• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wanita Bertanya Islam Menjawab

1. ANEKA PROBLEM WANITA

a. Wanita Dan Kecantikan

Pertanyaan: Apakah di perbolehkan wanita merias rambut di salon keacantikan?

Jawab:

Diperbolehkan! Asalkan yang menangani itu sama-sama wanita, tetapi bila yang menangani itu seorang laki-laki maka hukumnya adalah haram. Mengapa demikian, karena dia membiarakan laki-laki memeganginya, mengelus-elus, menata rambut dan lain-lainnya. Kemudian akibat dari pegang-memegang itu bisa menimbulkan syahwat. Kalau si wanita tidak, itu bukan mustahil si laki-laki akan timbul. Bila si wanita itu beralasan, bahwa ia memegang teguh akhlak dan agama, apakah akan dijamin yang demikian itu dari pihak laki-laki?

Kemudian, memgenai masalah ini, ada ulama yang memperbolehkan, lalu bagaimana yang sebenarnya? Jawabannya adalah terserah kepada wanitanya. Adapun ulama yang memperbolehkan itu yang akan memikul beban dosanya kelak di hari kiamat.

b. Suara Wanita

Pertanyaan: Suara wanita itu apakah termasuk aurat? Jawab:

Jika suara itu terdengar manja atau karena dibuat-buat dan dengan sikap yang memancing keberanian laki-laki berlaku tidak baik kepadanya, maka suara yang demikian itu yang dinamakan aurat.

Jadi ucapan yang baik dan sopan itu bukan aurat. Tetapi ucapan yang tidak sopan dan tidak baik yang termasuk aurat.

Jadi yanh dilarang adalah apabila suara itu dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah, meskipun ketika wanita membaca Al- Quran.

c. Busana Maslim Dan Taat Ibu

Pertanyaan: Sebenarnya saya ingin menggunakan busana muslim (jilbab), tetapi ibu melarangkau. Bagaimana caranya agar saya bisa memadukan antara dua ketaatan itu?

Jawab:

Janganlah anda kembali kepada fitrah sesudah Allah menyelamatkan diri anda. Kemudian berusahalah menyadarkan dan meyakinkan ibu anada, bahwa anda menjalankan perintah Allah sekaligus menjaga diri anda.

Selain itu, tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk kemaksiatan kepada Allah Ta‟ala. Sedangkan berbusana muslim (jilbab) itu diwajibkan bagi seorang wanita muslim. Lalu wajib sesuai dengan syariat untuk memelihara diri dan merupakan kehormatan dengan menutup aurat itu.

Semoga dengan bertukar dan bermusyawarah dengan tenang anda dapat memuaskan ibu serta mendapatkan ridha dai Allah

Ta‟ala. Tetapi memperbolehkan anda memakai busana muslim, maka anda boleh berbuat dan tidak mentaati ibu anda

d. Wanita Dan Emansipasi

Pertanyaan: Bagaimana pandangan islam menegenai tuntutan kaum wanita untuk emansipasi (persamaan) wanita dengan (laki-laki)? Jawab:

Orang yang menyerukan persamaan hak wanita dan laki-laki mengapa tidak menuntut persamaan pria dan wanita atau emansipasi laki-laki?. Sebab, kalau ada emansipasi wanita juga harus ada emansipasi laki-laki. Bila mereka menuntut supaya wanita melakukan pekerjaan laki-laki, sebaliknya laki-laki juga wajib melakukan pekerjaan wanita. Kalau demikian, berarti ada ketimbangan, ketidakadilan dan bahkan kedhaliman dari persamaan hak itu sendiri.

Apabila wanita dituntut untuk melakukan pekerjaan laki- laki, tetapi mereka juga tetap melakukan pekerjaan yang khusus bisa dikerjakan oleh kaum wanita saja. Maka, yang demikian itu berarti meletakkan beban baru di atas punda kaum wanita. Sedangkan yang seperti itu tidak bisa dikatakan sebagai persamaan hak, tetapi justru kedhaliman terhadap kaum wanita. Para wanita harus menilai bahwa orang yang menyerukan emansipasi wanita hendaknya menuntut kepada wanita supaya mengerjakan semua pekerjaan laki-laki, termasuk juga yang berat-berat. Tidak hanya memilih yang enak dan mudah saja.

e. Wanita Ziarah Kubur

Pertanyaan: Apakah seorang wanita diperbolehkan untuk ziarah kubur?

Jawab:

Sebagaimana dalam sabda Nabi SAW: “Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang ziaralah”.

Jadi, hadits itu sifatnya umum, berlaku baik laki-laki maupun perempuan. Apabila dalam ziarah dikhawatirkan wanita menjerit, menangis dan berteriak di luar batas atau tidak bisa menahan diri sehingga dapat pingsan, maka sebaiknya seorang wanita itu dilarang.

f. Memlihara Kuku

Pertanyaan: Apakah hokumnya seorang wanita memelihara kuku sampai panjang?

Jawab:

Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi SAW yabg berbunyi: “Lima sunnah fitrah yang harus dikerjakan, yakni: khitan, ,emcukur rambut (bawah), menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku dan mencabut rambut ketiak”.

(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Memang kalau binatang buas membutuhkan kuku yang panjang, sebab kuku yang panjang dapat memudahkan binatang menerkam mangsa. Lain kalau manusia, ia diciptakan oleh Allah Ta‟ala sebagai makhluk yang mulia. Oleh sebab itu, biak laki-laki atau wanita tidak boleh memanjangkan kuku.

g. Mencukur Rambut Alis

Jawab:

Mencukur rambut alis itu hukumya haram, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi SAW yang berbunyi: “Allah melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta untuk dicukur alisnya atau minta dicukur alisnya”.

Jadi, seorang wanita diharamkan mencukur alisnya atau minta untuk dicukur alisnya.

h. Wanita Memotong Rambut

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan seorang wanita memotong rambutnya?

Jawab:

Tidak diperbolehkan, kecuali jika dimaksudkan untuk mempercantik dirinya. Sedangkan haram hukumnya, bila memotong rambutnya sampai pendek dan menyerupai laki-laki. Sebagaiman dijelaskan dalam sabda Nabi SAW yang berbunyi: “Allah melaknat laki-laki meniru (menyerupai) perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki:.

Jadi, hadits di atas mencakup dalam cara berpakaian, memotong rambut, sikap dan tingkah laku baik itu laki-laki ataupun wanita.

i. Pengaruh Kerudung

Pertanyaan: Apakah pengaruhnya memakai kerudung bagi seorang wanita?

Jawab:

Sebagaimana islam telah berkata kepada wanita: “Syari’atku akan mengamankan kehidupanmu”.

Dimana seorang istri yang sudah mencapai umur lebih dari 40 tahun, yang pasti fisiknya sudah menjadi lemah, tidak segar lagi sebagaimana waktu ia masih berumur belasan tahun ataupun dua puluhan. Selain itu, istri sudah menjadi lemah akibat kepayahan mengurusi keluarga, rumah tangga, pekerjaan ataupun mencari tambahan kebutuhan.. Yang semua itu bisa mengurangi keindahan dan kecantikan tubuhnya serta kelihatan keriput yang menandakan semakin tua. Kemudian suami melihat istri sudah tidak cantik lagi, lalu membandingkan wanita di luar yang selalu kelihatan cantik, menarik dengan dandanan yang mencolok. Melihat tontonan yang seperti itu akan menggoyahkan rumah tangganya dan akhirnya rumah tangga menjadi berantakan.

Adapun wanita yang berpakaian mencolok, berwajah cantik dan berdandan genit itu telah lupa, bahwa dirinya nanti juga akan berubah menjadi tua yang keriput, bungkuk dan lain sebagainya. Kemudian datang pada giliran wanita muda generasi berikutnya akan menggoda suaminya.

Tidak ada larangan dalam islam mengenai adanya daya tarik, tetapi hanya membatasi adanya daya tarik dari wanita kepada lelaki. Begitu jiga dengan lelaki muslim tidak dilarang mempunyai hasrat ataupun keinginan. Tetapi ingin memiliki biasanya tidak dapat dipisahkan bertindak untuk memiliki.

Sebenarnya islam itu berkeinginan untuk memuliakan kedudukan kaum wanita dan menempatkan mereka pada posisi yang sangat terhormat. Oleh karena itu, jika ada seruan agar wanita menggunakan pakaian yang rapi dan sopan serta tidak menampakkan aurat dan memamerkan bagian-bagian kecantikannya kecuali untuk suaminya saja, ialah justru dimaksudkan untuk menjadikan wanita sebagai istri-istri yang teladan yang bisa menentramkan dan membahagiakan rumah tangganya serta menjadi seorang ibu yang mampu untuk mengasuh makhluk Allah yang paling mulia, yakni manusia.

Namun. Sekarang ini banyak yang sudah lupa atau bahkan pura-pura tidak mengerti, bahwa rumah tangganya yang rusak itu akibat dari tingkah lakunya sendiri. Selain itu mereka tidak mau menerima kekurangan dan bahkan dia mencari obat yang bukan untuk menyembuhkan.

j. Tobat Orang berzina

Pertanyaan: Apabila orang berzina itu bertobat dan bahkan tekun beribadah serta mengerjakan amal sholeh, lalu apakah dosa-dosa dia itu diampuni?

Jawab:

Jika hal itu terjadidalam Negara yang memperlakukan hokum islam, untuk bisa diampuni dosa-dosanya, maka orang itu harus mengakui segala kesalahan yang telah diperbuatnya dan diberi hukuman, atas perbuatannya itu.

Lain lagi kalau terjadi dalam Negara yang tidak memakai hokum islam, maka orang itu harus merahasiakan apa yang telah diperbuatnya dan bertobat dengan sungguh-sungguh, selalu beristighfar mohon ampunan kepada Allah Ta‟ala dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

k. Wanita Sekretaris

Pertanyaan: Saya bekerja sebagai sekretaris direktur pada sebuah perusahaan. Sedangkan saya sudah berkeluarga dan tekun melakukan ibadah. Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut saya seringkali bersama-sama dengannya dan hanya berdua dalam ruangan tertutup. Lalu bagaimana hukumnya?

Jawab:

Dimana Al-Quran menetapkan dibolehkannya seorang wanita bekerja di luar rumah kalau keadaan terpaksa. Apabila hilang daruratnya, hilang pula “pembolehan” itu. Sedangkan islam juga mengingatkan umatnya akan bahaya berduaan dengan orang yang bukan mahramnya dalam suatu ruangan tertutup tanpa ada orang lain.

Apabila laki-laki dan wanita berduaan, maka yang pasti ada yang ketiga, yaitu syetan. Sedabgkan laki-laki dan wanita berduaan dalam sebuah ruang tertutup itu adalah hukumnya haram. Baik it dalam keadaan bekerja ataupun tidak bekerja.

Alangkah baiknya bila anda itu pindah kerja atau memilih tugas dibagian yang lain yang lebih cocok dan bermanfaat bagi masyarakat serta tidak bercampur baur dengan laki-laki. Tetapi bila anda terpaksa bekerja untuk biaya hidup anda dan keluarga yang menjadi tanggungan anda, maka hendaknya anda menggunakan pakaian yang sopan, menutup aurat dan jangan membiarkan pintu kamar kerja anda tertutup, apalagi terkunci. Selain itu bila anda harus menghadap mereka atasan dan menyodorkan surat-suratnya harus ditemui oleh seorang laki-laki ataupun wanita.

l. Wanita Dan Hijab

Pertanyaan: Apakah hukumnya wajib menggunakan kerudung itu? Jawab:

Salah satu masalah zaman sekarang soal pakaian wanita. Karena sekarang ini banyak kita lihat wanita berpakaian dengan menampakkan auratnya, bahkan setengah telanjang. Kalau sudah demikian, akibatnya tentu saja buruk terhadap wanita-wanita yang seperti itu harus hati-hati menasihatinya dan dengan cara yang bijaksana serta halus dan menyenangkannya. Sedangkan yang

penting lagi adalah dengan menyelamatkan dulu batin, jiwa dan nafsunya serta ditanamkan rasa iman ke dalam jiwanya. Bila imannya sudah kuat, maka dengan sendirinya dia akan mencari perlindungan dari godaan syetan.

Adapun tuntutan syari‟at agama bagi kaum wanita akan lebih memelihara ketentraman rumah tangga dan menjaga ketenangan serta keselamtan masyarakat. Sebab laki-laki maupun wanita itu sama-sama mempunyai nafsu dan daya tarik. Makanya dengan berbusana sebagaimana ketentuan seorang muslimah akan mencegah timbulnya rangsangan pandangan bebas dan daya tarik laki-laki.

Apabila mampu untuk memenuhi perintah tersebut dan mempunyai iman yang kuat, maka cintanya kepada Allah Ta‟ala akan sampai pada tingkat yang paling tinggi. Lalu jasad tubuhnya akan menjadi suci serupa sucinya malaikat yang tidak pernah ternoda oleh kotoran maksiat. Sedangkan nilai fisik jasmani tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kesucian rohani. Kemudian waktu dan umurlah yang akan merubah bentuk jasmani dan keterampilannya, tetapi jiwa dn rohani yan suci dan bersih akan tetap segar serta sehat.

m.Hukum Memoles Kuku

Pertanyan: Sebagaimana kita lihat sekarang ini banyak wanita yang terbiasa dan bahkan sudah umum bagi kalangan elit untuk memberi warna kukunya dengan warna-warni cat. Apakah hal tersebut haram atau halal?

Jawab:

Apabila wanita tersebut seorang muslim tentu tidak akan menggunakan ataupun mempoles kukunya dengan cat kuku, sebab dalam sehari ia harus melakukan sholat sebanyak lima dan harus berwudhu‟. Sedangkan cat kuku dapat menghalangi merasuknya air

ketika wudhu‟.Apabila dia tidak perduli lagi terhadap sholatnya yang merupakan sendi utama agama dan yang membedakan antara orang muslim dengan orang kafir?. Maka dari itu, tidak diperbolehkan mempoles kukunya dengan cat kuku. Selain itu seorang wanita juga tidak diperbolehkan menghias kukunya dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan.

n. Mendengarkan Nyanyian

Pertanyaan: Mendengarkan nyanyian yang disuarakan oleh seorang biduan atau biduanita itu apa hukumnya?

Jawab:

Bukankah hal itu dapat melalaikan anda akan ketaatan kepada Allah Ta‟ala dan juga bisa merusak keseimbangan kehormatan anda. Selain itu anda juga mengetahui bahwa satu kebajikan di dalam satu kebaikan yang setelahnya adalah surga Maksudnya adalah suatu yang dianggap baik tetapi setelahnya akan menyeret kita ke dalam neraka. Sedangkan itu bukan satu kebaikan tetapi mencelakakan. Begitu sebaliknya tidak ada keburukan dan kebaikan yang bisa membawa seseorang masuk ke dalam surga.

Jadi, harus ada pertimbangan dan pengkajian antara perbuatan dan akibatnya. Sebab suatu perbuatan akan mendatangkan akibat dan alangkah baiknya bila melakukan perbuatan itu yang mendatangkan kebaikan, Yakni berupa surga, bukan menjerumuskan kita ke dalam neraka.

o. Berjabat Tangan Antara Laki-Laki Dan Wanita

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan wanita berjabat tangan dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya?

Jawab:

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: “Tidaklah pernah menyentuh lengan Rasulullah SAW terhadap lengan perempuan kecuali perempuan kecuali perempuan yang telah beliau miliki (dinikahi)”. (HR. Bukhari dari Aisyah)

Jadi dari sabda beliau itu jelas bahwa berjabat tangan wanita dengan laki-laki itu tidak diperbolehkan. Apalagi mereka itu bukan muhrimnya yang pasti sangatlah tidak diperbolehkan.

p. Hijab Menurut Syari’at Islam

Pertanyaan: Apakah syarat-syarat hijab menurut syari‟at islam? Jawab:

Syarat-syarat yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan hijab syar‟i adalah:

a) Hijab haruslah menutupi seluruh tubuh.

b) Harus terbuat dari bahan yang tebal dan tidak boleh yang tipis. c) Hijab itu bukan pakaian yang dibubuhi minyak yang dapat

membangkitkan gairah nafsu laki-laki.

d) Hijab tidak boleh berupa perhiasan yang berwarna-warni dan menarik pandangan.

e) Haruslah yang longgar dan tidak berupa pakaian yang ketat atau sempit. Sebab hal itu sangatlah tidak boleh.

f) Hijab tidak boleh berupa pakaian yang menyerupai pakaian laki- laki.

q. Attabarruj

Pertanyaan: Apakah pengertian dari Attabarruj dan hukumnya bagi wanita melakukan Attabarruj sendiri?

Jawab:

Attabarruj adalah tindakan wanita untuk memperlihatkan atau mempertontonkan kepada laki-laki lain yang bukan muhrimnya terhadap anggota badan yang syara‟ atau sebagai aksi buka-bukaan guna memperlihatkan kecantikannya dan anggota badan yang bisa menimbulkan fitnah kepada laki-laki lain yang bukan muhrimnya.

Sebab seluruh tubuh wanita itu merupakan aurat, maka dari itu tidak dibenarkan bagi seorang laki-laki yang bukan muhrimnya melihat wanita baik itu berupa rambut, tubuh dan hiasan ataupun pakaian yang ada dibagian dalam.

Sedangkan tindakan yang sedang umum dilakukan oleh wanita masa kini untuk memperlihatkan hiasan dan emasnya adalah merupakan kedurhakaan yang terang-terangan. Dan itu adalah suatu tindakan yang keliru gaya wanita-wanita kafir serta bisa menimbulkan dan penyebaran fitnah yang besar-besaran.

Jadi wanita yang melakukan Attabarruj itu dilarang dan bahkanhukumnya adalah haram. Selain itu juga mendatangkan ancaman dengan siksa yang sangat pedih. Sebab tindakan Attabarruj itu bisa menimbulkan kerusakan yang amat besar.

r. Menggunakan Harum-Haruman

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya bila seseorang wanita menggunakan harum-haruman di luar rumah?

Jawab:

Di antara perhiasan yang dilarang oleh islam wanita menggunakanya adalah harum-haruman. Islam melarang wanita menggunakan harum-haruman ke luar rumah, karena takut kalau baunya tercium oleh laki-laki yang jelas-jelas bukan muhrimnya.

Wanita-wanita mutlak dilarang menggunakan harum- haruman sekalipun untuk datang ke masjid, sebab harum-haruman bisa membangkitkan nafsu syahwat.

s. Mencabut Bulu Ketiak

Pertanyaan: Apakah seorang wanita diwajibkan mencabut bulu ketiak? Jelaskan!

Jawab:

Para ulama fiqih sepakat bahwa mencabut bulu ketiak itu hukumnya adalah sunnah, baik itu laki-laki maupun wanita. Sedangkan sunnah tersebut merupakan sunnah fitrah yang membedakan antara wanita muslimah dengan wanita yang non muslimah.

Maka dari itu, bagi wanita remaja atau dewasa telah menikah ataupun belum menikah, hendaknya menjaga sunnah fitrah tersebut, yakni dengan mencabut bulu ketiak apabila sudah mulai memanjang. Dan janganlah membiarkannya sampai lebih dari empat puluh hari. Meskipun hukumnya hanya sunnah. Alangkah baiknya bila hal itu dilaksanakan. Alangkah baiknya juga bila mencabut bulu ketiak itu didahulukan atau dimulai dari yang sebelah kanan.

2. BERSUCI

a. Haid

Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan darah haid itu? Jawab:

Yang dimaksud darah haid itu adalah darah yang keluar mengalir dari alat vital atau kemaluan wanita dalam keadaan yang

sehat dan tidak karena melahirkan, keguguran ataupun pecahnya selaput darah.

b. Larangan Wanita Haid

Petanyaan: Adakah larangan bagi wanita yang sedang dating bulan atau haid itu?

Jawab:

Ada, sedangkan larangan-larangan bagi wanita yang lagi datang bulan atau haid adalah:

a) Tidak boleh mengerjakan sholat, baik itu wajib maupun sunnah. b) Tidak boleh berpuasa, baik itu wajib maupun sunnah.

c) Tidak boleh mengerjakan thawaf.

d) Tidak boleh masuk ke dalam masjid dengan segala bentuk. e) Tidak boleh membaca Al-Quran.

f) Tidak boleh melakukan aktivitas seks.

c. Darah Haid

Pertanyaan: Bagaimanakah bila kain yang kita terkena darah haid? Jawab:

Pada suatu hari Nabi SAW pernah ditanya seperti itu, kemudian beliau menjawab: :sirankanlah dengan menggunakan air dan sambil dikerok serta digosok dengan kuku sampai benar-benar hilang bekas darah itu. Kemudian baru dicuci bersih”.

d. Istri Haid

Pertanyaan: Apakah yang harus dilakukan oleh seorang suami apabila istrinya sedang haid?

Jawab:

Istri yang sedang haid, alangkah baiknya memakai kain pembungkus dan menutupinya dengan rapat serta erat sekali. Agar tidak sampai ke mana-mana darah haidnya dan suami hanya boleh menjamah apa yang ada di luar penutup saja.

e. Bergaul Dengan Istri Haid

Pertanyaan: Apakah hukumnya apabila terjadi persetubuhan dalam keadaan istri masih haid?

Jawab:

Hukuman/sangsi melakukan persetubuhan pada saat istri sedang haid adalah dengan membayar kafarat, yakni bersedekah satu dinar atau setengah dinar . Maka dari itu hukumnya wajib untuk bersedekah, apabila seseorang menggauli istrinya yang sedang haid.

f. Wanita Haid Memotong Kuku Atau Rambut

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan wanita yang sedang haid memotong kuku atau rambut?

Jawab:

Tidak boleh, selama dalam keadaan haid tidak boleh membuang apapun dari anggota tubuhnya memotong kuku dan rambut. Karena bagian-bagian itu mempunyai hak untuk suci dan hal itu juga dijelaskan di hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang berbunyi: “Di bawah setiap rambut terdapat janabat, maka basuhlah rambut itu dan bersihkanlah kulit”. (Riwayat At- Tirmidzi)

Jadi dari hadits di atas jelas bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh memotong rambut ataupun membiarkan rambutnya jatuh, karena rambut terdapat janabat, maka harus berhati-hati bila menyisir rambutnya agar tidak rontok, tetapi bila ada rambutnya yang rontok harus dikumpulkan dan ikut disucikan apabila dalam mandi junub.

g. Nifas

Pertanyaan: Berapakah lamanya wanita nifas (melahirkan/keguguran) harus menunggu sampai suci dan wajib untuk sholat?

Jawab:

Lamanya wanita nifas itu paling sedikit sehari semalam dan paling lama 60 hari, tetapi normalnya 40 hari.

Tetapi bila darah masih keluar setelah 40 hari, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter. Sebab itu bukan lagi darah nifas, tetapi darah penyakit. Jadi wanita yang nifas dan sudah 40 hari tidak keluar darah, maka dia menjadi suci dan wajib mandi. Setelah bersuci barulah mengerjakan sholat ataupun puasa.

h. Nifas Melahirkan Dan Keguguran

Pertanyaan: Apakah larangan wanita yang sedang nifas, baik itu melahirkan ataupun keguguran?

Jawab:

Adapun larangan wanita yang sedang nifas adalah: a. Mengerjakan sholat (baik wajib maupun sunnah). b. Berpuasa (baik wajib maupun sunnah).

c. Membaca maupun menyentuh Al-Quran.

e. Melakukan thawaf. f. Melakukan aktivitas seks.

Tetapi bila sekadar membaca bismillah, sholawat dan berdoa yang bukan dari ayat-ayat Al-Quran, maka tidak dilarang. Ataupun membaca kalimat Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raaji‟un, sekalipun kalimat itu berasal dari Al-Quran tetapi tidak dilarang. Demikian itu pendapat ulama pada umumnya.

i. Istihadhah

Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan istihadhah? Jawab:

Yang dimaksud dengan istihadhah adalah darah penyakit yang keluar dari kemaluan wanita selain darah haid dan darah nifas, lalu keluarnya tidak teratur, warnanya seperti darah biasa. Sedangkan menurut hadits Rasulullah SAW bahwa darah istihadhah itu keluar akibat dari gangguan pada otot atau saraf dalam vagina. Kemudian wanita yang istihadhah harus mengerjakan sholat sebagaimana biasanya dan tidak perlu mandi junub.

j. Ciri-Ciri Darah Istihadhah

Pertanyaan: Apakah ciri-ciri khusus darah istihadhah? Jawab:

Adapun ciri-ciri darah istihadhah adalah:

a. Darah yang keluar dari ukuran masa haid minimal , tetapi juga melebihi dari ukuran masa haid terpanjang.

b. Darah yang keluar kurang dari masa nifas minimal dan juga melebihi dari ukuran masa nifas maksimal.

c. Darah yang keluar melebihi dari ukuran kebiasaan haid dan nifas normal atau paling lama masa sucinya.

d. Kata Imam Ahmad sebagian ulama Hanafiyah: termasuk darah

Dokumen terkait