Suci Wulandari, Slamet Raharjo
3.2. Analisis SWOT
Analisis SWOT yang dilakukan dengan melibatkan hubungan faktor internal dan faktor eksternal pengelolaan sampah Kota Padang.
Penyusunan strategi mempertimbangkan hasil analisis komparatif kondisi terbaik (Kota Kitakyushu) yang dapat diadopsi di Kota Padang. Analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Analisis SWOT Pengelolaan Sampah Kota Padang
Eksternal Internal
Kekuatan (Strength)
1. Pemerintah punya kewenangan mengatur dan menetapkan kebijakan ke pihak eksternal pemerintah (masyarakat, Industri, LSM, perguruan tinggi dll)
2. Adanya penganggaran tahunan dan retribusi pengelolaan sampah 3. Adanya petunjuk teknis pengelolaan
sampah yang diharapkan di Indonesia yaitu Permen PU No.3 tahun 2013 4. Amanat UU No.18 tahun 2008 5. Adanya Perda Kota Padang No.21
tahun 2012 yang mengatur pengelolaan sampah daerah Kota Padang
6. Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017 (Jakstranas)
7. Peraturan Walikota tentang Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) Kota Padang tentang Target Pengurangan Sampah 30% dan Pengelolaan Sampah 70% pada tahun 2025
Kelemahan (Weakness)
1. Alokasi anggaran tahunan dan retribusi pengelolaan sampah belum cukup untuk mengelola sampah dengan baik 2. Kondisi sampah bercampur dari
sumber - TPA
3. Fasilitas pewadahan dalam kondisi tidak baik dan tidak informatif 4. Pengumpulan sampah hanya 75% dan
sampah langsung dibawa ke TPA 5. Fasilitas pengumpulan masih
mengangkut sampah bercampur 6. Proses pengolahan tidak maksimal
(hanya 5% sampah dari sampah terkumpul)
7. Fasilitas pengolahan sampah (TPST, TPS3R, Bank Sampah, Bangunan Pengolahan) belum maksimal 8. Sampah yang masuk ke TPA 70% dari
75% sampah terkumpul 9. Sanksi dari pelanggaran aturan
pengelolaan sampah belum tegas 10. Kemampuan Tenaga Pengelola belum
baik
11. Belum ada peraturan sampah B3 rumah tangga dan sampah elektronik
Peluang (Opportunities)
1. Industri berpotensi untuk terlibat dalam pengelolaan sampah 2. Potensi SDM dari lulusan Teknik
Lingkungan
3. Kerjasama Perguruan Tinggi dalam bidang penelitian
4. Kerjasama antar Kota (sister city) 5. Potensi daur ulang sampah 65,16%
(Hafiz, 2017)
6. Adanya LSM yang bergerak di bidang lingkungan
7. Perkembangan Bank Sampah dan TPS3R
8. Adanya sektor informal (pemulung)
Strategi S-O
1. Pemerintah membuat aturan pelibatan Industri, LSM dan sektor informal dalam pengelolaan sampah 2. Pemerintah menjalin kerjasama
dengan Perguruan Tinggi 3. Pemerintah bekerja sama dengan
Sister City seperti Kota Kitakyushu
dalam alih teknologi pengolahan sampah
4. Memaksimalkan fungsi Bank Sampah dan TPS3R dalam upaya pengurangan sampah
Strategi W-O
1. Pengadaan dan perbaikan fasilitas pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan dengan bekerjasama dengan Industri (CSR)
2. Merencanakan sistem pengumpulan terpisah dengan penjadwalan 3. Penerapan teknologi pengolahan
sampah seperti Kota Kitakyushu untuk memaksimalkan potensi daur ulang sampah
4. Peningkatan kapasitas Tenaga Pengelola
Ancaman (Threats)
1. Pemahaman masyarakat yang rendah mengenai pengelolaan sampah 2. Masyarakat terbiasa membuang
sampah ke sungai atau di bakar 3. Munculnya pencemaran lainnya dan
protes masyarakat terhadap pencemaran tersebut akibat uji coba teknologi pengolahan sampah yang baru
Strategi S-T
1. Peningkatan pelibatan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
Strategi W-T
1. Penguatan Penegakan Hukum 2. Pemerintah membuat kebijakan terkait
aturan pengelolaan sampah B3 dan Sampah Elektronik Rumah Tangga
SUCI WULANDARI DAN SLAMET RAHARJO /PROSIDING SNSTLIII201858–68 Dengan mempertimbangkan startegi yang dihasilkan pada
analisis SWOT, maka disusunlah program-program yang mendukung terwujudnya strategi yang diusulkan dan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Usulan Strategi dan Program
Strategi dan Program 1. Strategi S-O
1.1 Pemerintah membuat aturan pelibatan Industri, LSM dan sektor informal dalam pengelolaan sampah
1.1.1 Membuat peraturan setiap Industri/Badan Usaha yang menghasilkan produk wajib mengelola sampah dari produknya 1.1.2 Mewajibkan industri besar terlibat dalam pengolahan sampah kota bersama pemerintah
1.1.3 Pemerintah menyediakan lahan untuk didirikannya tempat pengolahan sampah (eco-recycling centre)
1.1.4 Pemerintah melibatkan LSM dalam program pengelolaan sampah ke masyarakat
1.1.5 Pembinaan sektor informal (pemulung)
1.2 Pemerintah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi 1.2.1 Kerjasama dalam penelitian
1.2.2 Kerjasama dalam pendampingan pengelolaan sampah 1.2.3 Kerjasama dalam pendidikan lingkungan
1.3 Pemerintah bekerja sama dengan Sister City seperti Kota Kitakyushu dalam alih teknologi pengolahan sampah
1.3.1 Daur Ulang 1.3.2 Pengomposan 1.3.3 Insinerasi 1.3.4 Landfill Gas (LFG) 1.3.5 Anaerobik Digester
1.4 Memaksimalkan fungsi Bank Sampah dan TPS3R dalam upaya pengurangan sampah
1.4.1 Memusatkan upaya pengurangan sampah pada Bank Sampah dan TPS3R
1.4.2 Meningkatkan sarana dan prasarana pada Bank Sampah dan TPS3R
1.4.3 Membuat Sistem Informasi terintegrasi mengenai pengelolaan sampah di setiap Bank Sampah dan TPS3R
1.4.4 Menerapkan sistem insentif dan disinsentif untuk Bank Sampah dan TPS3R yang memiliki kinerja yang baik dan yang kurang baik 2. Strategi W-O
2.1 Pengadaan dan perbaikan fasilitas pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan dengan bekerjasama dengan Industri (CSR)
2.1.1 Pewadahan dibagi atas tiga pemilahan: sampah anorganik (plastik, kertas, kaca dan logam); sampah organik (sampah dapur dan halaman); sampah lainnya (tekstil, kulit, karet, kayu, lainnya) 2.1.2 Pewadahan dikondisikan dengan baik (tidak rusak, tidak dimasuki air hujan, tidak sulit dijangkau)
2.1.3 Pewadahan memiliki informasi yang cukup dimengerti masyarakat (informatif)
2.1.4 Pengumpulan menggunakan mobil atau becak motor yang tertutup dengan rute sumber – pengolahan
2.1.5 Pengangkutan menggunakan mobil yang tertutup dengan rute pengolahan – TPA
2.2 Merencanakan sistem pengumpulan terpisah dengan penjadwalan Sampah Organik : Senin, Rabu, Jum’at, Minggu
Sampah Anorganik : Selasa, Sabtu Sampah Lainnya : Kamis
Waktu Pengumpulan : 05.00 – 07.00 dan 19.00 – 21.00
2.3 Penerapan teknologi pengolahan sampah seperti Kota Kitakyushu untuk memaksimalkan potensi daur ulang sampah
Strategi dan Program 2.3.1 Daur Ulang
2.3.2 Pengomposan 2.3.3 Insinerasi 2.3.4 Landfill Gas (LFG) 2.3.5 Anaerobik Digester
2.4 Peningkatan kapasitas Tenaga Pengelola
2.4.1 Merekrut Tenaga Pengelola dari lulusan Teknik Lingkungan 2.4.2 Memberikan beasiswa kepada Tenaga Pengelola untuk studi banding ke Negara lain terkait pengelolaan sampah
3. Strategi S-T
3.1 Peningkatan pelibatan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
3.1.1 Mengedukasi masyarakat melalui pendidikan ekstrakurikuler, perpustakaan berjalan, pelatihan untuk PKK, kurikulum mata pelajaran, dan taman edukasi
3.1.2 Mengadakan workshop pengelolaan sampah paradigma baru lengkap dengan bahaya kebiasaan masyarakat membakar dan membuang sampah ke sungai
3.1.3 Mengadakan sosialisasi penggunaan teknologi pengolahan sampah terbaru serta dampak yang akan dirasa untuk tahap uji coba 3.1.4 Mengadakan perlombaan antar skop daerah mengenai pengelolaan sampah terbaik yang dilakukan di daerah masing-masing 3.1.5 Mengadakan pameran atau peringatan acara lingkungan dengan mengenalkan dan membudayakan hidup peduli lingkungan pada pameran tersebut
3.1.6 Memodelkan TPS3R dan Bank Sampah sebagai pusat pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah
3.1.7 Peningkatan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk membayar jasa layanan pengelolaan sampah
4. Strategi W-T
4.1 Penguatan Penegakan Hukum
4.1.1 Peningkatan kapasitas aparat penegak hukum
4.1.2 Meningkatkan pengawasan terhadap ketaatan pelaksanaan pengelolaan sampah yang diterapkan
4.2 Pemerintah membuat kebijakan terkait aturan pengelolaan sampah B3 dan Sampah Elektronik Rumah Tangga
4. KESIMPULAN
Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa Kota Padang masih memiliki banyak kekurangan dalam praktik pengelolaan sampah domestik dibandingkan dengan Kota Kitakyushu. Kota Padang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah domestik dengan melibatkan potensi yang berasal dari faktor internal (sistem pengelolaan sampah dan pemerintah) dan faktor eksternal (kerjasama dengan industri, perguruan tinggi, sister city, LSM, sektor informal dan peningkatan kinerja fasilitas pengolahan sampah yang telah ada). Strategi pengelolaan sampah domestik Kota Padang yang diusulkan meliputi pembuatan kebijakan pelibatan pihak eksternal pemerintah, menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Industri dan Sister City (seperti Kota Kitakyushu), memaksimalkan fungsi Bank Sampah dan TPS3R, merencanakan sistem pengumpulan terpisah dengan penjadwalan, menerapkan teknologi pengolahan sampah, peningkatan kapasitas tenaga pengelola, peningkatan pelibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi. dan edukasi (KIE),
SUCI WULANDARI DAN SLAMET RAHARJO /PROSIDING SNSTLIII201858–68
68
penguatan penegakan hukum, dan pembuatan kebijakan mengenai sampah B3 dan sampah elektronik rumah tangga. Strategi tersebut diturunkan menjadi beberapa program sehingga dapat lebih rinci untuk diaplikasikan di Kota Padang.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, R., Febriardy. (2016). Analisis Sistem Pengelolaan Sampah Perkantoran Kota Padang menggunakan Metode Life Cycle Assessment. Jurnal Teknik Lingkungan Unand, 13(2), 60-67. https://doi.org/10.25077/dampak.13.2.60-67.2016. Candra, Sapto Andika., Aini, Nur. (2018, Februari 04).
Mengurai Permasalahan Sampah di Kota Padang. https://
republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/02/04/p3m 0jk382-mengurai-permasalahan-sampah-di-kota-padang.
Hafizh, M. (2016). Studi Timbulan, Komposisi, Karakteristik, dan Potensi Daur Ulang Sampah Domestik Kota Padang Tahun 2016. Tugas Akhir: Sarjana. Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas.
Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2012). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Dan Recycle Melalui Bank Sampah.
Menteri Pekerjaan Umum. (2013). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.
Presiden RI. (2008). Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Presiden RI. (2012). Undang-Undang Nomor 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Presiden RI. (2017). Peraturan Presiden Nomor 97 tahun
2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Rachman, I. (2017). Presentasi Bagaimana Kitakyushu Mengelola Sampah?. Kitakyushu: University of Kitakyushu.
Raharjo, S., Matsumoto, T., Ihsan, T., Rachman, I., Gustin, L. (2015). Community-based Solid Waste Bank Program for Municipal Solid Waste Management Improvement in Indonesia: a case study of Padang City: Journal of Material Cycles and Waste Management.
Routio, P. (2007). Comparative Study. Finlandia: www2. uiah.fi/projekti/metodi
Takeuchi, S. (2010). Presentasi Waste Management in Kitakyushu City. Kitakyushu: Environment Bureau International Environment Strategies Division.
SNSTL III, 20 SEPTEMBER2018, PADANG, SUMATRABARAT
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan III
| ISSN (Print) 2356-4938 | ISSN (Online) 2541-3880 |
Attribution-NonCommercial 4.0 International.Some rights reserved 69