Sasaran 1 : 1. Meningkatnya kualitas sumber
daya manusia
2. Meningkatnya tingkat kebahagiaan masyarakat
Indikator Kinerja Utama : Indek Kebahagiaan
Program : Peningkatan Penelitian dan
Pengembangan
Kegiatan : Survey Pengukuran Tingkat
Kebahagiaan di Kabupaten Badung Tahun 2018
Capaian Kinerja Capaian Kinerja
Target Realisasi Tahun 2017 Target Realisasi Tahun 2018
1 Indeks - - 71,5 75,47 100
. Kebahagian
No Indikator Sasaran
Tahun 2017 Tahun 2018
Hasil Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) Kabupaten Badung 2018 menunjukkan bahwa Indeks Kebahagiaan masyarakat Kabupaten Badung mencapai angka 75,47. Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung tahun 2018 merupakan indeks komposit yang disusun dari tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup (Life Satisfaction), perasaan (Affect), dan makna hidup (Eudaimonia). Jika dilihat menurut dimensi, masyarakat Kabupaten Badung memiliki skala indeks yang paling tinggi sebesar 75,90 pada dimensi makna hidup, selanjutnya dimensi kepuasan hidup yang mencapai indeks sebesar 75,77, dan diikuti dimensi perasaan sebesar 74,65. Pencapaian Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung 2018 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Bali yang berada pada nilai indeks 72,48.
Indeks Kebahagiaan Provinsi Bali dan Nasional
No Tahun Bali Nasional Keterangan
1 2014 68.46 68.28 -
Secara umum angka Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung lebih tinggi dibanding Provinsi Bali dan Nasional, hal ini menunjukkan kebahagiaan penduduk Kabupaten Badung relative lebih tinggi dibanding dengan wilayah lain tersebut. Dari angka tersebut diindikasikan bahwa Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) cukup efektif dalam mendorong kemajuan pembagnunan social masyarakat (progress of society) Badung.
Salah satu factor utama angka Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung tinggi adalah karena adanya insentif finansial kepada masyarakat Kabupaten Badung seperti program Krama Badung Sehat (KBS), program Santunan Lansia, dll. Untuk mempertahankan hal ini, pemerintah Kabupaten Badung harus mempertahankan program – program insentif langsung yang menyasar pada sector pendidikan, kesehatan dan warga lanjut usia. Selanjutnya untuk upaya upaya perbaikan yang bias dilaksanakan pada tahun mendatang adalah sebagai berikut :
a. Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung tahun 2019 akan melaksanakan penelitian tentang Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan di Kabupaten Badung bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung sebagai upaya untuk terus memantau tingkat kebahagiaan masyarakat Kabupaten Badung secara berkesinambungan. b. Memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan
dan Olah Raga Kabupaten Badung agar mengkampanyekan peningkatan program pendidikan tinggi formal kepada masyarakat, karena hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok masyarakat berpendidikan tinggi (S1 dan S2) di Kabupaten Badung memiliki Indeks kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat yang berpendidikan menengah dan rendah.
b. Memberikan masukan kepada Dinas kesehatan agar lebih meningkatkan upaya pemberdayaan kesehatan kepada masyarakat, untuk menekan angka kejadian penyakit, karena hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kebahagiaan penduduk yang tidak pernah mengalami keluhan kesehatan, penduduk yang tidak mengidap penyakit kronis, dan penduduk yang tidak pernah menjalani rawat inap selama 6 (enam) bulan
terakhir memiliki indeks tertinggi dibandingkan dengan penduduk yang sering mengalami keluhan kesehatan.
Analisis terhadap Tujuan Rencana Strategis
Untuk melaksanakan tugas pencapaian tujuan dan sasaran yang diampu oleh Balitbang Kabupaten Badung dan juga untuk melaksanakan tugas dan fungsi pokok khususnya dibidang kelitbangan sebagai unsur Urusan Penunjang Pemerintahan guna mencapai tujuan dari Misi 3 : Memantapkan tata kelola
pemerintahan dengan menerapkan prinsip Good Governance dan Clean Government maka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
Balitbang menuangkan tujuan dan sasaran serta indikator dan pencapaian target ke dalam rencana strategis dengan menetapkan 1 tujuan, 3 sasaran dan 7 indikator sebagai berikut :
Tujuan : Terwujudnya kebijakan Pembangunan
berbasis Kelitbangan
Sasaran 1 : Meningkatnya kualitas hasil kelitbangan
Indikator Kinerja : Prosentase pemanfaatan hasil kelitbangan
Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas inovasi
dalam pembangunan IPTEK
Indikator Kinerja : Jumlah inovasi dan pembangunan IPTEK yang dikembangkan
Sasaran 3 : Meningkatnya tata kelola administrasi
perkantoran yang baik dan Akuntabel Indikator Kinerja : 1. Nilai akuntabilitas Kinerja
2. Prosentase Pemenuhan Kebutuhan Administrasi Perkantoran
3. Prosentase temuan hasil pemerikasaan internal/eksternal yang ditindak lanjuti
4. Persentase realisasi belanja langsung dan tidak langsung
5. Prosentase barang milik daerah yang terpelihara
Dari tujuan, sasaran yang disusun dalam Rencana strategis tersebut diatas maka diharapkan Balitbang Kabupaten Badung dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran yang diampu dari
keempat misi Kabupaten Badung sekaligus menghasilkan rekomendasi-rekomendasi lainnya sebagai landasan pengambilan keputusan oleh atasan khususnya dari hasil kegiatan di bidang penelitian dan pengembangan pada segala aspek sosial masyarakat, pemerintahan serta sumber daya alam dan infrastruktur.
Selanjutnya untuk mengukur keberhasilan dari pencapaian indikator yang sudah dicanangkan maka dibawah ini akan diuraikan analisis capaian kinerja per sasaran sebagai berikut :
a) Analisis terhadap Sasaran Meningkatnya kualitas hasil
kelitbangan
Indikator Kinerja Utama : Prosentase pemanfaatan Hasil Kelitbangan
Capaian Kinerja Capaian Kinerja Target Realisasi Tahun 2017 Target Realisasi Tahun 2018 1 Prosentase 50,50% 60% 118.82% 55,00% 55,00% 100% . Pemanfaatan Hasil Kelitbangan No Indikator Sasaran Tahun 2017 Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan Fungsinya sebagai pengemban urusan Penunjang di Bidang Penelitian dan Pengembangan bahwa Balitbang telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara sangat baik guna mendukung tercapainya Pembangunan yang berbasis Kelitbangan dimana dari target pemanfaatan hasil kelitbangan yang dicanangkan sudah terlampaui disini menunjukkan Hasil dari Kegiatan di Bidang Penelitian dan Pengembangan yang dilaksanakan sudah sepenuhnya ditindaklanjuti sebagai laporan Rekomendasi hasil kelitbangan kepada atasan, dan sebagai catatan keseluruhan dokumen tersebut hasil rekomendasinya adalah bersifat positif. Pada Tahun 2017 Balitbang menargetkan 50,50% pemanfaatan hasil kelitbangan, pada pelaksanaannya seluruh kegiatan yang menjadi penunjang tercapainya target tersebut sudah terlaksana dan telah menjadi rekomendasi kegiatan pada masing masing Perangkat Daerah Teknis pada tahun berikutnya.
Sehingga pemanfaatan hasil kelitbangan apabila diprosentasekan adalah sebesar 118,82% rekomendasi hasil penelitian dan pengembangan sudah ditindaklanjuti sebagai laporan
Rekomendasi hasil kelitbangan kepada atasan, hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pencapaian target ini adalah sangat baik.
Pada Tahun 2018 target yang telah terlampaui pada tahun 2017 ditingkatkan menjadi 55%, dengan jumlah kegiatan baik penelitian, kajian dan survey serta study kelayakan sejumlah 10 kegiatan
Selanjutnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah juga telah membentuk Majelis Pertimbangan Kelitbangan Kabupaten Badung, Tim Kelitbangan dan Melaksanakan Forum Kelitbangan dalam kegiatan yaitu :
1) Penyelenggaraan Forum Kelitbangan di Kabupaten Badung 2) Majelis Pertimbangan Kelitbangan Pemerintah Kabupaten
Badung
3) Tim Kelitbangan Pemerintah Kabupaten Badung
Disamping itu Balitbang juga telah membentuk tim guna mendukung dan menentukan arah kebijakan terhadap kegiatan yang bersifat sangat strategis yang durasi pelaksanaannya berkelanjutan yaitu pada kegiatan Pengembangan Agro Techno Park di Kecamatan Petang Kabupaten Badung.
Selanjutnya dari 10 kegiatan tersebut sudah dilaksanakan dan sudah memenuhi target capaian kegiatan yaitu berupa dokumen hasil penelitian, dokumen hasil survey, dokumen hasil study kelayakan, dokumen hasil kajian dan dokumen indek pengukuran yang kesemuanya adalah sebagai bentuk rekomendasi untuk dilaporkan ke atasan.
Jadi prosentase pemanfaatan hasil kelitbangan mencapai angka yang ditargetkan sebesar 55 % sudah tercapai 100% sehingga target capaian kinerja pada tahun 2018 telah terpenuhi.
Dengan melihat pencapaian target kinerja seperti tersebut diatas maka untuk selanjutnya diharapkan segala bentuk kegiatan yang merupakan bagian dari Penelitian dan Pengembangan sudah tentunya terpusat pada Balitbang Kabupaten Badung
b) Analisis terhadap sasaran Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Inovasi dalam Pembangunan IPTEK
Indikator kinerja Utama : Jumlah inovasi dan pembangunan IPTEK yang dikembangkan
Capaian Kinerja Capaian Kinerja
Target Realisasi Tahun 2017 Target Realisasi Tahun 2018
1 Jumlah inovasi 2 2 100% 4 4 100%
. dan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan
pembangunan IPTEK yang dikembangkan No Indikator Sasaran Tahun 2017 Tahun 2018
Pentingnya Pengembangan inovasi dan pembangunan IPTEK sebagai penggerak perekonomian dan pembangunan Daerah menjadi dasar bagi Balitbang sebagai perangkat daerah yang mempunyai fungsi penunjang di Bidang Penelitian dan Pengembangan. Adapun Bentuk dari Inovasi Daerah adalah dalam Bidang Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Pelayanan Publik dan Inovasi lainnnya. Pada pelaksanaannya, Balitbang Kabupaten Badung Tahun 2018 telah melakukan kegiatan yang mendukung pencapaian target ini pada Program Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan 4 Kegiatan yaitu Innovation Festival (INOFEST) Kabupaten Badung dan Pengembangan IPTEKS di Kabupaten Badung dengan menjalin kerjasama dengan pihak pendukung baik dari unsur cendekia maupun Masyarakat sebagai steakholder serta Institusi lain yang bergerak dibidang Teknologi, Kajian Pemanfaatan dan Pengolahan Buah Mangrove Menjadi Bahan Minuman di Kabupaten Badung dan Kajian Penentuan Area Potensi Penangkapan Ikan Melalui Aplikasi Fish Go di Perairan Kabupaten Badung.
Adapun target kinerja di Kedua Kegiatan yang menjadi keberhasilan pencapaian target masing masing telah juga mencapai target capaian kinerja yaitu pengembangan IPTEKS dan Inofest masing masing telah melahirkan inovator-inovator dari 3 jenjang pendidikan ataupun 3 kelompok maupun individu yang realisasi atas keberhasilannya telah diberikan berupa penghargaan Silpakara Budaya pada Peringatan HUT Mangupura bulan Nopember 2018, Selanjutnya secara garis besar dapat dijelaskan bahwa untuk kegiatan Pengembangan IPTEKS di
Kabupaten Badung telah menghasilkan 3 nominator dari 18 (delapan belas) usulan inovasi dan kreativitas masyarakat Kabupaten Badung yang diusulkan oleh Perangkat Daerah untuk diseleksi oleh Tim Koordinasi Pengembangan IPTEKS dalam penganugrahan Silpakara Nugraha Tingkat Kabupaten Badung. Ketiga penerima penghargaan tersebut diatas telah diajukan untuk dievaluasi di Tingkat Provinsi Bali melalui proses penilaian administrasi (proposal) dan verifikasi lapangan. Maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 1964/04-A/HK/2018 tanggal 23 Juli 2018 tentang Penerima Penghargaan Silpakara Nugraha Bagi Peneliti/Pengembang/Penerap Ilmu Pengetahuan dan teknologi di Provinsi Bali Tahun 2018 ditetapkan Kelompok Wanasari di Jalan By Pass Ngurah Rai, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung dengan hasil karya Pembenihan Kepiting Bakau mendapat Nominasi I dan memperoleh hadiah berupa tanda penghargaan Insigne emas Silpakara Nugraha dan Piala Silpakara Nugraha.
Demikian juga untuk kegiatan Festival Inovasi di Kabupaten Badung dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dalam pelaksanaan Festival Inovasi terdapat 2 (dua) kategori yang dapat dipilih oleh peserta :
a. Inovasi Kewirausahaan (IK) : Kategori ini membahas mengenai pengembangan produk kewirausahaan yang berwujud baik di bidang Agribisnis, Energi Terbarukan, Lingkungan Hidup, Kesehatan, Teknologi Informasi Komunikasi, Kepariwisataan, Kemaritiman, Kebencanaan serta Humaniora yang bersifat baru dan memiliki nilai tambah, serta dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat
b. Inovasi Teknologi (IT) : Kategori ini membahas mengenai pengembangan teknologi yang berwujud baik di bidang Agribisnis, Energi Terbarukan, Lingkungan Hidup, Kesehatan, Teknologi Informasi Komunikasi, Kepariwisataan, Kemaritiman, Kebencanaan serta Humaniora yang memiliki manfaat bagi pemerintah dan masyarakat.
Selain kedua kegiatan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan juga telah melaksanakan 2 kegiatan dalam program Peningkatan Penelitian dan pengembangan yaitu : Kajian
Penentuan Area Potensi Penangkapan Ikan Melalui Aplikasi Fish Go di Perairan Kabupaten Badung dan Kajian Pemanfaatan dan Pengolahan Buah Mangrove Menjadi Bahan Minuman di Kabupaten Badung adalah sebagai bentuk pemenuhan terhadap target jumlah inovasi yang dikembangkan sehingga target capaian kinerja untuk tahun 2018 dari target 4 kegiatan sudah terpenuhi sehingga target capaian kinerja sebesar 100 %.
c) Analisis terhadap Sasaran Meningkatnya Tata Kelola
Administrasi PerkantoranYang Baik Dan Akuntabel
Semua perangkat daerah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan urusan yang telah ditetapkan akan memerlukan sarana prasaran pendukung terutama pemenuhan akan kebutuhan administrasi serta sarana evaluasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Balitbang dalam Rencana Strategisnya juga telah menentukan capaian kinerja dalam rangka pencapaian sasaran guna meningkatkan tata kelola administrasi perkantoran yang baik dan akuntable dengan lima indikator sasaran yang kelima indikator tersebut apabila mencapai target yang ditentukan akan berdampak pada pencapaian misi ketiga Kabupaten Badung yaitu Memantapkan tata kelola pemerintahan dengan menerapkan prinsip good governance dan clean government.
Adapun pencapaian target pada tahun 2018 beserta analisisnya adalah seperti pada tabel dan penjelasan dibawah ini
Capaian Kinerja Capaian Kinerja Target Realisasi Tahun 2017 Target Realisasi Tahun 2018
1 Nilai akuntabilitas 76,55 85,73 113% 76,8 85,66 115% . kinerja Persentase 100 100 100% 100 100 100% temuan hasil pemeriksaan internal dan eksternal yang ditindak lanjuti persentase 80 79,83 88,98% 81 74,36 91,80% realisasi belanja langsung dan tidak langsung Persentase 100 88,98 89% 100 90,86 90,86 Pemenuhan Kebutuhan administrasi Perkantoran persentase 100 100 100% 100 100 100% barang milik daerah yang terpelihara No Indikator Sasaran Tahun 2017 Tahun 2018
Analisis masing masing indikator dapat diuraikan seperti dibawah ini :
Indikator 1. Nilai Akuntabilitas Kinerja
Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Badung dengan nomer 710.II/1048/Inspektorat tertanggal 14 Mei 2018 prihal Laporan hasil evaluasi AKIP dapat dijelaskan bahwa telah dilaksanakan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah Balitbang Kabupaten Badung dan dari hasil evaluasi telah dituangkan kedalam bentuk nilai dimana Balitbang Kabupaten Badung telah ditetapkan sebesar 85,66 yaitu masuk kategori A interpretasi nilai memuaskan, memimpin perubahan, berkinerja tinggi dan sangat akuntabel.
Selanjutnya program dan kegiatan yang mendukung capaian nilai akuntabilitas ini adalah terakomodasi pada kegiatan Penyusunan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan dengan target capaian kinerja sebanyak 4 dokumen juga telah terpenuhi dan capaian target realisasi keuangan mencapai angka 99,46 %
Indikator 2. Prosentase Persentase temuan hasil pemeriksaan internal dan eksternal yang ditindak lanjuti
Dimulai dari pemantauan dan evaluasi mulai dari perencanaan rencana kerja, pelaksanaan program dan kegiatan Balitbang pada tahun 2018 belum ditemukan hal hal yang bisa dijadikan dasar sebuah hasil temuan sehingga target yang dipasang sebesar 100 % dapat terealisasi juga sebesar 100 %.
Apabila diselaraskan terhadap program dan kegiatan maka analisis ini diakomodir oleh kegiatan Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja perangkat daerah pada program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan
Indikator 3. Persentase Realisasi Belanja Langsung dan Tidak Langsung
Dalam rangka Persentase realisasi belanja langsung dan tidak langsung target yang dipasang adalah 81 % dengan realisasi capaian dapat dijelaskan :
Untuk belanja tidak langsung dari anggaran sebesar Rp. 9.901.070.488 terelaisasi sebesar Rp. 5.615.798.871 (56,72) sedangkan untuk belanja langsung dari anggaran sebesar Rp. 13.795.534.100 terealisasi sebesar Rp. 12.009.839.346 (87,05) Secara keseluruhan Realisasi Belanja Langsung dan Tidak Langsung pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung adalah sebesar 74,38% masih dibawah target realisasi yang dicanangkan sebesar 81 %. Sehingga prosentase pencapaian target pada indicator ini adalah sebesar 91,80%
Hal ini terjadi dikarenakan oleh beberapa hal seperti :
1. Untuk belanja tidak langsung disebabkan oleh tidak direalisasikannya tunjangan untuk tenaga fungsional analis kebijakan yang telah dianggarkan karena masih menunggu turunnya surat keputusan dari kepala daerah disamping juga pengembalian kelebihan dalam proyeksi penambahan jumlah SDM yang sampai berakhirnya tahun anggaran 2018 pada Badan Penelitian dan Pengembangan belum mendapatkan tambahan SDM.
2. Untuk belanja langsung disebabkan oleh beberapa hal seperti : adanya kegiatan yang memang berlaku secara keseluruhan
tidak dilaksanakan seperti Lomba Lomba dalam rangka Peringatan HUT Mangupura, penyesuaian dengan perubahan standar harga di lapangan terutama dalam mengikuti fluktuasi perubahan harga bahan bakar minyak, dan beberapa kegiatan yang mengalami rasionalisasi dan penghematan sehingga beberapa realisasi keuangan tidak mencapai 100 % tetapi secara capaian target kegiatan telah terpenuhi.
Indikator 4. Persentase Pemenuhan Kebutuhan Administrasi Perkantoran
Pencapaian Persentase Pemenuhan Kebutuhan Administrasi Perkantoran target yang dipasang adalah 100 % dengan realisasi capaian adalah sebesar 90,86 % untuk capaian fisik dan 77, 52 % untuk realisasi keuangan.
Hal ini dapat dijelaskan dengan tabel pendukung seperti dibawah ini
Fisik Keuangan Fisik Keuangan Fisik Keuangan
Urusan Fungsi Penunjang Urusan Pemerintah Penelitian dan Pengembangan 1 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
01 Penyediaan jasa 4 18.000.000 4 5.528.962 100,00 30,72 Komunikasi, sumber daya buah line buah line
air dan listrik
02 Penyediaan Jasa 510 2.700.000 510 2.680.000 100,00 99,26 Administrasi Keuangan
03 Penyediaan jasa 14 13.500.000 14 6.805.900 100,00 50,41 pemeliharaan dan perizinan
kendaraan dinas / operasional
05 Penyediaan Alat Tulis Kantor 1 26.035.000 0,95 24.727.400 95,00 94,98 100%
06 Penyediaan barang cetakan 1 32.839.600 0,92 30.243.200 92,00 92,09
dan penggandaan 100%
07 Penyediaan komponen 1 6.731.800 0,99 6.689.250 99,37 99,37 instalasi listrik/penerangan 100%
bangunan kantor
08 Penyediaan peralatan rumah 1 8.674.800 0,93 8.074.800 93,00 93,08
tangga 100%
09 Penyediaan bahan bacaan 1 133.307.500 0,99 132.571.000 99,00 99,45
dan peraturan 100%
perundang-undangan
10 Penyediaan Makanan dan 1 22.644.000 0,66 14.997.000 100,00 66,23
Minuman 100%
11 Rapat-rapat koordinasi ke 1 350.000.000 0,93 326.397.098 93,00 93,26
luar daerah 100%
12 Penyediaan bahan bakar 23280 256.080.000 23.280 211.023.000 100,00 82,41 kendaraan
13 Penyediaan Upacara 1 32.150.000 0,96 30.750.000 96,00 95,65
Keagamaan 100%
14 Penyediaan Dekorasi 1 39.500.000 0,92 36.300.000 92,00 91,90 100%
15 Lomba Olahraga/Seni dalam 1 50.000.000 0,04 1.750.000 3,50 3,50 Rangka HUT Mangupura 100%
16 Pelaksanaan Upakara 1 61.000.000 0,70 43.000.000 100,00 70,49 Penganyaran ke Pura 100%
Khayangan Jagat
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan
Target Kinerja dan Anggaran Tahun berjalan
yang Dievaluasi (2018)
Realisasi Capaan Kinera dan Anggaran yang
Dievaluasi (2018)
Tingkat Capaian Kinerja dan Realisasi
Anggaran Tahun 2018 (%)
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa pencapaian indicator kinerja pemenuhan administrasi perkantoran tidak mencapai target sebesar 100 % apabila dilihat dari capaian riil target fisik dan keuangan, tetapi dari segi palaksanaan kegiatan bahwa seluruh kegiatan yang dianggarkan di program ini telah dilaksanakan.
Terjadinya realisasi fisik dan keuangan yang menunjukkan angka 90,86 % untuk fisik dan 77, 52 % untuk keuangan disebabkan beberapa factor seperti :
1. Adanya perubahan kebijakan secara menyeluruh berlaku kepada semua perangkat daerah dimana kegiatan yang telah dianggarkan tidak dilaksanakan (Lomba Olahraga/Seni dalam rangka HUT Mangupura.
2. Adanya pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dengan proyeksi meningkat akhirnya masih dilaksanakan dengan volume yang sama dengan tahun sebelumnya
3. Untuk realisasi keuangan lainnya secara umum masih ada pada kisaran angka 90 % sampai dengan 98% disebabkan pada saat proses perealisasian menyesuaikan dengan harga satuan dan jumlah volume yang senyatanya direalisasikan. Indikator 5. Prosentase Barang Milik Daerah yang Terpelihara Pencapaian Prosentase Barang Milik Daerah yang Terpelihara target yang dipasang adalah 100 % dengan capaian realisasi fisik adalah sebesar 100%, sedangkan untuk realisasi keuangan adalah sebesar 94,21 % .
Hal ini disebabkan karena pada saat melaksanakan pengelolaan keuangan (proses realisasi keuangan menyesuaikan dengan beberapa ketentuan sistem pengadaan secara elektronik baik proses lelang maupun proses pengadaan melalui e katalog).
Secara lebih terinci dapat dijelaskan seperti tabel dibawah ini.
Fisik Keuangan Fisik Keuangan Fisik Keuangan
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
01 Pengadaan peralatan gedung 1 249.000.000 0,98 243.790.000 100,00 97,91
kantor paket 02 Pengadaan Perlengkapan Kantor 1 894.500.000 0,86 768.693.400 100,00 85,94 paket 03 Pengadaan Kendaraan 1 120.000.000 0,94 112.239.000 100,00 93,53 Dinas/Oprasional paket
04 Pemeliharaan gedung kantor 1 3.500.000 0,99 3.470.000 100,00 99,14 paket 05 Pemeliharaan perlengkapan 1 9.300.000 0,97 9.000.000 100,00 96,77 kantor paket 06 Pemeliharaan peralatan 1 15.000.000 0,99 14.780.750 100,00 98,54 kantor paket 07 Pemeliharaan rutin/berkala 12 146.862.000 100,00 128.681.450 100,00 87,62 kendaraan dinas / operasional 07 Pembuatan Taman 1 33.500.000 1,00 33.500.000 100,00 100,00 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan
Daerah dan Program/Kegiatan
Target Kinerja dan Anggaran Tahun berjalan
yang Dievaluasi (2018)
Realisasi Capaan Kinera dan Anggaran yang
Dievaluasi (2018)
Tingkat Capaian Kinerja dan Realisasi
Anggaran Tahun 2018 (%)
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung
Dalam upaya meningkatkan kinerja dalam pelayanan dan pelaksanaan tugas, ada beberapa hal penting yang dihadapi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung antara lain:
1. Terjadinya perubahan paradigma pembangunan dari pendekatan keamanan dan kestabilan menuju pendekatan kesejahteraan dan keadilan, yang pada akhirnya paradigma pembangunan mengarah kepada ketercapaian peningkatan pendidikan, kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) dalam pengelolaan kependudukan .
2. Adanya ketidakadilan gender juga terlihat dari rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan dan berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan, program maupun kegiatan yang bias gender serta diskriminatif terhadap perempuan.
3. Masih terbatasnya indikator ekonomi dalam merepresentasikan tingkat kesejahteraan masyarakat terhadap aspek sosial dalam pembangunan. Kemajuan pembangunan yang selama ini lebih banyak dilihat dari indikator ekonomi, seperti: pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan dinilai belum cukup untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan yang sesungguhnya.
4. Salah satu indikator kesejahteraan yang mengukur capaian berdasarkan standar yang tidak sama untuk masing-masing individu adalah indeks kebahagiaan. Dengan mengukur kebahagiaan masyarakat suatu wilayah, kita dapat melakukan evaluasi dengan lebih efisien dan spesifik akan kinerja maupun dalam pembuatan kebijakan publik.
5. Dengan kondisi penduduk Kabupaten Badung yang heterogen, dibutuhkan pengelolaan keragaman masyarakat yang baik, karena situasi ini dapat menciptakan konsentrasi kerawanan sosial yang berdampak pada konflik sosial. Sehingga perlu merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk memperkokoh kerukunan umat beragama di Kabupaten Badung
BAB III
TUJUAN DAN SASARAN RENJA BADAN PENELITIAN DAN