HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Analisis Statistik
Data yang di peroleh dalam penelitian ini kemdian dianalisis dengan
menggunakan bantuan program pengolah data Microsoft Excel 2007 sehingga di
peroleh hasil perhitungan analisis statistik deskriptif yang dapat di lihat pada tabel
sebagai berikut.
Tabel 4.7 Statistik Hasil Tes Argumentasi Ilmiah Peserta Didik pada
Pembelajaran Fisika melalui Pendekatan Open Ended Learning Di SMAN 13 Makasar
Statistik Nilai
Jumlah Sampel 35
Jumlah Kelas Interval 6
Panjang Kelas Interval 4
Skor Maksimum Ideal 100
Skor Minimum Ideal 0
Skor Maksimum 94.17 Skor Minimum 70.00 Rentang Skor 24.17 Skor Rata-Sata 84.64 Standar Deviasi 4.25 Modus 83,33
Sumber data: Diolah dari Instrumen Tes Argumentasi Ilmiah pada Pembelajaran Fisika melalui Pendekatan Open Ended Learning
Berdasarkan tabel 4.7, diketahui nilai statistik untuk jumlah kelas
interval adalah 6 dengan panjang kelas interval adalah 4. Untuk skor maksimum
yaitu 94,17, skor minumm adalah 70,00 dengan rentang skor yaitu 24,17, untuk
modus atau nilai yang sering muncul yaitu 83,33, sedangkan untuk standar deviasi
yaitu 4,25
B. Pembahasan
Penelitian ini berjudulkan ”Analisis Argumentasi Ilmiah Peserta Didik pada Pembelajaran Fisika melalui Pendekatan Open Ended Learning di SMAN 13 Makassar” diawali dengan melakukan observasi terhadap sekolah dan proses belajar mengajar dalam kelas secara online pada mata pelajaran fisika kelas XII
IPA 1. Dalam melakukan observasi, secara bersamaan peneliti juga melakukan
waancara pada salah satu guru mata pelajaran fisika terkait kondisi peserta didik
dalam kelas saat menjalani mata pelajaran fisika.
Berdasrkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada guru
dan peserta didik di SMA Negeri 13 Makassar bahwa jarang di terapkan
penyelesaian dalam pembelajaran fisika berdasarakan argumentasi ilmiah peserta
ddik. Sehingga perlu adanya perhatian dalam menerapkan proses pembelajaran
fisika dengan kemampuan berargumentasi ilmiah karena perlu diketahui bahwa
dalam pembelajaran fisika tidak hanya mengarah pada teori tetapi juga harus di
buktikan berdasarkan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian
Setelah menganalisis potensi dan masalah yang didapatkan di sekolah,
selanjutnya peneliti berkonsultasi kepada dosen pembimbing dan bertukar
pendapat dengan landasan temuan disekolah sehingga dituangkan dalam bentuk
gagasan untuk selanjutnya merancang instrumen soal argumentasi ilmiah pada
pembelajaran fisika melalui pendekatan Open Ended Leraning. Dimana dalam
soal pada instrumen ini berupa pernyataan-pernyataan yang sering ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan pada peserta didik dapat
menyelesaikan soal tersebut berdasarkan argumentasi ilmiah yang sesuai dengan
indikator penilaian pada penelitian ini yakni klaim, bukti dan alasan ilmiah
melalui pengetahuan-pengetahuan yang lebih luas atau multi jawaban.
Setelah membuat instrument, kemudian dilakukan validasi instrumen
yang dilakukan oleh dua orang validator untuk mengetahui kriteria kelayakan
penggunaan instrumen dalam melakukan penelitian. Setelah melakukan analisis
terhadap validasi oleh dosen para ahli instrumen dapat diketahui bahwa kelayakan
mencapai 83,93%. Hasil ini menunjukan bahwa Instrmen layak digunakan,
walaupun demikian masih perlu adanya perbaikan sesuai dengan saran dari
masing-masing validator.
Setelah melakukan uji validasi instrumen, maka selanjutnya yaitu
melakukan penelitian. Hasil dari analisis data penelitian menunjukkan bahwa
kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik tergolong dalam kategori tinggi,
dibuktikan dengan skor rata-rata kemampuan memberikan klaim dengan
persentase 84,93%, menyertakan data atau bukti dengan persentase 85,00%, serta
Dimana skor tertinggi yang didapatkan oleh peserta didik untuk pencapaian skor
secara keselurhan yaitu 94,17 yang masuk dalam kriteria sangat tinggi sedangkan
skor terendah yang didapat peserta didik yaitu 70,00 yang masuk dalam kriteria
sedang sehinga diperoleh skor rata-rata secara keseluruhan peserta didik yaitu
84,64%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan terhadap peserta didik dalam
memecahkan pembelajaran fisika secara argumentasi ilmiah melalui pendekatan
oepen ended atau pemikiran terbuka dan tidak terbatas.
Berdasarkan penjelasan di atas menunjukkan bahwa kemampuan
argumentasi ilmiah peserta didik pada pembelajaran fisika melalui pendekatan
open ended learning tergolong dalam kategori baik. Artinya, pendekatan Open Ended Learning akan dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah,
karena dengan memiliki kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik akan
lebih mudah untuk memberikan pernyataan, bukti dan alasan-alasan ilmiah dalam
memecahkan soal fisika.
Dalam penelitian ini penulis menyadari bahwa dalam terdapat banyak
keterbatasan pembahasan. Penelitian ini hanya terbatas pada kemampuan
argumentasi ilmiah dengan aspek kemampuan argumentasi ilmiah yang diteliti
diantaranya kemampuan menyertakan membuat klaim, memberikan data atau
bukti, serta menuliskan alasan yang dilakukan dengan pendekatan open ended
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMAN 13 Makassar
mengenai analisis argumentasi ilmiah peserta didik pada pemebelajaran Fisika
melalui pendekatan Open Ended Learning kelas XII IPA 1 dapat disimpulkan
bahwa kualitas kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik secara
keseluruhan adalah baik dengan persentase rata-rata 84,64%.
2. Analisis argumentasi ilmiah peserta didik pada setiap aspek indikator dapat
dideskripsikan sebagai berikut: aspek kemampuan membuat klaim tergolong
baik dengan persentase 84,93, aspek kemampuan memberikan bukti atau data
tergolong sangat baik dengan persentase 85,00% sedangkan aspek
kemampuan membuat alasan ilmiah tergolong baik dengan persentase
83,71%.
3. Melalui penelitian ini dapat diungkap bahwa penerapan argumentasi ilmiah
dengan pendekatan open ended learning pada pembelajaran fisika dapat
memberikan motivasi kepada peserta didik untuk dapat menemukan ide dalam
menjawab permasalahan dalam pembelajaran fisika.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan terkait dengan penelitian ini adalah:
1. argumentasi ilmiah agar dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam
memberikan argument atau ide.
2. Perlunya penggunaan instrumen yang lebih lengkap dalam penelitian
selanjutnya yaitu pedoman wawancara, agar data penelitian yang diperoleh
Amalia, Nata, dkk. 2018. “Analisis Kemampuan Berargumentasi Ilmiah Siswa Pada Konsep Termodinamika. Jurnal Pembelajaran Fisika, vol 7 No. 2 (hlm. 196-201)
Ambarsari, S. 2012. Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Dengan
Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di Kelas VII SMP N 6 Palembang. Skripsi. Indralaya:
Universitas Sriwijaya.
Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.
Cross, D., Taasoobshirazi, G., Hendricks, S., & Hickey, D. 2008. “Argumentation: a Strategy for Improving Achievement and Revealing Scientific Identities”
International Journal Of Science Education. Vol 30 (6) (hlm.837-861)
Depdiknas. 2019. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Balitbang Depdiknas.
Druxes, Herbert., Gernot Born dan Fritz Siemsen, 2017. Kompedium Didaktik Fisika. Bandung : CV. Remadja Karya.
Erduran, S., Simon, S., & Osborne, J. 2004. “TAPping into Argumentation: Development in the Application of Toulmin's Argumentation Pattern for Studying Science Discourse” Science Education. Vol 88(6) (hlm. 915933)
Emzir.2015. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kuaalitatif. Jakarta : Rajawali Pers.
Fachrudin, A. D. 2012. Alternatif Pembelajaran Pemecahan Masalah dan Langkah
Pemecahannya. Bandung : Bumi Aksara
Hamzah Ali. (2014). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rajawali Pers.
Handayani, P dan Sardianto, M,MS. 2015. “Analisis Argumentasi Peserta Didik Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan Menggunakan Argumentasi Toulmin” dalam Jurnal Inovasi dan Pmebelajaran Fisika Vol 2
Kurdanngsih, Erni Z, dkk. 2016. “Penerapan LKPD Berbasis Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa” dalam Jurnal Pendidikan Progresif, Vol. VI, No.
2 (hlm.101-110)
Neny, Lestari, dkk. 2016. “Pengaruh Pendekatan Open Ended terhadap Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama Palembang”. Jurnal
Pendidikan Matematka, Vol (10) No. 1
Nohda. 2000. Teaching by Open Ended Approach Method in Japanese Mathematics Classroom. In. T. Nakahara & M. Kayoma (Eds.). Proceeding of the 24th
Conference of International Group of Mathematics Education, Vol 4 (pp. 145-152). Hirosima: Hirosima University
Nuridawani, N., Munzir, S., & Saiman, S (2015). “Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)” dalam
Jurnal Didaktik Matematika, Vol 2(2). Banda Aceh : FKIP Universitas Syiah
Kuala
Sandoval. 2005. “The Quality Of Students Use Evidence In Written Scientific Explanation”. Journal International Of Science Education vol 23(1). (hlm 23-55). Los Angels : Research Gate.
Sugiyono. 2017. Metode penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suhandri. 2013. “Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Melalui Pendekatan Open-Ended”. Gamatika Vol.III No.2 (hlm 140-146). Riau : UIN Sultan Syarif
Suharwoto, Gogot. 2020. “Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19,
Tantangan yang Mendewasakan”,
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/61667/pembelajaran- online-di-tengah-pandemi-covid19-tantangan-yang-mendewasakan, diakses pada 01 Desember 2020 pukul 22.05.
Widoyoko, E. P. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Witoko, Rudi dan Wardono. 2019. Analisis Model Pembelajaran Open-Ended Learning (OEL) dengan Assessment for Learning (AfL) ditinjau dari Kreatifitas Belajar Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional
Matematika 2, (hlm 748-753). Semarang : Program Pascasarjana Universitas
LAMPIRAN A
➢ Lampiran 1. Instrumen Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Dalam
Pembelajaran Fisika Melalui Pendekatan Open Ended Learning Sebelum Validasi
➢ Lampiran 2. Instrumen Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Dalam
Pembeljaran Fisika Melalui Pendekatan Open Ended Learning Setelah Validasi
➢ Lampiran 3. Angket Validasi Instrumen Argumentasi Ilmiah Peserta
Didik Dalam Pembelajaran Fisika Melalui Pendekatan Open Ended Learning Validasi
➢ Bahan Ajar Pembelajaran Fisika ➢ Soal Uraian