BAB II DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN
2.2 KA-ANDAL
Pada dokumen KA-ANDAL adalah Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup dalam Pasal 1 ayat 1 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan (Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012).
2.2.1 Pendahuluan
Uraian Rencana Kegiatan
Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl. Soekarno Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Adapun batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara : Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang) - Sebelah timur : PT. sampoerna
- Sebelah selatan : Jl. Soekarno Hatta - Sebelah Barat : Jl. Cisantren Wetan
AMDAL KELOMPOK 1 25
Gambar 2.1 Lokasi Rencana Kegiatan Tujuan dan Manfaat Rencana Kegiatan
Tujuan dari rencana ini adalah :
1. Menyediakan gudang untuk penyimpanan barang kemasan.
2. Meningkatkan nilai wilayah melalui penataan wilayah dan lingkungan sekitar.
3. Memberiksn lapangan pekerjaan dan peluang berusaha pada masyarakat, terutama disekitar lokasi kegiatan.
4. Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kota Bandung, melalui sector pajak dan retribusi.
Sedangkan manfaat pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan adalah: 1. Mendukung pengembangan wilayah di sekitarnya.
2. Tersedianya gudang untuk barang kemasan. Pelaksanaan Studi
• Pemrakarsa dan Penanggung Jawab Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Nama Perusahaan : PT. Purinusa Ekapersada
Pimpinan : Jap Bangbang Hartono
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 79 (Cisantren Wetan) Bandung. Telepon / Fax : (022) 7838190 / (022) 7838192
AMDAL KELOMPOK 1 26
Kegiatan : Pembangunan Gudan dan Perluasan Pabrik Kemasan
Penanggung Jawab Pengelolaan Lingkungan - Nama : Dedi Supriadi
- Jabatan : Kepala GA
- Alamat Kantor : Jl. Soekarno Hatta No. 79 (Cisantren Wetan) Bandung - Telepon/Fax : (022) 7838190 / (022) 7838192
• Pelaksanaan Studi AMDAL Tim Penyusunan Studi AMDAL : Tabel 2.1 Tim penyusun studi AMDAL
No. Posisi Nama Sertifikasi
1 Ketua Tim/Ahli
Lingkungan
Ir. Kirbrandiati AMDAL A, B, (Kualifikasi KTPA)
No: 000759/SKPA-PI/LSK-INTAKINDO/I/2013
Audit Lingkungan KLHS
2 Ahli Teknik Sipil dan Transportasi
Ir. Didin Sukma, RZ AMDAL A, B,
KTPA INTAKINDO No.000794/SKPS-PI/LSK-INTAKINDO/I/2013 Audit Lingkungan 3 Ahli Kesehatan Masyarakat
Agus Azhari, SKM AMDAL, A, B
ATPA INTAKINDO
No.000033/SKPA/LSK-INTAKINDO/IX/2012
2.2.2 Pelingkupan
Deskripsi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
• Status Studi AMDAL
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Rebulik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012, tentang Izin Lingkungan, AMDAL merupakan bagian studi kelayakan rencana kegiatan. Oleh karena itu dalam Kerangka Acuan merupakan ruang lingkup kajian AMDAL hasilnya merupakan bagian dari studi kelayakan yang akan digunakan oleh pengambil keputusan dari
AMDAL KELOMPOK 1 27
perencanaan, dimana AMDAL lebih menunjukkan identifikasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan tersebut.
Amdal merupakan bagian dari studi kelayakan rencana usaha dan/atau kegiatan. Oleh karena itu dalam ka-andal yang merupakan ruang lingkup kajian andal hasilnya merupakan bagian dari studi kelayakan yang akan digunakan oleh pengambilan keputusan dalam perencanaan pengembangan wilayah. Studi amdal rencana kegiatan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan oleh PT. purinusa Ekapersada. Disusun berdasarkan pra desain, dimana amdal lebih menunjukan pendugaan dampak yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dalam lingkungan hidup.
• Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Dengan Rencana TATA Ruang
Lokasi rencana kegiatan eksisting merupakan lahan kosong bekas sawah dan yang saat ini sudah dimiliki PT. purinusa Ekapersada yang termasuk kedalam wilayah kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Dengan merujuk pada surat keterangan rencana kota No. 503.64/KRK.285.DISTARCIP/I.2012 peruntukan lahan untuk industry dan pergudangan dan merujuk surat persetujuan pemanfaatan ruang no.0640/1165/Bappeda serta peraturan daerah kota bandung No. 10 tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah kota Bandyung tahun 2011-2031, rencana lokasi diperuntukan untuk industry dan pergudangan.
• Deskripsi Rencana Kegiatan Penyebab Dampak a. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl. Soekarno Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Adapun batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara : Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang) - Sebelah timur : PT. sampoerna
- Sebelah selatan : Jl. Soekarno Hatta - Sebelah Barat : Jl. Cisantren Wetan
b. Rencana Kegitan
Membangun gudang dan perluasan pabrik kemasan dengan sarana penunjang, antara lain bangunan utama yaitu bangunan perluasan pabrik, gudang bahan baku,
AMDAL KELOMPOK 1 28
gudang bahan jadi, ruang produksi, ruang mesin, ruang pengepakan produksi. Sarana penunjang merupakan bangunan terpisah yang didalamnya berfungsi sebagai penunjang bangunan utama yaitu ruang kantor, ruang karyawan, pos satpam, mushola, kamar wc perempuan dan wc laki-laki, bengkel mobil angkutan, barang dan mobil karyawan, kantin karyawan, parker mobil dan motor karyawan, TPS IPAL, ruang batubara, dan ruang genset area panel, travo listrik, dengan total luas bangunan 85.348 m2.
• Komponen Kegiatan Yang Ditelaah
Penyajian dikelompokkan berdasarkan tahapan pelaksanaannya seperti disajikan pada gambar dibawah ini :
Pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan dibagi dalam tiga tahapan, yaitu : 1. Tahap Pra-konstruksi
Pada tahap pra kontruksi beberapa aktivitas dilakukan meliputi : - Survey, perencanaan dan perijinan
Survey yang dilakukan adalah survey lokasi, perencanaan yang sudah dilaksanakan yaitu site plan dan master plan.
- Penyediaan lahan
Pada kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan, lahan yang digunakan adalah lahan dengan status HGB (Hak Guna Bangunan).
2. Tahap konstruksi
Kegiatan pada tahap konstruksi merupakan kegiatan pembangunan fisik yang secara umum diawali dengan mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi alat dan material, pematangan tanah dan pembangunan sarana dan prasarana.
3. Tahap operasional
PT. Purinusa Ekapersada dalam melakukan kegiatan operasional di pabrik ini tidak melakukan produksi kertas, tetapi mengolah kertas jadi yang disuplai dari pabrik induk PT> indah Kiat di Serang Banten untuk dijadikan barang-barang kemasan dengan desain sesuai permintaan klien.
.
Tahap Pra Konstruksi
1. Penetapan Lahan (Suvey Pengukuran)
AMDAL KELOMPOK 1 29
Gambar 2.2 Tahapan Kegiatan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan
Deskripsi Rona Lingkungan Hidup Awal
kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan ini merupakan kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. Berarti akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan terhadap komponen lingkungan hidup. Komponen lingkungan yang akan ditelaah yaitu komponen yang diperkirakan akan terkena dampak penting oleh rencana kegiatan. Adapun komponen lingkungan yang akan ditelaah ini dibagi menjadi tiga komponen utama yaitu komponen Geofisik-kimia, komponen sosekbud dan kesehatan masyarakat.
1.Komponen Geofisik-Kimia
Tahap Konstruksi
1. Mobilisasi Tenaga Kerja Konstruksi
2. Mobilisasi alat dan bahan 3. Pematangan Lahan 4. Pembangunan Pabrik
Tahap Operasional
1. Perekrutan Tenaga Kerja Operasional
AMDAL KELOMPOK 1 30
Terdiri dari: 1. Iklim
- Curah hujan - Hari hujan
- Arah dan kecepatan angina 2. Geologi
- Batuan dan Tanah Pelapukan - Bentang Alam
3. Hidrogeologi
- Hidrogeologi Regional
- Hidrogeologi Lokal (Lokasi Studi) 4. Daerah Resapan
5. Pola Aliran Air Tanah dan Pengambilannya - Pola Aliran Air Tanah
- Pengambilan Air Tanah oleh Sumur bor 6. Kuantitas Air Tanah
7. Kegempaan Wilayah Bandung 2. Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya Terdiri dari: 1. Kependudukan 2. Sosial Ekonomi 3. Sosial Budaya 3. Kesehatan Masyarakat Terdiri dari : 1. Kondisi Kesehatan 2. Penyediaan Air Bersih 3. Penanganan Sampah
AMDAL KELOMPOK 1 31
Hasil Perlibatan Masyarakat
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan, maka kegiatan Konsultasi Publik sangat diperlukan sebagai langkah awal penyusunan Dokumen AMDAL. Adapun maksud dari kegiatan sosialisasi adalah betujuan untuk menampung aspirasi/harapan dan tanggapan masyarakat. Secara umum pendapat mereka adalah sebagai berikut:
- Terdapat kekhawatiran dari warga terhadap banjir, seperti penyedian sumur resapan. - Terdapat kekhawatiran terhadap terjadinya peningkatan untuk debu untuk mencegahnya,
maka diharapkan adanya dust collector.
- Terdapat kekhawatiran terhadap kerusakana jalan desa karena pengangkutan material. - Terdapat kekhawatiran terhadap kebisingan pada saat konstruksi pembangunan proyek. - Jarak pabrik dengan rumah masyarakat terlalu dekat.
- Tenaga kerja local diprioritaskan.
- Pengadaan air bersih bagi masyarakat sekitar pabrik dengan cara membuat bak umum untuk masyarakat.
- Saluran irigasi sawah agar tetap terkontrol dengan baik. Dampak Penting Hipotetik
• Identifikasi Dampak Potensial
Identifikasi dampak potensial merupakan tahap awal dari proses penentuan dampak penting hipotetik (DPH). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi segenap dampak lingkungan baik primer maupun sekunder yang mungkin timbul pada rencana kegiatan mulai tahap pra konstruksi, konstruksi sampai operasi. Identifikasi dampak potensial ini dilakukan melalui: 1) Penelaahan pustaka
2) Penggalian informasi rencana kegiatan 3) Survey pendahuluan
4) Matsrik interaksi
AMDAL KELOMPOK 1 32 1. Tahap pra-konstruksi - Persepsi masyarakat. Tahap Pra-Konstruksi Survei Perencanaan dan Perijinan Persepsi Masyarakat
Gambar bagan alir dampak potensial pata tahap pra konstruksi 2. Tahap konstruksi
- Penurunan kualitas udara dan kebisingan - Penurunan kuantitas air tanah
- Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas - Kerusakan jalan
- Terganggunya flora dan fauna - Kesempatan kerja dan berusaha - Terganggunya kesehatan masyarakat 3. Tahap operasonal
- Penurunan kualitas air tanah - Penurunan kuantitas air tanah - Kualitas air permukaan
AMDAL KELOMPOK 1 33
- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kesempatan kerja dan berusaha - Persepsi masyarakat
- Ketertiban dan keamanan
- Terganggunya kesehatan masyarakat
Tabel Matriks Interaksi Hubungan Antara Rencana Kegiatan Dengan Komponen Lingkungan
Komponen Kegiatan Pra Kontruksi Kontruksi Operasional
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7
GEOFISIKA-KIMIA
Kualitas Udara dan Kebisingan - - √ √ √ - -
Kualitas Air Tanah - - - - √ - √
Kuantitas Air Tanah - - - - √ - √
Kualitas Air Permukaan - - - √ √ - √
Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off) - - √ √ - √
RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI
Estetika Lingkungan - - - √ √ - √
Lalu Lintas - - √ - - - √
Kerusakan Jalan - - √ - - - -
SOSIAL EKONOMI BUDAYA
Kesempatan Kerja dan Berusaha - √ - - - √ -
Persepsi Masyarakat √ - - √ √ - -
Ketertiban dan Keamanan - - - - - - √
KESEHATAN MASYARAKAT - - √ √ √ - √
keterangan √ ada tidak ada
AMDAL KELOMPOK 1 34
• Evaluasi Dampak Potensial
Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap dampak potensial yang telah di identifikasi intuk mendapatkan dampak berpotensi penting yang merupakan dampak hipotetik dan selanjutnya akan ditelaah dalam dokumen ANDAL. Berdasarkan pertimbangan beberapa factor yaitu: lokasi tapak proyek dan kondisi lingkungan fisik, dan social disekitarnya serta hasil konsultasi publik, maka diperoleh dampak penting pada setiap tahap kegiatan.
Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa dampak penting hipotetik adalah sebagai berikut :
a. Terciptanya kesempatan kerja b. Terciptanya peluang usaha
c. Penurunan/peningkatan pendapatan
d. Keresahan masyarakat dan gangguan kamtibmas e. Gangguan arus lalu lintas
f. Kerusakan jalan
g. Penurunan kualitas udara
h. Peningkatan Intensitas kebisingan i. Penurunan muka air/Kuantitas air tanah j. Peningkatan air larian (run off)
k. Penurunan kualitas air permukaan l. Penurunan tingkat kesehatan pekerja m. Peningkatan keanekaragaman hayati
n. Peningkatan laju timbulan limbah padat (Sampah)
• Dampak Penting Hipotetik
Penentuan dampak penting hipotetik dimaksudkan untuk menentukan jenis dampak penting hipotetik dengan derajat kepentingannya akibat rencana kegiatan yang akan dikaji dalam ANDAL sesuai hasil pelingkupan, juga dengan melihat kegiatan lain yang sejenis. Hasil penentuan dampak penting hipotetik adalah sbb:
4. Tahap pra-konstruksi - Persepsi masyarakat 5. Tahap konstruksi
AMDAL KELOMPOK 1 35
- Penurunan kuantitas air tanah - Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas - Kerusakan jalan
- Kesempatan kerja dan berusaha - Terganggunya kesehatan masyarakat 6. Tahap operasonal
- Penurunan kualitas air tanah - Penurunan kuantitas air tanah
- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kesempatan kerja dan berusaha - Ketertiban dan keamanan
- Terganggunya kesehatan masyarakat Matriks Dampak Penting Hipotetik
Komponen Kegiatan Pra Kontruksi Kontruksi Operasional
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7 8 9
GEOFISIKA-KIMIA
Kualitas Udara dan Kebisingan - - P P P P - - -
Kualitas Air Tanah - - - TP - - P
Kuantitas Air Tanah - - - P P - P
Kualitas Air Permukaan - - - P P - TP
Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off) - - - - P P - P
RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI
Estetika Lingkungan - - - P P - P
Lalu Lintas - - - - P - - - P
Kerusakan Jalan - - - - P - - - -
BIOLOGI
Flora Fauna - - - TP TP - -
SOSIAL EKONOMI BUDAYA
AMDAL KELOMPOK 1 36
Persepsi Masyarakat P TP P P - P P - -
Ketertiban dan Keamanan - - - TP P - TP
KESEHATAN MASYARAKAT - - - - P P P - P
keterangan P penting TP tidak penting
AMDAL KELOMPOK 1 37 Bagan Alir Pelingkupan
DAMPAK POTENSIAL DAMPAK PENTING HIPOTETIK
1. pra konstruksi 1. Tahap Pra Konstruksi 1. Tahap Pra Konstruksi 2. kontruksi persepsi masyarakat persepsi masyarakat 3. operasional 2. Tahap pra-konstruksi 2. Tahap pra-konstruksi
kegiatan lain - Penurunan kualitas udara dan kebisingan - Penurunan kualitas udara dan kebisingan disekitas lokasi - Penurunan kuantitas air tanah - Penurunan kuantitas air tanah
- Penurunan kualitas air permukaan - Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan - Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas - Gangguan lalu lintas
kegiatan - Kerusakan jalan - Kerusakan jalan
pembangunan - Terganggunya flora dan fauna - Kesempatan kerja dan berusaha gudang dan - Kesempatan kerja dan berusaha - Terganggunya kesehatan masyarakat perluasan pabrik - Terganggunya kesehatan masyarakat 3. Tahap Operasional
kemasan 3. Tahap Operasional Penurunan kualitas air tanah
Penurunan kualitas air tanah Penurunan kuantitas air tanah
KOMPONEN LINGKUNGAN Penurunan kuantitas air tanah - Kualitas air permukaan
komponen Geofisik-kimia - Kualitas air permukaan - Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off) komponen sosekbud - Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off) - Penurunan estetika lingkungan
kesehatan masyarakat - Penurunan estetika lingkungan - Gangguan lalu lintas Saran,pendapat&tanggapan - Gangguan lalu lintas - Kesempatan kerja dan berusaha masyarakat sekitar - Kesempatan kerja dan berusaha - Persepsi masyarakat
- Persepsi masyarakat - Ketertiban dan keamanan - Ketertiban dan keamanan - Terganggunya kesehatan masyarakat - Terganggunya kesehatan masyarakat
KOMPONEN KEGIATAN bagan alir matriks Diskusi tim AMDAL dampak identifikasi potensial Potensial Dampak Evaluasi
AMDAL KELOMPOK 1 39
Batas Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian
Penentuan lingkup wilayah studi disesuaikan dengan karakteristik kegiatan proyek yang akan dilakukan, besarnya dampak yang akan dilakukan, besarnya dampak yang akan terjadi serta jangkauan atau penyebaran dampaknya. Lingkup wilayah studi ditentukan sebagai resultance dari batas proyek, ekologis, sosial dan batas administrasi.
• Batas Wilayah Studi
Pelingkupan wilayah studi didalam ANDAL dimaksudkan untuk mengarahkan studi pada hal-hal yang menjadi pokok bahasan dengan harapan kajian yang cukup berarti sehingga didapat kejelasan mengenai lingkup studi, kedalaman dan strategi studi. Batas Proyek
Batas proyek ini adalah batas lahan keseluruhan yaitu lahan yang digunakan untuk kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan seluas 25.098 m2 .
Wilayah proyek tersebut dibatasi oleh:
- Sebelah utara : Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang) - Sebelah timur : PT. sampoerna
- Sebelah selatan : Jl. Soekarno Hatta - Sebelah Barat : Jl. Cisantren Wetan
Batas Ekologis
Ruang penebaran dmpak dari rencana kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan menurut media transportasi limbah (air dan udara), dimana proses alami yang berlangsung didalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. Jadi batas wilayah ekologis dalam studi ini adalah drainase yang menuju ke riool kota dan limbah gas dan debu serta kebisingan yang sebarannya ditentukan oleh arah angina dominan yang terjadi kea rah barat.
Batas Sosial
Mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan menyebar tidak merata, maka batas wilayah social ditetapkan dengan membatasi batas-batas terluar dengan memperhatikan hasil identifikasi komunitas masyarakat yang terdapat dalam batas wilayah
AMDAL KELOMPOK 1 40
proyek, ekologis serta komunitas masyarakat yang berada diluar batas wilayah proyek dan ekologis namun berpotensi terkena dampak yang mendasar dari rencana kegiatan melalui tenaga kerja.
Batas Administratif
Adapun batas wilayah administrasi dari rencana kegiatan adalah:
- Sebelah utara : Kelurahan Cisantern Kidul (kec. Gedebage)
- Sebelah timur : Kelurahan Pakemitan dan Kelurahan Cisantren Wetan - Sebelah selatan : Kelurahan Cimincrang (kec. Gedebage)
- Sebelah Barat : Kelurahan Cisantren Kulon (kec. Arcamanik)
Batas Wilayah Studi
Dalam melakukan studi ANDAL pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan yang merupakan batas wilayah studi merupakan hasil resultante dari batas proyek, batas ekologis, batas social, dan batas administrative.
Batas Waktu Kajian
Batas waktu kajian ANDAL ditentukan berdasarkan batas waktu berlangsungnya dampak sesuai dengan tahapan kegiatan yaitu tahap pra konstruksi, konstruksi, operasional dan pemeliharaan
2.2.3 Metode Studi
Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode pengumpulan data dalam studi AMDAL rencana Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan ini selengkapnya digambarkan pada gambar dibawah ini :
AMDAL KELOMPOK 1 41
Gambar 2.4 Bagan Alir Metode Pengumpulan Data Langkah-langkah Studi
Langkah-langkah dalam penyusunan amdal secara garis besar terdiri dari: a. Pengumpulan data dan informasi
b. Identifkasi dampak c. Prakiraan dampak d. Evaluasi dampak
e. Rekomendasi atau saran tindak
Metode Pengumpulan Data
Berdasarkan hasil pelingkupan, komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan, meliputi komponen lingkungan fisik-kimis serta komponen social ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat. Untuk keperluan identifikasi, perakiraan dan evaluasi dampak akibat kegiatan tersebut perlu dilakukan pengumpulan dan analisis data yang relevan (dapat menjamin reliability dan validity) dari setiap parameter yang dikaji.
Maksud dan Tujuan Studi
Pengumpulan Data
Pra Studi
Rancangan dan Modifikasi Metode
Kompilasi Data Maksud dan Tujuan Studi
Identifikasi, Prediksi dan Evaluasi Dampak
Laporan Studi ANDAL, RKL dan RPL
AMDAL KELOMPOK 1 42
Dalam analisis mengenai AMDAL, pengumpulan data dilakukan secara lngsung maupun tidak langsung. Pengumpulan secara langsung akan ditempuh dengan cara pengambilan contoh (sampling), akan menghasilkan data primer, sedangkan pengumpulan data secara tidak langsung akan dilakukan dengan cara pengumpulan data sekunder dari hasil-hasil studi yang telah dilaksanakan di wilayah studi maupun melalui pengumpulan data dari lembaga/instansi terkait.
Tujuan pengambilan contoh dan analisis data dalam studi AMDAL ini adalah: 1. Mengidentifikasi sumber dampak (diikuti oleh jenis dampak),
2. Penyelidikan kualitas lingkungan sebagai proses koreksi dalam jangka waktu pendek.
3. Pengelompokan kualitas lingkungan sebagai elemen program pemantauan dalam jangka panjang.
Pengumpulan Data Sekunder
Metode pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara menghubungi instansi terkait dan pencatatan data tersebut sesuai dengan kebutuhan. Adapun jenis data sekunder yang diperlukan dalam ANDAL ini meliputi data rencana kegiatan, metoda konstruksi, pengadaan tanah, peta topografi dan peta geologi, data iklim, hidrologi, dan kependudukan, kesehatan dan social ekonomi masyarakat, rencana tata ruang wilayah ((RTRW) kota.
Pengumpulan Data Primer
Jenis data primer yang dibutuhkan dalam studi AMDAL meliputi aspek geofisik-kimia yaitu hidrologi dan kualitas air, fisiografi dan geologi, ruang lahan dan tanah: yaitu flora, fauna dan biota air; serta aspek social, ekonomi dan budaya yaitu mengenai persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan, data kesehatan dan data-data terkait lainnya.
AMDAL KELOMPOK 1 43
Metode Prakiraan Dampak Penting
Prakiraan dampak merupakan salah satu kegiatan dalam studi AMDAL yang bertujuan untuk menduga besarnya perubahan kualitas lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan yang akan dilaksanakan. Ukuran dampak penting mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan RI Nomor 056 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting.
Berdasarkan pedoman umum dan pedoman teknis yang berlaku, maka sasaran prakiraan dampak penting adalah:
a) Memperkirakan besarnya perubahan yang terjadi terhadap komponen lingkungan pada “kondisi tanpa proyek (Rona Awal)” dan pada kondisi setelah ada proyek (Rona Proyek)
b) Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung maupun tidak langsung.
c) Memberikan indikasi tentang arti pentingnya perubahan tersebut dengan mengacu kriteria penentuan dampak penting sebagaimana tertera dalam keputusan kepala bapedal nomor 32 tahun 2009.
d) Memberi interpretastasi terhadap prakiraan dampak dengan skala penilaian dampak baik positif maupun negative.
e) Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung maupun tidak langsung.
Metode Evaluasi Dampak Penting
Setelah tahap Identifikasi dan prakiraan dampak selesai dilakukan, tim penyusun AMDAL akan mengevaluasi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan menggunakan metode bagan alir (flow chart) dan matriks sederhana sebagai berikut:
1. Penelusuran hubungan ausatif antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak.
2. Menggambarkan dengan jelas karakteristik dampak lingkungan yang akan terkena dampak.
3. Kesenjangan perubahan lingkungan yang diinginkan dan perubahan lingkungan yang mungkin akan terjadi.
AMDAL KELOMPOK 1 44
4. Luas persebaran masing-masing dampak, baik didalam wilayah kajian maupun diluar wilayah kajian.
5. Memilih alternatif pendekatan dengan rangka pengendalian dampak lingkungan baik yang positif maupun negative, terutama dari aspekn pendekatan teknologi, ekonomi dan institusi.
6. Berdasarkan penapisan dampak pepnting pada prakiraan dampak, maka diperoleh resume dampak penting yang harus dikelola. Dalam evaluasi secara holistic, maka dampak yang akan dikategorikan bersumber dari kegiatan yang sama diulas dan dievaluasi secara bersama-sama yang disajikan dalam bentuk uraian dan bagan alir serta matriks sederhana. Metode untuk mengevaluasi derajat kepentingan dampak akan menggunakan factor-faktor penentuan dampak penting, yaitu :
- Jumlah manusia yang terkena dampak - Luas wilayah persebaran dampak
- Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
- Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang akan terkena dampak - Sifat kumulatif dampak
- Berbalik atau tidak berbaliknya dampak - Ilmu pengetahuan dan teknologi