. Industri Pengolahan 58.384 36.656 159,28

a. Industri Migas - - -

b. Industri Tanpa Migas 58.384 36.656 159,28

4. Listrik, Gas & Air Bersih 833 405 205,61

a. Listrik 777 371 209,49

b. Gas - - -

c. Air Bersih 56 34 163,28

5. Bangunan 53.097 37.599 141,22

6. Perd, Hotel & Restoran 99.417 132.997 74,75 a. Perdag. Besar & Eceran 93.268 127.338 73,24

b. Hotel 197 120 164,44

c. Restoran 5.952 5.539 107,45

7. Pengangkutan & Komunikasi 6.752 11.665 57,88

a. Pengangkutan 5.119 8.485 60,33

b. Komunikasi 1.633 3.180 51,36

8. Keu. Prswan & Jasa perush 27.600 17.032 162,05

a. Bank 776 926 83,82

b. Lembaga Keuangan tanpa Bank 284 199 142,78

c. Jasa Penunjang Keuangan - - -

d. Sewa Bangunan 26.007 15.561 167,13 e. Jasa Perusahaan 533 346 154,03 9. Jasa-Jasa 76.244 48.149 158,35 a. Pemerintahan Umum 48.571 29.496 164,67 b. Swasta 27.673 18.653 148,35 J U M L A H 700.844 612.983 114,33

Pengaruh eksternal yang besar pada kegiatan subsektor bahan makanan disebabkab kebijakan dari luar yang menyangkut biaya input pertanian, seperti subsidi pupuk dan harga-harga sarana produksi tanaman bahan makanan. Disamping itu, kegiatan subsektor tanaman bahan makanan juga dipengaruhi oleh faktor musim. Oleh karena itu faktor luar sangat mendominasi peningkatan PDRB subsektor ini. Demikian pula yang terjadi dengan subsektor peternakan, sebenarnya dengan adanya pengaruh faktor luar PDRB subsektor ini dapat meningkat sebesar Rp. 35,11 milyar, namun riilnya hanya mampu meningkat sebesar Rp. 19,88 milyar.

Selanjutnya subsektor yang paling dipengaruhi oleh faktor eksternal pada sektor listrik, gas dan air bersih adalah subsektor listrik. Pengaruh faktor luar terhadap sektor ini sebesar 209,49 persen. Adapun subsektor lain yang PDRB-nya dipengaruhi secara signifikan oleh faktor luar secara berurut adalah; subsektor sewa bangunan (118,73), pemerintahan umum (116,98 persen), hotel (116,82), air bersih (115,99), dan industri tanpa migas (113,15 persen).

Secara umum, membaiknya kondisi perekonomian Provinsi Sumatera Selatan dalam kurun waktu tahun 2000-2007 sangat mempengaruhi kinerja seluruh sektor ekonomi di Kabupaten OKU Timur. Beberapa sektor atau subsektor ekonomi di Kabupaten OKU Timur terpengaruh secara sangat signifikan, tetapi beberapa sektor atau subsektor lainnya terpengaruh tidak terlalu signifikan. Tidak ada satu sektor/subsektor pun yang mengalami penurunan akibat faktor luar tersebut tersebut.

b. Dampak Bauran Industri di Provinsi Sumatera Selatan terhadap Perekonomian di Kabupaten OKU Timur

Dampak bauran industri (industrial mix-effect) atau struktur pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan berpengaruh secara negatif terhadap peningkatan PDRB di Kabupaten OKU Timur sebagaimana terlihat pada Tabel 5.8. Akibat dampak bauran industri tersebut PDRB Kabupaten OKU Timur menurun sebesar Rp. 26,11 milyar selama periode 2000-2007.

Penurunan PDRB sebesar ini menunjukkan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan justru melemahkan perekonomian Kabupaten OKU Timur sebesar 4,26 persen. Namun pengaruh ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan dampak pertumbuhan ekonomi agregat Provinsi Sumatera Selatan yang mampu mempengaruhi peningkatan kinerja perekonomian Kabupaten OKU Timur sebesar 114,33 persen.

Sektor ekonomi Kabupaten OKU Timur yang paling besar memperoleh imbas negatif bauran industri dari Provinsi Sumatera Selatan adalah sektor pertanian dan sektor jasa-jasa. Sektor pertanian menurun sebesar Rp. 38,59 milyar dan sektor jasa-jasa menurun sebesar Rp. 24,09 milyar akibat industrial mix effect tersebut. Kemudian disusul oleh sektor-sektor lainnya seperti sektor pertambangan dan penggalian yang menurunkan PDRB sebesar Rp. 15,33 milyar. Adapun sektor yang memperoleh imbas bauran industri positif yang cukup kuat adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 12,79 milyar, sektor bangunan sebesar Rp. 10,62 milyar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp. 6,20 milyar dan sektor industri pengolahan sebesar Rp. 5,84 milyar.

Tabel 5.8 Dampak Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Provinsi Sumatera Selatan (Industrial Mix Effect) terhadap Peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur Tahun 2000-2007 (dalam jutaan rupiah

dan persentase)

Sektor/Subsektor Industrial Mix Dampak

(Mij) Total Peningkatan PDRB (Dij) Pengaruh Dampak Industrial Mix (%) 1. Pertanian -38.594 313.148 -12,32

a. Tanaman Bahan Makanan -40.086 90.336 -44,37

b. Tanaman Perkebunan 21.580 166.342 12,97

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya -7.251 19.883 -36,47

d. Kehutanan -5.149 6.781 -75,93

e. Perikanan -7.688 29.806 -25,79

2. Pertambangan & Penggalian -15 15.332 -0,10

a. Minyak dan Gas Bumi - - -

b. Pertambangan tanpa Migas - - -

c. Penggalian -15 15.332 -0,10

3. Industri Pengolahan 5.837 36.656 15,92

a. Industri Migas - - -

b. Industri Tanpa Migas 5.837 36.656 15,92

4. Listrik, Gas & Air Bersih 45 405 11,21

a. Listrik 66 371 17,87

b. Gas - - -

c. Air Bersih -21 34 -61,54

5. Bangunan 10.624 37.599 28,26

6. Perd, Hotel & Restoran 12.792 132.997 9,62 a. Perdag. Besar & Eceran 10.779 127.338 8,46

b. Hotel -23 120 -19,10

c. Restoran 2.036 5.539 36,75

7. Pengangkutan & Komunikasi 6.205 11.665 53,20

a. Pengangkutan -860 8.485 -10,14

b. Komunikasi 7.065 3.180 222,18

8. Keu. Prswan & Jasa perush 1.080 17.032 6,34

a. Bank 677 926 73,13

b. Lembaga Keuangan tanpa Bank -52 199 -26,26

c. Jasa Penunjang Keuangan - - -

d. Sewa Bangunan 515 15.561 3,31 e. Jasa Perusahaan -60 346 -17,39 9. Jasa-Jasa -24.086 48.149 -50,02 a. Pemerintahan Umum -26.014 29.496 -88,19 b. Swasta 1.927 18.653 10,33 Jumlah -26.113 612.983 -4,26

Sumber: Hasil pengolahan berdasarkan data PDRB Kab. OKU Timur

c. Dampak Keunggulan Kompetitif dan Spesialisasi

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa melalui analisis SS-EM dapat dideteksi sektor dan subsektor ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi pada suatu wilayah. Tabel 5.9 menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian (tanpa migas) memiliki keunggulan kompetitif

sekaligus spesialisasi di Kabupaten OKU Timur. Keunggulan tersebut didukung oleh subsektor penggalian.

Tabel 5.9 Identifikasi Keunggulan Kompetitif dan Spesialisasi Perekonomian Kabupaten OKU Timur Tahun 2000-2007

Sektor/Subsektor rij - rin Eij - Eij*

Ada/Tidak*) Keunggulan

Kompetitif Spesialisasi

1. Pertanian -0,02 353.441 tidak ada

a. Tanaman Bahan Makanan -0,13 258.477 tidak ada

b. Tanaman Perkebunan 0,16 58.706 ada ada

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya -0,11 40.646 tidak ada

d. Kehutanan 0,20 -21.732 ada tidak

e. Perikanan 0,21 -4.389 ada tidak

2. Pertambangan & Penggalian 0,14 14.967 ada ada

a. Minyak dan Gas Bumi - - - -

b. Pertambangan tanpa Migas - - - -

c. Penggalian -0,12 14.967 tidak ada

3. Industri Pengolahan -0,23 -132.453 tidak tidak

a. Industri Migas - - - -

b. Industri Tanpa Migas -0,23 -132.453 tidak tidak 4. Listrik, Gas & Air Bersih -0,30 -6.899 tidak tidak

a. Listrik -0,31 -5.343 tidak tidak

b. Gas -29,09 -14 tidak tidak

c. Air Bersih -0,01 -1.541 tidak tidak

5. Bangunan -0,25 -23.290 tidak tidak

6. Perd, Hotel & Restoran 0,10 -42.154 ada tidak a. Perdag. Besar & Eceran 0,13 -35.223 ada tidak b. Hotel -0,14 -1.539 tidak tidak

c. Restoran -0,21 -5.392 tidak tidak

7. Pengangkutan & Komunikasi -0,05 -38.579 tidak tidak

a. Pengangkutan 0,34 -29.352 ada tidak

b. Komunikasi -1,75 -9.226 tidak tidak

8. Keu. Prsewaan & Jasa perush -0,22 -16.525 tidak tidak

a. Bank -0,34 -2.626 tidak tidak

b. Lembaga Keuangan tanpa Bank -0,06 -419 tidak tidak c. Jasa Penunjang Keuangan -0,24 -12 tidak tidak

d. Sewa Bangunan -0,21 -6.900 tidak tidak

e. Jasa Perusahaan -0,12 -6.567 tidak tidak

9. Jasa-Jasa -0,02 -4.594 tidak tidak

a. Pemerintahan Umum 0,07 -2.715 ada tidak

b. Swasta -0,19 -1.879 tidak tidak

Sumber: Hasil pengolahan berdasarkan data PDRB Kab. OKU Timur

Keterangan: *) ada, berarti memiliki keunggulan dan Tidak, berarti tidak memiliki keunggulan

Suatu sektor ekonomi memiliki keunggulan kompetitif sekaligus spesialisasi jika pertumbuhan dan peranannya lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan dan peranan sektor yang sama dalam perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan. Adapun subsektor ekonomi yang memiliki keunggulan

kompetitif sekaligus spesialisasi di Kabupaten OKU Timur hanya satu yaitu subsektor tanaman perkebunan. Keunggulan kompetitif sekaligus spesialisasi pada subsektor tanaman perkebunan ini tampak anomali, dimana sektor pertaniannya justru justru tidak memiliki kedua keunggulan secara bersamaan. Sektor pertanian di OKU timur memiliki spesialisasi, tetapi tidak punya daya saing.

Tabel 5.10 Dampak Keunggulan Kompetitif dan Spesialisasi Terhadap Peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur Tahun 2000-2007 (dalam jutaan rupiah dan persentase)

Sektor/Subsektor Dampak Keunggulan Kompetitif (C’ij) Dampak Alokasi (Aij) Total Peningkatan PDRB (Dij) Pengaruh Dampak Keunggulan Kompetitif (%) Pengaruh Dampak Alokasi (%) 1. Pertanian 28.908 -35.594 313.148 9,23 -11,37 a. Tanaman Bahan Makanan -12.640 -34.786 90.336 -13,99 -38,51

b. Tanaman Perkebunan 25.011 9.152 166.342 15,04 5,50

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya -3.316 -4.660 19.883 -16,68 -23,44

d. Kehutanan 7.756 -4.361 6.781 114,37 -64,32

e. Perikanan 12.098 -939 29.806 40,59 -3,15

2. Pertambangan & Penggalian -2.959 -1.783 15.332 -19,30 -11,63

a. Minyak dan Gas Bumi - - - - -

b. Pertambangan tanpa Migas - - - - -

c. Penggalian -2.959 -1.783 15.332 -19,30 -11,63

3. Industri Pengolahan -57.187 29.622 36.656 -156,01 80,81

a. Industri Migas - - - - -

b. Industri Tanpa Migas -57.187 29.622 36.656 -156,01 80,81

4. Listrik, Gas & Air Bersih -2.536 2.063 405 -626,28 509,47

a. Listrik -2.112 1.639 371 -569,24 441,88

b. Gas - - - - -

c. Air Bersih -9 8 34 -26,04 24,30

5. Bangunan -31.905 5.783 37.599 -84,85 15,38

6. Perd, Hotel & Restoran 23.893 -3.105 132.997 17,97 -2,33 a. Perdag. Besar & Eceran 27.729 -4.439 127.338 21,78 -3,49

b. Hotel -269 214 120 -223,75 178,41

c. Restoran -3.568 1.119 5.539 -64,41 20,21

7. Pengangkutan & Komunikasi -19.621 18.329 11.665 -168,21 157,13 a. Pengangkutan 2.118 2.108 8.485 24,97 24,84

b. Komunikasi -21.740 16.221 3.180 -683,64 510,10

8. Keu. Prswan & Jasa perush -14.832 3.184 17.032 -87,08 18,70

a. Bank -1.428 901 926 -154,22 97,26

b. Lembaga Keuangan tanpa Bank -57 24 199 -28,82 12,29

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - -

d. Sewa Bangunan -12.428 1.468 15.561 -79,87 9,43 e. Jasa Perusahaan -915 788 346 -264,48 227,85 9. Jasa-Jasa -3.323 -686 48.149 -6,90 -1,42 a. Pemerintahan Umum 7.134 -196 29.496 24,19 -0,66 b. Swasta -10.457 -490 18.653 -56,06 -2,63 Jumlah -79.561 17.813 612.983 -12,98 2,91

Hal ini dapat dijelaskan bahwa meskipun subsektor tanaman perkebunan memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi, namun keunggulannya masih kurang kuat untuk mendongkrak ketidakunggulan subsektor lainnya. Sehingga sektor pertanian masih belum memiliki daya saing secara sektoral. Dari Tabel 5.10 tampak bahwa dampak keunggulan kompetitif terhadap peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur dipengaruhi sektor pertanian (sebesar 9,23 persen) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (sebesar 17,97 persen). Adapun dampak spesialisasi terhadap peningkatan PDRB Kabupaten OKU Timur dipengaruhi sektor industri pengolahan (sebesar 80,81 persen), sektor listrik, gas dan air bersih (sebesar 509,47 persen), sektor pengangkutan dan komunikasi (sebesar 157,13 persen) dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (sebesar 18,70 persen).

Pengaruh keunggulan kompetitif pada sektor perdagangan, hotel dan restauran tak terlepas dari peran subsektor perdagangan yang telah meningkatkan PDRB sebesar Rp. 27,73 milyar. Sementara pada sektor pertanian peran subsektor tanaman perkebunan, subsektor kehutanan dan subsektor perikanan juga sangat membantu meningkatkan PDRB Kabupaten OKU Timur. Masing-masing subsektor berkontribusi sebesar Rp. 25,01 milyar (tanaman perkebunan), Rp. 7,76 milyar (kehutanan) dan Rp. 12,10 milyar (perikanan).

Dengan teridentifikasinya spesialisasi perekonomian di Kabupaten OKU Timur, maka dampak alokasi yang direpresentasikan pada Tabel 5.10 dapat digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh dampak alokasi terhadap peningkatan PDRB di Kabupaten OKU Timur. Tabel 5.10 tersebut

memperlihatkan bahwa walaupun sektor listrik, gas dan air bersih memiliki dampak alokasi cukup besar (Rp. 509,47 milyar), namun dengan mempertimbangkan Tabel 5.12, maka sektor tersebut sesungguhnya tidak memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi di Kabupaten OKU Timur. Dampak alokasi yang besar pada sektor listrik, gas dan air bersih lebih disebabkan faktor perhitungan matematis, karena nilai (rij-rin) dan (Eij-Eij*) yang negatif menyebabkan dampak alokasi menjadi positif.

Dokumen terkait