• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Uji Data

Dalam dokumen makalah eksperiment bu met revisi terakhir (Halaman 30-36)

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

B. Analisis Uji Data

Langkah awal yang dilakukan untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan dan independent sampel T-test dan Teknik paired T-test. Teknik ini digunakan untuk menguji adanya perubahan sebelum diberi perlakuan dan sesudah di beri perlakuan dan untuk melihat apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen yang diberi pelakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.

1. Uji Homogenitas dan Independent Sampel T-Test..

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian mempunyai varians yang homogen atau tidak. Berdasarkan hasil uji homogenitas menunjukkan nilai F levene terhadap data pretest dan posttest sebesar 0,150 (p > 0,050) menunjukkan data tersebut memiliki varians yang homogen. Sedangkan untuk independent sampel T-test di peroleh p = 0,11 dengan kaidah p< 0,050 berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperiment dengan kelompok control. Berdasarkan kaidah tersebut ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan kepercayaan diri dengan kelompok control yang diberikan film biografi. Mahasiswa yang diberikan pelatihan kepercayaan diri memilki kecemasan berbicara didepan umum lebih rendah (mean = 41,25) dibandingkan dengan kelompok control yang hanya diberikan film biografi (mean = 48,00) . dengan data tabel sebagai berikut:

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kecemasan kelompok

eksperimen 4 41.25 .957 .479

kelompok

kontrol 4 48.00 3.559 1.780

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Kecemas an Equal variances assumed 2.722 .150 -3.663 6 .011 -6.750 1.843 -11.259 -2.241 Equal variances not

assumed -3.663 3.432 .028 -6.750 1.843 -12.218 -1.282

2. Uji paired sampel T-test.

Untuk kelompok eksperiment dengan p= 0,001 berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperiment sebelum dan setelah diberikan perlakuan pelatihan kepercayaan diri. Kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa setelah diberikan pelatihan kepercayaan diri lebih rendah daripada kecemasan berbicara di depan umum sebelum diberikan pelatihan kepercayaan diri, dengan demikian pelatihan kepercayaan diri dapat menurunkan kecemasan berbicara di depan umum.

Untuk kelompok control dengan p = 0,058 berati tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah menonton film biografi. Berarti kecemasan berbicara didepan umum mahasiswa tidak berpengaruh jika diberikan menonton film biografi.

Dengan tabel sebagai berikut :

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 kecemasan pretest KE 60.75 4 3.202 1.601

kecemasan posttest KE 41.25 4 .957 .479 Pair 2 kecemasan pretest KK 47.25 4 3.304 1.652 kecemasan posttest KK 48.00 4 3.559 1.780

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 kecemasan pretest KE

-kecemasan posttest KE 19.500 3.109 1.555 14.553 24.447 12.544 3 .001 Pair 2 kecemasan pretest KK

-kecemasan posttest KK -.750 .500 .250 -1.546 .046 -3.000 3 .058

3. Uji Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kecemasan berbicara di depan umum antara mahasiswa yang di beri pelatihan kepercayaan dri dan yang tidak diberi pelatihan kepercayaan diri. Subyek yang mengikuti pelatihan kepercayaan diri akan

lebih rendah tingkat kecemasan berbicara di depan umumnya dibandikan subyek yang tidak mengikuti pelatihan kepercayaan diri.

Pengujian hipotesisi dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data independent sampel t-test. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan skor kecemasan berbicara didepan umum pada mahasiswa yang diberikan pelatihan kepercayaan diri dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak diberikan pelatihan kepercayaan diri. Mahasiswa yang diberikan pelatihan kepercayaan diri (kelompok eksperimen) mengalami penurunan kecemasan berbicara di depan umum dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak diberikan pelatihan kepercayaan diri (kelompok control). Hasil uji t ditemukan koefisien perbedaan (nilai t) sebesar -3.663 dengan p = 0,011 (p=<0,050). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis delam penelitian ini dterima. Mahasiswa yang diberi pelatihan kepercayaan diri memilik skor kecemasan berberbicara di depan umum lebih rendah (mean = 41.25) dibendingkan dengan mahasiswa yang tidak diberikan pelatihan kepercayaan diri (mean = 48.00).

Sedangkan analisis yang dipergunakan untuk memperkuat hipoesis yang diajukan adalah dengan menggunakan analisis paired sample T-test yaitu menguji erbedaan skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok control. Hasil analisis kelompok ekperimen diperoleh t = 12.544 dengan p = 0,001 (p<0,010), rtinya bahwa ada perbedaan antara skor kecemasan berbicara di depan umum sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menandakan bahwa ada penunuran skor kecemasan berbicara didepan umum pada kelompok eksperimen. Semesntara hasil analisis kelompok control diperoleh hasil t = -3.000 dan p = 0,040 (p>0,010) berarti tidak ada perbedaan yang signifikan skor kecemasan berbicara di depan umum sebelum dan sesudah perlakuan.

C. Pembahasan.

Berdasarkan hasil analisi menunjukkan ada perbedaan yang signifikan anata kelomopok eksperiment yang di berikan pelatihan kepercayaan diri dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai (signi 2 tailed) sebesar p = 0,001 (p<0,001). Dari perbandingan mean posttest kedua kelompok terlihat bahwa mean posttest kelompok eksperiemen sebesar 41.25 lebih rendah dari pada mean posttest kelompok control sebesar 48. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada perbedaan tingkan kecemasan berbicara didepan umum antara mahasiswa yang diberi pelatihan kepercayaan dan yang tidak diberi peaihan kepercayaan diri, dimana subyek yang mengikuti pelatihan kepercayaan diri lebih rendah tingkat kecemasan berbicara di depan ummnya dibandingkan yang tidak mengikuti pelatihan kepercayaan diri.

Apollo (dalam Wahyuni, 2015) menyebut kecemasan berbicara didepan umum dengan istilah

reticence, yaitu ketidakmampuan individu untuk me–ngembangkan percakapan yang bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan akan tetapi karena adanya ketidakmampuan menyampai–kan pesan secara sempurna, yang ditandai dengan adanya reaksi secara psikologis dan fisiologis. Sedangkan, Burgoon dan Ruffner (dalam Fatwa, 2012) mendefinisikan kecemasan berbicara di depan umum sebagai kecemasan yang timbul dalam upaya untuk mengatasi situasi berbicara di depan umum. Kecemasan berbicara di depan umum adalah suatu hal yang normal, bahkan dapat dikatakan sehat apabila kecemasan tersebut mendorong seseorang untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengantisipasi apa yang ditakutkannya, namun kecemasan yang terlalu tinggi pada saat berbicara di depan umum akan menghambat seseorang untuk menunjukkan kapasitas dirinya.

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan berbicara di depan umum antara lain adalah relaksasi, pencitraan perilaku, intervensi kognitif, dan pelatihan kepercayaan diri. (Greenberger, 2014). Salah satunya adalah pelatihan kepercayaan diri (Kurniawan,2014) . penurunan skor kecemasan berbicara di depan umum membuktikan bahwa pelatihan kepercayaan diri mampu untuk menurunkan gejala kecemasan berbicara di depan umum yang dialami oleh mahasiswa. Tujuan dari pelatihan kepercayaan ini adalah untuk menurukan kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa agar mampu menjadi lebih percaya dengan kemampuan yang mahasiswa miliki sehingga mahasiswa dapa lebih tenang ketika harus berbicara di depan umum.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisi dan pembahasan diketahui bahwa pelatihan kepercayaan diri dapat menurunkan kecemasan berbicara didepan umum pada mahasiswa. Hal ini ditunjukan dengan semakin rendahnya skor kecemasan berbicara didepan umum pada mahasiswa setelah mendapatkan perlakuan pelatihan kepercayaan diri dibandingkan sebelumnya, selain itu juga terdapat perbedaan skor kecemasan berbicara didepan umum antara kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok yang tidak diberi perlakuan berupa pelatihan kepercayaan diri.

Pelatihan kepercayaan diri merupakan serangkaian kegiatan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri sehingga mahasiswa dapat yakin dan percaya dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan pemberian pelatihan kepercayaan diri gejala-gejala kecemasan berbicara didepan umum yang dialami mahasiswa seperti gejalan fisik meliputi gemetar, sakit perut, berkeringat, detak jantung dan tekanan dararh dapat diatasi. Begitu pula gejala psikologi atau mental berupa rasa

takut, panik, dan kurang kontrasi dapat teratasi. Hingga dapat meningkatkan perilaku produktivitas dan lebih percaya pada kemampuan apapun yang dimiliki.

A. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan saran bagi beberapa pihak, yaitu

1. Bagi mahasiswa

Pelatihan kepercayaan diri dapat menurunkan gejala kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa, sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan kecemasan berbicara di depan umum dengan rutin

melakukan cara-cara dalam pelatihan kepercayaan diri sehinggadapat meningkatkan kemampuan ketika berbicara di depan umum.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk :

a. Lebih memperhatikan variabel ekstranee sehingga hasil dari pelatihan akan lebih maksimal dan tidak mempengaruhi penelitian. Contohnya jendela yang

memperlihatkan orang yang sedang berlalu lalang.

b. Persiapan subjek harus di lakukan jauh-jauh hari sebelum penelitian, karena sulitnya waktu yang dapat diluangkan oleh mahasiswa mengingat kesibukan yang dijalaninya.

c. Memberikan follow up pada subyek sehingga dapat mengetahui sebepa lama perlakuan tersebut dapat berpengaruh.

Dalam dokumen makalah eksperiment bu met revisi terakhir (Halaman 30-36)

Dokumen terkait