BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisis Tabel Silang
Analisis tabel silang ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Komunikasi Antarpribadi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kabanjahe. Pada pembahasan ini, tidak semua variabel X dan variabel Y disilangkan dan dianalisis dalam bentuk silang. Peneliti hanya menampilkan bagian-bagian terpenting dari masing-masing variabel penelitian
Tabel 35
Hubungan Antara Keterbukaan Orang Tua Dalam Berkomunikasi dengan Kesediaan Responden Untuk Belajar Karena Dorongan Dari Dalam Dirinya Keterbukaan Orang
Tua Dalam Berkomunikasi Dengan Responden
Kesediaan Responden Belajar Karena Dorongan Dari Dalam Dirinya
TOTAL
Tidak
pernah Jarang Sering
Sangat sering Tidak terbuka - - 1 - 1 Kurang terbuka - 2 4 1 7 Terbuka - 3 25 7 35 Sangat terbuka - 7 15 10 32 TOTAL - 12 45 18 75
P.4 dan P.20/FC.7 dan FC.23
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara keterbukaan orang tua dalam menyampaikan harapan-harapannya kepada responden ketika berkomunikasi dengan kesediaan responden belajar karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendri. Dari 75 responden dalam penelitian ini, 45 responden menyatakan sering, 18 responden menyatakan sangat sering, 12% menyatakan jarang, dan tidak ada satu pun responden yang menyatakan tidak pernah.
Sebaran data tingkat keterbukaan orang tua dalam menyampaikan harapan-harapannya kepada responden ketika berkomunikasi adalah 35 responden merasa terbuka, 32 responden merasa sangat terbuka, 7 responden merasa kurang terbuka, dan hanya 1 responden yang menyatakan kurang terbuka.
Dari data di atas, dapat diketahui tingkat keterbukaan orang tua dalam menyampaikan harapan-harapannya kepada responden ketika berkomunikasi dan pengaruhnya terhadap kesediaan responden belajar karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena mayoritas responden merasa sering, maka yang dibahas hanyalah yang menjawab sering dan sangat sering, yaitu:
Tidak terbuka = % , %
Kurang terbuka = % , %
Terbuka = % , %
Sangat terbuka = % , %
Dari data di atas dapat dilihat persentase responden yang menjawab terbuka adalah responden yang menyatakan sering dan sangat sering belajar karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri. Responden yang menjawab sangat terbuka serta sering dan sangat sering belajar karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri adalah 33,3%. Hal ini karena melalui keterbukaan orang tua kepada responden tentang harapan-harapannya, maka responden akan semakin mengetahui tanggung jawabnya dan satu-satunya jalan untuk memenuhinya adalah dengan belajar. Ini artinya, responden menjadikan belajar sebagai kebutuhannya tanpa harus diperintah orang lain lebih dulu. Dengan kata lain, responden memiliki motivasi belajar yang cukup kuat dari dalam dirinya sendiri.
Berdasarkan data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat keterbukaan orang tua dalam menyampaikan harapan-harapannya kepada responden ketika berkomunikasi berhubungan dengan kesediaan responden belajar karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri.
Tabel 36
Hubungan Antara Kesediaan Orang Tua Membantu Menciptakan Suasana Belajar Kondusif dengan Ketertarikan Responden Untuk Belajar Karena
Suasana Rumah yang Kondusif Kesediaan Orang Tua Membantu Menciptakan Suasana Belajar Kondusif Bagi Responden
Ketertarikan Responden Belajar Karena Suasana Rumah yang Kondusif
TOTAL Tidak tertarik Kurang tertarik Tertarik Sangat tertarik Tidak membantu - - 1 2 3 Kurang membantu - 2 8 8 18 Membantu - 2 13 25 40 Sangat membantu - - 2 12 14 TOTAL - 4 24 47 75 P.10 dan P.29 /FC.13 dan FC.32
Tabel di atas me,nunjukkan hubungan antara kesediaan orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi responden ketika berada di rumah dengan ketertarikan responden untuk belajar karena suasana rumah yang kondusif. Responden dalam penelitian ini memiliki tingkat ketertarikan yang berbeda, yaitu 47 responden merasa sangat tertarik, 24 responden merasa tertarik, 4 responden merasa kurang tertarik, dan tidak ada satu pun responden yang merasa tidak tertarik.
Sebaran data tentang kesediaan orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi responden ketika berada di rumah adalah 40 responden menyatakan orang tua bersedia membantu, 18 responden menyatakan kurang membantu, 14 responden menyatakan sangat membantu, dan 3 responden menkyatakan tidak membantu.
Dari data di atas, dapat diketahui pendapat responden tentang kesediaan orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif ketika berada di rumah dan pengaruhnya terhadap ketertarikan responden untuk belajar karena suasana yang kondusif tersebut. Oleh karena mayoritas responden merasa tertarik, maka yang dibahas hanyalah yang menjawab tertarik dan sangat tertarik, yaitu:
Tidak membantu = % %
Kurang membantu = % , %
Membantu = % , %
Sangat membantu = % , %
Melalui data di atas, tampak persentase responden yang menjawab membantu adalah responden yang paling banyak merasa tertarik dan sangat tertarik untuk belajar ketika berada di rumah karena suasana yang kondusif, yaitu 50,7%. Responden yang menjawab sangat membantu serta merasa tertarik dan sangat tertarik untuk belajar ketika berada di rumah karena suasana yang kondusif adalah 18,7%. Hal ini terjadi karena suasana menjadi salah satu hal yang mempengaruhi ketertarikan anak dalam belajar. Pada suasana lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar, responden akan semakin terbantu untuk lebih berkonsentrasi. Dengan demikian, materi pelajaran pun akan lebih mudah untuk dipahami.
Berdasarkan data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kesediaan orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif ketika berada di rumah berhubungan dengan tingkat ketertarikan responden untuk belajar karena suasana tersebut.
Tabel 37
Hubungan Tingkat Keseringan Orang Tua Memberi Penjelasan dengan Kesadaran Responden Tentang Tanggung Jawabnya
Tingkat Keseringan Orang Tua
Kesadaran Responden Tentang Tanggung
Jawabnya Sebagai Anak Sekaligus Siswa TOTAL
Memberi Penjelasan
Kepada Responden
menyadari menyadari menyadari
Tidak pernah - - 1 1 2 Jarang - 1 3 3 7 Sering - 2 20 6 28 Sangat sering - 4 19 15 38 TOTAL - 7 43 25 75 P.9 dan P.32/FC.12 dan FC.35
Tabel 38 menunjukkan hubungan tingkat keseringan orang tua memberi penjelasan tentang pentingnya belajar dengan kesadaran responden tentang tanggung jawabnya sebagai anak sekaligus siswa. Tingkat kesadaran 75 responden dalam penelitian ini tak seluruhnya sama. Sebanyak 43 responden menyatakan menyadari, 25 responden sangat menyadari, 7 responden merasa kurang menyadari, dan tidak satu pun responden yang menyatakan tidak menyadari.
Sebaran data tentang pendapat responden akan tingkat keseringan orang tua memberi penjelasan tentang pentingnya belajar, yaitu 38 responden menyatakan bahwa orang tua sangat sering memberi penjelasan tersebut, 28 responden menyatakan sering, 7 responden menyatakan jarang, dan 2 responden yang menyatakan bahwa orang tuanya tidak pernah memberikan penjelasan semacam itu sama sekali.
Melalui data-data di atas dapat diketahui tentang tingkat keseringan orang tua memberi penjelasan tentang pentingnya belajar dan pengaruhnya terhadap kesadaran responden tentang tanggung jawabnya sebagai anak sekaligus siswa. Oleh karena mayoritas responden merasa menyadari tanggung jawabnya tersebut, maka yang dibahas hanyalah yang menjawab sering dan sangat sering, yaitu:
Tidak pernah = % , %
Sering = % , %
Sangat sering = % , %
Dari data di atas, dapat dilihat persentase responden yang menjawab sangat sering merupakan responden yang paling banyak menyadari dan sangat menyadari tanggung jawabnya sebagai anak sekaligus siswa. Responden yang menjawab sering serta menyadari dan sangat menyadari tanggung jawabnya ada sebanyak 34,7%. Hal ini menunjukkan bahwa seringnya orang tua menyampaikan penjelasan tentang pentingnya belajar, mampu mempengaruhi tingkat kesadaran responden tentang hal itu sendiri secara signifikan, baik dalam pikiran maupun tingkah lakunya.