• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisis Tabel Silang

Analisis tabel silang pada bagian ini akan memuat tentang penilaian dan data dalam satu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif. Namun, analisis tabel ini bukanlah dapat disajikan sebagai penentu utama untuk melihat

hubungan variabel yang diteliti, tetapi ditujukan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dan hubungannya dengan data lain.

Kumpulan data yang akan disajikan dan dianalisis dalam tabel silang ini terdiri dari :

1 Hubungan antara jenis kelamin dan menerapkan sepenuhnya materi/nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan.

2 Hubungan antara pementor menguasai bahan materi dan kemampuan mengingat kembali materi.

3 Hubungan antara kepercayaan terhadap pementor dan membenarkan setiap materi/nilai-nilai ajaran Islam.

4 Hubungan antara ketertarikan terhadap materi dan menerapkan sepenuhnya materi/nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan.

Berikut ini adalah tabel-tabel data di atas yakni :

Tabel 4.67

Hubungan Antara Jenis Kelamin dan Menerapkan Sepenuhnya Nilai-nilai Ajaran Islam dalam Kehidupan

No. Jenis Kelamin Responden

Menerapkan Sepenuhnya

Materi dalam Kehidupan Total Tidak Setuju Setuju

1. Pria 8 6 14

2. Wanita 11 14 25

Total 19 20 39

Tabel 4.67 di atas menunjukkan hubungan antara jenis kelamin responden terhadap penerapan sepenuhnya materi agama dalam kehidupan responden. Tabel menunjukkan bahwa 14 responden wanita menyatakan kalau mereka telah menerapkan sepenuhnya materi yang diberikan yakni berupa nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Tetapi 11 responden wanita yang lain menyatakan kalau mereka belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Sedangkan 6 responden pria menyatakan kalau mereka telah menerapkan sepenuhnya materi yang diberikan yakni berupa nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Dan 8 responden pria yang lain menyatakan kalau mereka belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka.

Dalam penelitian ini berarti, antara pria dan wanita, terlihat bahwa wanitanya yang lebih menerapkan sepenuhnya menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Dibanding prianya justru lebih banyak yang belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Tetapi asumsi yang mengatakan kalau wanita lebih taat beribadah daripada pria, tidak bisa dibuktikan dalam penelitian ini. Karena selisih respondennya begitu sedikit. Ternyata jenis kelamin tidak mutlak mempengaruhi ketaatan beribadah seorang manusia.

Berikut mayoritas persentase responden yang menunjukkan hubungan antara jenis kelamin responden terhadap penerapan sepenuhnya materi agama dalam kehidupan responden adalah :

14

x100 % = 35,8% 39

Tabel 4.68

Hubungan Antara Pementor Menguasai Bahan Materi dan Kemampuan Mengingat Kembali Materi

No.

Pementor Menguasai Bahan

Materi

Kemampuan Mengingat

Kembali Materi Total Setuju Sangat Setuju

1. Setuju 10 0 10

2. Sangat Setuju 24 5 29

Total 34 5 39

Sumber: P.7-FC.9 / P.45-FC.47

Tabel 4.68 di atas menunjukkan hubungan antara pementor menguasai bahan materi terhadap kemampuan responden mengingat kembali materi. Tabel menunjukkan bahwa 10 responden menyatakan setuju kalau pementor mereka menguasai bahan materi yang disampaikan dan mereka juga merasa itu dapat berpengaruh terhadap kemampuan mereka mengingat materi. Dan 24 responden yang menyatakan sangat setuju kalau pementor mereka memang menguasai bahan materi sehingga berdampak pada kemampuan mereka mengingat materi yang diberikan pementor tersebut. Sedangkan 5 responden lagi menyatakan sangat menyetujui bahwa apabila pementor menguasai bahan materi yang disampaikan, maka mereka akan sangat mampu mengingat materi yang disampaikan tersebut.

Dalam penelitian ini berarti, materi yang akan disampaikan hendaklah telah dikuasai sebelumnya oleh pementor dan tidak hanya bermodalkan pada metode ‘text book’ alias tekstual dan tanpa persiapan, sehingga materi yang disampaikan asal-asalan, dangkal, dan tidak menarik. Menjadi seorang pementor hendaknya senantiasa mengintropeksi dan memperbaiki diri serta terus menperdalam dan mengamalkan ajaran yang disampaikannya dalam kehidupan mereka sendiri. Sehingga adik-adik binaan pementor tersebut juga berusaha mengikuti orang yang menjadi teladannya/gurunya.

Berikut mayoritas persentase responden yang menunjukkan hubungan antara pementor menguasai bahan materi terhadap kemampuan responden mengingat kembali materi yaitu :

24

x100 % = 61,5% 39

Tabel 4.69

Hubungan Antara Kepercayaan Terhadap Pementor dan Membenarkan Setiap Materi/Nilai-nilai Ajaran Islam

No. Kepercayaan Terhadap Pementor

Membenarkan Setiap

Materi/Nilai-nilai Ajaran Islam Total Setuju Sangat Setuju

1. Setuju 21 5 26

2. Sangat Setuju 8 5 13

Total 29 10 39

Sumber: P.8-FC.10 / P.50-FC.52

Tabel 4.69 di atas menunjukkan hubungan antara kepercayaan responden kepada pementor terhadap responden membenarkan setiap materi yang diberikan pementor. Tabel menunjukkan bahwa 21 responden menyatakan setuju kalau mereka percaya kepada pementor sehingga mereka membenarkan setiap materi yang diberikan pementor. Dan 8 responden menyatakan sangat mempercayai materi yang diberikan pementor, sehingga mereka membenarkan materi yang diberikan itu. Sedangkan 5 responden yang menyatakan sangat mempercayai materi yang diberikan pementor, karena mereka sangat percaya sehingga mereka sangat membenarkan apa yang mereka percayai tersebut.

Karena materi yang disampaikan ini merupakan ilmu agama yang berisikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Berarti apa yang disampaikan haruslah sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah, apa yang ditulis dalam Al-Quran dan As-Sunnah adalah benar. Lalu disampaikan dengan penjelasan yang bisa dimengerti dan tentunya

bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekedar ra’yu (pendapat) dari pementor sendiri. Pementor tidak bisa sembarangan menyampaikan materi atau mengubah materi tersebut, karena alasan kekreatifitasan. Kreatif dalam hal cara penyampaian, bukan isi yang disampaikan.

Berikut mayoritas persentase responden yang menunjukkan hubungan antara kepercayaan responden kepada pementor terhadap responden membenarkan setiap materi yang diberikan pementor adalah :

21

x100 % = 53,8% 39

Tabel 4.70

Hubungan antara Ketertarikan Terhadap Materi dan Menerapkan Sepenuhnya Nilai-nilai Ajaran Islam dalam Kehidupan

No. Ketertarikan Terhadap Materi

Menerapkan

Sepenuhnya Nilai-nilai Ajaran

Islam dalam Kehidupan Total Tidak Setuju Setuju

1. Setuju 10 11 21

2. Sangat Setuju 9 9 18

Total 19 20 39

Sumber: P.21-FC.23 / P.47.FC.49

Tabel 4.70 di atas menunjukkan hubungan antara ketertarikan responden mendengarkan materi terhadap penerapan sepenuhnya materi yang mereka terima dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat 11 responden yang menyatakan tertarik untuk mendengarkan materi yang disampaikan pementor sehingga mereka pun telah meyakini dengan sepenuh hati materi yang diberikan tersebut. Sedangkan 9 responden menyatakan sangat tertarik untuk mendengarkan materi yang disampaikan sehingga mereka juga

sangat meyakini dan menerima dengan sepenuh hati materi yang disampaikan tersebut. Mereka tidak menolak.

Karena materi yang disampaikan ini merupakan ilmu agama yang berisikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, sehingga apa yang disampaikan oleh pementor merupakan hal yang harus didengar oleh peserta mentoring. Agar peserta mentoring dapat mengenal agamanya. Selain menyajikan pengetahuan yang aktual dan aktif mengikuti perkembangan tren remaja, sebaiknya pementor juga dalam menyajikan bahan materi, diusahakan semenarik mungkin. Agar peserta tidak merasa bosan.

Berikut mayoritas persentase responden yang menunjukkan hubungan antara ketertarikan responden mendengarkan materi terhadap keyakinan responden menerima sepenuh hati materi tersebut.adalah :

11

x100 % = 28,2% 39