• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

5.5. Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk menggambaran distribusi frekuensi dari

hasil penelitian yang telah diperoleh. Analisis univariat dalam penelitian ini adalah

analisis univariat terhadap sisa makanan, keadaan psikis, kebiasaan makan,

gangguan pencernaan, status kehamilan, penampilan makanan yang meliputi warna,

bentuk, porsi dan penyajian, rasa makanan yang meliputi aroma, bumbu, konsistensi,

keempukan, dan temperature, dan makanan dari luar rumah sakit.

5.5.1. Gambaran Sisa Makanan

Distribusi sisa makanan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Haji

Jakarta Tahun 2011 diketahui dengan melakukan metode food weighing atau

penimbangan untuk 3x makan. Skor yang diperoleh kemudian dijadikan nilai

persen untuk mengetahui banyak atau sedikitnya sisa makanan. Berdasarkan

hasil pengukuran terhadap sisa makanan didapatkan data sisa makanan, baik

secara keseluruhan maupun berdasarkan jenis makanan.

Tabel 5.2.

Distribusi Sisa Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Variabel Rata-rata SD Nilai

Terendah Nilai Tertinggi 95% CI Sisa Makanan 20,27 11,82 0 57,94 17,16 – 23,38

77

Berdasarkan hasil penelitian pada 58 responden diketahui bahwa rata-rata

sisa makanan responden adalah sebanyak 20,27% dengan standar deviasi 11,82.

Sisa makanan yang terendah dari responden adalah 0% atau tidak ada sisa

makanan. Sementara itu, sisa makanan yang tertinggi adalah 57,94% dengan

rentang confidence interval 95% adalah 17,16 sampai 23,38.

Selain itu, diketahui sisa makanan berdasarkan jenis makanan, yaitu sisa

makanan dilihat dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah.

Sisa makanan berdasarkan jenis makanan dapat dilihat pada tabel 5.3.

Tabel 5.3.

Distribusi Frekuensi Sisa Makanan Berdasarkan Jenis Makanan Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Jenis Makanan Rata-rata SD Nilai Terendah Nilai Tertinggi 95% CI Makanan pokok 14, 78 14,35 0 52,88 11,01 – 18,56 Lauk Hewani 12,96 18,37 0 86,67 8,12 – 17,79 Lauk Nabati 23,49 24,45 0 100 17,06 – 29,92 Sayur 47,10 25,82 0 94,12 5,70 – 8,66 Buah 11,07 22,16 0 82,99 5,24 – 16,90

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan hasil penelitian pada 58 responden diketahui bahwa rata-rata

sisa makanan responden adalah makanan pokok 14,78%, lauk hewani 12,96%,

lauk nabati 23,49%, sayur47,10 %, dan buah 11,07%. Dengan demikian terlihat

bahwa jenis makanan yang paling banyak ditinggalkan sisa makanannya oleh

78

Berdasarkan hasil penilaian terhadap sisa makanan yang dilakukan di

rumah sakit Haji Jakarta, diketahui bahwa jenis makanan yang meninggalkan sisa

makanan, baik makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah. Total

sisa makanan untuk jenis makanan pokok adalah 14,96%. Jenis makanan pokok

yang paling banyak meninggalkan sisa makanan adalah nasi, yaitu 11,50%.

Total Sisa Makanan untuk lauk hewani adalah 13,14%. Lauk hewani yang

paling banyak meninggalkan sisa makanan adalah Gulai Ayam (3,99%), Rolade

Daging (2,27%), dan Pindang Kakap Kecap (2,22%). Sementara itu, total sisa

makanan untuk lauk nabati adalah 27,92%. Lauk nabati yang paling banyak

meninggalkan sisa makanan adalah Botok Tahu (9,72) dan Pastel Kentang

(8,89%).

Sisa makanan untuk sayur memiliki jumlah yang tertinggi. Sayur

memiliki persentase sisa makanan sebanyak 50,43%. Sayur yang paling banyak

meninggalkan sisa makanan adalah bobor ayam (14,62%) dan sup kombinasi

(11,93%). Sedangkan, jenis makanan yang memiliki sisa makanan paling sedikit

adalah buah. Total Sisa makanan untuk buah adalah 10,79%. Buah yang

memiliki sisa makanan tinggi adalah pisang (4,43%). Persentase sisa makanan

berdasarkan jenis makanan dapat dilihat pada lampiran 4.

Secara keseluruhan, pencapaian akhir dari sisa makanan responden

adalah responden dikatakan memiliki sisa makanan banyak jika persentase sisa

79

≤ 25%. Dengan demikian, distribusi sisa makanan pada pasien rawat inap pada

pasien rawat inap di Rumah Sakit Haji Jakarta dapat dilihat pada tabel 5.4.

Tabel 5.4.

Distribusi Frekuensi Sisa Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Sisa Makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

> 25% 23 39,7

≤ 25% 35 60,3

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.5. diatas, dari 58 responden didapatkan hasil bahwa

responden yang memiliki sisa makanan banyak lebih sedikit dibandingkan

dengan responden yang memiliki sisa makanan sedikit. Persentase sisa makanan

banyak sebesar 39,7 %, sedangkan persentase sisa makanan sedikit ada 60,3%.

5.5.2. Gambaran Keadaan Psikis

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen kuesioner

dengan menggunakan hospital anxiety and depression scale (HADS) didapatkan

bahwa gambaran keadaan psikis pasien rawat inap di Rumah Sakit Haji Jakarta

Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.5.

Tabel 5.5.

Distribusi Frekuensi Keadaan Psikis

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Keadaan Psikis Jumlah (n) Persentasi (%)

Abnormal 3 5,2

Borderline abnormal 14 24,1

Normal 41 70,7

Total 58 100

80

Berdasarkan tabel 5.5. terlihat bahwa dari 58 responden, didapatkan

hasil bahwa responden yang memiliki tingkat keadaan psikis yang abnormal

lebih sedikit jika dibandingkan dengan responden yang memiliki keadaan psikis

yang borderline abnormal dan normal. Persentase responden yang memiliki

keadaan psikis yang abnormal ada 5,2%, sedangkan persentase responden yang

memiliki keadaan psikis yang borderline abnormal ada 24,1% dan responden

yang memiliki keadaan psikis yang normal ada 70,7%.

5.5.3. Gambaran Kebiasaan Makan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran kebiasaan makan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.6.

Tabel 5.6.

Distribusi Frekuensi Kebiasaan Makan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Kebiasaan Makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Sesuai 52 89,7

Sesuai 6 10,3

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.6. di atas, didapatkan dari 58 responden hasil bahwa

responden yang memiliki kebiasaan makan tidak sesuai dengan rumah sakit

lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki kebiasaan makan

sesuai. Persentase responden yang memiliki kebiasaan makan tidak sesuai

dengan rumah sakit mencapai 89,7%, sedangkan persentase responden yang

81

5.5.4. Gambaran Gangguan Pencernaan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data rekam medis didapatkan

bahwa gambaran gangguan pencernaan pasien rawat inap di Rumah Sakit Haji

Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.7.

Tabel 5.7.

Distribusi Frekuensi Gangguan Pencernaan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Gangguan Pencernaan Jumlah (n) Persentasi (%)

Ada 24 41,4

Tidak ada 34 58,6

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.7. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil bahwa

responden yang mengalami gangguan pencernaan lebih sedikit jika dibandingkan

dengan responden yang tidak mengalami gangguan pencernaan. Persentase

responden yang mengalami gangguan pencernaan mencapai 41,4%, sedangkan

responden yang tidak memiliki gangguan pencernaan mencapai 58,6%.

5.5.5. Gambaran Status Kehamilan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen kuesioner

didapatkan bahwa gambaran status kehamilan pasien rawat inap di Rumah Sakit

82

Tabel 5.8.

Distribusi Frekuensi Status Kehamilan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Status Kehamilan Jumlah (n) Persentasi (%)

Hamil 0 0

Tidak hamil 58 100

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.8. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil bahwa

responden yang sedang hamil tidak ada atau memiliki persentase 0%. Responden

ada dalam penelitian ini hampir semua yang tidak hamil. Persentase responden

yang tidak hamil mencapai 100%.

5.5.6. Gambaran Penampilan Makanan

Gambaran Penampilan makanan dapat dilihat dari warna, bentuk, porsi,

dan penyajian makanan. Data warna, bentuk, porsi dan penyajian makanan yang

diperoleh dari jawaban responden pada instrumen kuesioner.

5.5.6.1.Gambaran Warna Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran warna makanan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.9.

Tabel 5.9.

Distribusi Frekuensi Warna Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Warna makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Menarik 20 34,5

Menarik 38 65,5

Total 58 100

83

Berdasarkan tabel 5.9. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan warna makanan tidak menarik lebih

sedikit daripada responden yang menyatakan warna makanan menarik.

Persentase responden yang menyatakan warna makanan tidak menarik

mencapai hanya 34,5%, sedangkan persentase responden yang menyatakan

warna makanan menarik mencapai 65,5%.

5.5.6.2.Gambaran Bentuk Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran bentuk makanan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.10.

Tabel 5.10.

Distribusi Frekuensi Bentuk Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Bentuk makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Menarik 24 41,4

Menarik 34 58,6

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.10. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan bentuk makanan tidak menarik lebih

sedikit daripada responden yang menyatakan bentuk makanan menarik.

Persentase responden yang menyatakan bentuk makanan tidak menarik

mencapai 41,4%, sedangkan persentase responden yang menyatakan bentuk

84

5.5.6.3.Gambaran Porsi Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran porsi makanan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.11.

Tabel 5.11.

Distribusi Frekuensi Porsi Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Porsi makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Sesuai 29 50,0

Sesuai 29 50,0

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.11. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan porsi makanan tidak sesuai sama dengan

responden yang menyatakan porsi makanan sesuai. Persentase responden

yang menyatakan penampilan makanan tidak sesuai dan sesuai adalah 50,0%.

5.5.6.4.Gambaran Penyajian Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran penyajian makanan pasien rawat inap

di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.12.

Tabel 5.12.

Distribusi Frekuensi Penyajian Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Penyajian makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Menarik 16 27,6

Menarik 42 72,4

Total 58 100

85

Berdasarkan tabel 5.12. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan penyajian makanan tidak menarik lebih

sedikit daripada responden yang menyatakan penyajian makanan menarik.

Persentase responden yang menyatakan penyajian makanan tidak menarik

hanya 27,6%, sedangkan persentase responden yang menyatakan penyajian

makanan menarik mencapai 72,4%.

5.5.7. Gambaran Rasa Makanan

Gambaran rasa makanan dilihat dari aroma, bumbu, konsistensi,

keempukan, dan temperature. Data aroma, bumbu, konsistensi, keempukan, dan

temperature diperoleh dari jawaban responden pada instrumen kuesioner.

5.5.7.1.Gambaran Aroma Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran aroma makanan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.13.

Tabel 5.13.

Distribusi Frekuensi Aroma Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Aroma makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Enak 30 51,7

Enak 28 48,3

Jumlah 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.14. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan aroma makanan tidak enak lebih banyak

86

responden yang menyatakan aroma makanan tidak enak mencapai 51,7%,

sedangkan persentase responden yang menyatakan aroma makanan enak

mencapai 48,3%.

5.5.7.2.Gambaran Bumbu Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran bumbu makanan pasien rawat inap di

Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.14.

Tabel 5.14.

Distribusi Frekuensi Bumbu Makanan

Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Bumbu makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Terasa 34 58,6

Terasa 24 41,4

Jumlah 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.14. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan bumbu makanan tidak terasa lebih

banyak daripada responden yang menyatakan bumbu makanan terasa.

Persentase responden yang menyatakan bumbu makanan tidak terasa

mencapai 58,6%, sedangkan persentase responden yang menyatakan bumbu

makanan terasa mencapai 41,4%.

5.5.7.3.Gambaran Konsistensi Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran konsistensi makanan pasien rawat

87

Tabel 5.15.

Distribusi Frekuensi Konsistensi Makanan

Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Konsistensi makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak sesuai 27 46,6

Sesuai 31 53,4

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.15. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan konsistensi makanan tidak sesuai lebih

sedikit daripada responden yang menyatakan konsistensi makanan sesuai.

Persentase responden yang menyatakan konsistensi makanan tidak sesuai

sebesar 46,6%, sedangkan persentase responden yang menyatakan

konsistensi makanan sesuai mencapai 53,4%.

5.5.7.4.Gambaran Keempukan Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran keempukan makanan pasien rawat

inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.16.

Tabel 5.16.

Distribusi Frekuensi Keempukan Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Keempukan makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak sesuai 17 29,3

Sesuai 41 70,7

Jumlah 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.16. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

88

lebih sedikit daripada responden yang menyatakan keempukan makanan

sesuai. Persentase responden yang menyatakan keempukan makanan tidak

sesuai hanya 29,3%, sedangkan persentase responden yang menyatakan

keempukan makanan sudah sesuai mencapai 70,7%.

5.5.7.5.Gambaran Temperatur Makanan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

kuesioner didapatkan bahwa gambaran temperatur makanan pasien rawat

inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel 5.17.

Tabel 5.17.

Distribusi Frekuensi Temperatur Makanan

Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Temperatur makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Tidak Sesuai 16 27,6

Sesuai 42 72,4

Jumlah 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.17. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang menyatakan temperatur makanan tidak sesuai lebih

sedikit daripada responden yang menyatakan temperatur makanan sesuai.

Persentase responden yang menyatakan temperatur makanan tidak sesuai

hanya 27,6%, sedangkan persentase responden yang menyatakan temperatur

makanan sesuai mencapai 72,4%.

5.5.8. Gambaran Makanan dari Luar Rumah Sakit

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari jawaban pada instrumen

89

rawat inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 yaitu terlihat pada tabel

5.18.

Tabel 5.18.

Distribusi Frekuensi Makanan dari Luar Rumah Sakit Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2011 Penampilan makanan Jumlah (n) Persentasi (%)

Sering 25 43,1

Tidak sering 33 56,9

Total 58 100

Sumber : data primer yang diolah oleh peneliti, 2011

Berdasarkan tabel 5.19. di atas, dari 58 responden didapatkan hasil

bahwa responden yang sering mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit

lebih sedikit daripada responden yang tidak sering mengkonsumsi makanan

dari luar rumah sakit. Persentase responden yang sering mengkonsumsi

makanan dari luar rumah sakit mencapai 43,1%, sedangkan persentase

responden yang tidak sering mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit

mencapai 56,9%.