• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Return On Investment (ROI)

5.4 Analisis SWOT KUD Minasari .1 Faktor Internal .1 Faktor Internal .1 Faktor Internal

5.4.2 Faktor Eksternal

Faktor-faktor dari luar KUD Minasari yang dapat mempengaruhi besar kecilnya peranan KUD ini dalam mendukung sektor perikanan dan kelautan. Faktor Eksternal dibedakan menjadi dua, yaitu faktor peluang dan ancaman. Faktor peluang yaitu peluang-peluang KUD Minasari untuk dapat meningkatkan perannya terhadap sektor perikanan dan kelautan. Sedang faktor ancaman yaitu bahaya yang dapat dihadapi oleh KUD Minasari sehingga dapat mempengaruhi bahkan menurunkan peranannya terhadap pembangunan dunia perikanan dan kelautan.

5.4.2.1 Faktor Peluang

(1) Potensi Perikanan Pangandaran yang Melimpah

Perikanan tangkap yang menjadi tulang punggung bagi produksi perikanan Pangandaran merupakan suatu peluang bagi KUD Minasari untuk

satu-satunya KUD Mina di Pangandaran sehingga merupakan pusat kegiatan perikanan di Desa Pangandaran. Sebagai KUD Mina, potensi yang besar dari sektor perikanan merupakan suatu tantangan untuk dapat memfasilitasi kegiatan perikanan tersebut.

(b) Diberlakukannya Sistem Otonomi Daerah

Otonomi Daerah menurut Peraturan Pemerintah RI No. 32 tahun 2004, artinya adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan Peraturan PerUndang-Undangan. Kewenangan yang dimaksud dikelompokkan dalam berbagai berbagai bidang, salah satunya bidang perkoperasian. Kewenangan di bidang perkoperasian dalam hal : (a) Penetapan pedoman akuntansi koperasi, (b) Penetapan pedoman tata cara pernyertaan modal pada koperasi, (c) fasilitas pengembangan sistem distribusi bagi koperasi, (d) Fasilitas kerjasaama antar koperasi dan badan usaha lain. Diberlakukannya otonomi daerah berdampak bagi terlaksananya otonomi usaha koperasi yang memberikan kesempatan bagi koperasi untuk mengembangkan usahanya secara mandiri sesuai dengan prinsip koperasi yaitu kemandirian.

(c) Penggalakan kredit UKM oleh pemerintah

Pemerintah menetapkan kebijaksanaan yang memberikan kemudahan dalam penyaluran kredit untuk kegiatan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan

Koperasi. Hal ini, dikarenakan bahwa UKM ini tahan gempuran terhadap badai krisis moneter yang melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu. Kegiatan produksi UKM ini tidak tergantung pada bahan baku dari luar. Kondisi ini yang mendorong pemerintah untuk menggalakan kredit terhadap UKM. Penggalakan kredit bagi UKM termasuk didalamnya koperasi merupakan suatu peluang bagi KUD Minasari untuk mengembangkan usaha dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya.

(d) Adanya pinjaman modal dari Bank pemerintah

Dalam hal pemberian pinjaman modal dari Bank swasta pada tahun 2005 dari bank BUKOPIN sebesar Rp150.000.000,00. Modal tersebut digunakan koperasi untuk keperluan perluasan dan pengembangan usaha, sisanya digunakan untuk memenuhi permintaan anggota dalam memperoleh kredit pinjaman uang dari

koperasi. Selain mendapat modal pinjaman dari Bank BUKOPIN, koperasi juga berpeluang untuk mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti Bank BRI, Bank BNI, Bank Jabar, dan Bank-Bank lainnya yang menyediakan pinjaman modal.

(e) Adanya kebijakan untuk pelatihan karyawan

KUD Minasari memiliki program yang ditujukan bagi pendidikan SDM yang ada di koperasi yaitu DEKOPINDO pada 12 Juli setiap tahunya,bertepatan

denngan Hari Koperasi dari Kabupaten Cianjur. Pendidikan seperti ini memiliki peluang yang baik karena saat ini KUD Minasari hanya mengikuti pendidikan ini bergantung kebutuhan.

5.4.2.2 Faktor Ancaman

(a) Persaingan usaha di daerah sekitar TPI

Keberadaan perusahaan-perusahaan dan ijon menjadi salah satu ancaman dalam pengembangan KUD Minasari. Adanya perusahaan-perusahaan ikan dan pengadang ,ini menyebabkan beberapa nelayan tidak menjual ikan hasil

tangkapannya di TPI,tetapi mereka menjual langsung hasil tangkapannya pada pesaing guna menghindari potongan retribusi. Selain itu, munculnya toko-toko klontong juga menjadi saingan KUD Minasari karena menjadi alternatif pilihan bagi nelayan untuk membeli bahan-bahan sehari-hari dan sebagainya.

(b) Adanya arus Globalisasi

Globalisasi adalah proses memadukan aktivitas merumuskan,

mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi di seluruh dunia. Keputusan strategi dibuat berdasarkan dampaknya terhadap keuntungan global dari

perusahaan bukan hanya pada domestik atau pertimbangan negara individual yang lain. Globalisasi merupakan suatu ancaman bagi KUD Minasari karena

memungkinkan datangnya pihak luar yang mampu memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik, baik dalam penyediaan layanan yang serupa dengan yang disediakan oleh KUD melalui unit usaha ekonominya, terutama dalam pengelolaan TPI. Kondisi ini cenderung menyebabkan privatisasi, karena dengan adanya privatisasi menyebabkan peningkatan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, KUD harus dapat mempersiapkan diri memghadapi gempuran dari

luar. Sarana dan prasarana yang dimiliki KUD agar dapat dimanfaatkan secara optimal melalui aturan yang jelas untuk dapat meningkatkan pelayanannya dalam mewujudkan tujuan yang dicita-citakan.

(c) Birokrasi pinjaman modal diperoleh tidak mudah

Modal luar atau modal pinjaman untuk koperasi baik dari pemerintah maupun pihak swasta diperoleh dengan tidak mudah, karena persyaratan atau birokrasinya cukup rumit untuk ukuran koperasi. Pihak pemberi modal sering menanyakan tentang keadaan rasio keuangan koperasi, yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas usaha. Selain itu diperlukan kelengkapan surat pendirian usaha yang dapat digunakan untuk memperoleh pinjaman modal. (d) Keadaan perekonomian khususnya anggota koperasi semakin sulit Keadaan perekonomian yang semakin sulit pada saat ini mengakibatkan adanya sebagian kecil dari anggota koperasi mengalami kredit macet. Kesadaran sebagian anggota dalam mengembalikan pinjamannya kepada koperasi tidak terjadwal dan lancar.

(e) Adanya pengaruh faktor alam yaitu iklim dan cuaca

Usaha yang berbasis pada bidang perikanan sangat rentan terhadap pengaruh iklim dan cuaca. Hal ini terkait dengan sifat komoditas perikanan yang mudah rusak. Pengaruh alam seperti perubahan musim mempengaruhi hasil tangkap ikan baik jenis maupun jumlahnya, sebab ikan juga bersifat musiman. Perubahan musim mempengaruhi jumlah kapal yang melaut sehingga mempengaruhi jumlah hasil tangkapan. Bertambat dan berlabuhnya kapal-kapal yang melaut juga mempengaruhi pendapatan KUD.

5.4.2.3 Matriks EFE

Matriks EFE diperoleh dari hasil penilaian bobot dan peringkat faktor eksternal KUD Minasari.

Pada Tabel 26 dapat dilihat bahwa faktor eksternal untuk peluang yang paling penting terdapat pada peluang 3 yaitu adanya pinjaman modal dari Bank Pemerintah maupun Swasta, yang diberi bobot sebesar 0,113 dengan nilai peringkat 3. Faktor peluang yang tidak penting terdapat pada peluang 2 yaitu Diberlakukannya sistem OTDA yang diberi bobot 0,090 dengan nilai peringkat 2. Nilai yang dibobot paling tinggi untuk peluang terdapat pada penggalakan kredit

UKM dari pemerintah, faktor tersebut sangat direspon oleh koperasi terlihat dari nilai yang dibobot paling tinggi sebesar 0,412.

Tabel 26. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) KUD Minasari

Faktor-faktor Eksternal Bobot Peringkat

Nilai yang dibobot

Peluang :

1. Potensi Perikanan Pangandaran yang melimpah 0.097 3 0.291 2. Diberlalukannya sistem OTDA 0.090 2 0.180 3. Penggalakan kredit UKM dari pemerintah 0.103 4 0.412 4. Adanya pinjaman modal dari Bank pemerintah

maupun Bank swasta 0.113 3 0.339

5. Adanya kebijakan untuk pelatihan karyawan 0.090 3 0.270

Ancaman :

1. Persaingan usaha di daerah sekitar TPI 0.106 3 0.318

2. Adanya arus globalisasi 0.099 1 0.099

3. Birokrasi pinjaman modal diperoleh tidak mudah 0.094 2 0.188 4. Keadaan perekonomian khususnya anggota koperasi

semakin sulit 0.118 2 0.236

5. Adanya pengaruh faktor alam yaitu iklim dan cuaca 0.093 3 0.279

Jumlah 1 2.612

Sumber : Wawancara dengan Pihak KUD 2005

Faktor eksternal untuk ancaman yang paling penting terdapat pada ancaman 1 yaitu persingan usaha di daerah sekitar TPI, yang diberi bobot sebesar 0,106 dengan nilai peringkat 3. Faktor ancaman yang tidak penting terdapat pada ancaman 2 yaitu adanya arus globalisasi,yang diberi bobot sebesar 0,099 dengan nilai peringkat 1. Nilai yang dibobot paling tinggi untuk ancaman terdapat pada persaingan usaha di daerah sekitar TPI, faktor tersebut memiliki nilai paling tinggi sebesar 0,318.

Jumlah nilai yang dibobot untuk peluang koperasi berjumlah 1,492 dan jumlah nilai yang dibobot untuk ancaman koperasi berjumlah 1,120. Dari matriks EFE KUD Minasari diketahui total nilai EFE dari jumlah faktor peluang dan ancaman dihasilkan nilai yang dibobot sebesar 2,612 menunjukkan bahwa KUD Minasari merespon faktor eksternal sedikit diatas rata-rata.

Dokumen terkait