BAB III GARIS BESAR RENCANA STRATEGIS PENELITIAN UNHAS
3.1. Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan
Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat UNHAS dirancang dengan tujuan untuk mewujudkan visi UNHAS sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis benua maritim Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya Rencana Strategis pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan dapat memberi arah terhadap pengabdian kepada masyarakat, baik pengabdian kepada masyarakat individual/mandiri atau institusi yang melibatkan antar disiplin serta mensinergikan pengabdian kepada masyarakat-pengabdian kepada masyarakat di Universitas Hasanuddin agar terjadi relevansi dan kesinambungan dari waktu ke waktu.
Rencana Strategis Pengabdian kepada masyarakat dikembangkan untuk memotivasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki nilai keunggulan sebagai dasar pembentukan dan pengembangan paying pengabdian kepada masyarakat prospektif dari masing-masing rumpun ilmu dan Program Studi yang dimiliki di Unhas dalam mengembangkan serta mengantisipasi kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders).
Program pengabdian kepada masyarakat juga dikembangkan untuk membentuk ilmuwan yang siap berkreasi dan berinovasi dalam rangka menghasilkan produk ipteks maupun jasa pendidikan dan non kependidikan berbasis kepakaran. Secara rinci tujuan Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat sebagai berikut.
1. Membentuk dan mengembangkan payung pengabdian kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya kelompok pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing nasional dan internasional
2. Meningkatkan angka partisipasi dosen Unhas dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakatyang bermutu dan mengefisiensikan penggunaan dana yang tersedia
3. Meningkatkan kualitas dan produktivitas pengabdian kepada masyarakat, berupa publikasi pada jurnal internasional dan nasional terakreditasi, bahan ajar, dan HaKI
4. Meningkatkan relevansi pemanfaatan hasil pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan peran UNHAS dalam mempercepat pembangunan daerah dan nasional menuju masyarakat sejahtera dan berdayasaing.
3.1.2. Sasaran
SasaranRencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakatadalah meningkatkan kontribusi perguruan tinggi pada pembangunan masyarakat baik skala wilayah, nasional dan internasional. Sasaran tersebut sebagai berikut.
1. Meningkatnya jumlah pengabdian kepada masyarakat dengan kompetisi tinggi dan terbentuknya kelompok dosen pengabdi yang berdaya saing nasional dan internasional
2. Terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terarah, berkualitas dan berkesinambungan guna pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermakna dan bermanfaat dalam peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan masyarakat sejahtera
3. Terselenggaranya hilirisasi temuan inovasi teknologi atau produk lain di berbagai bidang ilmu yang prospektif, aplikatif dan efektif bagi pembangunan dan masyarakat
4. Bertambahnya publikasi nasional terakreditasi, publikasi internasional, hak paten/hak kekayaan intelektual/hak cipta seni di bidang pengabdian kepada masyarakat
5. Meningkatnya jumlah mitra kerjasama baik instansi pemerintah maupun swasta dalam pengabdian kepada masyarakat
3.2. Strategi dan Kebijakan
Strategi dan kebijakan pengabdian kepada masyarakat didasarkan atas sasaran pengabdian kepada masyarakat, yang berbasis pada masukan, proses dan keluaran.
1. Strategi pengembangan input pengabdian kepada masyarakat meliputi pengembangan program pengabdian, peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dosen dan mahasiswa, penyiapan dan pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan sumber pendanaan dan kerjasama, peningkatan kualitas usulan pengabdian kepada masyarakat.
2. Strategi pengembangan proses pengabdian kepada masyarakat diarahkan pada peningkatan kualitas perencanaan , pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang akuntabel, dengan melaksanakan evaluasi dan pemantauan secara berkesinambungan untuk menjamin kualitas pengabdian kepada masyarakat, dengan pelaporan yang tepat waktu.
3. Strategi pengembangan keluaran pengabdian kepada masyarakat ditetapkan sesuai dengan hasil dan dana yang tersedia dalam bentuk publikasi ilmiah nasional dan internasional, penyusunan bahan ajar, teknologi tepat guna, model, dan HaKI yang pada gilirannya menghasilkan dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya serta masyarakat.
BAB IV.
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA
4.1. Program dan Jenis Kegiatan PPM Unhas Yang Dikelola LP2M
Berdasarkan uraian pada Bab III, maka dirumuskanlah program kerja dan kegiatan PPM Unhas beserta dengan indikator kinerjanya berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan oleh DRPM.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (LP2M) Unhas sebagai lembaga yang melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat memiliki beberapa program kerja yang terkait kinerja pengabdian masyarakat yang meliputi empat aspek, yaitu a) Aspek Sumber Daya, b) Aspek Manajemen Pengabdian kepada Masyarakat, c) Aspek Luaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, dan d) Aspek Revenue Generating. Program kerja LP2M Unhas pada empat aspek tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 2. Program Kerja dan Kegiatan Terkait Kinerja Pengabdian Lembaga Penelitian &
Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas Periode 2016-2020
No PROGRAM KEGIATAN LUARAN KATEGORI
INDIKATOR alumni, teknisi, staf administrasi dan teknisi/laboran dalam melaksanakan kegiatan PPM meningkat sebesar 40% per tahun
a. Standar Pelaksana b. Standar isi c. Standar
a. Identifikasi jumlah dan jenis sarana dan prasarana yang tersedia
b. Pengadaan sarana dan prasarana
Terjadi penambahan sarana atau
prasarana sebesar 20% per tahun
3. Peningkatan sumber
pendanaan dari
a. Identifikasi sumber-sumber dana yang tersedia
Terdapat minimal 5 sumber pendanaan baru setiap tahun
DRPM dan Non-DRPM
b. Sosialisasi dan pelatihan dalam b. Sosialisasi dan
Diseminasi Penerapan Sumberdaya IPTEKS
Jumlah Sumberdaya IPTEKS yang telah diaplikasikan meningkat 35% per tahun.
1 paket dokumen RENSTRA
Update website LP2M Terdapat website LP2M yang berisi informasi lengkap tentang Lembaga Pengabdian dan unit-unit yang ada di dalamnya, termasuk link dengan DRPM, PD Dikti,
stakeholders Lembaga
3. Update proses penjaminan
a. Update Lembaga penjaminan mutu dan SDM
b. Penyusunan SOP rekruitmen reviewer internal,
c. Pembuatan standar penetapan
perguruan tinggi, DRPM dan atau lembaga donor).
Penyusunan SOP terkait mekanisme kontrak pendanaan, sistem monitoring dan evaluasi (monev) internal, seminar pembahasan proposal, pelaporan oleh pelaksana, seminar/pameran hasil pengabdian kepada masyarakat, tindak lanjut hasil pengabdian, sistem penghargaan (reward dan punishment), serta pemantauan luaran yang ditargetkan dalam
Penilaian kinerja terkait aspek proses dan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat mengacu pada beberapa parameter HKI, Buku &
Mitra
a. Technical assistances b. Mengikuti
workshop c. Bench Marking
a. Jumlah publikasi hasil pengabdian pada masyarakat meningkat sebesar 40% per tahun b. Jumlah HKI dan buku hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat
meningkat sebesar 25% pertahun c. Jumlah mitra meningkat 40%
pertahun
d. Peningkatan paket luaran (teknologi tepat guna, model, prototipe/purwarupa, karya desain, seni kriya, bangunan dan arsitektur) dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 30% per tahun.
a. Update data revenue generating
4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik Berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan
Prinsip dasar dalam pengabdian kepada masyarakat yang tertuang dalam pedoman penyusunan Renstra Pengabdian kepada Masyarakat yang dikeluarkan oleh KEMENRISTEKDIKTI tahun 2016 yaitu:
a. Berbasis kewilayahan
b. Berdasarkan permasalahan, kebutuhan atau tantangan di masyarakat c. Sinergi, multi displin, dan bermitra
d. Kegiatan terstruktur, dengan target luaran yang jelas dan dapat diukur Selanjutnya dikatakan bahwa dasar pemikiran kewilayahan adalah:
1. Intelektual di suatu wilayah (Provinsi) bertanggung jawab atas Kesejahteraan, Kesehatan, dan Pendidikan masyarakat di wilayah tersebut
2. Intelektual dari wilayah (provinsi) lain, atas permintaan masyarakat atau Pemprov setempat dapat membantu pemerintah daerah dengan jalan bekerjasama dengan PT di wilayah tersebut.
3. Pewilayahan dilakukan dengan mempertimbangkan permasalahan, kebutuhan atau tantangan masyarakat di wilayahnya
4. Renstra PPM PT mengandung unsur sinergistik seluruh PT di suatu provinsi mengacu kepada Bidang Unggulan PT, Isu Global, Isu Nasional, RPJM Nasional Pemda Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota
5. PPM berlangsung kontinyu, jangka panjang meliputi aspek politik-ekonomi-sosial-budaya-pertahanan, dan keamanan.
Tujuan pewilayahan PPM adalah:
a. Meningkatkan keamanan iptek PT bagi kehidupan masyarakat di suatu wilayah (provinsi) dalam wujud perbaikan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan
b. Meningkatkan pelibatan dan kualitas Dosen Pelaksana Pengabdian PT dalam melaksanakan Dharma PPM
c. Mensinergikan renstra dan program PPM seluruh PT di suatu wilayah (provinsi) yang merefleksikan Kebhinekaan Intelektual dalam meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat
d. Meningkatkan utilisasi fasilitas PT dan institusi lain dalam mendukung aktivitas PPM PT.
Program dan jenis kegiatan PPM sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan Unhas terlihat pada Lampiran 1.
BAB V
POLA PELAKSANAAN
RENSTRA PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN
Pelaksanaan PPM sivitas akademika Universitas Hasanuddin, mengacu kepada RENSTRA Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), yaitu: (1). Sosialisasi, (2).
Pendanaan, (3). Pedoman Pelaksanaan PPM, dan (4) Sistem Penjaminan Mutu.
5.1 Sosialisasi
Untuk menunjang kelancaran implementasi dari RESNTRA PPM diperlukan sosialisasi baik dalam lingkungan Universitas Hasanuddin, PT lain, maupun dengan stakeholder luar sesuai dengan karakter PPM kebhinekaan wilayah yang terintegrasi dan multidisplin. Sosialisasi juga dimaksudkan untuk membuka peluang kerja sama dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh instansi pemerintah dan industri.
Sasaran sosialisasi adalah instansi pemerintah, industri dan BUMN khususnya yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Sosialisasi dilakukan dengan melakukan roadshow untuk menjelaskan secara langsung rencana PPM Universitas Hasanuddin selama 4 (empat) tahun ke depan. Selain roadshow, sosialisasi dilakukan dengan pengiriman buku RENSTRA PPM atau melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi.
5.2 Pendanaan
Salah satu faktor pendukung penting dalam pelaksanaan kegiatan PPM adalah dukungan dana yang cukup. Pendanaan kegiatan PPM di Unhas sudah melebih angka 100 judul pengabdian pada masyarakat setiap tahunnya. Program – program PPM yang telah disusun dalam RENSTRA PPM ini akan didanai dari berbagai sumber pendanaan, baik dari DIPA Unhas, yang berasal dari penerimaan bukan pajak, maupun dari dana BOPTN. Namun demikian, sumber pendanaan bisa juga berasal dari instansi lain, seperti Kantor Menteri Riset dan Teknologi (KMNRT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pemerintah Daerah Provinsi/ Kabupaten/ Kota, Litbang Kesehatan, Balitbang Pertanian maupun departemen lainnya, atau berasal dari penyandang dana luar negeri. Selain itu pendanaan juga berasal dari pihak swasta dan BUMN seperti:
ACIAR, CSR/PKL PT.Pertamina, PT. PLN SULSELRABAR, PT. Waskita Karya dan
mendukung PPM Unhas dalam bentuk bantuan pendanaan, selain itu juga dalam proses komersialisasi produk hasil PPM. Perkiraan dana PPM yang diperlukan untuk setiap Isu Global, Nasional, Wilayah dan RPJM Universitas Hasanuddin diperlukan 1 Milyar per Isu Global dan diestimasi untuk 14 diperlukan 14 Milyar per tahun dan untuk lima tahun diestimasi dana yang diperlukan 70 milyar. Rencana perolehan dana belum dapat ditentukan, tapi dengan menawarkan RENSTRA PPM ini ke berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun pihak swasta.
Peluang untuk melakukan kerja sama pengabdian dengan universitas lain baik dalam negeri maupun luar negeri sangat terbuka dimana umumnya bagi staf pengajar Fakultas Kedokteran, Teknik dan MIPA Unhas menempuh pendidikan strata dua dan strata tiga di luar Unhas. Dengan memanfaatkan jaringan alumni tersebut kerja sama dapat dikembangkan dimana keahlian dan Isu Global PPM yang akan dikerjakan sudah mempunyai kesamaan.
5.3. Pedoman Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
Pelaksanaan PPM dimulai dengan mengajukan proposal PPM oleh individu, Pusat Penelitian dan Pengembangan, Program Studi se-Unhas dengan mengacu kepada Buku RENSTRA PPM Unhas Tahun 2016. Alur proses pengajuan proposal PPM dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu disajikan pada Gambar 6.
Dalam rangka implementasi RENSTRA PPM, selain pendanaan yang telah dijelaskan di atas, RENSTRA PPM tersebut juga diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk pengabdian kerja sama/kemitraaan. Kerja sama/kemitraan yang diharapkan adalah dengan instansi pemerintah dan industri khususnya yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Selain itu kerjasama juga dilakukan dengan Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri. Bentuk kerja sama/kemitraan tersebut sebagai berikut:
(1) Kerjasama kemitraan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh instansi pemerintah dan industri khususnya yang ada di Kawasan Timur Indonesia.
(2) Kerjasama kemitraan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu melalui aplikasi IPTEKS untuk peningkatan performance dan daya saing industri dalam negeri.
ß
Gambar 6. Skema mekanisme pengajuan proposal dan tahap penetapan Penjaminan Mutu (PM) dilakukan melalui seminar proposal, seminar hasil Pengabdian, monitoring dan evaluasi (Monev)
Sistem Penjaminan Mutu
Untuk menjamin terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, maka diperlukan suatu sistem penjaminan mutu pengabdian yang dilakukan mulai pada tingkat laboratorium, Program Studi dan Jurusan sampai dengan tingkat universitas. Proposal PPM diwajibkan diseminarkan terlebih dahulu pada tingkat laboratorium/Program Studi/Jurusan/Bagian, kemudian dievaluasi dan diseleksi pada tingkat Lembaga Pengabdian Masyarakat (Sekretariat Program) berdasar seleksi administrasi dan seleksi meja (Desk Evaluation) oleh tim pakar (reviewer). Rekomendasi dari tim pakar menghasilkan tiga kesimpulan terhadap proposal yang dievaluasi, yaitu (1) Didanai, (2) Disarankan untuk diperbaiki sesuai kriteria sebelum dilakukan penilaian ulang dan (3). Tidak dapat didanai. Kegiatan monitoring dan evaluasi internal dilakukan oleh tim reviewer dengan melakukan site visit, melihat laporan kemajuan, proses pelaksanaan kegiatan PPM dan melihat logbook peneliti, menilai laporan akhir dan publikasi.
Sasaran akhir dari penyusunan RENSTRA PPM Unhas adalah terwujudnya peningkatan kuantitas dan kualitas PPM di lingkungan Sivitas Akademika Universitas Proposal : (Publikasi Ilmiah, HaKI, Prototype , Kebijkan …dll)
Disarankan diperbaiki
TIDAK
Y A
PM PM
Hasanuddin. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka unit-unit kerja yang terkait dalam bidang pengabdian perlu melakukan 10 upaya yakni:
1. Melakukan penyebaran informasi (sosialisasi) RENSTRA PPM ke seluruh sivitas akademik Universitas Hasanuddin.
2. Membentuk tim kerja (task force) perbaikan dan pelaksanaan RENSTRA PPM Universitas Hasanuddin.
3. Melakukan klasifikasi kelompok bidang keahlian rumpun ilmu guna menunjang fokus PPM yang berbasis kewilayahan Universitas Hasanuddin, baik yang bersifat monodisiplin, multidisiplin maupun interdisiplin.
4. Mendorong peningkatan mutu sumberdaya manusia Universitas Hasanuddin, baik dosen, pegawai, asisten, laboran maupun mahasiswa.
5. Mengupayakan tersedianya sarana penunjang PPM berupa laboratorium dan peralatan, serta dana PPM.
6. Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan PPM dosen dan mahasiswa.
7. Meningkatkan mutu sarana publikasi hasil pengabdian di lingkungan Universitas Hasanuddin.
8. Mengupayakan terciptanya jaringan informasi dan kerjasama pengabdian dengan institusi internal dan eksternal Universitas Hasanuddin.
9. Melakukan pemantauan pelaksanaan RENSTRA PPM Universitas Hasanuddin.
10. Melakukan evaluasi setiap tahapan kegiatan PPM guna perbaikan di masa mendatang.
BAB VI P E N U T U P
Peningkatan kuantitas dan kualitas kegiatan PPM Universitas Hasanuddin yang berbasis wilayah tidak dapat dicapai secara tiba-tiba, tetapi memerlukan proses yang cukup panjang. Proses ini bisa dicapai secara efisien dan efektif jika dipersiapkan dan direncanakan secara matang dan sistematis. Hal ini bisa dicapai, salah satunya dengan menyusun RENSTRA PPM sinergistik yang berbasis kebhinekaan intelektual kewilayahan. Kerangka Kebijakan RENSTRA PPM ini diharapkan menjadi pedoman dan acuan dalam menyusun program PPM yang terpadu dan holistik, baik berbasis multidisiplin maupun yang interdisiplin. Jika RENSTRA PPM ini bisa dipahami dan direspon oleh semua unit kerja yang bergerak di bidang PPM, kemudian prosesnya ditempuh sesuai dengan pencapaian yang ditetapkan, maka diharapkan lima tahun ke depan atmosfir PPM di lingkungan Univeristas Hasanuddin akan berjalan sesuai harapan, serta Unhas sebagai universitas berkualitas internasional menjadi kenyataan.
RENSTRA PPM sinergistik yang berbasis kebhinekaan intelektual kewilayahan akan berguna, bila hasil yang telah disepakati benar-benar:
Menjadi dokumen rencana tindak, bukan sekedar gambaran normatif
Menjadi dokumen acuan bersama untuk tindakan sendiri-sendiri dan yang dilakukan bersama (kolaboratif) secara sinergis dalam organisasi.
Ucapan terima kasih kepada Tim Penyusun RENSTRA PPM Universitas Hasanuddin yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk menyelesaikan dokumen ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Semoga jerih payah Tim penyusun mendapat balasan yang setimpal dari NYA Amin.
Lampiran 1. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik Berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan UNHAS Periode Tahun 2016-2020
Isu Global-Nasional-Wilayah/
RPJM
Isu Prioritas Permasalahan Prioritas Solusi Permasalahan Prioritas
Kualitas Kesehatan manusia
Kesejahteraan sosial dan lingkungan yang
berkeadilan
Kearifan lokal
Penanggulangan Penyakit Infeksi (tubuh manusia , dan Gigi manusia)
Penanggulangan Penyakit Non Infeksi (tubuh manusia dan gigi manusia)
Kemandirian bahan baku obat, obat tradisional, asit), vektor dan reservoar,
penemuan pola makan yang salah dan menurunkan faktor risiko
Edukasi preventif masyarakat, mapping kasus di masyarakat
diagnostik, perbaikan teknik diagnostik/terapi, penemuan bahan obat
Monitoring efikasi dan efek samping obat pada pasien penyakit menular dan tidak menular
Penemuan senyawa bioaktif, Formulasi, Mekanisme kerja dan toksisitas obat
Kesejahteaan Sosial dan Lingkungan yang Berkeadilan
Penerapan kearifan lokal
Perlunya penggalian nilai-nilai kebaharian yang pernah dipraktekkan oleh orang-orang di Nusantara pada masa lampau
Perlunya penggalian sejumlah kearifan lokal yang masih relevan dengan persoalan kekinian
Ketahanan Dan Keamanan Pangan
Optimasi Sistem Pertanian
Master Plan Perluasan dan Koridor 4 sebagai Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan &
Perikanan
Perluasan area pencetakan dan lahan perkebunan pada tanah marginal
Masih dimpornya komoditi pangan (beras, jagung, kedelai daging, susu, bahan pakan ternak dll)
Komoditas hulu sampai hilir, teknologi
rusak, bersifat pesisir dan pulau-pulau kecil
Keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil dan sumberdaya
Karakterisasi sifat bahan pertanian,
Ketersediaan dan akurasi data
Kebutuhan daging dan susu sebagai sumber
Usaha ayam buras, entok,itik, ternak melalui : 1) dan reproduksi 4) pengembangan
Kemiskinan Pengentasan
Kemiskinan Tingkat kemiskinan masih tinggi
Peningkatan
kesejahteraan ekonomi dan Penciptaan lingkungan bisnis yang efektif dan harmonis serta tata kelola yang baik
IbM, IbW DIKTI, PEMDA,
Pengelolaan Hutan Rakyat dan Kawasan Wallacea sebagai Sistem Penyanggah Kehidupan
Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Alam
Transportasi dan Infrastruktur
Kebencanaan dan Lingkungan
Deforestasi dan degradasi lahan
Master Plan Perluasan dan Koridor 4 sebagai Pusat Produksi
Reklamasi lahan marginal di areal hutan rakyat
Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air untuk Mengurangi Laju Degradasi Lahan dan Hutan Rakyat
Penggunaan
IbW, IbM DIKTI, PEMDA, BOPTN
CSR
Tujuh sasaran Visi
energi & air bersih; produk unggulan & nilai tambah industri;
dan sistem industri pertahanan, transportasi, tol laut & ICT.
Masih seringnya terjadi bencana
Sosial ekonomi masyarakat desa hutan dan konflik kawasan energi dan ramah lingkungan.
Inovasi sistem transportasi,
Politik, Hukum, Pertahanan, &
Keamanan
Nasionalisme integrasi sosial dan kedaulatan bangsa
Good Governance Demokrasi & HAM
Daya saing dan kinerja organisasi pada konteks Globalisasi.
Konflik dan Integrasi Bangsa
Tingkat korupsi pada masa Otonomi daerah cukup tinggi
Pelanggaran Hak Azasi manusia masih terjadi dan pelanggaran teks-teks sastra yang menyimpan
Penerapan “ Good
dan non
Berlakunya pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
Standarisasi produk
Peningkatan daya saing produk ekspor
Ecolabelling produk perikanan
IbM, IbW DIKTI, PEMDA, tata kelola yang baik
Lembaga ekonomi rakyat (UMKM dan Koperasi ) belum berkembang
Peningkatan
kesejahteraan ekonomi dan Penciptaan lingkungan bisnis yang efektif dan harmonis serta tata kelola yang baik
Adopsi ICT dan Kinerja perusahaan (Mobile Banking, Teknologi e-business, E-Commerce dll.)
DIKTI, PEMDA, BOPTN
CSR
Pembangunan Kelautan Dan Kemaritiman
Perubahan iklim dan degradasi ekosistem pesisir, pulau-pulau kecil dan manajemen lingkungan perairan
Global warming/Climate change
Pengembangan bioteknologi kelautan, energi baru dan
terbarukan, perlindungan ekosistem dan sumber daya
IbM, IbW
DIKTI, PEMDA, BOPTN
CSR
Tujuh sasaran Visi Indonesia 2025 yang meliputi peningkatan infrastruktur Sains &Teknologi berstandar internasional; energi
& air bersih; produk unggulan &
nilai tambah industri; dan sistem industri pertahanan, transportasi, tol laut & ICT.
Keterbatasan infrastruktur
antar pulau Penataan infrastruktur DIKTI,
PEMDA, BOPTN
CSR
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10 Kampus UNHAS Tamalanrea Makassar 90245 Telp.(0411) 587032, 582500, 588888 Fax.(0411) 587032, 584024 Website :http://www.lp2m.unhas.ac.id/ email :[email protected]