• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis SWOT terhadap Desa Wisata Batik Kliwonan

ANALISIS DAN UPAYA PENGEMBANGAN TERHADAP DESA WISATA BATIK KLIWONAN

B. Analisis SWOT terhadap Desa Wisata Batik Kliwonan

Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan Daerah Tujuan Wisata yang sangat menarik dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara baik bagi pecinta batik maupun untuk berwisata alam. Desa Wisata yang diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2004 ini, memiliki potensi wisata yang cukup besar dan siap untuk dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan terwujud Desa Wisata Kliwonan sebagai desa Pusat Wisata Seni dan Kerajinan Batik di

10

Kabupaten Sragen dan diharapkan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Dalam mewujudkan Desa Wisata Kliwonan sebagai desa Pusat Wisata Seni dan Kerajinan Batik, sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang perlu dilakukan analisis mengenai faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi arus kunjungan wisatawan.

Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan (Strenght), kelemahan (Weakness) suatu obyek wisata dalam menghadapi kesempatan (Opportunities) dan ancaman – ancaman (Threats) dari lingkungan sekitar. Analisis ini lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.

Dari hasil identifikasi tersebut, maka akan dapat diketahui tentang kekuatan dan kelemahan internal obyek wisata serta peluang dan ancaman yang bersumber pada lingkungan sekitar desa Wisata Batik Kliwonan.

Adapun hasil analisis dalam penelitian tersebut adalah sebagai berikut : 1. Strenght ( Kekuatan )

Suatu obyek wisata pasti mempunyai daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan obyek wisata lainnya yang mana daya tarik tersebut dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung dan menikmati apa yang disajikan oleh obyek wisata tersebut.

Adapun daya tarik yang dimiliki Desa Wisata Batik Kliwonan sebagai faktor internalnya adalah sebagai berikut :

a. Desa Wisata Batik Kliwonan memiliki keindahan alam yang asri dan cukup menarik.

11

b. Desa Wisata Batik Kliwonan memiliki kesenian tradisional asli daerah yang siap ditampilkan untuk menarik wisatawan.

c. Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan produsen batik terbesar diluar klaster solo dan jogjakarta, juga merupakan sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta.

d. Desa Wisata Batik Kliwonan memiliki motif batik yang unik dan berbeda dari daerah lain.

e. Desa Wisata Batik Kliwonan juga terdapat obyek wisata bernilai budaya, sejarah dan religius yaitu makam dan petilasan Joko Tingkir. Selain itu, potensi lingkungan dengan kesenian tradisional yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang yaitu, kesenian pencak silat, wayang kulit, kesenian rebana, kentongan yang talah berumur ratusan tahun dan lain sebagainya yang merupakan nilai tambah tersendiri bagi desa wisata Kliwonan.

2. Weakness ( Kelemahan )

Kelemahan merupakan semua faktor yang tidak menguntungkan bagi sektor pariwisata terutama pada obyek kunjungan. Dalam hal ini, kelemahan yang ada di Desa Wisata Batik Kliwoanan adalah sebagai berikut :

a. Letaknya yang kurang strategis, jauh dari pusat keramaian.

b. Kondisi lingkungan obyek wisata yang relatif belum tertata, sehingga ketertarikan pengunjung kurang.

c. Keterbatasan sumber daya pengrajin, minat para pemuda kurang untuk meneruskan menjadi pengrajin batik.

12

d. Keterbatasan teknologi pengrajin, tidak semua pengarajin bisa mencamupr bahan pembuat batik.

e. Keterbatasan akses menuju ke obyek, angkutan yang mengangkut wisatawan yang berkunjung sudah tidak lagi beroperasi. Pengunjung yang datang akan kesulitan, jika tidak membawa kendaraan pribadi. f. Adanya produk yang sejenis dari wilayah lain

g. Kurangnya rasa kekeluargaan antar pengusaha batik dilingkungan desa wisata Kliwonan.

3. Opportunities ( Peluang )

Peluang merupakan faktor yang ada sebagai akibat kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku, kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap dapat memberi peluang bagi pariwisata baik di obyek wisata kunjungan, kota tujuan maupun pariwisata di Indonesia untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang.

Adapun peluang yang ada di Desa Wisata Batik Kliwonan maupun di Kabupaten Sragen adalah :

a. Dapat membuka peluang bisnis industri bagi investor lokal maupn asing.

b. Desa Wisata Batik Kliwonan menjadi suatu obyek unggulan di Kabupaten Sragen, dan salah satu obyek andalan di Jawa Tengah. c. Menambah daya tarik wisata yang ada sehingga dapat meningkatkan

13

d. Pemanfaatan area atau kekuatan obyek dalam mempromosikan kabupaten Sragen ke para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

e. Atraksi yang ada di Desa Wisata Batik Kliwonan menjadi suatu agenda rutin atraksi wisata kabupaten Sragen, dan menjdi agenda rutin waiatwan untuk berkunjung.

4. Threats ( Ancaman atau Tantangan )

Ancaman merupakan hal – hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi pariwisata baik di obyek kunjungan maupun di kota tujuan. Ancaman yang ada di Desa Wisata Batik Kliwonan adalah :

a. Persaingan antara para produsen batik yang kurang sehat, sehingga dapat mengurangi rasa kebersamaan.

b. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan mendatangkan penyakit.

c. Hak pengelolaan yang ada di Desa Wisata Batik Kliwonan belum jelas, masih belum ada kepastian tentang organisasi yang mengelola.

d. Wilayah lain juga memproduksi batik yang sama sehingga dapat membingungkan wisatawan.

e. Dengan mudahnya Industri pakaian dari luar negeri masuk kepasar di Indonesia.

Sifat analisis SWOT sangat situasional yang mana artinya adalah hasil analisis tahun sekarang belum tentu akan sama dengan hasil analisis pada tahun

14

yang akan datang. Hal ini disebabkan karena semua faktor yang mempengaruhi juga berubah. Biasanya hasil analisis akan banyak ditentukan pada faktor – faktor situasi dan kondisi ekonomi, politik, stabilitas keamanan, dan keadaan sosial yang melatarbelakangi.

Keempat faktor itu perlu mendapatkan perhatian yang seksama. Kekuatan yang ada harus dipertahankan sebaik baiknya bahakan aklau bisa ditambah. Kelemahan harus segera mendapatkan penanganan segera atau akan segara dihilangkan. Kesempatan yang ada hendaknya untuk segera dimanfaatkan untuk membantu pengembangan obyek. Sedangkan ancaman harus segera diantisipasi supaya tidak menghambat aktifitas atau program yang sudah direncanakan. Dengan cara demikian, dapat diambil langkah – langkah perbaikan sehingga lebih banyak wisatawan yang akan datang, tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya lebih banyak selama mereka melakukan perjalanan wisata di desa wisata Kliwonan.

Hasil analisis ini merupakan hasil pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan pengelola dan orang yang berkompeten dengan Desa Wisata Kliwonan, serta dilengkapi dengan beberapa data tertulis dan wawancara dengan pihak Kantor Pariwisata, Investasi dan Promosi Kabupaten Sragen, Dinas Pendapatan Daerah kabupaten Sragen, Pengamat desa wisata Kliwonan serta pengusaha batik lokal.

15

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa, wisatawan yang berkunjung didesa wisata Kliwonan dapat di kategorikan ke dalam kelompok kategori wisata minat khusus yang bertujuan untuk :

1. Pendidikan

Bagi para wisatawan yang datang dan ingin mempelajari tentang batik, tentang history dan tentang produksi secara lebih dalam.

2. Penelitian

Karena desa wisata Kliwonan sering digunakan untuk penelitian oleh para pelajar ataupun mahasiswa untuk tugas-tugas sekolah maupun kuliah.

3. Rekreasi

Karena wisatawan dapat berlibur dan melupakan sejenak segala aktifitas sehari-hari sambil melakukan berbagai aktifitas yang jarang mereka lakukan.

Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung tersebut maka diperlukan adanya pendekatan - pendekatan untuk mewujudkannya. Pendekatan yang umum digunakan adalah :

1. Pendekatan estetika, yaitu penyajian materi yang dapat membangun minat khusus para pengunjung sehingga pengunjung semakin tertarik untuk mengunjungi desa wisata Kliwonan.

16

Untuk kedepannya diharapkan desa wisata Kliwonan ini dapat berperan sebagai:

1. Pusat budaya, penggalian dan pengelolaan, karena peninggalan jaman dahulu harus tetap dilestarikan.

2. Pusat kesenian tradisional, oleh karenanya program-program budaya dan seni (pertunjukan kesenian lokal seperti, pencak silat, wayang kulit, kesenian rebana, dan kentongan) perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.

3. Sentra pengembangan sosial ekonomi, lingkungan sekitarnya, terutama bila tingkat kunjungan wisatawan dapat terus ditingkatkan.

4. Ikon perkembangan pawisata di kabupaten Sragen.

Dalam pengelolaan sebuah daerah obyek tujuan wisata terdapat sejumlah komponen dasar yang harus dipenuhi agar senantiasa menarik pengunjung

sehingga pada akhirnya memudahkan proses ”menjualnya”. Untuk itu perlu

diperhatikan antara lain :

1. Lokasi serta tata letak berbagai fasilitas yang tersedia ( toilet, cafe, mushola, toko souvenir, bangku duduk, dan sebagainya )

2. Penempatan khusus dan tata letak kegiatan acara atraksi / pertunjukan wisata penunjang di lokasi obyek desa wisata Kliwonan.

3. Penampilan (appearance) sambutan ketika memasuki kawasan wisata, gerbang utama dan tanda-tanda petunjuk arah bagi wisatawan, sehingga ketika wisatawan hadir akan merasakan sambutan yang khas dan juga

17

memudahkan pengunjung sehingga memperkecil kemungkinannya wisatawan untuk tersesat.

C. Upaya Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Setempat Untuk Pengembangan

Dokumen terkait