TABEL 4.6 Suku Responden
IV.3. Analisis Tabel Silang
Analisis tabel silang pada bagian ini, akan memuat tentang penilaian dalam satu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif. Namun, analisis tabel ini tidak dapat dijadikan sebagai penentu utama untuk
melihat hubungann variabel yang diteliti, tetapi ditujukan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dan hubungannya dengan data yang lain.
Kumpulan data yang akan disajikan dan dianalisis dalam tabel silang ini adalah :
1. Hubungan Antara Maksud Penyuluhan Terhadap Keuntungan Tes Pap Smear. 2. Hubungan Antara Informasi Penyuluhan Terhadap Keputusan Responden
Mengikuti Tes Pap Smear
3. Hubungan Antara Hubungan Antara Informasi Penyuluhan Terhadap Konfirmasi Responden Melanjutkan Pemeriksaan Pap Smear
TABEL 4.36
Hubungan Antara Maksud Penyuluhan Terhadap Keuntungan Tes Pap Smear
Maksud Penyuluhan
Pelaksanaan Tes Pap Smear
Total Tidak Mengun- tungkan Kurang Menguntu n-gkan Menguntun- gkan Sangat Menguntu- ngkan Kurang Mengerti 3 17.6% 0 0% 3 17.6% 0 0% 6 35.2% Mengerti 1 5.8% 1 5.8% 7 41.1% 2 11.7% 11 64.4% Total 4 23.4% 1 5.8% 10 58.7% 2 11.7% 17 100% Sumber : P.23/FC 25 dan P.30/FC 32
Tabel diatas menjelaskan hubungan antara tanggapan peserta penyuluhan tentang hubungan maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh dan tanggapan keuntungan mengikuti tes pap smear oleh peserta penyuluhan. Dari 17 responden, 4 responden menyatakan pelaksanaan tes pap smear tidak menguntungkan, 1 responden menyatakan kurang menguntungkan, 10 responden menyatakan
pelaksanaan tes pap smear menguntungkan dan 2 responden menyatakan bahwa pelaksanaan tes pap smear sangat menguntungkan.
Sebaran data mengenai tanggapan peserta penyuluhan tentang maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh dari PKBI Sumatera Utara yakni 6 responden menyatakan tidak mengerti dengan maksud yang disampaikan penyuluh sedangkan 11 responden lainnya menyatakan mengerti terhadap maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh tersebut.
Dari data tersebut, dapat diketahui hubungan antara maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh dari PKBI Sumatera Utara terhadap tanggapan peserta penyuluhan mengenai pelaksanaan tes pap smear. Dari 17 responden, sebanyak 10 responden mengatakan mengerti bahwa maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh memengaruhi tanggapan peserta penyuluhan terhadap keuntungan melakukan tes pap smear. Karena lebih banyak responden mengatakan mengerti pada hal tersebut di atas, maka akan dijelaskan dalam perhitungan berikut:
Kurang Mengerti : 3/17 x 100% = 17.6% Mengerti : 7/17 x 100% = 41.2%
Berdasarkan data di atas dapat diketahui persentase responden yang mengatakan mengerti bahwa pelaksanaan tes pap smear akan memberi keuntungan kepada responden. Sebanyak 41,2% responden menyatakan ya, mengerti bahwa pelaksanaan tes pap smear akan memberi keuntungan bagi responden setelah mengetahui maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh. Jadi terdapat hubungan antara mengerti terhadap maksud penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh dari PKBI Sumatera Utara dengan tanggapan responden mengenai keuntungan pelaksanaan tes pap smear.
TABEL 4.37
Hubungan Antara Informasi Penyuluhan Terhadap Keputusan Responden Mengikuti Tes Pap Smear
Informasi Penyuluha n Keputusan Responden Total Tidak
Bersedia Berencana Segera Sudah Kurang Mengerti 2 11.7% 5 29.4% 1 5.8% 0 0% 8 47% Mengerti 2 11.7% 4 23.5% 1 5.8% 1 5.8% 8 46.8% Sangat Mengerti 0 0% 0 0% 0 0% 1 5.8% 1 5.8% Total 4 23.4% 9 52.9% 2 11.6% 2 11.6% 17 100% Sumber : P.21/FC 23 dan P.33/FC 35
Tabel diatas menjelaskan hubungan antara tanggapan peserta penyuluhan mengenai hubungan informasi penyuluhan dan keputusan responden mengikuti tes pap smear. Dari 17 responden, 4 responden memutuskan tidak bersedia mengikuti tes pap smear, 9 responden memutuskan untuk berencana mengikuti tes pap smear, 2 responden menyatakan segera mengikuti tes pap smear sementara 2 responden lainnya menyatakan sudah melakukan tes pap smear.
Sebaran data mengenai tanggapan peserta penyuluhan tentang informasi penyuluhan yang disampaikan dalam penyuluhan kanker serviks di Kelurahan Belawan II yakni 8 responden menyatakan kurang mengerti dengan informasi penyuluhan, 8 responden menyatakan mengerti dan 1 responden menyatakan sangat mengerti dengan informasi penyuluhan tersebut.
Dari data tersebut, dapat diketahui hubungan antara informasi penyuluhan kanker serviks yang disampaikan dalam penyuluhan oleh penyuluh dari PKBI Sumatera Utara dengan keputusan peserta penyuluhan mengikuti tes pap smear. Dari
17 responden, terdapat 2 responden yang menyatakan sudah mengikuti tes pap smear setelah mengerti dengan informasi penyuluhan, 2 responden menyatakan segera melakukan tes pap smear, dan 9 responden menyatakan berencana melakukan tes pap smear setelah mengetahui informasi penyuluhan. Sementara itu terdapat 4 responden yang memutusakan tidak melakukan tes pap smear walaupun telah mendengar informasi penyuluhan tersebut. Karena lebih banyak responden mengatakan berencana mengikuti pap smear setelah, maka akan dijelaskan dalam perhitungan berikut:
Kurang Mengerti : 5/17 x 100% = 29.4% Mengerti : 4/17 x 100% = 23.5%
Berdasarkan data di atas dapat diketahui persentase responden yang mengatakan kurang mengerti dengan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan namun memutuskan berencana mengikuti tes pap smear adalah 29.4%, sementara peserta penyuluhan yang mengerti dengan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan yang menyatakan berencana melakukan tes pap smear yakni 23.5%. Tingginya persentase peserta penyuluhan yang kurang mengerti dengan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan namun berencana mengikuti pap smear menunjukkan adanya keinginan peserta untuk turut berpartisipasi melakukan upaya pencegahan kanker serviks melalui tes pap smear. Jadi terdapat hubungan antara informasi yang disampaikan oleh penyuluh dalam penyuluhan terhadap keputusan peserta penyuluhan untuk melakukan tes pap smear, meskipun berdasarkan data di atas, peserta penyuluhan kurang mengerti informasi yang disampaikan tersebut.
TABEL 4.38
Hubungan Antara Informasi Penyuluhan Terhadap Konfirmasi Responden Melanjutkan Pemeriksaan Pap Smear
Informasi Penyuluhan
Konfirmasi Melanjutkan Pap Smear
Total Tidak Melanjutkan Ragu-Ragu Ya, Melanjutkan Kurang Mengerti 8 47% 0 0% 0 0% 8 47% Mengerti 4 23.5% 2 11.7% 2 11.7% 8 47% Sangat Mengerti 0 0% 0 0% 1 5.8% 1 5.8% Total 12 70.5% 2 11.7% 3 17.5% 17 100% Sumber : P.21/FC 23 dan P.34/FC 36
Tabel diatas menjelaskan hubungan antara tanggapan peserta penyuluhan mengenai hubungan informasi penyuluhan yang disampaikan dalam penyuluhan kanker serviks oleh penyuluh PKBI Sumatera Utara dan konfirmasi peserta dalam melanjutkan pap smear setiap 1 kali setahun setelah mendapat informasi tambahan dari kerabat/teman/tetangga yang telah mengikuti pap smear. Dari 17 responden, 12 responden menyatakan tidak melanjutkan pap smear, 2 responden ragu-ragu, dan 3 responden menyatakan melanjutkan pemeriksaan pap smear.
Sebaran data mengenai tanggapan peserta penyuluhan tentang informasi penyuluhan yang disampaikan dalam penyuluhan kanker serviks di Kelurahan Belawan II yakni 8 responden menyatakan kurang mengerti dengan informasi penyuluhan, 8 responden menyatakan mengerti dan 1 responden menyatakan sangat mengerti dengan informasi penyuluhan tersebut.
Dari data tersebut, dapat diketahui hubungan antara informasi penyuluhan kanker serviks yang disampaikan dalam penyuluhan oleh penyuluh dari PKBI Sumatera Utara dengan konfirmasi peserta penyuluhan melanjutkan tes pap smear
setiap 1 kali setahun setelah mendapat informasi tambahan dari kerabat/teman/tetangga mereka. Dari 17 responden, terdapat 12 responden yang menyatakan tidak melanjutkan mengikuti tes pap smear setelah mengerti dengan informasi penyuluhan, 2 responden menyatakan ragu-ragu, dan 3 responden menyatakan melanjutkan pap smear setiap 1 kali setahun. Karena lebih banyak responden mengatakan tidak melanjutkan pap smear, maka dapat dijelaskan dalam perhitungan berikut:
Kurang Mengerti : 8/17 x 100% = 47 % Mengerti : 4/17 x 100% = 23.5%
Berdasarkan data di atas dapat diketahui persentase responden yang mengatakan kurang mengerti dengan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan dan mengkonfirmasi tidak melanjutkan pap smear setiap 1 kali setahun. Terdapat 47% peserta yang mengatakan kurang mengerti dengan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan tes pap smear. Sementara itu terdapat 23.5% peserta penyuluhan yang mengerti dengan informasi penyuluhan namun tidak melanjutkan pap smear. Jadi terdapat hubungan antara kekurang mengertian peserta penyuluh dengan informasi yang disampaikan oleh penyuluh dalam penyuluhan terhadap konfirmasi peserta melanjutkan pap smear setiap 1 kali setahun.