• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Univariat

Dalam dokumen Tesis Dewi Ratna Pratiwi S021308016 (Halaman 75-80)

1) Karakteristik Subjek Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada Bidan yang bekerja di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, sebanyak 61 bidan yang memiliki kasus kematian ibu maupun 61 bidan yang tidak memiliki kasus kematian ibu pada tahun 2013-2014, diperoleh data tentang gambaran karakteristik subjek penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1Karakteristik subjek penelitian

Karakteristik Kasus ∑ (%) n =61 Kontrol ∑ (%) n =61 Total ∑ (%) n =122 Usia * a. 20-35 tahun b. 36-50 tahun 41 (67,2) 20 (32.8) 27 (44,3) 34 (55,7) 68 (55,7) 54 (44,3) Tingkat pendidikan a. D III b.D IV/ S1 56 (91,8) 5 (8,2) 58 (95,1) 3 (4,9) 114 (93,4) 8 (6,6) Masa kerja * a. 2-10 tahun b.11-20 tahun 57 (93,4) 4 (6,6) 18 (29,5) 43 (70,5) 75 (61,5) 47 (38,5) Lama kerja di Puskesmas *

a. 2-10 tahun b.11-20 tahun 57 (93,4) 4 (6,6) 18 (29,5) 43 (70,5) 75 (61,5) 47 (38,5) Pelatihan yang pernah diikuti

APN (Asuhan Persalinan Normal) a. Mengikuti pelatihan b. Tidak mengikuti 52 (85,2) 9 (12,3) 55 (90,2) 6 (9,8) 107 (87,8) 15 (12,3) *signifikan secara statistik

Berdasarkan tabel 4.1 subjek penelitian di Puskesmas Kabupaten Banyumas kasus paling banyak berumur kisaran 20-35 tahun sejumlah 41 (67,2%) sedangkan untuk subjek kontrol paling banyak berumur 36-50 tahun sebanyak 34 (55,7%). Usia subjek penelitian mempunyai risiko untuk menurunkan kematian maternal sebesar 0,38 kali, dan signifikan secara statistik (OR: 0,38; CI 95%: 0,18-0,80; p: 0.011). Tingkat pendidikan pada subjek penelitian kasus pendidikan D III sebanyak 56 (91,8%), dan D IV/ S I sebanyak 5 (88,2%), sedangkan pada subjek penelitian kontrol pendidikan D III 58 (95,1%) dan D IV/ S I sebanyak 3 (4,9%). Masa kerja dan lama kerja subjek penelitian memiliki lama kerja yang sama, yaitu rentang

terbanyak subyek kasus pada tahun ke 1-10 tahun sebanyak 57 (93,4%), sedangkan subjek penelitian kontrol terbanyak pada masa kerja ke 11-20 tahun sebanyak 43 (70,5%). Masa kerja dan lama kerja subjek penelitian di puskesmas mempunyai risiko untuk menurunkan kematian maternal sebesar 0,02 kali, dan signifikan secara statistik (OR: 0,02; CI 95%: 0,00-0,09; p: <0,001). Hampir seluruh subjek penelitian kontrol dan kasus telah mengikuti pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) 107 (87,7%). Pelatihan asuhan persalinan normal 58 langkah mempunyai risiko untuk menurunkan kematian maternal sebesar 0.63 kali, meskipun secara statistik tidak signifikan (OR: 0,63; CI 95%: 0,21-1,89; p: 0,408).

2) Asuhan Antenatal Terintegrasi di Kabupaten Banyumas Tahun 2013- 2014

Pemberian Asuhan Antenatal Terintegrasi di Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2014 diketahui melalui pengisian kuesioner yang didasarkan data rekam medik bidan di Puskesmas dan Poskesdes di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, diperoleh data tentang kelengkapan alat, prosedur anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, pembuatan diagnosa, dan pemberian obat serta konseling pada klien ibu hamil adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Kesesuaian Standar Asuhan Antenatal Terintegrasi di Puskesmas Kabupaten Banyumas tahun 2013-2014

Variabel Kategori Standar Kasus ∑ (%) n=61 Kontrol ∑ (%) n=61 Total ∑ (%) n=122

Ketersediaan Alat Sesuai 36 (59,0) 33 (54,1) 69 (56,6) Tidak sesuai 25 (41,0) 28 (45,9) 53 (43,4)

Anamnesis Sesuai 4 (6,6) 57 (93,4) 61 (50,0)

Tidak sesuai 57 (93,4) 4 (6,6) 61 (50,0) Pemeriksaan Fisik Sesuai 25 (41,0) 37 (60,7) 62 (50,8) Tidak sesuai 36 (59,0) 24 (39,3) 60 (49,2) Pemeriksaan Penunjang Sesuai 31 (50,8) 33 (54,1) 64 (52,5) Tidak sesuai 30 (49,2) 28 (45,9) 58 (47,5) Penentuan Diagnosa Sesuai 39 (63,9) 38 (62,3) 77 (63,1) Tidak sesuai 22 (36,1) 23 (37,7) 45 (36,9) Konseling dan Pemberian Obat Sesuai 25 (41,0) 44 (72,1) 69 (56,6) Tidak sesuai 36 (59,0) 17 (27,9) 53 (43,4) Berdasarkan Tabel 4.2 didapatkan bahwa ketersediaan alat pada asuhan Antenatal terintegrasi kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 36 commit to user

(59,0%) dan tidak sesuai standar sebanyak 25 (41,0%), pada kelompok kontrol yang sesuai standar 33 (54,1%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 28 (45,9%). Prosedur anamnesis pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 4 (6,6%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 57 (93,4%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 57 (93,4%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 4 (6,6%). Pemeriksaan fisik pada asuhan Antenatal terintegrasi pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 25 (41,0%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 36 (59,0%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar 37 (60,7%) dan yang tidak sesuai standar 24 (39,3%). Pemeriksaan penunjang pada asuhan Antenatal terintegrasi pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 31 (50,8%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 30 (49,2%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 33 (54,1%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 28 (45,9%). Penentuan diagnosa pada asuhan Antenatal terintegrasi pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 39 (63,9%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 22 (36,1%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 38 (62,3%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 23 (37,7%). Konseling dan pemberian obat pada asuhan Antenatal terintegrasi pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 25 (41,0%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 36 (59,0%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 44 (72,1%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 17 (27,9%).

3) Pemberian Asuhan Intranatal di Puskesmas Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2014.

Pemberian Asuhan Intranatal di Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2014 diketahui melalui pengisian kuesioner yang didasarkan data rekam medik bidan di Puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, diperoleh data tentang prosedur membuat keputusan klinik, asuhan sayang ibu dan bayi, pencegahan infeksi, pencatatan, rujukan, dan pertolongan persalinan normal dengan 58 langkah adalah sebagai berikut: commit to user

Tabel 4.3 Kesesuaian Standar Asuhan Intranal di Puskesmas Kabupaten Banyumas tahun 2013-2014 Variabel Kategori Standar Kasus (%) n=61 Kontrol (%) n=61 Total (%) n=122 Pengambilan keputusan klinik Sesuai 22 (36,1) 55 (90,2) 77 (63,1) Tidak sesuai 39 (63,9) 6 (9,8) 45 (36,9) Asuhan sayang ibu

dan bayi *

Sesuai 0 (0,0) 0 (0,0) 0 (0,0)

Tidak sesuai 0 (0,0) 0 (0,0) 0 (0,0)

Pencegahan infeksi Sesuai 36 (59,0) 46 (75,4) 82 (67,2) Tidak sesuai 25 (41,0) 15 (24,6) 40 (32,8) Pencatatan asuhan persalinan Sesuai 18 (29,5) 51 (83,6) 69 (56,6) Tidak sesuai 43 (70,5) 10(16,4 ) 53 (43,4) Rujukan ** Sesuai 50 (84,7) 5 (10,2) 55 (50,9) Tidak sesuai 9 (15,3) 44 (89,8) 53 (49,1) Pertolongan persalinan dengan 58 langkah Sesuai 30 (49,2) 49 (80,3) 79 (64,8) Tidak sesuai 31 (50,8) 12 (19,7) 43 (35,2)

*Asuhan sayang ibu (n=0), tidak terdapat dokumentasi baik pada kasus maupun kontrol **Rujukan (n kasus 59, n kontrol 49, ∑=108)

Berdasarkan Tabel 4.3 didapatkan bahwa pengambilan keputusan klinik pada asuhan intranatal kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 22 (36,1%) dan tidak sesuai standar sebanyak 39 (63,9%), pada kelompok kontrol yang sesuai standar 55 (90,2%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 6 (9,8%). Tidak ditemukan adanya rekam medik tentang asuhan sayang ibu dan bayi pada asuhan intranatal di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kabupaten Banyumas. Pencegahan infeksi pada asuhan intranatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 36 (59,0%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 25 (41,0%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar 46 (75,4%) dan yang tidak sesuai standar 15 (24,6%). Pencatatan asuhan persalinan pada asuhan intranatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 18 (29,5%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 43 (70,5%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 51 (83,6%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 10 (16,4%). Prosedur rujukan pada asuhan intranatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 50 (84,7%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 9 (15,3%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 5 (10,2%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 44 (89,8%). Pertolongan persalinan dengan 58 langkah pada asuhan intranatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 30 (49,2%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 31 (50,8%), sedangkan pada

kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 49 (80,3%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 12 (19,7%).

4) Pemberian Asuhan Postnatal di Puskesmas Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2014.

Pemberian asuhan postnatal di Puskesmas dan Poskesdes di Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2014 diketahui melalui pengisian kuesioner yang didasarkan data rekam medik bidan di Puskesmas dan Poskesdes di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, diperoleh data tentang Kunjungan Nifas I, II, III dan IV adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Kesesuaian Standar Asuhan Postnatal di Puskesmas Kabupaten Banyumas tahun 2013-2014 Variabel Kategori Standar Kasus ∑ (%) n=61 Kontrol ∑ (%) n=61 Total ∑ (%) n=122

Kunjungan nifas I Sesuai 33 (54,1) 43 (70,5) 76 (62,3) Tidak sesuai 28 (45,9) 18 (29,5) 46 (37,7) Kunjungan nifas II Sesuai 42 (68,9) 43 (70,5) 85 (69,7) Tidak sesuai 19 (31,1) 18 (29,5) 37 (30,3) Kunjungan nifas III Sesuai 40 (65,6) 24 (39,3) 64 (52,5) Tidak sesuai 21 (34,4) 37 (60,7) 58 (47,5) Kunjungan nifas IV * Sesuai 9 (47,4) 7 (38,9) 16 (43,2) Tidak sesuai 10 (52,6) 11 (61,1) 21 (56,8) *Kunjungan nifas IV (n kasus= 18, n kontrol= 19, =37)

Berdasarkan Tabel 4.4 didapatkan bahwa kunjungan nifas I pada asuhan postnatal kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 33 (54,1%) dan tidak sesuai standar sebanyak 28 (45,9%), pada kelompok kontrol yang sesuai standar 43 (70,5%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 18 (29,5%). Kunjungan nifas II pada asuhan postnatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 42 (68,9%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 19 (31,1%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar 43 (70,5%) dan yang tidak sesuai standar 18 (29,5%). Kunjungan nifas III pada asuhan postnatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 40 (65,6%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 21 (34,4%), sedangkan pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 24 (39,3%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 37 (60,7%). Kunjungan nifas IV pada asuhan postnatal pada kelompok kasus yang sesuai standar sebanyak 9 (47,4%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 10 (52,6%), sedangkan

pada kelompok kontrol yang sesuai standar sebanyak 7 (38,9%) dan yang tidak sesuai standar sebanyak 11 (61,1%).

Dalam dokumen Tesis Dewi Ratna Pratiwi S021308016 (Halaman 75-80)

Dokumen terkait