4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data
4.4.3 Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja ( Importance
Importance-Performance Analysis (IPA) menurut Supranto (2001) adalah suatu metode untuk menganalisis sejauh mana tingkat kepuasan seseorang terhadap kinerja sebuah perusahaan didasarkan pada hasil penilaian tingkat kepentingan dan hasil penilaian kerja atau penampilan akan dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat pelaksanaannya pada sebuah perusahaan. Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa tingkat kepentingan mewakili harapan seseorang terhadap kinerja restoran. Penggunaan diagram kartesius sangat
diperlukan untuk menjabarkan unsur-unsur tingkat kesesuaian kepentingan dan kepuasan, dilakukan melalui suatu bagan yang dibagi menjadi empat bagian dan dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik-titik (x,
y).
Jika bobot tingkat pelaksanaan (kinerja) lebih besar atau sama dengan bobot tingkat kepentingan (harapan), berarti kinerja suatu produk telah memenuhi harapan pengunjung. Sementara itu, jika bobot pelaksanaan (kinerja) lebih kecil dari bobot tingkat kepentingan (harapan), berarti kinerja masih di bawah harapan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung belum tercapai. Bobot penilaian kinerja perusahaan dan bobot penilaian kepentingan pengunjung dirata-ratakan dan diformulasikan ke dalam diagram Importance-Performance. Penilaian tingkat kepentingan dan kinerja pada penelitian ini menggunakan 5 scala likert. Masing-masing atribut diposisikan dalam sebuah diagram, dimana skor rata-rata penilaian pada tingkat pelaksanaan (kinerja) xi menunjukkan posisi suatu atribut pada sumbu x sementara posisi atribut pada sumbu y ditunjukkan oleh skor rata-rata tingkat kepentingan (harapan) pengunjung terhadap sumbu yi.
n
x
= ∑
xi ,n y
= ∑
yiKeterangan:
x = Skor rata-rata tingkat kepuasan / kinerja y = Skor rata-rata tingkat kepentingan n = Jumlah responden
Hubungan antara tingkat kepuasan (kinerja) dan tingkat kepentingan ditentukan dengan menggunakan diagram kartesius. Diagram kartesius
merupakan suatu bangun yang dibagi atas empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik-titik (x, y), dimana
xadalah rata-rata dari rata-rata skor tingkat kinerja atau kepuasan konsumen seluruh faktor atau atribut dan ymerupakan rata-rata dari rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Titik tersebut diperoleh dari rumus:
k x x
n
i
∑
i=
=1 ,k y y
n
i
∑
i=
=1Keterangan:
x = Skor rata-rata dari tingkat kepuasan seluruh atribut komponen mutu pelayanan dan kinerja
y = Skor rata-rata dari tingkat kepentingan seluruh atribut komponen mutu pelayanan dan kinerja
k = Banyaknya atribut dari komponen mutu pelayanan dan kinerja yang mempengaruhi kepuasan konsumen
Selanjutnya tingkat unsur-unsur tersebut akan dijabarkan dan dibagi menjadi empat, yaitu kuadran I, II, III dan IV ke dalam diagram kartesisus(Gambar 6).
Kepentingan y
Kinerja / Pelaksanaan x
Gambar 6. Diagram Kartesius Tingkat Kesesuaian Kepentingan dan kinerja Sumber : Supranto (1997)
Keterangan:
Kuadran (I) menunjukkan bahwa atribut-atribut yang sangat penting bagikonsumen, akan tetapi pihak perusahaan belum melaksanakan sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga menimbulkan rasa tidak puas.
Kuadran (II) menunjukkan bahwa atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen telah dilaksanakan dengan baik dan dapat memuaskan pelanggan.
Kuadran (III) menunjukkan bahwa atribut-atribut yang memang dianggap oleh konsumen kurang penting, dimana sebaiknya perusahaan menjalankan secara sedang.
Kuadran (IV) menunjukkan bahwa atribut-atribut yang dianggap kurang penting, tetapi dijalankan dengan sangat baik oleh perusahaan atau sangat memuaskan.
Prioritas Utama I
Prioritas Rendah III
Berlebihan IV
Pertahankan Prestasi
II
4.4.4 Customer Satisfaction Index
Customer Satisfaction Index atau Indeks kepuasan pelanggan diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dengan melihat tingkat kepentingan dari atribut-atribut produk atau jasa tersebut.
Adapun cara untuk mengukur indeks ini dilakukan dengan melalui empat tahap yaitu, (Stanford, 2007 dalam Maharani):
1) Weighting Factors (WF), adalah fungsi dari Mean Importance Score (MIS-t) masing-masing atribut dalam bentuk persen dari total Mean Importance Score (MIS-t) untuk seluruh atribut yang diuji. Mean Importance Score merupakan nilai rata-rata skor tingkat kepentingan yang didapat dari hasil penilaian kepentingan dibagi dengan jumlah sampel.
WF = MISi x 100 % Total MIS Dimana : I = atribut ke i
2) Weighted Score (WS), adalah fungsi dari Mean Satisfaction Score (MSS) dikali weighting factors (WF). Mean Satisfaction Score merupakan nilai rata-rata skor tingkat kinerja yang didapat dari hasil penilaian kinerja dibagi dengan jumlah sampel.
Perkalian antara nilai kinerja performance score dengan Importance weighting factors.
3) Weighted Average Total (WAT), adalah fungsi dari total Weighted Score (WS) atribut 1 (a-1) hingga atribut 20 (a-20).
WAT = WS1+WS2+…+WS20
4) Customer Satisfaction Index (CSI), adalah fungsi dari weighted Average (WA) dibagi highest scale (HS atau skala maksimum yang dipakai skala 5 dikalikan 100 persen).
CSI = WAT x 100 %
HS
Tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan tertinggi dicapai bila CSI menunjukkan rentan 100 %. Rentang kepuasan berkisar dari 1-100%. Untuk membuat skala linear Numerik, pertama harus dicari rentang skala (RS) dengan rumus :
RS = m-n b Dimana:
m: Skor tertinggi, n: Skor terendah dan
b: Jumlah kelas kategori yang akan dibuat.
Angka tertinggi dalam pengukuran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan (kinerja) adalah 5, sedangkan terendah adalah 1. Dengan menggunakan rumus di atas, maka rentang skala tingkat kepentingan dan kepuasan (kinerja) dapat dihitung sebagai berikut:
8 , 5 0
1 5 − =
=
RSDengan rentang skala 0,8 maka skala numerik untuk tingkat kepentingan adalah sebagai berikut:
1
≤
x < 1,7 = Sangat tidak penting/ sangat tidak baik1,7
≤
x < 2,5 = Tidak penting/ tidak baik 2,5≤
x < 3,3 = Cukup3,3
≤
x < 4,2 = Penting/ baik4,2
≤
x≤
5 = Sangat penting/ sangat baikDi dalam penelitian ini rentang skala yang digunakan untuk penilaian kinerja adalah sebagai berikut:
RS =
5
% 0
% 100 −
= 20%
Rentang skala menunjukkan tanggapan konsumen terhadap pilihan – pilihan yang dibuat berjenjang mulai dari prioritas rendah hingga prioritas tinggi. Skala tersebut terdiri dari sangat tidak puas, tidak puas, cukup puas, puas dan sangat puas (Supranto, 1997). Berdasarkan rentang skala di atas diperoleh skala kepuasan responden sebagai berikut:
0 % < CSI ≤ 20 % = sangat tidak puas 20 % < CSI ≤ 40 % = tidak puas
40 % < CSI ≤ 60 % = cukup puas 60 % < CSI ≤ 80 % = puas
80 % < CSI ≤ 100 % = sangat puas
4.5 Definisi Operasional
1. Penilaian konsumen adalah pendapat konsumen terhadap tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaan (kinerja) pada atribut produk minuman kesehatan probiotik yakult.
2. Responden adalah orang yang diwawancaai untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah
konsumen yang pernah mengkonsumsi yakult dan vitacaharm dengan batas usia minimal 16 tahun.
3. Konsumen adalah setiap orang yang mengkonsumsi suatu produk atau jasa, dalam hal ini produk yang dikonsumsi adalah yakult dan vitacharm.
4. Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih yang terikat perkawinan, darah dan adopsi serta tinggal satu lokasi.
5. Karakteristik responden data responden tentang usia, jenis kelamin, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan.
6. Pendidikan responden di kategorikan atas SD, SLTP, SLTA, DIPLOMA, sarjana dan pascasarjana.
7. Pendapatan keluarga perbulan adalah besarnya pendapatan yang diperoleh dalam suatu keluarga setian bulannya. Penggolongan tingkat pendapatan keluarga diukur dengan mengurangi pendapatan tertinggi dengan pendapatan terendah kemudian dibagi dengan skala yang diinginkan.
Kategori pendapatan perbulan dikategorikan:
8. Atribut produk adalah karekteristik suatu produk yang dapat dikenali dan membentuk karakteristik konsumen terdiri dari ciri-ciri, fungsi dan manfaat.
Atribut yang digunakan dalam menganalisis tingkat preferensi konsumen adalah rasa, pilihan rasa, komposisi produk, keoptimalan kondisi bakteri, kehalalan, khasiat kesehatan, kejelasan tanggal kadaluwarsa, memiliki izin Depkes, tanpa ada zat pengawet, kebersihan produk, kekentalan minuman, kemudahan mengkonsumsi, ketersediaan produk, jenis kemasan, desain kemasan, ciri khas desaian kemasan, ukuran kemasan, harga, merek, promosi.
9. Ketersediaan produk adalah ukuran kemudahan konsumen dalam mendapatkan suatu produk yaitu yakult dan vitacharm.
10. Kemasan yang dimaksud adalah atribut jenis kemasan, desaian kemasan, ciri khas desaian kemasan, dan ukuran kemasan utama yakult dan vitacharm yang terbuat dari plastik dengan tutup botol berupa kertas alumunium.
11. Komposisi produk adalah kandungan yang terdapat produk yakult dan vitacharm.
12. Harga produk adalah harga nominal per botol yakult dan vitacaharm dan harga nominal per pak isi 5 botol.
13. Tingkat kepentingan yakult adalah seberapa penting atribut produk yang dimiliki minuman probiotik bagi konsumen atau seberapa besar harapan konsumen terhadap kinerja atribut tersebut.
14. Tingkat pelaksanaan (kinerja) adalah kinerja aktual dari yakult dan viacharm yang diberikan perusahaan terhadap konsumennya.
15. Minuman probiotik adalah minuman yang mengandung mikroba yang menguntungkan bagi kesehatan.
16. Yakult lady adalah para ibu-ibu yang memiliki tingkat kepekaan, ketelitian dan kepedulian yang relatif tinggi terhadap kesehatan keluarga sehingga dapat menjelaskan manfaat yakult kepada masyarkat lebih baik sebelum melakukan penjualan.
17. Khasiat kesehatan adalah suatu keadaan kegunaan atau faedah yang didapatkan konsumen bila mengkonsumsi minuman probiotik.
18. Harga produk adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan konsumen untuk pembelian minuman probiotik.
19. Kemudahan memperloleh adalah tingkat ketersediaan suatu produk di pasaran hingga konsumen mendapatkannya.
20. Rasa adalah karakteristik organoleptik yang dirasakan oleh lidah.
21. Pilihan rasa adalah banyaknya jenis rasa yang tersedia pada produk minuman probiotik.
22. Kejelasan tanggal kadaluwarsa adalah keterangan masa layak konsumsi dari suatu produk yang tertera pada kemasan.
23. Izin Depkes adalah suatu izin beredarnya produk di pasaran yang menjelaskan bahwa produk tersebut aman dan layak untuk dikonsumsi dan tertera pada kemasan.
24. Motivasi adalah suatu kondisi yang menimbulkan dorongan untuk melakukan suatu kegiatan atau melaksanakan suatu keinginan.
25. Tempat pembelian adalah suatu tempat yang menyediakan produk minuman probiotik untuk dibeli oleh konsumen.
4.6 Penentuan Atribut
Atribut yang diolah merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen miuman probiotik yakult dan vitachram. Adapaun atribut yang digunakan yaitu:
1. Kemudahan meminum atau mengkonsumsi, adalah semakin mudah untuk mengkonsumsi semakin menarik minat konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk tersebut.
2. Ukuran kemasan, adalah jumlah yang diberikan produsen dengan konsumen sudah sesuai apa belum.
3. Kekentalan minuman, adalah tingkat kesukaan konsumen tentang cair atau kentalnya produk yakult dan vitacharm.
4. Rasa, adalah adanya perbedaan tingkat kesukaan konsumen berdasarkan indera peraba.
5. Komposisi produk, adalah pentingnya kandungan bahan yang terdapat pada produk guna untuk menambah asupan gizi yang lebih banyak lagi.
6. Khasiat kesehatan, adalah manfaat yang dapat diperoleh setelah mengkonsumsi produk yakult dan vitacharm.
7. Pilihan rasa, adalah tingkat perbedaan rasa yang diberikan produsen.
8. Harga, adalah kesan dari produk yang ditawarkan kepada konsumen pada tingkat kesukaan responden berdasarkan harga yang ditetapkan.
9. Keoptimalan kondisi bakteri, adalah bakteri yang menguntungkan yang bisa dikonsumsi.
10. Tanpa ada zat pengawet, adalah tingkat pengetahuan konsumen mengenai ada atau tidak zat pengawet pada produk yang dikonsumsi.
11. Memiliki izin Depkes, adalah tingkat pengetahuan konsumen terhadap penting atau tidaknya izin dari Departemen Kesehatan.
12. Kehalalan, adalah tingkat pengetahuan konsumen tentang halal atau tidak produk yang dikonsumsi.
13. Karakteristik Produk, adalah cirikhas suatu produk
14. Informasi Kadaluarsa, adalah tingkat pengetahuan konsumen terhadap aspek kejelasan tanggal kadaluarsa pada produk.
15. Ketersediaan produk, adalah ketersediaan produk dipasar dan kemudahan memperoleh produk yang dibutuhkan.
16. Promosi, adalah promosi yang sering dilakukan oleh perusahaan produk.
17. Jenis kemasan, adalah bentuk variasi kemasan yang ditawarkan produsen kepada konsumen, sesuai apa tidak dengan keinginan konsumen.
18. Desain kemasan, adalah perbedaan tingkat kesukaan konsumen pada desain dan layout kemasan.
19. Ciri khas desain kemasan, adalah untuk memudahkan konsumen mengingat produk yang ditawarkan produsen.
20. Merek, adalah tingkat kesukaan responden pada merek yang dikonsumsi.
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
5.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian
Kota Bogor merupakan salah satu kota administratif di Provinsi Jawa Barat yang terletak pada 106 43’30’’BT – 106 51’00’’BT dan 30’30’’LS – 41’0’’LS.
Ketinggian wilayah Kota Bogor berada minimal 190 mdpl dan maksimal 350 mdpl, dengan luas wilayah 118,50 km2. Suhu udara rata-rata mencapai 260 C, dengan kelembaban udara yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 70 persen. Kota Bogor yang dijuluki sebagai kota hujan memiliki 6 kecamatan yaitu Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Selatan dan Tanah Sereal, yang terbagi menjadi 68 kelurahan dan desa.
Kota Bogor dibatasi oleh kecamatan-kecamatan dari Kabupaten Bogor yaitu sebagai berikut:
• Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Caringin
• Timur : Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi
• Utara : Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Bojong Gede, dan Kecamatan Kemang
• Barat : Kecamatan Kemang dan Kecamatan Dramaga
Kondisi wilayah Kota Bogor yang dikelilingi oleh dua pegunungan besar di Indonesia yaitu Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, menjadikan Kota Bogor menjadi daerah tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun asing. Pada masa kolonial Belanda, Kota Bogor mendapat julukan sebagai Buittenzorg yang artinya kota peristirahatan. Pada masa itu, Bogor merupakan daerah perlintasan yang menghubungkan Kota Batavia (sekarang DKI Jakarta) menuju Kota Paris Pan Java (sekarang Kota
Bandung). Jarak Kota Bogor yang hanya kurang lebih 60 kilometer dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, menjadikan kota ini menjadi daerah yang prospektif dalam pengembangan ekonomi dan bisnis.
5.2 Karakteristik Responden
Karakteristik responden merupakan ciri atau sifat konsumen yang pernah membeli dan mengkonsumsi minuman probiotik jenis yoghurt antara lain yakult dan vitacharm. Pengambilan sampel dilakukan di sejumlah tempat-tempat keramaian seperti Botani Square, Plaza Ekalokasari, Bogor Trade Mall, Warung Jambu Plaza, Plaza Jembatan Merah dan Yogya Dept. Strore Kota Bogor.
Variabel karakteristik responden yang dibahas mencakup sebaran jenis kelamin, usia, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pendapatan perbulan. Pertimbangan pemilihan variabel tersebut berdasarkan perbedaan individu, geografis dan demografis yang diduga akan mempengaruhi sikap dan preferensi konsumen terhadap minuman probiotik sebagai minuman kesehatan.
5.2.1 Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil survey terhadap 100 responden diketahui bahwa sebagian besar responden yang melakukan pembelian minuman probiotik jenis yoghurt adalah perempuan sebesar 64 persen, dan sisanya laki-laki sebesar 36 persen (Gambar 7). Dominasi perempuan dalam melakukan pembelian minuman probiotik mengindikasikan bahwa umumnya perempuan merupakan individu yang mempunyai hobi berbelanja, dan sering melakukan pengambilan keputusan terhadap produk pangan dalam keluarga termasuk dalam bidang kesehatan.
36%
Gambar 7. Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin
Persentase jumlah laki-laki sebesar 36 persen, mengindikasikan bahwa laki-laki merupakan individu yang mempunyai peranan penting dalam keluarga untuk memberikan referensi suatu produk termasuk produk kesehatan. Sebagian laki-laki yang telah menikah maupun belum menikah akan melakukan pembelian minuman probiotik tanpa mengandalkan pasangannya. Mereka cenderung akan melakukan pembelian sendiri ke toko-toko, warung-warung serta tempat yang menjual minuman probiotik jenis yoghurt. Pada hakikatnya pembelian minuman probiotik terjadi pada mereka yang sadar akan kesehatan dan mempunyai kesempatan untuk melakukan pembelian.
5.2.2 Sebaran Responden Menurut Usia
Usia responden yang melakukan pembelian minuman probiotik jenis yoghurt sangat bervariasi. Hal ini mengindikasikan bahwa segmentasi pemasaran produk minuman probiotik yakult dan vitacharm ditujukan untuk semua kalangan mulai dari anak kecil, remaja, dan dewasa. Untuk keperluan penelitian ini sebaran usia hanya dibatasi pada usia minimal 16 tahun ke atas,
karena responden dianggap mampu memahami semua pertanyaan seputar preferensi produk yang ditanyakan.
Penggolongan usia dibagi ke dalam lima kelas, dengan cara mengurangi usia tertinggi dengan usia terendah kemudian dibagi jumlah kelompok usia yang diinginkan. Kelompok usia tersebut terdiri dari kelompok usia 16 – 22 tahun, 23-29 tahun, 30-36 tahun, 37-43 tahun dan 44-45 tahun (Gambar 8). Berdasarkan kelompok usia tersebut, Persentase terbesar adalah kelompok usia 30-36 tahun (28 persen), kemudian diikuti masing-masing oleh kelompok usia 23-29 tahun (25 persen), usia 37-43 tahun (24 persen), usia 16-22 tahun (15 persen), dan usia terendah adalah 44-50 tahun (8 persen).
15%
16-22 23-29 30-36 37-43 44-50
Us ia (Tahun)
Gambar 8. Sebaran Responden Menurut Usia
5.2.3 Sebaran Responden Menurut Status Pernikahan
Sebaran responden menurut status pernikahan menunjukkan bahwa responden yang sudah menikah memiliki persentase terbesar yaitu sebesar 68 persen, sedangkan responden yang tidak menikah sebesar 32 persen. Data tersebut mengindikasikan bahwa keluarga merupakan sumber pengaruh dan menjadi penentu dalam perilaku pembelian konsumen. Keberadaan anak di
tengah keluarga dapat menjadi motivator utama dalam proses pembelian minuman probiotik jenis yoghurt antara lain yakult dan vitacharm.
68% S tatus Pernik ahan
Gambar 9. Sebaran Responden Menurut Status Pernikahan
Pernikahan merupakan ikatan dua orang laki-laki dan perempuan untuk membentuk sebuah sistem baru yang disebut keluarga. Keluarga terutama dalam budaya yang cenderung kolektif (bukan individualis) sangat menentukan perilaku, pemilihan produk dan aktivitas pembelian. Keluarga dapat menjadi sumber pembelajaran dan bersosialisasi untuk menjadi calon konsumen potensial suatu produk termasuk minuman kesehatan probiotik.
Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang mempengaruhi nilai-nilai dalam kehidupan berkeluarga dan pengaruh-pengarih budaya dari luar, konsep keluarga sudah banyak berubah. Secara tradisional keluarga dapat didefinisikan sebagai dua atau lebih orang yang memiliki hubungan darah, perkawinan, atau adopsi yang tinggal bersama-sama. Dalam arti yang lebih dimanis, individu-individu yang membentuk keluarga adalah anggota-anggota dari kelompok sosial yang paling mendasar yang hidup bersama-sama dan berinteraksi untuk saling memuaskan kebutuhan pribadi masing-masing (Schifman dan Kanuk, 2000 dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005).
5.2.4 Sebaran Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga
Besarnya pengaruh keluarga dalam menentukan perilaku kosumen, pemilihan jenis produk dan aktivitas pembelian memerlukan perhatian khusus dari pemasar, karena peran-peran yang berbeda dari para anggotanya dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Gambar 10 menjelaskan bahwa sesorang yang mempunyai anggota keluarga antara 3-4 orang dan 5-6 orang merupakan responden yang banyak membeli atau mengkonsumsi minuman probiotik antara lain yakult dan vitacharm.
Seseorang yang anggota keluarganya terdiri dari tiga orang idealnya adalah satu orang istri, satu orang suami dan satu orang anak. Begitu pula dengan keluarga yang terdiri dari enam orang idealnya adalah satu orang isteri, satu orang suami, dan empat orang anak. Berdasarkan penggolongan jumlah anggota keluarga responden, persentase jumlah anggota keluarga terbesar adalah 3-4 orang (46 persen) dan 5-6 orang (42 persen). Banyaknya jumlah anggota keluarga menggambarkan jumlah tanggungan hidup yang harus dipenuhi.
Gambar 10. Sebaran Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga
Anak yang biasanya berperan sebagai pengguna akhir dari produk yang dibeli, memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian konsumsi dalam keluarga. Seorang anak akan mencoba mempengaruhi (influence) orang tuanya untuk melakukan pembelian. Pengaruh tersebut cenderung berkurang dengan bertambahnya usia, sedangkan seorang ibu akan lebih banyak melakukan pembelian sesuai permintaan anaknya. Walaupun seorang anak tidak mendominasi dalam pengambilan keputusan pembelian, namun seorang anak mempunyai potensi yang cukup besar untuk membentuk aliansi baik dengan ayah maupun ibunya dalam membentuk mayoritas pengambilan keputusan pembelian. Anak bisa berpengaruh pada setiap tahap proses pembelian, terkecuali pada keputusan pengeluaran jumlah uang yang akan dibelanjakan.
Kecenderungan seseorang untuk menunda perkawinan atau keputusan tidak mempunyai anak, hendaknya perlu mendapat perhatian serius para produsen minuman probiotik. Penundaan perkawinan dan perencanaan keluarga tanpa anak, atau dengan satu atau dua anak sangat berpengaruh terhadap pengembangan populasi, yang berarti juga berpengaruh terhadap perkembangan pasar minuman probiotik.
5.2.5 Sebaran Responden Menurut Tingkat Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu variabel penting yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk minuman probiotik. Tingkat pendidikan seseorang tentunya akan mempengaruhi pola pikir, daya analisa, dan kecepatan berpikir sesorang akan informasi yang diterimanya. Pendidikan
akan memudahkan seseorang melewati tahap pembelajaran dalam pengenalan kebutuhan yang diperlukannya.
Pembelajaran merupakan aktivitas manusia yang dilakukan sepanjang hidupnya, bahkan pada waktu manusia dalam kandungan. Perilaku manusia, termasuk juga perilaku konsumsi merupakan hasil dari proses pembelajaran.
Pada umumnya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka kebutuhan akan minuman kesehatan akan semakin tinggi, menyangkut aktivitas dan rutinitas pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Hasil survey menunjukkan bahwa terdapat empat kategori tingkat pendidikan yang sering melakukan pembelian minuman probiotik yakni SLTA, Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana (Gambar 11).
26%
Gambar 11. Sebaran Responden Menurut Tingkat Pendidikan
Berdasarkan Gambar 11 menunjukkan bahwa responden yang mempunyai tingkat pendidikan sarjana lebih sering membeli dan mengkonsumsi minuman probiotik jenis yoghurt baik yakult dan vitacharm. Kenyataan ini ada hubungannya antara tingkat pendidikan dengan tingkat kesadaran masyarakat akan minuman kesehatan. Persentase responden yang berpendidikan sarjana
sebesar 35 persen, diploma sebesar 31 persen, SLTA sebesar 26 persen dan pascasarjana sebesar 8 persen.
5.2.6 Sebaran Responden Menurut Pekerjaan
Kesempatan pembelian minuman probiotik jenis yoghurt yakult dan vitacharm akan dipengaruhi oleh pekerjaan seseorang, karena menyangkut rutinitas kerja dan kesibukan menuntut adanya asupan gizi dan tuntutan akan kesehatan. Hasil survey terhadap 100 responden, menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai pegawai swasta mempunyai Persentase terbesar yaitu 26 persen, selanjutnya wiraswasta sebesar 25 persen, PNS sebesar 18 persen, Ibu rumah tangga sebesar 15 persen, mahasiswa/pelajar sebesar 10 persen dan pegawai BUMN sebesar 7 persen (Gambar 12).
10%
MHS/Pelajar IRT PNS Peg. swasta Wiraswasta Peg. BUMN Pendidikan
Gambar 12. Sebaran Responden Menurut Pekerjaan
Data tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan seseorang sangat berpengaruh terhadap tingkat konsumsi minuman probiotik jenis yoghurt.
Responden yang mempunyai tingkat kesibukan tertentu, membawa dampak terhadap kebiasaan mereka mengkonsumsi makanan dan minuman serba praktis dan menyehatkan. Pembelian minuman probiotik di masyarakat, selain
dipengaruhi oleh motivasi akan khasiat kesehatan, juga dipengaruhi oleh taraf hidup dan daya beli masyarakat yang berkaitan dengan perolehan pekerjaan.
5.2.7 Sebaran Responden Menurut Tingkat Pendapatan Perbulan
Pendapatan merupakan salah satu penghargaan yang dapat diterima atas pekerjaan yang telah dilakukan seseorang yang biasanya dapat diidentikan dengan sejumlah uang. Penggolongan pendapatan responden dibagi menjadi
Pendapatan merupakan salah satu penghargaan yang dapat diterima atas pekerjaan yang telah dilakukan seseorang yang biasanya dapat diidentikan dengan sejumlah uang. Penggolongan pendapatan responden dibagi menjadi