STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
1. ANALISIS SWOT Tabel 5.1 Analisa Internal
FAKTOR KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
SDM /ORGANI SASI
1. Memiliki SDM dokter spesialis dan sub spesialisis dan tenaga profesional lainnya.
2. Sebagai rumah sakit rujukan regional di kawasan pantura bagian barat.
3. Mempunyai pelayanan spesialistik dan sub spesialistik 4. Rumah sakit Kelas B yang telah
terakreditasi Paripurna dengan standar Akreditasi SNARS Edisi 5. Memiliki kelengkapan sarana
1. Belum terpenuhinya SDM kesehatan yang sesuai standar RS tipe B
2. Belum optimalnya SIMRS dalam pelayanan
3. Masih kurangnya kesempatan meningkatkan kompetensi dan pelatihan;
4. Penerapan budaya kerja belum optimal;
5. Belum efektifnya koordinasi dan
64
prasarana penunjang medis. 6. Dukungan dari walikota selaku
pemilik RS.
/bidang di Rumah Sakit. 6. Belum optimalnya pemasaran
PROSES BISNIS
1. Adanya pelayanan rawat jalan spesialistik VIP.
2. Kelas perawatan rawat inap yang bervariasi dari kelas III s/d VVIP.
3. Tersedianya alat kedokteran yang canggih.
4. Adanya pengembangan program pelayanan medis spesialistik dan sub spesialistik.
5. Lokasi rumah sakit yang strategis.
6. Tersedianya SPO di seluruh Unit Kerja.
1. Kurangnya lahan parkir.
2. Kurangnya mutu layanan yang berorientasi pada patient safety. 3. Belum terpenuhinya alat medis &
penunjang medis sesuai dengan standar rumah sakit kelas B. 4. Kurang konsistennya kepastian
waktu pelayanan.
5. Masih lamanya waktu tunggu pelayanan di rawat jalan
6. Kurang optimalnya utilisasi alat medis dan penunjang medis
TINGKAT KEPUA SAN PEGAWAI
1. Adanya semangat untuk berubah untuk bekerja dan melayani lebih baik.
2. Meningkatnya kepedulian karyawan terhadap pengguna jasa.
1. Belum optimalnya sistem remunerasi yang adil dan proporsional (berbasis kinerja). 2. Masih adanya sikap tidak perduli
terhadap mutu pelayanan.
KEU-ANGAN 1. Tersedianya dukungan APBD untuk pembiayaan gaji PNS. 2. Tersedianya dukungan APBN melalui dana DAK untuk peningkatan sarana prasarana kesehatan
3. Penetapan tarip layanan oleh Peraturan Walikota.
4. Pola pengelolaan keuangan BLUD;
5. Fasilitas cara pembayaran keuangan sudah menggunakan system Host to Host sehingga laporan keuangan akan lebih cepat dan transparan.
1. Masih belum diperbaruinya Perwal Tarif baru, sehingga mengakibatkan pendapatan yang tidak optimal.
2. Kurang optimalnya sistem informasi manajemen keuangan. 3. Penerimaan BLUD tidak
mencukupi untuk memenuhi kebutuhan belanja modal peningkatan sarana prasarana rumah sakit.
4. Pendapatan operasional rumah sakit yang cenderung menurun. 5. Semakin meningkatnya biaya
operasional rumah sakit;
6. Tarif pelayanan belum sepenuhnya sesuai dengan unit cost.
Tabel 5.2 Analisa Eksternal
FAK-TOR PELUANG (O) ANCAMAN (T)
SDM/OR GANISA-SI
1. Adanya dukungan eksekutif dan
legislatif terhadap
pengembangan pelayanan. 2. Lingkungan geografi &
demografi yang strategis.
3. Adanya pengembangan kerjasama di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.
1. Rumah sakit swasta pesaing yang merekrut tenaga medis di RSUD Kardinah
PROSES
BISNIS 1. Berlakukannya program JKN. 2. Adanya pelayanan unggulan yang tidak dimiliki oleh rumah
1. Tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
65
sakit sekitar.
3. Tingginya cakupan dan luasnya jangkauan pelayanan rumah sakit.
4. Meningkatnya permintaan kerjasama operasional (KSO).
yang prima.
2. Adanya kebijakan rayonisasi BPJS menyebabkan cakupan luas jangkauan pelayanan semakin menyempit sehingga menyebabkan berkurangnya pendapatan.
3. Adnya kebijakan sistem rujukan online berjenjang dalam program JKN yang sangat merugikan RS Kelas B
4. Rumah sakit swasta melayani pasien BPJS.
5. Makin banyak dan
berkembangnya institusi pelayanan kesehatan pesaing. 6. Citra rumah sakit swasta yang
dinilai lebih bermutu oleh masyarakat. KEPUAS-AN PELANG GAN EKSTER NAL
1. Rumah sakit rujukan regional di kawasan pantura bagian barat Jawa Tengah.
2. Tarif pelayanan yang terjangkau dengan lengkapnya tenaga medis dokter spesialis
3. Animo masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang canggih & berkualitas.
1. Mutu pelayanan yang masih dirasakan kurang oleh sebagian pengguna jasa.
KEU-ANGAN
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Badan Layanan Umum Daerah.. 3. Dukungan pemerintah kepada
peningkatan pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Kardinah melalui APBN DAK, APBD Tk I (Bangub), APBD Tk II;
4. Tersedianya jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin oleh Pemerintah melalui BPJS non PBI dan Jamkesta.
1. Terbatasnya sumber pendanaan yang berasal dari luar pendapatan operasional BLUD.
66 2. STRATEGI
Mengacu pada analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman) maka perlu dianalisis dengan pola dasar asumsi strategis untuk disusun strategi-strategi yang dapat diterapkan sebagai berikut :
Tabel 5.3 Asumsi Strategis
ASUMSI
STRATEGI URAIAN STRATEGI
Kekuatan & Peluang (SO)
1. Optimalkan predikat rumah sakit terbesar & terlengkap fasilitasnya untuk memenuhi animo masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang canggih dan berkualitas.
2. Optimalkan SDM dokter spesialis, subspesialis dan tenaga profesional lainnya yang berpengalaman pada rumah sakit pusat rujukan di kawasan pantura bagian barat Jawa Tengah.
3. Optimalkan pilihan kelas perawatan yang bervariasi dari kelas III s/d VVIP untuk
memenuhi permintaan
masyarakat pada pelayanan rawat inap yang meningkat. 4. Optimalkan kepedulian
karyawan yang meningkat kepada pengguna jasa untuk menghadapi program JKN.
1. Pengembangan layanan baru
2. Pengembangan kualitas &
kuantitas SDM untuk
meningkatkan kapasitas.
3. Pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standart kelas B.
4. Pengembangan budaya organisasi
Kekuatan &
Ancaman (ST)
1. Optimalkan predikat rumah sakit kelas B rujukan regional yang telah telah terakreditasi Paripurna untuk meningkatkan citra di masyarakat.
2. Optimalkan predikat akreditasi SNARS Edisi 1 Paripurna untuk tetap meningkatkan mutu layanan yang berorientasi pada patient safety.
3. Optimalkan dukungan pembiayaan gaji PNS dari APBD untuk mengatasi biaya operasional yang lebih tinggi dari pesaing.
4. Manfaatkan meningkatnya kepedulian karyawan terhadap pengguna jasa untuk memenuhi tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang prima
1. Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dengan berorientasi pada patient safety melalui penyediaan sarana prasarana rumah sakit yang sesuai dengan standart rumah sakit kelas B. 2. -Sda-
3. Pengembangan budaya efisiensi dalam pelayanan.
67
Kele-mahan & Peluang (WO)
1. Atasi terbatasnya jumlah tenaga medis dan paramedis dengan mengajukan formasi CPNS dan P3K ke BKD.
2. Atasi kurang konsistennya kepastian waktu pelayanan dengan tingginya cakupan dan luasnya jangkauan pelayanan rumah sakit.
3. Atasi waktu lama menunggu pasien di pelayanan rawat jalan dengan membuat sistem antrian pasien berbasis online yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
1. Perekrutan pegawai CPNS dan P3K yang dilakukan oleh Pemerintah dengan berbasis pada standart kompetensi dan beban kerja.
2. Penerapan reward dan punishment.
3. Pengembangan sistem antrian berbasis online yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Kelemahan &
Ancaman (WT)
1. Tingkatkan pengetahuan dan ketrampilan manajerial para kepala unit/ ruangan yang masih lemah untuk mengatasi meningkatnya berbagai tuntutan hukum di bidang pelayanan kesehatan.
2. Atasi permasalahan belum cukupnya penerimaan BLUD dalam menutup belanja modal dengan mengoptimalkan dukungan APBD dan APBN.
1. Pengembangan manajemen mutu pendidikan dan penelitian.
2. Pemantapan manajemen operasional PPK-BLUD
Dari uraian tersebut diatas mengacu pada misi dan nilai-nilai dalam pencapaian visi maka dipilih strategi sebagai faktor kunci keberhasilan sebagai berikut :
a. Pengembangan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
b. Pengembangan manajemen mutu rumah sakit.
c. Pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar rumah sakit kelas B.
d. Pengembangan sistem antrian berbasis online yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat
e. Pengembangan manajemen operasional meliputi manajemen keuangan dan manajemen perencanaan berbasis SIMRS.
f. Pengembangan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia sesuai standar profesi.
68 3. KEBIJAKAN
Mengacu pada analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman), analisa asumsi strategis, asumsi strategi dan strategi yang dipilih maka disusun kebijakan untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut sebagai berikut :
a. Penambahan layanan baru diantaranya : i. Pelayanan Jiwa ( th 2020)
ii. Pelayanan Nyeri ( th 2020)
iii. Pelayanan Bedah digestif ( th 2020) iv. Pelayanan Kemoterapi ( th 2021)
b. Penerapan manajemen jaminan mutu pelayanan berstandar nasional ( Lembaga Akreditasi dari KARS) c. Pemanfaatan teknologi kedokteran canggih dan harus
terkalibrasi untuk ketepatan diagnosa dan terapi.
d. Pengembangan semua aplikasi yang dilaksanakan di rumah sakit termasuk diantaranya sistem antrian berbasis online harus berbasis SIM-RS
e. Penerapan manajemen operasional berbasis kepuasan pelanggan internal dan eksternal.
f. Pemanfaatan lembaga pendidikan yang tersertifikasi sebagai sarana peningkatan kualitas SDM.
69 Tabel 5.4 Tujuan , Sasaran, Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah
NO TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN
1 Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan
Meningkatnya Mutu Pelayanan
Kesehatan
a. Pengembangan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
b. Pengembangan manajemen mutu rumah sakit.
c. Pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar rumah sakit kelas B.
d. Pengembangan sistem antrian berbasis online yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat
a. Penambahan layanan baru diantaranya :
i. Pelayanan Jiwa ( th 2020) ii. Pelayanan Nyeri ( th 2020)
iii. Pelayanan Bedah digestif ( th 2020) iv. Pelayanan Kemoterapi ( th 2021)
b. Penerapan manajemen jaminan mutu pelayanan berstandar nasional ( Lembaga Akreditasi dari KARS)
c. Pemanfaatan teknologi kedokteran canggih dan harus terkalibrasi untuk ketepatan diagnosa dan terapi.
d. Pengembangan semua aplikasi yang dilaksanakan di rumah sakit termasuk diantaranya sistem antrian berbasis online harus
70 e. Pengembangan manajemen operasional
meliputi manajemen keuangan dan manajemen perencanaan berbasis SIMRS.
f. Pengembangan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia sesuai standar profesi.
berbasis SIM-RS
e. Penerapan manajemen operasional berbasis kepuasan pelanggan internal dan eksternal.
f. Pemanfaatan lembaga pendidikan yang tersertifikasi sebagai sarana peningkatan kualitas SDM.
71