TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
E. Acuan Operasional KTSP
2. AnalisisLingkungan Eksternal
Menghadapi globalisasi yang sedang bergulir saat ini pengelola pendidikan senantiasa harus tanggap dan mampu menyusun strategi demi terwujudnya pendidikan yang bermakna, efesien, relevan, dan bermanfaat serta berdaya saing tinggi. Untuk menyikapi hal tersebut Satuan Pendidikan di MTs Wanasari berupaya menyusun strategi yang dapat menghasilkan output pendidikan yang berkualitas yang dilandasi Iman dan Taqwa (IMTAQ) dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Strategi pengelolaan pendidikan ini akan berjalan dengan baik apabila mempertimbangkan kondisi yang mempengaruhinya yaitu faktor sosial, ekonomi, keadaan geografis, demografis, politik, keamanan, perkembangan globalisasi, iptek, regulasi / kebijakan pemerintah dan lain-lain. Berikut ini beberapa gambaran hasil analisis faktor kondisi tersebut.
18 Tingkat soisal budaya masyarakat Kab. Bandung, pada umumnya cukupbaik terutama dalam hal menyikapi perkembangan pendidikan saat ini walaupun pada awalnya tingkat kesadaran dalam memahami pentingnya pendidikan kurang mendapat perhatian. Namun seiring dengan kemajuan jaman, perkembangan globalisasi dan perkembangan iptek yang dibarengi dengan pesatnya pertumbuhan industrialisasi di Kab.
Bandung mendorong masyarakat Kab. Bandung untuk berkompetisi dalam menghadapi tantangan era globalisasi sehingga dibutuhkan kopetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdayasaing tinggi. Di sisi lain ikut mendorong perkembangan sosial masyarakat adalah mental, kultur dan budaya masyarakat Kab. Bandung yang agamis, herois, serta memiliki itikad dan tekad yang kuat demi keinginannya dalam mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain yang sudah lebih maju.
MTs Wanasari, berada di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis keberadaan atau letak sekolah sangat strategis dan kondusif karena memiliki kelebihan sebagai berikut ;
- Terletak di tengah-tengan pedesaan yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan dunia pendidikan
- Memiliki luas tanah ± 990 m2 - Tidak jauh dari pusat pemerintahan
- Mudah dilalui oleh jalur transportasi sehingga mudah dijangkau oleh peserta didik dan masyarakat.
Berdasarkan kondisi geografis dan kondusifitas tersebut, motivasi minat peserta didik untuk bersekolah di MTs Wanasari sangat tinggi dan berdasarkan pengalaman, peserta didik baru yang mendaftar tahun sebelumnya mencapai ±120 peserta didik, bahkan untuk tahun pelajaran 2018-2019 mencapai ±110 peserta didik. Meski ada penurunan kuantitas peserta didik, hal ini disebabkan oleh jumlah lulusan dari MI dan SD ada penurunan yang signifikan dua tahu terakhir. Dari sejumlah pendaftar tersebut yang berminat bukan hanya berasal dari lulusan MI tapi dari SD pun semakin banyak tiap tahun. Hal ini juga dapat memberi gambaran bahwa perkembangan kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan agama sangat baik.
Dari sisi demografis Data Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk warga usia sekolah (13 s.d 15 tahun) pada tahun 2015 telah menunjukan Angka Partisipasi Kasar (APK) lebih dari 95%. Kesadaran seperti ini perlu ditingkatkan agar ketuntasan Wajar
19 Dikdas 12 tahun yang telah ditargetkan oleh Pemerintah Kab. Bandung terealisasi.
Dukungan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada warga memberi arti penting terhadap peran sekolah dalam mewujudkan ketuntasan Wajar Dikdas 12 tahun. Angka Partisipasi Kasar (APK) yang telah 95% lebih tersebut akan dipacu dari sudut kualitas dan diikuti pula dengan pelayanan yang bermutu sehingga kepercayaan warga masyarakat untuk melaksanakan pendidikan di MTs Wanasari semakin tinggi. Hal seperti inilah yang menjadi faktor penting mengapa minat warga untuk bersekolah di MTs Wanasari tergolong tinggi.
Warga masyarakat yang bersekolah di Wanasari memiliki pandangan, bahwa MTs Wanasari memiliki pelayanan yang memadai dari berbagai bidang dan didukung lingkungan yang kondusif untuk kegiatan belajar peserta didik. Sehingga harapan yang diinginkan warga adalah keluaran (output) peserta didik yang bermutu. Dari berbagai tinjauan aspek-aspek yang telah ada, optimalisasi potensi yang dimiliki MTs Wanasari diberdayakan agar harapan warga masyarakat dan peserta didik dapat terwujud.
Dari sisi kemampuan ekonomi sebagian masyarakat ada yang termasuk kategori ekonomi menengah, ada yang termasuk prasejahtera dan ada pula yang termasuk sejahtera . Hal ini ditunjukan adanya kenyataan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya ketika SPP dan DSP masih diberlakukan sebagian besar masyarakat memberikan sumbangan partisipasi kepada sekolah sesuai dengan katentuan, dan ada pula yang sama sekali tidak mampu memberikan sumbangan. Mata pencaharian masyarakat Kab. Bandung sangat beragam antara lain berprofesi sebagai PNS, BUMN, Swasta, pedagang, petani, tukang ojek, buruh, dan wiraswasta.
Kebijkan politik dibidang pendidikan sementara ini dapat dikatakan sudah banyak mengkondisikan tentang peningkatan pendidikan meskipun belum optimal. Namun dalam hal ini, pemrintah Kab. Bandung sedang berupaya untuk meningkatkan bidang pendidikan melalui kebijakan penuntasan wajib belajar 12 tahun gratis,dalam arti pemerintah Kab. Bandung sudah sanggup membiayai anggaran pendidikan lebih dari 20% seperti yang telah diamanatkan di dalam undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 4. Hal ini sebagai indikasi positif kondisi politik dibidang pendidikan. Namun ke depan kondisi ini memang perlu lebih ditingkatkan, sebab tantangan era globalisasi semakin berat, persaingan semakin ketat, sementara proporsi kebijakan politik dibidang pendidikan saat ini dirasakan masih kurang memuaskan, khususnya untuk tingkatan
20 Kab. Bandung, sebagai salah satu Kab. industri di wilayah Jawa Barat, Kab. yang memang sangat membutuhkan tenaga-tenaga ahli dan profesional dibidang perindustrian. Oleh karena itu bidang pendidikan memang perlu mendapatkan perhatian lebih terutama untuk menjawab tantangan tersebut, untuk mengejar ketertinggalan dan untuk dapat mengangkat dan meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat Kab. Bandung secara menyeluruh melalui program pendidikan. Sehingga tidak ada kekhawatiran lebih cenderung mengarah memihak pada kondisi yang mengakibatkan kurangnya partisipasi masyarakat khususnya orang tua peserta didik.
21 BAB III
KERANGKA DASAR, STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM DARURAT