LANDASAN TEORI
E. Android dan Web Apps
Android dapat diartikan sebagai sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux (Teguh, 2011:1). Sistem operasi berbasis Linux memungkingkan pengembang untuk membuat aplikasi dalam bahasa pemrograman Java. Aplikasi web adalah salah satu yang bisa dikembangkan dalam hal ini. Aplikasi ini menggunakan dasar web sebagai sumber aplikasinya, misal aplikasi detik.com, lazada, dll.
30
Android merupakan sistem operasi telepon yang menawarkan kekayaan isi dan juga keoptimalan berjalan di perangkat hardware yang ada (Hermawan, 2011:1). Android memudahkan para pengembang untuk membuat aplikasinya sendiri, dengan kemudahan yang sudah dipaparkan sebelumnya.Kemudahan dan keoptimalan akses tersebut dikarenakan oleh lingkungan Android yang menawarkan pengembang bisa mengakses data asli dari ponsel, setara dengan pihak inti.
Hermawan (2011:8) mengemukakan tiga hal menarik dari Android yang dapat mendukukung peneliti dalam mengembankan sumber belajar Android, yaitu:
1. Memudahkan pengembang dalam berbagi data,
2. Semua aplikasi sama, tidak ada perbedaan antara aplikasi dari pihak ketiga dengan apliksai bawaan Android,
3. Memungkinkan aplikasi berjalan di background (tidak harus membuka tutup aplikasi, cukup dengan minimize).
Merancang sebuah aplikasi web yang dapat berjalan optimal di perangkat hardware Android dapat dilakukan dengan membuat web-nya terlebih dahulu. Berikut beberapa alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengembangkan sebuah sumber belajar berbasis Android:
31 1. HTML5 dan CSS
HTML5 atau Hypertext Markup Language adalah pengembangan dari versi
yang sebelumnya, HTML5 telah menjadi standar baru pemrograman HTML karena kemampuan HTML5 luar biasa dalam mengolah halaman web, (Tim wahana komputer, 2014:20 ). Banyak hal yang dapat dilakuakn dengan menggunkan HTML5 seperti menampilkan animasi pada aplikasi, pemutaran audio dan video hingga membangun aplikasi yang dijlankan pada browser.
Penelitian ini menempatkan HTML5 sebagai wadah untuk menuangkan konten-konten seperti materi pelajaran, gambar-gambar, dan video. Dengan pemakian fungsi-fungsi seperti paragraph<p>, division<div>, atupun
attribute<a> maka konten materi yang disajikan bisa tercakup. Sementara untuk
desain tampilan seperti warna, font, background, dan ukuran aplikasi digunakan CSS.
CSS atau Cascading Style Sheet adalah bagian dari HTML yang digunakan
untuk mengatur style dokumen HTML5. (Tim wahana komputer, 2014:32). CSS merupakan bagaian dari HTML5 yang menggunkan kode dalam mengubaha suatu tampilan web namun kode pada CSS berbeda dengan kode pada HTML5. Penelitian ini menggunakan CSS sebagai pengatur desain tampilan sehingga tampilan pada web aplikasi lebih menarik untuk dilihat. Penggunaan CSS dalam penelitian ini diantaranya adalah untuk mengatur margin halaman, tinggi dan lebar halaman, font, background, serta tampilan layout lainnya.
32 2. JavaScript dan JQuery
JavaScript merupakan bahasa pemrograman inti dari jQuerty Mobile. (Tim
wahana komputer, 2014:52). Setiap halaman HTML5 memakai JavaScript dengan kode yang dimasukan pada halaman. Penelitian ini menempatkan JavaScript sebagai pendukung untuk menuangkan efek animasi pada web. Beberapa efek animasi yang masuk diantaranya adalah slidedan fade. Kedua efek tersebut digunakan untuk menyembunyikan atau memunculkan konten seperti materi, menu ataupun gambar. Dengan adanya efek-efek tersebut aplikasi web terlihat lebih menarik dan simpel.
Dalam penelitian ini JavaScript tidak berdiri sendiri, melainkan dibantu oleh JQuery.JQuery merupakan sebuah frame work untuk membuat aplikasi web mobile. (Tim wahana komputer, 2014:68). JQuery memudahkan pengembang untuk mengubah halaman web yang sudah dirancang ke tampilan mobile yang kemudian dapat dijalanka pada mobile.
Pustaka yang diginakan dalam penelitian ini adalah JQuery UI. Akses jQuery ini didapat melalui http://jqueryui.com, pada pustaka ini memuat beberapa fungsi yaitu: core.js, widget.js, mouse.js, position.js, draggable.js, droppable.js,
resizable.js, selectable.js, sortable.js, accordion.js, autocomplete.js, button.js, datepicker.js, dialog.js, menu.js, progressbar.js, selectmenu.js, slider.js, spinner.js, tabs.js, tooltip.js, effect.js, effect-blind.js, effect-bounce.js, effect-clip.js, effect-drop.js, effect-explode.js, effect-fade.js, effect-fold.js, effect-highlight.js,
33
puff.js, pulsate.js, scale.js, shake.js, size.js, effect-slide.js, dan effect-transfer.js. Keseluruhan fungsi tersebut dimuat dalam link
yang dapat diakses dalam pemrograman HTML dengan link jquery.js, jquery-ui.js
dan java.js.
3. Notepad++
Notepad++ merupakan source kode editor yang memuat fitur untuk
mengganti kode yang salah untuk beberapa bahasa pemrograman (notepad-plus-plus.org). Notepad++ sebuah wadah untuk merefisi penggunaan kode maupun penulisan konten berupa materi dalam bentuk paragraf dan kalimat-kalimat.
4. PhoneGap
PhoneGap adalah sebuah kerangka kerja/framework open source untuk
untuk membuat aplikasi yang dapat dijalankan pada banyak perangkat mobile (Tim wahana komputer, 2014:3). Konsep aplikasi yang akan dibuat dapat dituangakan lewat PhoneGap sehingga mempermudah dalam membuat aplikasi mobile. PhoneGap menggunakan bahasa pemrograman web, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript.
Kesimpulannya PhoneGap media yang menerjemahkan bahasa web yang telah disusun dan didesain dengan HTML, CSS, dan JavaScript agar aplikasi dapat berjalan pada perangkat mobile.
34 5. Adobe Photoshop
Adobe photoshop adalah aplikasi pengolah grafis yang memiliki berbagai
fungsi pengolahan gambar (Tim Wahana Komputer, 2011:12). Adobe Photoshop memiliki berbagai tool dan efek yang memungkinkan pengguna untuk mewujudkan imajinasi ke dalam suatu gambar. Efek bayangan efek timbul adalah beberapa contoh dari dari tool yang ada di photoshop. Dengan berbagai tools dan efek tentunya akan lebih menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihat.
Pada sumber belajar yang didesain peneliti memuat beberapa gambar yang dibuat dengan Photoshop. Tombol. Backgroud dan ikon merupkan hasil editing menggunakan photoshop