BAB III: PROGRAMMING PERANCANGAN
3.1 Analisis Studi Banding Gramedia Pandanaran Semarang
Gambar 3.1.1. Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Gramedia Pandanaran Semarang terletak di Jl. Pandanaran No. 122, Pekunden, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang 50249. Gramedia Pandanaran Semarang mendapat rating 4,6/5 dari 16.637 ulasan di Google.
A. Fasilitas Gramedia Pandanaran Semarang
• Area penjualan produk pendukung
• Area penjualan produk utama
• Musholla
• Area parkir
• ATM
• WC B. Analisis Interior
➢ Lantai
45
Gambar 3.1.2. Pengolahan Lantai Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk-produk pendukung di Gramedia Pandanaran Semarang menggunakan lantai keramik berukuran 400 mm x 400 mm berwarna krem dengan sedikit variasi warna berbeda tanpa pola khusus. Tidak terlihat organisasi pola lantai tertentu sebagai pembagian zona produk-produk jualan.
Gambar 3.1.3. Pengolahan Lantai Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Perlakuan yang sama juga dapat dilihat pada area penjualan produk utama yang berada di lantai dua. Jenis keramik yang digunakan juga berupa keramik berukuran 400 mm x 400 mm, identik dengan yang ditemukan pada lantai dasar.
➢ Ceiling
46
Gambar 3.1.4. Pengolahan Ceiling Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada toko Gramedia Pandanaran Semarang jenis material yang digunakan sebagai ceiling adalah eternit non-asbes berwarna putih.
Tidak ditemukan perlakuan khusus pada ceiling selain lampu yang berfungsi sebagai instrumen pencahayaan dan diffuser yang berfungsi sebagai instrumen penghawaan.
Gambar 3.1.5. Pengolahan Ceiling Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Hal yang sama terlihat pada area penjualan produk utama. Ceiling tidak memiliki peran signifikan selain sebagai pembatas lingkungan interior.
➢ Dinding
Gambar 3.1.6. Pengolahan Dinding Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
47 Toko Gramedia Pandanaran Semarang menggunakan material batu bata sebagai dinding. Pada interior, hampir seluruh dinding dipergunakan sebagai sarana pajang produk-produk yang dijual, termasuk pada kolom-kolom yang ada dalam ruang.
Gambar 3.1.7. Pengolahan Dinding Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Gambar 3.1.8. Fasad Kaca pada Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada fasad terdapat jendela yang cukup lebar sehingga menangkap pemandangan yang berada di luar ruang.
➢ Rak pajangan buku
Gambar 3.1.9. Pengolahan Rak Pajangan Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
48 Rak pajangan buku yang digunakan dalam toko Gramedia Pandanaran Semarang menggunakan material kayu dengan finish HPL berpola serat kayu. Rak memiliki tinggi 1500 mm dengan lebar 1200 mm dan kedalaman 450 mm
➢ Papan kategori produk
Gambar 3.1.10. Pengolahan Papan Kategori Produk Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk utama, papan kategori barang diletakkan di atas rak buku. Papan kategori dibuat dengan material PVC. Pada papan terdapat nama kategori buku dan logo Gramedia di sampingnya.
Gambar 3.1.11. Pengolahan Papan Kategori Produk Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Sedangkan pada area penjualan produk pendukung, papan kategori yang digunakan berupa nama brand yang menjual barangnya dalam toko Gramedia. Papan kategori dipasang di atas rak pajangan dan juga pada dinding.
➢ Sirkulasi pengguna
49
Gambar 3.1.12. Sirkulasi Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk utama, sirkulasi antara rak buku dapat mengakomodasi dua orang dalam kondisi berpapasan. Namun, pertimbangan untuk pengguna ruang berkebutuhan khusus kurang terlihat. Kursi roda masih dapat menggunakan area sirkulasi namun akan sulit jika berpapasan dengan orang lain, apalagi berpapasan dengan pengguna berkebutuhan khusus lain walaupun kemungkinannya kecil.
Gambar 3.1.13. Sirkulasi Gramedia Pandanaran Semarang (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Hal yang serupa juga dapat dilihat pada area penjualan produk-produk pendukung. Lebar sirkulasi memang menyukupi standar yang dibutuhkan, namun ketika terdapat dua orang berpapasan, masing-masing akan memasuki area privat satu sama lainnya.
50 3.2 Analisis Studi Banding Gramedia Slamet Riyadi Surakarta
Gambar 3.2.1. Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Gramedia Slamet Riyadi Surakarta terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 284, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta 57141. Gramedia Slamet Riyadi Surakarta mendapat rating 4,6/5 dari 13.224 ulasan di Google.
A. Fasilitas Gramedia Slamet Riyadi Surakarta
• Area penjualan buku obral
• Area penjualan produk pendukung
• Area penjualan produk utama
• Musholla
• Area parkir
• ATM
• WC B. Analisa Interior
➢ Lantai
Gambar 3.2.2. Pengolahan Lantai Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
51 Pada area penjualan buku obral pada Gramedia Slamet Riyadi Surakarta, material yang digunakan adalah tegel yang disusun ke dalam pola-pola geometris dan tersedia dalam ukuran yang bervariasi.
Lantai tegel pada area penjualan buku obral digunakan karena ruangan yang dimanfaatkan untuk area penjualan merupakan bangunan lama dengan budaya Surakarta yang masih melekat di dalamnya.
Gambar 3.2.3. Pengolahan Lantai Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk pendukung, material yang digunakan sebagai lantai adalah keramik berukuran 400 mm x 400 mm yang terdiri dari tiga macam warna dan disusun secara diagonal. Namun pola lantai diagonal tidak konsisten dalam keseluruhan ruang. Terdapat beberapa sudut ruang yang tidak menerapkan pola lantai diagonal.
Gambar 3.2.4. Pengolahan Lantai Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk pendukung, material yang digunakan adalah keramik berukuran 400 mm x 400 mm, identik dengan yang dapat ditemukan pada lantai dasar. Sama dengan lantai dasar, pola
52 diagonal yang terdapat di lantai dua juga tidak konsisten di seluruh ruang.
➢ Ceiling
Gambar 3.2.5. Pengolahan Ceiling Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada toko Gramedia Slamet Riyadi Surakarta, material yang digunakan pada ceiling adalah eternit non-asbes berwarna putih. Tidak terlihat perlakuan khusus pada ceiling selain lampu sebagai instrumen pencahayaan dan diffuser sebagai instrumen penghawaan.
Hal serupa dapat ditemui pada area penjualan produk pendukung yang ada di lantai satu.
Gambar 3.2.6. Pengolahan Ceiling Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
➢ Dinding
53
Gambar 3.2.7. Pengolahan Dinding Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Material yang digunakan pada dinding adalah batu bata. Pada toko Gramedia Slamet Riyadi Surakarta, hampir seluruh dinding pada interior dimanfaatkan sebagai sarana pajang produk-produk jualan.
➢ Rak pajangan buku
Gambar 3.2.8. Pengolahan Dinding Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Rak pajangan buku yang digunakan dalam toko Gramedia Slamet Riyadi Surakarta menggunakan material kayu dengan finish cat kayu berwarna coklat gelap. Rak memiliki tinggi 1200 mm dengan lebar 1200 mm dan kedalaman 450 mm.
➢ Papan kategori produk
Gambar 3.2.9. Pengolahan Papan Kategori Produk Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
54 Pada area penjualan produk utama, papan kategori barang diletakkan di atas rak buku. Papan kategori dibuat dengan material PVC. Pada papan terdapat nama kategori buku dan logo Gramedia di sampingnya.
Gambar 3.2.10. Pengolahan Papan Kategori Produk Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Pada area penjualan produk pendukung, papan kategori barang juga diletakkan di atas rak pajang. Papan kategori dibuat dengan material multipleks dengan finish HPL. Pada papan hanya terdapat nama kategori produk.
➢ Sirkulasi pengguna
Gambar 3.2.11. Sirkulasi Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Sirkulasi yang tersedia pada area penjualan produk utama sudah memenuhi standar minimal kebutuhan ruang. Ketika dua orang berpapasan, masih terdapat ruang yang tersisa sehingga kedua pengunjung tidak bersinggungan badan.
55
Gambar 3.2.12. Sirkulasi Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Sirkulasi yang tersedia juga ramah untuk digunakan pengguna dengan kebutuhan khusus.
56 3.3 Tabel Komparasi Studi Banding
Tabel 3.3.1. Tabel Komparasi Studi Banding (Dokumentasi Pribadi, 2021)
Ruang Standarisasi Variabel
Objek Perancangan Studi Banding
Sintesa Gramedia Sudirman Gramedia Pandanran Gramedia Slamet Riyadi
Area Penjualan Produk Pendukung
Suasana
Gambar 3.3.1. Suasana Interior Gramedia Sudirman
Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Gambar 3.3.2. Suasana Interior Gramedia Pandanaran Semarang
(Dokumentasi Pribadi, 2021).
Gambar 3.3.3. Suasana Interior Gramedia Slamet Riyadi Surakarta (Dokumentasi Pribadi,
2021).
- Warna yang diaplikasikan pada elemen ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling merupakan warna-warna hangat dan variasi warna coklat.
- Area penjualan produk-produk pendukung berada pada lantai dasar.
- Organisasi ruang menggunakan sistem grid layout.
- Tidak terlihat treatment khusus pada elemen interior, kecuali pada bagian Sirkulasi Sirkulasi pada area
penjualan produk pendukung sudah memenuhi standar minimal kebutuhan ruang dan masih terdapat sisa space ketika dua orang berpapasan. Sirkulasi
Sirkulasi sudah dapat mengakomodasi dua orang dalam kondisi berpapasan. Namun, pertimbangan untuk
pengguna ruang
berkebutuhan khusus kurang terlihat. Lebar sirkulasi memang
Sirkulasi yang tersedia pada area penjualan produk pendukung sudah memenuhi standar minimal kebutuhan ruang. Ketika dua orang berpapasan, masih terdapat ruang yang tersisa sehingga kedua
57 yang tersedia juga
ramah untuk digunakan pengguna dengan kebutuhan khusus.
menyukupi standar yang dibutuhkan, namun ketika terdapat dua orang berpapasan, masing-masing akan memasuki area privat satu sama lainnya.
pengunjung tidak bersinggungan badan.
Sirkulasi yang tersedia juga ramah untuk digunakan pengguna dengan kebutuhan khusus.
ceiling di Gramedia Sudirman Yogyakarta.
Treatment lantai
Pada area penjualan produk pendukung, lantai yang digunakan berupa lantai keramik dengan ukuran 600 mm x 600 mm berwarna putih dan abu-abu.
Keramik berwarna putih menandakan zona penjualan sedangkan keramik berwarna abu-abu berperan sebagai way-finding dan pengatur sirkulasi.
Material yang digunakan adalah lantai keramik berukuran 400 mm x 400 mm berwarna krem dengan sedikit variasi warna berbeda tanpa pola khusus. Tidak terlihat organisasi pola lantai tertentu sebagai pembagian zona produk-produk jualan.
Pada area penjualan produk pendukung, material yang digunakan sebagai lantai adalah keramik berukuran 400 mm x 400 mm yang terdiri dari tiga macam warna dan disusun secara diagonal. Namun pola lantai diagonal tidak konsisten dalam keseluruhan ruang.
Terdapat beberapa sudut ruang yang tidak
58 menerapkan pola lantai
diagonal.
Treatment dinding
Material yang
digunakan adalah batu bata dengan finish cat tembok. Pada interior, hampir seluruh dinding dipergunakan sebagai sarana pajang produk-produk yang dijual, termasuk pada kolom-kolom yang ada dalam ruang.
Material yang digunakan adalah batu bata dengan finish cat tembok. Pada interior, hampir seluruh dinding dipergunakan sebagai sarana pajang produk-produk yang dijual, termasuk pada kolom-kolom yang ada dalam ruang.
Material yang digunakan pada dinding adalah batu bata dengan finish cata tembok. Hampir seluruh dinding pada interior dimanfaatkan sebagai sarana pajang produk-produk jualan.
Treatment
ceiling
Material yang
digunakan sebagai ceiling adalah eternit non-asbes berwarna putih. Terdapat variasi drop ceiling terutama di atas pola lantai berwarna abu-abu yang berperan sebagai
Material yang digunakan sebagai ceiling adalah eternit non-asbes berwarna putih. Tidak ditemukan perlakuan khusus pada ceiling selain lampu yang berfungsi sebagai instrumen pencahayaan
Material yang digunakan sebagai ceiling adalah eternit non-asbes berwarna putih. Tidak terlihat perlakuan khusus pada ceiling selain lampu sebagai instrumen
pencahayaan dan diffuser
59 wayfinding dan
pengatur sirkulasi.
dan diffuser yang berfungsi sebagai instrumen penghawaan.
sebagai instrumen penghawaan.
Warna Warna yang dominan adalah warna coklat desert sand pada rak-rak pajangan dan warna hitam pada kolom dan beberapa rak pajangan.
Warna yang dominan adalah hitam pada rak produk-produk
pendukung dan kolom-kolom bangunan dan warna coklat kokoa pada beberapa rak pajangan.
Warna yang dominan adalah hitam pada rak produk-produk
pendukung dan kolom-kolom bangunan dan warna coklat burnt umber pada beberapa rak pajangan.
Penghawaan alami
Tidak menggunakan penghawaan alami
Tidak menggunakan penghawaan alami
Tidak menggunakan penghawaan alami Penghawaan
buatan
Pengahawaan buatan yang digunakan adalah AC central yang didistribusikan
menggunakan diffuser.
Pengahawaan buatan yang digunakan adalah AC central yang didistribusikan
menggunakan diffuser.
Pengahawaan buatan yang digunakan adalah AC central yang didistribusikan
menggunakan diffuser.
Pencahayaan alami
Terdapat jendela besar pada sisi utara dan timur
Pencahayaan alami kurang berperan karena
Pencahayaan alami masuk melalui fasad
60 bangunan sebagai
pencahayaan alami.
jendela yang digunakan berukuran kecil
bangunan yang bermaterial kaca.
Pencahayaan buatan
Pencahayaan buatan menggunakan general lamp.
Pencahayaan buatan menggunakan general lamp.
Akustik Tidak ditemukan perlakukan khusus untuk akustik ruang.
Tidak ditemukan perlakukan khusus untuk akustik ruang.
Tidak ditemukan
perlakukan khusus untuk akustik ruang.
Utilitas Utilitas bangunan tidak diperlihatkan dalam bangunan
Utilitas bangunan tidak diperlihatkan dalam bangunan
Utilitas bangunan tidak diperlihatkan dalam bangunan
Signage Untuk rak penjualan produk dari Gramedia, signage yang digunakan berupa papan kategori barang yang diletakkan di atas rak pajang.
Sedangkan untuk
Untuk rak penjualan produk dari Gramedia, signage yang digunakan berupa papan kategori barang yang diletakkan di atas rak pajang.
Sedangkan untuk produk
Untuk rak penjualan produk dari Gramedia, signage yang digunakan berupa papan kategori barang yang diletakkan di atas rak pajang.
Sedangkan untuk produk
61 produk dari ritel lain,
signage yang digunakan berupa nama brand yang di pasang di atas rak ataupun pada dinding.
dari ritel lain, signage yang digunakan berupa nama brand yang di pasang di atas rak ataupun pada dinding.
dari ritel lain, signage yang digunakan berupa nama brand yang di pasang di atas rak ataupun pada dinding.
62 3.4 Deskripsi Projek Perancangan
3.4.1 Perusahaan Gramedia A. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : PT. Gramedia Asri Media Tanggal Berdiri : 2 Februari 1970
Pendiri : P.K. Ojong, Jakoeb Oetama CEO Saat Ini : Lilik Oetama
Jenis Perusahaan : Anak Perusahaan Induk Perusahaan : Kompas Gramedia
Unit Bisnis Induk : GPU, Elex Media Komputindo, KPG, M&C Comics, Grasindo, BIP, ELTI, Diginusa, Teeny Teensy, COZYFIELD Situs Website : www.gramedia.com
Kantor Pusat : Jl. Palmerah Selatan 22-26, Jakarta Jumlah Pegawai : 6.613
Jumlah Gerai : 121 Logo Tenant :
Gambar 3.4.1. Logo Tenant Gramedia (Logopedia, n.d.).
Logo Digital :
Gambar 3.4.2. Logo Digital Gramedia (Logopedia, n.d.).
B. Sejarah Singkat Perusahaan
63 Periode Logo yang Digunakan Peristiwa
1970 – 1990
Gambar 3.4.3. Logo Gramedia Periode 1970 -
1998 (Logopedia, n.d.).
P.K. Ojong memiliki visi
untuk meningkatkan
pengetahuan dan
mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia melalui buku.
Toko pertama didirikan di Jl.
Gajah Mada dengan luas 252 kaki persegi.
1990 – 1998 Gramedia terus melakukan
ekspansi ke berbagai kota di Indonesia dan mulai
membangun bisnis
pendukung seperti percetakan dan penerbitan.
Pada 1 Juni 1996 KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) didirikan.
1998 – 2008
Gambar 3.4.4. Logo Gramedia Periode 1998 -
2015 (Logopedia, n.d.).
Gramedia mulai menerapkan standarisasi ISO untuk meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar yang telah disepakati internasional.
64
2008 – 2015 Gramedia mulai mengubah
konsep toko dengan menggabungkan café ke dalam toko buku untuk pelanggan sebagai tempat membaca buku yang nyaman.
2015 –
Gambar 3.4.5. Logo Gramedia Periode 2015 - sekarang (Logopedia, n.d.).
Gramedia melakukan re-branding dengan mengusung konsep bisnis bertema inspirasi, inovasi, dan inisiasi.
Gramedia juga menggunakan identitas brand berupa logo dengan bentuk huruf G yang didesain ekspresif dan
dinamis. Gramedia
mengharapkan bahwa toko Gramedia bukan lagi hanya tempat untuk bertransaksi, namun juga tempat untuk berinteraksi.
Tabel 3.4.1. Sejarah Singkat Gramedia
C. Strategi Marketing Gramedia
1. STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
➢ Segmenting :
• Jenis Kelamin : Pria dan wanita
• Usia : Semua usia, terutama 17 tahun – 35 tahun
• Lokasi : Perkotaan, pinggiran perkotaan
➢ Targeting :
• Pendapatan : Menengah-ke atas
• Gaya Hidup : 1,5 – 2 juta/bulan
65
➢ Positioning :
Gramedia memposisikan diri sebagai brand pusat pengetahuan yang ramah lingkungan.
2. Visi dan Misi Gramedia Sudirman Yogyakarta Visi
Menjadi perusahaan jaringan ritel dan penerbitan terbesar, tersebar, dan terpadu di Asia Tenggara (Gramedia, 2021).
Misi
Menyediakan produk yang berorientasi pasar, layanan unggul, inovatif dan perilaku bisnis yang beretika (Gramedia, 2021).
Prinsip
Gramedia memiliki prinsip untuk selalu berfokus pada transformasi.
Dengan apa yang disediakan dalam gerai, Gramedia berharap untuk tidak sekadar menjadi tempat orang bertransaksi, namun juga berinteraksi (Gramedia, 2015).
D. Struktur Organisasi Gramedia Sudirman Yogyakarta
Gambar 3.4.6. Struktur Organisasi Gramedia Sudirman Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi, 2021).
66 3.4.2 Analisis Bangunan Eksisting
Pada tahun 2020, dilakukan renovasi terhadap fasad Gramedia Sudirman dan toko mulai beroperasi kembali pada tahun 2021. Renovasi dilakukan untuk mengubah penggayaan fasad gedung ke penggayaan indische colonial. Pengubahan penggayaan ini sejalan dengan komitmen pembangunan daerah Kotabaru, Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan cagar budaya arsitektural peninggalan Belanda (RPI2-JM Kota Yogyakarta Tahun 2015-2019, 2015).
Gambar 3.4.7. Lokasi Gramedia Sudirman (Google Earth, 2021).
Alamat : Jl. Jendral Sudirman No. 54-56, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY 55224 Jenis bangunan : Fasilitas umum
Luas lahan : 1.379,65 m2 Luas bangunan : 2.182 m2 Jenis pondasi : Tiang pancang Kolom struktur : 700 mm x 700 mm Kolom praktis : 150 mm x 150 mm
67 Tebal dinding : 150 mm
Temperatur luar : 31°C
Gambar 3.4.8. Bangunan Gramedia Sudirman Yogyakarta (Google Street, 2021).
A. Orientasi Bangunan
Gedung Gramedia terletak dekat dengan dua perguruan tinggi di Yogyakarta yaitu Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Gadjah Mada.
Ke arah utara dari bangunan terdapat pemandangan gunung Merapi namun terhalang oleh gedung Bank BTN yang berada tepat di seberang jalan.
68
Gambar 3.4.9. Analisis Eksisting Bangunan (Dokumentasi Pribadi, 2021).
B. Arah Angin
Angin bergerak dari sisi tenggara ke barat laut bangunan. Terdapat pepohonan setinggi ±7 meter yang berada pada sisi timur bangunan yang membantu untuk mereduksi kecepatan angin sebelum akhirnya berpapasan dengan bangunan.
Gambar 3.4.10. Analisis Eksisting Bangunan (Dokumentasi Pribadi, 2021).
C. Paparan Matahari
Gedung Gramedia Sudriman menghadap ke arah utara sehingga cahaya matahari akan bergerak dari sisi gedung bagian kanan pada pagi hari ke sis
69 gedung bagian kiri pada sore hari. Terdapat pohon setinggi ±7 meter di sisi timur bangunan yang cukup membantu mereduksi panas matahari terhadap bangunan, terutama untuk lantai 1 dan 2. Sedangkan pada sisi barat bangunan tidak terdapat penghalang ataupun bangunan tinggi yang mampu membantu melindungi bangunan dari panas matahari sehingga sisi bangunan bagian barat akan mendapat panas paling banyak, terutama pada siang-sore hari.
D. Sumber kebisingan
Sumber kebisingan utama datang dari sisi timur dan utara bangunan yang merupakan jalanan yang cukup sibuk. Terdapat vegetasi setinggi ±2 meter di antara bangunan dan jalan yang membantu mereduksi
kebisingan. Bangunan di area sekitar kebanyakan adalah perkantoran dan rumah penduduk yang tidak menimbulkan polusi suara berlebih.
3.4.3 Analisis Alur Aktivitas Pengguna
Tabel 3.4.2. Tabel Analisis Alur Aktivitas Pengguna (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Lantai Alur Aktivitas Keterangan
1
Gambar 3.4.11. Analisis Sirkulasi dan Aktivitas Lantai Dasar (Dokumentasi
Pribadi, 2021).
Terdapat lima akses untuk keluar-masuk pada lantai 1, dua diantaranya merupakan akses utama. Pintu pada utara bangunan ditujukan untuk masuk dan pintu pada timur bangunan ditujukan untuk keluar. Namun, pada praktiknya pintu yang sering digunakan untuk keluar-masuk hanyalah pintu utara.
Sedangkan pintu timur jarang dan hampir tidak
70 utama pada sisi timur bangunan. Kesibukan jalur bersumber pada pengunjung yang beristirahat dan membeli minuman di kafe, pengunjung yang menunggu lift dan pengunjung yang berbelanja pada umumnya.
Jalur yang ditujukan untuk akses keluar adalah jalur pada sisi barat bangunan.
Namun pada kenyataannya pengunjung tetap memilih jalur yang sama yang digunakan untuk akses masuk karena lebih dekat dengan pintu keluar.
3
Gambar 3.4.12. Analisis Sirkulasi dan Aktivitas Lantai Satu (Dokumentasi
Pribadi, 2021).
Terdapat tiga akses untuk keluar-masuk lantai 3.
Kebanyakan pengunjung menggunakan tangga utama daripada lift.
Pergerakan pengunjung dalam bangunan mengikuti teori ritel bahwa pengunjung cenderung untuk berjalan menelusuri ruang berlawanan dengan arah jarum jam (Ebster &
Garaus, 2015). Pengunjung yang datang dari tangga
71 Novel fiksi dan sastra merupakan produk yang paling diminati. Oleh karena itu masuk akal bahwa
bagian novel fiksi dan sastra diletakkan pada rak-rak
terdepan sisi timur bangunan. Hipotesis tersebut dibuktikan dengan intensitas aktivitas yang tinggi pada bagian rak novel fiksi dan sastra. Sedangkan bagian paling jarang dikunjungi adalah bagian bisnis dan hukum yang berada di pojok utara pada sisi timur bangunan. Bagian bisnis dan hukum sepi
pengunjung dapat
diakibatkan karena layout grid dan kurangnya atraksi (Ebster & Garaus, 2015) terhadap bagian tersebut dan letaknya yang terlalu jauh dari pusat sirkulasi.
72 3.4.4 Tabel Analisis Aktivitas dan Fasilitas
Tabel 3.4.3. Tabel Analisis Aktivitas dan Fasilitas (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Aktivitas Entrance A. Penjualan Produk Pendukung
A. Penjualan Produk
Utama A. Kasir R. Operasional
Bangunan Toilet Gudang Cafe A. CSO
Keluar-masuk ✓
Cek suhu ✓
Melihat-lihat barang ✓ ✓
Memilih barang ✓ ✓
Mencoba barang ✓
Membaca buku ✓ ✓
Membayar barang ✓
Membuat perjanjian temu
✓ Meminta bantuan
pelayanan
✓
Menunggu janji temu ✓ ✓
Memesan minuman ✓
Menunggu pesanan ✓
Makan/minum ✓
Berbincang ✓ ✓ ✓
Mencuci peralatan ✓
Membuat pesanan ✓
73
Menunggu orang ✓
Operasional bangunan ✓
Buang air ✓
Mencuci tangan ✓
Menyimpan barang ✓
Mengambil stock barang ✓
3.4.5 Tabel Analisis Aktivitas dan Fasilitas
Tabel 3.4.4. Tabel Analisis Aktivitas dan Fasilitas (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Aktivitas Zona Aktif/Pasif Berisik/Tenang Frekuensi Penggunaan Waktu Penggunaan
Keluar-masuk Pub A Br T P – M
Cek suhu Pub A Tn T P – M
Melihat-lihat barang Pub A Tn T P – M
Memilih barang Pub A Tn S P – M
Mencoba barang Pub A Br S P – M
Membaca buku Pub A Tn S P – M
Membayar barang Pub A Tn T P – M
Membuat perjanjian
temu Sem A Tn R P – M
Meminta bantuan
pelayanan Pub A Tn R P – M
Menunggu janji temu Pub P Tn R P – M
Memesan minuman Pub A Br S P – M
74
Menunggu pesanan Pub P Tn S P – M
Makan/minum Pub A Br S P – M
Berbincang Pub A Br T P – M
Mencuci peralatan Pri A Br T P – M
Membuat pesanan Pri A Br T P – M
Menunggu orang Pub P Tn S P – M
Operasional bangunan Pri A Br R P & M
Buang air Ser A Br R P – M
Mencuci tangan Ser A Br R P – M
Menyimpan barang Pri A Br R P
Mengambil stock barang Pri A Br R P
Legends:
Zona Aktif/Pasif Frekuensi Penggunaan
- Pub : Publik - P : Pasif - T : Tinggi
- Pri : Privat - A : Aktif - S : Sedang
- Sem : Semi-privat - R : Rendah
- Ser : Servis
Berisik/Tenang Waktu Penggunaan
- Br : Berisik - P : Pagi - – : Sampai
- Tn : Tenang - M : Malam - & : Dan
75 3.4.6 Tabel Analisis Aktivitas Berdasar Kebutuhannya
Tabel 3.4.5. Tabel Analisis Aktivitas Berdasar Kebutuhannya (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Fasilitas Entrance A. Penjualan Produk Pendukung
A. Penjualan Produk
Utama A. Kasir R. Operasional
Tabel 3.4.6. Tabel Keterangan Analisis Aktivitas Berdasar Kebutuhannya (Dokumentasi Pribadi, 2021).
Tabel 3.4.6. Tabel Keterangan Analisis Aktivitas Berdasar Kebutuhannya (Dokumentasi Pribadi, 2021).