ANALISIS PSIKOLOGIS PADA TOKOH UTAMA NATHAN ALGRENT DALAM FILM “THE LAST SAMURAI”
3.2 Analisis Usaha Pada Tokoh Utama Dalam Film “The Last Samurai”
Usaha menurut teori psikologi menurut Wasis dan Sugeng Yuli Irianto (2001:18) usaha adalah upaya manusia untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Dari dalam beberapa cuplikan berikut ini kita akan dapat menganalisa apa-apa sja usaha yang dilakukan tokoh utama.
Cuplikan 1 menit : 00:35:54,701 --> 00:38:20,365
Percakapan anatara Nathan Algrent, Nobutada dan Taka:
Dalam percakapan ini, Nathan telah mengalami kekalahan setelah berperang melawan para Samurai dan Nathan ditangkap oleh Samurai dan menjadikan tawanan didesa para samurai tersebut. Nathan dibawa dan dirawat oleh Taka. Ia adik dari pemimpin desa sekaligus pimpinan samurai yang bernama Katsumoto.
Katsumoto memerintahkan adiknya untuk merawat Nathan dirumahnya. Dalam percakapan ini juga ada Nobutada yang melainkan penduduk desa sekaligus samurai, Nobutada sudah dianggap Katsumoto sebagai adik angkatnya sendiri.
“Nobutada”/”Nathan Algrent:
Kondisinya sedang buruk/ Sake
“Nobutada:
Sake?
“Nathan Algrent:
Sake.
“Nathan Algrent:/”Nobutada:
Sake/ Taka akan merawatmu
“Nathan Algrent:
Sake. Sake. Sake!
“Nobutada”/”Taka:
Biarkan dia minum, Bibi. / Tidak. Tidak akan
“Nobutada”/”Taka:
Ini desaku! / Ini rumahku
“Nathan Algrent:
Kumohon. Sake, Sake! Tidak!, Tidak!, Sudah Kubilang! Tidak!!
Analisis 4:
Dari cuplikan diatas, Nathan sedang dalam tekanan yang luar biasa karena mengingat trauma lamanya, dan dicuplikan ini Nathan memaksa ingin meminta minuman keras atau sake. Dapat disimpulkan bahwa Nathan ingin meminum sake karna ia ingin meredakan traumanya kalau dia meminum sake, sama sebelumnya saat dia masi berada di Amerika, ketika traumanya kembali ia hanya ingin meminum minuman keras saja, karena itu salah satu usaha dia untuk membat dia tenang.
Cuplikan 2 menit : 00:53:01,206 --> 00:54:56,853
Setelah beberapa hari Nathan berada didesa tersebut, Nathan merasakan dia seperti tidak ditawan didesa tersebut, malah ia diperlakukan layaknya sperti orang biasa.
Ini membuat nathan semakin bingung dan Nathan ingin mempelajari apa-apa saja yang ada didalam desa tersebut
“Hari tidak diketahui. Bulan tidak diketahui, aku melanjutkan hidup di antara orang-orang yang tidak biasa ini. Aku tawanan mereka yang tidak bisa melarikan diri. Seringkali aku diperlakukan dengan sedikit acuh... seolah aku anjing yang tersesat. Semua orang sopan, semua orang tersenyum dan membungkuk. Tapi dibawah rasa hormat mereka, aku menemukan waduk perasaan yang dalam.
Mereka adalah orang-orang yang membangkitkan rasa ingin tahu. Dari awal mereka bangun mereka mencurahkan perhatian mereka akan kesempurnaan dari apapun yang mereka kejar. Kedisiplinan semacam ini. Aku terkejut bahwa kata “Samurai”
bereti “Melayani”..dan Katsumoto ,eyakini bahwa pemberontakannya sebagai pelayanan untuk Kaisar.
Dari awal mereka bangun...
Analisis 5:
Dari cuplikan diatas, kita bisa melihat disini Nathan mulai tertarik dengan kehidupan warga-warga yang ada didesa samurai tersebut. Seolah-olah Nathan di perlakukan seperti orang biasa pada umumnya dan tidak di anggap seperti tawanan perang pada umumnya. Dan dicuplikan ini, mulai timbul rasa ingin tahu yang besar mengapa mereka mempunyai sikapp yang begitu disiplin dan menjunjung tinggi rasa hormat. Ini bisa menjadi salah satu sarana Nathan untuk mendapatkanan kehidupan yang lebih baik lagi.
Cuplikan 3 menit : 00:56:56,853 --> 00:58:47,537
Percakapan Nathan Algrent dan Nobutada:
Dalam percakapan ini, Nathan sedang berlatih pedang bersama Nobutada dipedesaan tersebut. Nathan sudah mulai tertarik mempelajari salah satu tradisi mereka yaitu Samurai.
“Nobutada”/”Nathan Algrent:
Maaf. Terlalu banyak pikiran/ terlalu banyak pikiran?
Terlalu banyak pikiran?
(Nobutada)
Pikiran tentang pedang, perhatian orang-orang musuh
(Nathan Algrent)
Terlalu banyak pikiran. Kosongkan pikiran, kosongkan pikiran....
Dari cuplikan diatas Nobutada mengajarkan sedikit cara untuk memfokuskan perhatiannya kepada musuh yang akan dilawannya. Dengan cara membuat pikiran kita tenang dan serileks mungkin dengan cara mengosongkan pikiran. Mungkin cara ini juga mampu mengatasi beban pikiran yang dialami oleh Nathan itu sendiri
||
“Nathan Algrent:
Terima kasih. Boleh tambah nasinya?
“Nobutada:
Taka. Dia bicara bahasa jepang! Makan yang banyak jangan sungkan.
“Nathan Algrent:
Tidak secepat itu. Apa bahasa Jepang untuk ini
“Taka:
Bagaimana dia bisa mengerti?
“Nobutada:
Simpul rambut.
“Nathan Algrent:
Tidak, tidak Jangan terlalu cepat. Aku Algrent
“Nobutada”/”Nathan Algrent:
Nobutada/ Nobutada. Magojiro / Magojiro. Higen / Higen.
“Nathan Algrent:
Taka.
(Dicuplikan no 397, Nathan langsung menyebut nama taka tanpa di beritahu)
Analisis 6:
Dari cuplikan diatas, kita bisa melihat Nathan Algrent mulai berlatih pedang bersama Nobutada, dan seiring berjalannya waktu Nathan Algrent mulai bisa berbicara sedikit-sedikit menggunakan bahasa Jepang, dan disini kita bisa melihat kondisi psikologis Nathan Algrent mulai membaik. Dari cuplikan ini kita bisa melihat cara atau usaha Nathan Algrent mengatasi trauma dan tekanan psikologis yang di alaminya melalui belajar dan memahami kehidupan yang ada didesa para samurai tersebut.
Cuplikan 4 menit : 01:42:17,515 --> 01:44:25,891
Percakapan antara Nathan, Higen dan Taka:
Dalam percakapan ini, Nathan sedang melakukan persiapan untuk berperang melawan pasukan Kaisar yang dipimpin oleh Omura dan Bagley. Nathan sudah merubah pemikirannya yang pertamanya ingin membnnuh para samurai dan sekarang berbalik melawan pasukan dari Kaisar Jepang untuk melindungi desa tersebut. Dalam percakapan ini juga ada anak yang bernama Higen, anak dari Taka yang ayahnya dibunuh oleh Nathan Algrent dalam peperangan sebelumnya.
“Higen”/”Nathan Algrent:
Apa kau juga akan melawan orang kulit putih? / ya, kalah mereka datang kemari.
“Higen:
Kenapa?
“Nathan Algrent:
Karena mereka datang untuk menghancurkan apa yang kucintai.
“Taka:
Jalan hidup Samurai sangat sulit bagi anak-anak. Dia merindukan ayahnya
“Nathan Algrent:
Dan dia marah karena aku yang membuat hal itu terjadi
“Taka:
Tidak. Dia marah karena dia takut kalau kau juga akan mati
||
“Higen:
Ayahku mengajarkanku kalau mati dalam perang itu mulia
“Nathan Algrent:
Itu adalah apa yang dia yakini.
“Higen”/ “Nathan:
Aku akan takut untuk mati dalam peperangan, / begitu juga denganku. / tapi kau sudah sering pergi berperang dan aku selalu taku. Aku tidak ingin kau pergi.
Analisis 7:
Dari cuplikan di atas bisa disimpulkan bahwa Nathan memiliki sifat yang baik meskipun dulunya dia adalah seorang yang tempramen, kasar dan pemabuk berat. Dan dari cuplikan ini pula kita bisa melihat teori Psikodinamika Super Ego yang muncul dalam diri tokoh utama, Super ego dianggap sebagai aspek moral kepribadian. Fungsinya yang menentukan apakah sesuatu itu benar atau salah.
Dengan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat. Super ego lebih merupakan kesempurnaan dari pada kesenangan, karena itu super ego memberikan pedoman untuk membuat sebuah penilaian.
Dari cuplikan diatas, kita bisa melihat perubahan pemikiran dari Nathan Algrent yang pertama-tamanya ingin menghancurkan para samurai dan sekarang ia akan berperang melawan para tentara Jepang yang ingin menghancurkan desa sekaligus dengan warga-warganya, karena didesa tersebut Nathan bisa menemukan cara untuk menghilangkan tekanan psikolgis yang dialaminya sekaligus mendapatkan kedamaiannya dalam hidupnya. Dari cuplikan ini kita juga bisa melihat bagaimana anak dari Taka yaitu Higen menolak Nathan Algrent untuk ikut berperang, karena ia takut kalau Nathan akan mati terbunuh seperti ayahnya karena Higen sudah menganggap Nathan sebagai ayahnya sendiri
BAB IV