BAB II DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN
2.3 ANDAL
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2013 Tentang Tata Laksana Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Serta Penerbitan Izin Lingkungan dalam Pasall 1 ayat 3 menyatakan bahwa Analisis Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Andal adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
2.3.1 Pendahuluan
AMDAL KELOMPOK 1 45
Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl. Soekarno Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Adapun batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara : Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang) - Sebelah timur : PT. sampoerna
- Sebelah selatan : Jl. Soekarno Hatta - Sebelah Barat : Jl. Cisantren Wetan Rencana Kegiatan
• Membangun Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan dengan sarana penunjang, antara lain bangunan utama yaitu bangunan perluasan pabrik, gudang bahan baku, gudang bahan jadi, ruang produksi, ruang mesin, ruang pengepakan produksi. Sarana penunjang merupakan bangunan terpisah yang didalamnya berfungsi sebagai penunjang bangunan utama yaitu kantor, ruang karyawan, pos satpam, mushola, WC.
• Lokasi rencana kegiatan eksisting merupakan lahan kosong bekas sawah dan yang saat ini sudah dimiliki oleh PT. Purinusa Ekapersada yang termasuk kedalam wilayah Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.
Hubungan antara lokasi rencana kegiatan dengan jarak tersedianya suber daya air, sumber energi, sumber daya manusia yang diperlukan :
Kebutuhan air bersih : Direncanakan akan menggunakan sumber air tanah yang berbeda di lokasi kegiatan
Kebutuhan energi listrik : Penyediaan kebutuhan aliran listrik direncanakan bersumber dari PLN
Kebutuhan sumber daya manusia : Kebutuhan sumber daya manusia di sekitar lokasi kegiatan dengan berbagai keahlian dan keterampilan.
Ringkasan Dampak Penting Hipotetik yang Ditelaah
Penentuan dampak penting hipotetik dimaksudkan untuk menentukan jenis dampak penting hipotetik dengan derajat kepentingannya akibat rencana kegiatan yang akan dikaji dalam
AMDAL KELOMPOK 1 46
ANDAL sesuai hasil pelingkupan. Hasil penentuan dampak penting hipotetik dalam pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan adalah sebagai berikut :
Tahap Pra Konstruksi :
• Persepsi Masyarakat
Pada tahap ini dilakukan survey lokasi, perencanaan dan perijinan, sehingga menimbulkan persepsi masyarakat maka dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
Tahap Konstruksi :
• Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebisingan
Kegiatan mobilisasi alat berat dan material akan menimbulkan dampak penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan dimana alat yang digunakan adalah dump truck, molen, bulldozer, crane, back hoe, alat tiang pancang, concrete pump dan mixer car. Serta material yang digunakan dengan jumlah ritasi secara keseluruhan selama 12 bulan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Penurunan Kualitas Air Tanah
Kegiatan pelaksanaa konstruksi, tidak mengganggu kualitas air tanah, sehingga tidak berdampak terhadap penurunan kualitas air tanah, sehingga dampak tersebut merupakan bukan dampak penting hipotetik.
• Penurunan Kuantitas Air Tanah
Kegiatan pelaksanaan konstruksi membutuhkan air tanah yang akan memakai air sumur di lokasi kegiatan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Peningkatan Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run Off)
Kegiatan pelaksanaan konstruksi, dapat menyebabkan timbulnya peningkatan air larian yang dapat meningkatkan kuantitas air permukaan tertama saat musim hujan. Sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Penurunan Kualitas Air Permukaan
Penambahan air larian pada umumnya membawa sedimen yang menyebabkan kekeruhan air sungai, demikian pula adanya limbah cair saat operasional yang dapat mengakibatkan penurunan terhadap kualitas badan air penerima, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
AMDAL KELOMPOK 1 47
Sampah ditimbulkan dari kegiatan operasional dan pelaksanaan penghijauan yang berdampak lanjutan terhadap estetika lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Peningkatan Bangkitan/Tarikan Lalu Lintas
Selama tahap konstruksi akan terjadi mobilisasi alat berat dan material yang membebani jalan akses yang sudah tersedia, sehingga timbul bangkitan/tarikan arus lalu lintas. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan volume kendaraan di jalan, yang menuju ke lokasi kegiatan. Pada tahap operasional juga menyebabkan peningkatan arus lalu lintas keluar-masuk yang dapat menimbulkan kemacetan di ruas-ruas jalan sekitar lokasi kegiatan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Kesempatan Kerja
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja baik pada tahap kostruksi maupun operasional, dalam perekrutannya akan memberikan prioritas kepada penduduk sekitar secara proporsional sesuai dengan persyaratan kemampuan yang diperlukan dan dapat mengurangi, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Kesempatan Berusaha
Pada tahap konstruksi dan tahap operasional, masyarakat sekitar dapat mempnyai kesempatan berusaha, yaitu membuka kios makanan dan minuman, serta ketika tahap operasional masyarakat dapat lebih luas lagi mengembangkan kesempatan berusahanya, misalnya membuka kios warnet, kios isi ulang pulsa, isi ulang air minum, swalayan, toko obat, resto makanan siap saji, bidang jasa misalnya konsultan hukum, ekonomi, dan sebagainya, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Keresahan Masyarakat
Pada tahap konstruksi diperkitakan akan meresahkan warga karena kebisingan, debu, dll. Akan tetapi keadaan di lokasi dan sekitarnya dalam keadaan mendukung pembangunan, sehingga dampak tersebut bukan merupakan dampak penting hipotetik.
• Sikap dan Persepsi Masyarakat
Sikap dan persepsi masyarakat dimaksudkan sebagai tingkat dukungan, persetujuan atau penolakan warga terhadap proyek, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
AMDAL KELOMPOK 1 48
Lokasi proyek cukup rawan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, antara lain timbul ketidak sepahaman antara penduduk pendatang dengan penduduk lokal, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
• Penurunan Kesehatan Masyarakat
Pada tahap konstruksi dan operasional, kegiatan pembangunan akan berdampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat, baik karena adanya limbah padat, limbah cair serta peningkatan intensitas kebisingan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
Klasifikasi dan prioritas
Klasifikasi dan prioritas merupakan proses penentuan kelompok dampak penting tertentu yang perlu dikaji lebih dalam berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Proses penentuan tersebut dilakukan dengan mengkaji keterkaitan dan tingkat besaran dan kepentingan antara dampak-dampak hipotetik. Berikut adalah prioritas dampak Penting Hipotetik:
1. Peningkatan bangkitan/tarikan lalu lintas 2. Penurunan estetika lingkungan
3. Peningkatan kuantitas air permukaan dan air larian (run off) 4. Adanya kesempatan kerja
5. Adanya kesempatan berusaha 6. Penurunan kualitas air permukaan 7. Penurunan kualitas udara
8. Peningkatan intensitas kebisingan 9. Adanya sikap dan Persepsi masyarakat 10. Gangguan keamanan dan ketertiban 11. Penurunan kesehatan masyarakat
Lingkup Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian
Pelingkupan wilayah studi didalam ANDAL dimaksudkan untuk mengarahkan studi pada hal-hal yang menjadi pokok bahasan dengan harapan kajian yang cukup berarti sehingga didapat kejelasan mengenai lingkup studi, kedalaman dan strategi studi.
AMDAL KELOMPOK 1 49
Batas proyek dalam proyek pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan ini adalah batas lahan keseluruhan yaitu lahan seluas ±25.098 m2. Wilayah proyek tersebut dibatasi oleh :
• Sebelah Utara : lahan kosong
• Sebelah Timur : PT. Sampoerna
• Sebelah Selatan : Jl. Soekarno Hatta
• Sebelah Barat : Jl. Cisaranten Wetan
Batas Ekologis
Ruang penyebaran dampak dari rencana Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan menurut media transportasi limbah (air dan udara), dimana proses alami yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. Termasuk dalam ruang ini adalah ruang di sekitar rencana kegiatan yang secara ekologis memberi dampak terhadap aktifitas tersebut. Jadi batas wilayah ekologis dalam studi ini adalah saluran drainase yang riool kota dan limbah gas dan debu serta kebisingan yang sebarannya ditentukan oleh arah angin dominan yang terjadi ke arah Barat.
Batas Sosial
Batas sosial adalah ruang di sekitar rencana kegiatan yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang sudah mapan (sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat suatu rencana kegiatan. Batas wilayah sosial ini sangat penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam studi ANDAL mengingat adanya kelompok-kelompok masyarakat yang kehidupan ekonomi dan sosial budayanya akan mengalami perubahan mendasar akibat aktifitas usaha atau kegiatan. Mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan menyebar tidak merata, maka batas wilayah sosial ditetapkan dengan membatasi batas-batas terluar dengan memperhatikan hasil identifikasi komunitas masyarakat yang terdapat dalam batas wilayah proyek, ekologis serta komunitas masyarakat yang berada di luar batas wilayah proyek dan ekologis namun berpotensi terkena dampak yang mendasar dari rencana kegiatan melalui penyerapan tenaga kerja.
AMDAL KELOMPOK 1 50
Batas Administratif
Batas wilayah administratif merupakan batas studi yang pelingkupannya ditentukan berdasarkan segi pemerintahan yang erat kaitannya dengan kelembagaan, tata nilai masyarakat, serta peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Adapun batas wilayah administrasi dari rencana kegiatan adalah:
• Sebelah Utara : Kelurahan Cisaranten Kidul (Kec. Gedebage)
• Sebelah Selatan : Kelurahan Cimincrang (Ke. Gedebage)
• Sebelah Barat : Kelurahan Cisaranten Kulon (Kec. Arcamanik)
• Sebelah Timur : Kelurahan Pakemitan dan Kelurahan Cisaranten Wetan
Batas Wilayah Studi
Dalam melakukan studi ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan yang merupakan batas wilayah studi merupakan hasil resultante dari batas proyek, batas ekologis, batas sosial, dan batas administratif.
Batas Waktu Kajian
Batas waktu kajian ANDAL ditentukan berdasarkan lamanya dampak berlangsung, artinya batas waktu kajian ditentukan berdasarkan batas waktu berlangsungnya dampak sesuai dengan tahapan kegiatan yaitu tahap pra konstruksi 1 (satu) tahun, konstruksi 1 (satu) tahun dan operasional 5 (lima) tahun.
2.3.2 Deskripsi Rinci Rona Lingkungan Awal Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal
• Komponen Lingkungan Fisik Kimia
Curah Hujan.
• Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan
Kualitas Udara Ambien dan Kebisingan, Dapat diketahui bahwa kualitas udara ambien
jika dibandingkan dengan baku mutu lingkungan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidupn No. 50 Tahun 1996 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun
AMDAL KELOMPOK 1 51
1996 serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 13/Men/X/2011 (untuk di ruang produksi) semua parameter yang diukur masih tergolong baik (memenuhi baku mutu yang disyaratkan).
Debu (TSP), Berdasarkan Hasil Pengukuran konsentrasi debu tersebut diperkirakan
karena pada halaman depan pabrik banyak dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang melintas di Jalan Bandung-Cianjur yang mencapai 83,05 µg/Nm³.
Karbon Monoksida (CO), Konsentrasi CO di lokasi studi masih dibawah baku mutu
menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 sebesar 30.000 µg/Nm³ sehingga tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Sulfur Dioksida (SO2), Dari hasil pengukuran konsentrasi SO2 di dua lokasi sampling sangat kecil sekali yaitu < 17,15 µg/Nm³.
Nitrogen Dioksida (NO2), Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi NO2 di dua lokasi
sampling sebesar < 10 µg/Nm³. Konsentrasi tersebut masih dibawah baku mutu pemerintah no. 41 sebesar 400 µg/Nm³. Hal ini menandakan ventilasi pada ruang potong bakar tersebut cukup baik.
Tingkat Kebisingan, Hasil analisa tingkat kebisingan pada ruang cutting itu sendiri,
tingkat krbisingan tersebut masih memenuhi baku mutu yang disyaratkan sebesar 85 dBA berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tansmigrasi No. Per. 13/Men/X/2011 tentang nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja.
• Geologi dan Hidrogeologi
Morfologi, Berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng dan satuan morfologi dari Nichols
and Edmunson, J.R., 1975, bentuk bentang alam daerah rencana pabrik ini dengan kemiringan antara < 5 % (<3%) termasuk morfologi dataran, dengan karakteristik penggunaan lahan cocok untuk pengembangan / perluasan kota dan pertanian, lapangan terbang, indutri berat. Namun berpotensi banjir dengan system drainasi kurang baik.
Litologi (Tanah/Batuan), Secara regional wilayah pabrik ini tersusun dari batuna hasil
AMDAL KELOMPOK 1 52
kegiatan G.Gede terdiri atas : Hasil gunung api tua (Qot), Bongkah-bongkah Basalt (Qyc), Breksi dan Lahar dari G.Gede (Qyg), dan Endapan Alluvial (Qa). Rancana lokasi pabrik boneka sendiri terdapat pada formasi batuan breksi dan Lahar G.Gede.
Hidrogeologi.
Kegempaan, Daerah studi termasuk ke dalam jalur gempa sedang (Zona 3) dengan
percepatan 0,2 – 0,25 g.
Hidrologi, Saluran-saluran irigasi tersebut pada umumnya merupakan saluran suplesi
yang digunakan untuk memasok kebutuhan air lahan persawahan disekitar lokasi proyek. Adapun system drainase yang digunakan sebagai badan air penerima dari rencana kegiatan maupun kegiatan yang ada disekitar tapak proyek, system drainase (selokan) merupakan tipe drainase terbuka yang akan bermuara ke sungai Cisokan yang berada di timur tapak proyek. Dengan debit rata-rata 800 lt/detik.
• Kualitas Air
Kualitas Air Permukaan, dapat diketahui bahwa kualitas air permukaan (selokan) yang
digunakan sebagai badan air penerima limbah domestic masih memenuhi baku mutu berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Kelas IV). Hal ini menandakan bahwa pengolahan terhadap limbah domestic tersebut cukup baik.
Kualitas Air Minum, Terdapat 4 parameter yang telah melebihi baku mutu berdasarkan
Permen Kesehatan No. 492/Men-Kes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, parameter-parameter tersebut adalah suhu, besi (Fe), coliform dan E.Coli, dimana untuk parameter biologi khususnya E.coli tidak boleh terdapat pada air minum karena akan menyebabkan diare. Sehingga air minum tersebut tidak layak untuk diminum.
• Ruang, Lahan dan Transportasi
AMDAL KELOMPOK 1 53
Transportasi, Sebagai bahan analisis system transportasi pada pembahasan yang lebih
mendalam pada dokumen ANDAL, antara lain perlu diketahui kondisi jaringan jalan dan tingkat pelayanan jalan eksisting serta ketersediaan angkutan umum, sehingga nantinya akan diketahui permasalahan yang ada dan cara untuk mengatasi permasalahannya tersebut termasuk untuk kebutuhan pengembangan sarana-prasarananya.
• Komponen Biologi
Flora Darat. Beberapa flora yang terdapat dilokasi kegiatan dan sekitarnya merupakan
flora yang menjadi tanaman budidaya yang sengaja ditanam oleh manusia seperti : Padi, Jagung dan Singkong. Diluar lokasi kegiatan, beberapa jenis lain merupakan tumbuhan yang produktif menghasilkan buah seperti : Mangga, Kelapa, Jambu batu, Pisang dan Pepaya.
Fauna Darat, Secara umum tidak teridentifikasi jenis satwa yang tergolong dilindungi
karena langka maupun endemik di wilayah studi. Umumnya jenis satwa yang teridentifikasi merupakan satwa binaan ataupun satwa liar yang dapat hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis satwa yang ditemukan dilokasi kegiatan dan sekitarnya yaitu : Kupu-kupu, Tikus, Belalang dan Walet Sapi.
• Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya
Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk
Mengacu kepada standar kepadatan penduduk menurut badan pusat statistik, kepadatan penduduk dikelompokkan kedalam tiga kriteria kepadatan, yaitu :
Kriteria kepadatan tinggi apabila penduduk berjumlah lebih dari 2000 jiwa per k .
Kriteria kepadatan sedang apabila penduduk berjumlah antara 1000 jiwa sampai 2000 jiwa per k .
Kriteria kepadatan rendah apabila penduduk berjumlah kurang dari 1000 jiwa per k .
Sesuai dengan standar tersebut, maka kategori kepadatan penduduk di Desa Selajambe termasuk Kategori Sedang.
AMDAL KELOMPOK 1 54
Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Jenis-Jenis Mata Pencaharian Penduduk.
2.3.3 Prakiraan Dampak Penting Tahapan Konstruksi
• Mobilisasi Tenaga Kerja Konstruksi
Terciptanya Kesempatan Kerja, Memperhatikan dampak positif yang berlangsung lama
dan jumlah penduduk yang direkrut menjadi tenaga kerja juga cukup banyak, maka dampak ini digolongkan Positif Penting.
Terciptanya Peluang Usaha, Memperhatikan dampak positif yang berlangsung ± 6 bulan
juga cukup banyak material yang digunakan untuk pembangunan pengembangan pabrik pembuatan boneka ini, maka dampak yang terjadi dapat digolongkan Positif Penting.
Penignkatan Pendapatan, Mereka dapat menjadi pemborong bagian-bagian tertentu dari
pekerjaan konstruksi sehingga dampaknya menjadi Positif Penting. Secara umum dampak dari penigkatan pendapatan masyarakat dapat digolongkan Penting.
• Mobilisasi Alat dan Bahan
Kerusakan Jalan, Skala kualitas lingkungan untuk kondisi jalan termasuk Baik (skala 4).
Dan dapat berpotensi jalan rusak akibat kendaraan proyek sehingga skala lingkungan tergolong buruk (skala 2). Berdasarkan skala kepentingan komponen lalulintas tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Masih berada di bawah baku mutu menurut PP No. 41 Tahun
1999. Maka skala kualitas udara tergolong Baik (skala 4). Setelah ada kegiatan mobilisasi alat dan bahan sudah terjadi peningkatan parameter CO dan Debu. Oleh karena itu, maka kegiatan mobilisasi alat dan bahan terhadap penurunan kualitas udara memberikan kualitas lingkungan yang tergolong Sedang (skala 3). Skala kepentingan komponen kualitas udara tergolong Penting.
Penignkatan Intensitas Kebisingan, Skala kepentingan komponen kebisingan tergolong
AMDAL KELOMPOK 1 55
Keresahan Masyarakat, Meninjau besarnya jumlah manusia yang terkena dampak, maka
sifat dampak adalah Nagatif Penting.
• Pematangan Lahan
Peningkatan Air Larian, Berdasarkan skala kepentingan komponen hidrologi/air larian
tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Tergolong Penting.
Peningkatan Intensitas Kebisingan, Tergolong Tidak Penting. Penurunan Tingkat Kesahatan Pekerjan, Tergolong Penting. • Pembangunan Pabrik
Peningkatan Air Larian, Berdasarkan skala kepentingan komponen hidrologi/air larian
tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Air Permukaan, Tergolong Penting. Peningkatan Keanekaragaman Hayati, Tergolong Penting.
Tahapan Operasional
• Perekrutan Tenaga Kerja Operasional
Terciptanya Kesempatan Kerja, Tergolong Penting. Peningkatan Pendapatan, Tergolong Penting. • Operasional Pabrik
Gangguan Arus Lalulintas, Tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Tergolong Tidak Penting. Peningkatan Intensitas Kebisingan, Tergolong Penting. Penurunan Kuantitas/Muka Air Tanah, Tergolong Penting. Peningkatan Air Larian, Tergolong Tidak Penting.
AMDAL KELOMPOK 1 56
Penurunan Kualitas Air Permukaan, Tergolong Tidak Penting.
Peningkatan Laju Timbulan Limbah Padat/Sampah, Tergolong Penting. Penurunan Kesehatan Pekerja, Tergolong Penting.
2.3.4 Evaluasi Dampak Penting
Evaluasi ini dilakukan secara holistik yaitu telaahan secara totalitas terhadap berbagai dampak kesatuan yang saling terkat dan saling pengaruh mempengaruhi sehingga diketahui sejauhmana perimbangan dampak penting yang bersifat positif dengan yang bersifat negative dengan menggunakan “Metoda Matrik Fisher dan Davies” atau matrik evaluasi dasar.
Tabel 2.4 Matriks Interaksi Dampak Lingkungan pada Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan
Komponen Kegiatan Pra Kontruksi
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7
GEOFISIKA-KIMIA
Kualitas Udara dan Kebisingan - - P P P -
-Kuantitas Air Tanah - - - - P - P
Kualitas Air Permukaan - - - P P -
-Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off) - - P P - P
RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI
Estetika Lingkungan - - - P P - P
Lalu Lintas - - P - - - P
Kerusakan Jalan - - P - - -
-SOSIAL EKONOMI BUDAYA
Kesempatan Kerja dan Berusaha - P - - - P
Persepsi Masyarakat P - - P P -
Ketertiban dan Keamanan - - - - P -
-KESEHATAN MASYARAKAT DAN PEKERJA KONSTRUKSI - - P P P - P
keterangan P penting TP tidak penting
A M D A L K E L O M P O K 1 5 7
AMDAL KELOMPOK 1 58