• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL

6.4. Analisis Switching Value

Analisis switching value atau biasa juga disebut dengan analisis nilai is yang digunakan untuk mengukur perubahan bagi investor untuk mengambil keputusan dalam menjalankan usaha pupuk

kompos ini. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini setiap tahunnya

sebesar 36 persen selama umur usaha yaitu 10 tahun, jika suatu hari terjadi

inflasi sebesar 7 persen maka masih ada keuntungan sebesar 29 persen dari

investasi yang ditanamkan. Oleh karena itu, usaha ini tetap layak untuk

dijalankan.

4. Pada kriteria investasi yang terakhir yaitu nilai Payback Period yang diperoleh le

tahun 3 bulan 24 hari. Hal ini berarti jangka waktu pengembalian seluruh

biaya investasi usaha pupuk kompos yaitu selama 3,27 tahun atau 3 tahun 3

bulan 24 hari, artinya usaha pupuk kompos ini mampu mengembalikan modal

investasi setelah umur usaha 3 tahun. Waktu yang diperlukan untuk

mengembalikan nilai investasi tersebut lebih pendek dari umur usaha.

Semakin pendek periode pengembalian investasi maka akan semakin baik

pula sehingga dapat dikatakan usaha ini layak untuk dijalankan.

Berdasarkan analisis kriteria investasi NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period menunjukkan bahwa secara fiansial penggunaan investasi unt

kompos yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hurip ini tetap layak untuk

dijalankan.

pengganti merupakan suatu analis

maksimum dari perubahan suatu komponen inflow (penuruanan harga output,

85 yaitu variabel harga bahan baku kotoran kambing dan variabel harga

jual pu

Tabel 13. Hasil Analisis Switching Value (Kapasitas 1.200 kg/bulan) Kambing

arga Jual Pupuk Kompos peningkatan biaya produksi) yang masih dapat ditoleransi agar usaha masih tetap

dapat dikatakan layak. Pada penelitian ini, perhitungan analisis switching value

dilakukan sampai nilai NPV mendekati nol atau positif mendekati nol, Net B/C

sama dengan satu, tingkat pengembalian internal (IRR) sama dengan tingkat

discount rate, serta payback period yang hampir mendekati umur proyek yaitu 10 tahun sehingga usaha pupuk kompos ini masih dapat dinyatakan layak untuk

dijalankan.

Variabel sensitivitas pada analisis switching value yang dilakukan dalam penelitian ini

puk kompos. Variabel harga bahan baku kotoran kambing diperhitungkan

karena harga kotoran kambing merupakan harga yang paling besar diantara

bahan-bahan pembuat kompos lainnya sehingga mempunyai pengaruh yang

paling besar pula terhadap penilaian kelayakan usaha. Sedangkan variabel harga

jual pupuk kompos diperhitungkan karena apabila harga pupuk kompos

mengalami penurunan maka akan berpengaruh terhadap penerimaan dan

kelayakan usaha tersebut. Perhitungan analisis switching value pada usaha pupuk kompos menggunakan tingkat suku bunga sebesar 6,75 persen. Hasil analisis nilai

pengganti berdasarkan kriteria investasi dapat dilihat pada Tabel 13.

Perubahan Kenaikan Harga Kotoran Penurunan H

Persentase 113,75% 14,22%

NPV 0,00 0,00

Net B/C 1,00 1,00

IRR 6,75% 6,75%

PP 10,00 10,00

86 Berdasarkan hasil analisis sw yang telah dilakukan, apabila terjadi perubahan pada variabel bahan baku yaitu berupa kenaikan harga beli

kotoran kambing maka unit usaha akan masih dapat beroperasi selama dalam

batas kenaikan harga maksimal sebesar 113,75 persen dari biaya kotoran kambing

yang dikeluarkan tiap tahunnya. Peningkatan total biaya kotoran kambing yang

mungkin terjadi pada tahun pertama dari Rp 2.475.000,00 sampai Rp

5.290.405,00 dan pada tahun berikutnya dari Rp 2.700.000,00 sampai menjadi Rp

5.771.350,00.

Pada variabel harga jual pupuk kompos, apabila terjadi penurunan harga

jual pupuk kompos maka unit usaha akan masih dapat beroperasi selama dalam

batas penurunan harga jual sebesar 14,22 persen dari harga jual pupuk kompos

yang ditawarkan tiap tahunnya. Penurunan penerimaan penjualan pupuk kompos

yang mungkin terjadi pada tahun pertama dari Rp 19.800.000,00 sampai Rp

16.984.596,00 dan pada tahun berikutnya dari Rp 21.600.000,00 sampai menjadi

Rp 18.528.650,00.

Dari sisi pengeluaran (outflow), apabila kenaikan haga kotoran kambing

yang terjadi lebih besar dari batas impas tersebut, maka akan menyebabkan usaha

pupuk kompos ini menjadi tidak layak untuk dijalankan secara finansial. Hal ini

mungkin disebabkan oleh adanya pengaruh iklim dalam proses pengolahan

kotoran kambing tersebut. Iklim merupakan faktor alam yang tidak dapat

dikendalikan, sehingga membuat kondisi iklim itu sendiri tidak menentu. Kondisi

iklim hujan menyebabkan kadar air pada kotoran kambing menjadi lebih basah.

Upaya pengolahan yang dilakukan oleh petani dalam menjaga kualitas kotoran

kambingnya adalah dengan tidak menempatkan kotoran kambing tersebut di alam

87 saha terkendala dalam

empe

nerimaan (inflow), beradasarkan pengalaman pengusaha pupuk

ompo

terbuka yang dapat terkena air hujan secara langsung sehingga bila musim hujan

datang, harga kotoran kambing dapat meningkat karena ada tambahan perlakuan

yaitu penurunan kadar air pada kotoran kambing yang membutuhkan waktu yang

cukup lama jika dibandingkan dengan pada musim panas.

Namun kondisi tersebut tidak menjadikan unit u

m roleh pasokan bahan baku berupa kotoran kambing karena kenaikan harga

yang terjadi pada umumnya relatif kecil. Selain itu, terjalinnya kerjasama yang

baik antara pengusaha pupuk kompos dengan para petani yang memiliki ternak

kambing dikarenakan mereka merupakan penduduk desa tersebut sehingga telah

saling mengenal dengan baik. Layanan transportasi yang disediakan pemasok

dapat meminimisasi biaya produksi pupuk kompos karena jarak antara pemasok

dengan tempat produksi pupuk kompos sendiri tidak terlalu jauh yaitu masih

dalam satu desa. Oleh karena itu, selama perubahan harga bahan baku berupa

kotoran kambing ini masih berada dalam batas kenaikan, usaha ini masih layak

untuk dijalankan.

Dari sisi pe

k s selama ini hampir tidak pernah terjadi penurunan harga jual pupuk

kompos itu sendiri karena permintaan dari pasar yang datang biasanya melebihi

kapasitas produksi dan sistem kemitraan yang terjalin membuat unit usaha

mendapatkan kepastian harga jual. Selain itu, pengusaha pupuk kompos ini selalu

menjaga kualitas pupuk kompos sehingga penurunan harga jual pupuk kompos

hampir belum pernah terjadi. Perubahan atas harga jual pupuk kompos yang

88 kambing yang berkurang dan penurunan kualitas pada pupuk kandang yang

digunakan.

Dalam analisis switching value ini, variabel penurunan harga jual pupuk kompos merupakan variabel yang paling sensitif sehingga memiliki risiko usaha

paling besar dibandingkan dengan variabel kenaikan harga kotoran kambing. Hal

ini terlihat dari hasil perhitungan analisis switching value dengan persentase yang kecil saja dapat mempengaruhi kelayakan usaha pupuk kompos ini. Kelompok

Tani Hurip mengatasi hal tersebut dengan menjalin hubungan yang baik kepada

pemasok bahan baku sehingga kontinuitas pasokan bahan baku tetap terjaga dan

menjaga kualitas dari pupuk kompos sehingga dapat memperkecil risiko

terjadinya penurunan dari sisi penerimaan dan unit usaha tetap berada dalam batas

89

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait