• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggaran Pendapatan

Dalam dokumen BAB II BAHAN RUJUKAN (Halaman 29-35)

Anggaran pendapatan memproyeksikan anggaran pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran pendapatan perusahaan, yang sebagian besar ada di luar kendali manajemen.

2.4.1 Pengertian Anggaran Pendapatan

Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007:17) pengertian anggaran pendapatan adalah sebagai berikut :

“Anggaran pendapatan adalah anggaran yang berisi rencana pendapatan perusahaan. Anggaran ini mempunyai ketidakpastian yang tinggi, karena anggaran ini lebih bersifat peramalan (forecast).”

2.4.2 Karakteristik Anggaran Pendapatan

Anggaran pendapatan mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut :

1. Anggaran ini dirancang untuk mengukur efektivitas pemasaran, penyimpangan yang tidak menguntungkan dari anggaran ini menunjukkan bahwa volume penjualan atau harga lebih rendah daripada yang diyakini manajemen puncak sebagai sasaran yang pantas

2. Manajemen pemasaran tidak dapat dituntut untuk sepenuhnya bertanggung jawab atas pencapaian sasaran yang dianggarkan seperti halnya dengan anggaran biaya. Banyak ketidakpastian di pasaran yang berada di luar jangkauan manajer ini, terutama dalam jangka pendek. Ini membatasi kegunaan anggaran pendapatan dalam evaluasi manajerial.

2.4.3 Periode Anggaran Pendapatan

Menurut Ellen Christina (2002:15), anggaran pendapatan dibagi menjadi dua yaitu :

1. Anggaran Pendapatan Jangka Panjang (Strategic Sales Plan)

Anggaran jangka panjang biasanya melibatkan analisa yang mendalam dari potensi pasar di masa datang, berdasarkan perubahan populasi penduduk, keadaan ekonomi, proyeksi industri, dan sasaran perusahaan. Umumnya berkisar antara 5 sampai 10 tahun.

2. Anggaran Pendapatan Jangka Pendek (Tactical Sales Plan)

Anggaran jangka pendek merupakan rencana pendapatan perusahaan untuk 1 tahun di muka, yang secara terperinci dibagi dalam triwulan dan dalam bulan untuk setiap kuartal. Anggaran ini disusun dalam bentuk unit fisik dan mata uang, serta terbagi dalam pertanggung jawaban pemasaran (marketing responsibility).

2.4.4 Manfaat Anggaran Pendapatan

Menurut M.Munandar (2000:10) anggaran pendapatan memberikan manfaat bagi para pemakainya, yaitu :

1. Memproyeksikan pendapatan yang akan diterima oleh perusahaan di masa yang akan datang

2. Mengurangi ketidakpastian dari penerimaan kas di perusahaan

3. Adanya koordinasi dan kerja sama antara manajer untuk mencapai target anggaran pendapatan

4. Adanya arahan untuk melaksanakan kegiatan dalam memperoleh pendapatan perusahaan.

2.4.5 Prosedur Penyusunan Anggaran Pendapatan

Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari penggunanaan suatu anggaran pendapatan, maka perlu dilakukan proses penyusunan anggaran induk.

Anggaran induk atau yang umum disebut anggaran komprehensif menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007:15) artinya menyeluruh atau keseluruhan, merupakan jaringan kerja yang terdiri dari beberapa anggaran terpisah yang saling bergantung satu sama lain. Salah satu bentuk kegunaan penyusunan anggaran induk adalah untuk menghitung besarnya modal yang diperlukan oleh perusahaan.

Adapun komponen dan proses dalam penyusunan anggaran induk adalah sebagai berikut :

Menurut Hansen dan Mowen (2004:257) anggaran induk terdiri dari : 1. Anggaran Operasional (Operational Budget)

Yaitu anggaran yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Hasil akhir anggaran operasional adalah suatu perkiraan laporan laba rugi.

2. Anggaran Keuangan (Financial Budget)

Yaitu anggaran yang berisi taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang. Posisi keuangan yang diharapkan pada akhir periode anggaran ditunjukkan dalam perkiraan atau proforma neraca. Oleh karena banyak aktivitas keuangan yang tidak dapat diketahui hingga anggaran operasional diketahui, anggaran operasional disarankan terlebih dahulu.

Sedangkan proses dalam penyusunan anggaran induk adalah sebagai berikut :

1. Komite anggaran menyusun prosedur anggaran pendapatan yang menerjemahkan rencana umum ke dalam rumusan operasional tentang sasaran dan program kerja prioritas dan prosedur penyusunan anggaran, asumsi dasar serta skedul kerja/batas waktu

2. Menyetujui prosedur anggaran yang disusun oleh komite anggaran

3. Memberikan laporan realisasi anggaran tahun lalu kepada para kepala pusat pertanggung jawaban operasi

4. Menerima, mengadministrasikan, dan mempelajari konsep anggaran pendapatan dari para kepala pusat pertanggung jawaban operasi

5. Mengkonsolidasi konsep anggaran keuangan dan rekomendasi menjadi anggaran induk

6. Mempelajari, menyetujui, dan menerima anggaran induk yang telah disetujui 7. Menyusun laporan realisasi anggaran induk.

2.5 Biaya

Dalam aktivitas operasional maupun produksi perusahaan, biaya merupakan faktor yang dipertimbangkan perusahaan untuk memenuhi segala kebutuhan aktivitas perusahaan tersebut. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan merupakan rencana tertulis yang dianggarkan oleh perusahaan untuk memperlancar dan melangsungkan proses operasional atau aktivitas produksi perusahaan. Biaya merupakan semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

2.5.1 Pengertian Biaya

Menurut Hansen dan Mowen (2004:40), pengertian biaya adalah sebagai berikut :

“Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.”

Pengertian lain tentang biaya menurut Mulyadi (2005:8) adalah :

“Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.”

Adapun pengertian biaya menurut Anak Suryo (2006:24) adalah sebagai berikut :

“Harta atau jasa-jasa yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam satu periode atau dengan kata lain merupakan harta perolehan yang habis dipakai untuk menghasilkan pendapatan.”

2.5.2 Klasifikasi Biaya

Penggolongan biaya menurut Anak Suryo (2006:25) dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya adalah :

1. Harga Pokok Penjualan

Merupakan semua pengeluaran dan beban yang dikeluarkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual.

2. Biaya Usaha/Operasi

Jenis biaya ini dibagi dalam dua golongan, yaitu : a. Biaya Penjualan

Seluruh biaya yang masuk dalam kelompok ini adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan penjualan barang atau jasa.

Misal : Biaya Promosi, Periklanan, dan lain-lain.

b. Biaya Umum dan Administrasi

Biaya yang dikeluarkan untuk bagian-bagian umum atau lebih pada bagian administrasi. Misal : Biaya Pembelian ATK, Gaji Pegawai, Listrik dan lain-lain.

3. Biaya Lain-lain.

Bagian ini dimuat untuk menampung segala perhitungan yang tidak ada dalam biaya sebelumnya misalnya saja biaya bunga pinjaman atau kerugian-kerugian akibat penjualan aktiva tetap seperti kendaraan atau alat-alat.

Menurut Mulyadi (2005:13), biaya dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara untuk keperluan data yang dapat memenuhi kebutuhan dan dasar tujuan yang hendak dicapai oleh manajemen perusahaan, diantaranya adalah : 1. Biaya menurut objek pengeluaran

Dalam penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya.

2. Biaya menurut kegiatan utama perusahaan a. Biaya Produksi

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual.

b. Biaya Pemasaran

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.

c. Biaya Administrasi dan Umum.

Merupakan biaya untuk kegiatan selain pemasaran dan produksi, yaitu biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

3. Biaya menurut periode akuntansi

Biaya yang dikeluarkan atas dasar jangka waktu manfaatnya, dibagi menjadi dua yaitu :

a. Pengeluran Modal (Capital Expenditure)

Merupakan pengeluaran yang manfaatnya lebih satu periode akuntansi.

b. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)

Merupakan pengeluaran yang manfaatnya kurang dari satu periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.

4. Biaya menurut volume produksi dan penjualan

Biaya yang dikeluarkan dalam hubungannya dengan volume produksi atau penjualan terdiri dari :

a. Biaya Variabel (Variable Cost)

Merupakan biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh perubahan aktivitas perusahaan.

b. Biaya Semi Variabel (Semi Variable Cost)

Merupakan biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan aktivitas perusahaan.

c. Biaya Semi Tetap (Semifixed Cost)

Merupakan biaya tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

d. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Merupakan biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh perubahan aktivitas perusahaan.

5. Biaya menurut objek biaya

Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai atau setiap item dimana biaya diukur dan dibebankan, yang dikelompokkan menjadi dua golongan :

a. Biaya Langsung (Direct Cost)

Yaitu biaya yang dapat diikuti jejaknya pada produk atau item lain. Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.

b. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)

Yaitu biaya yang tidak dapat diikuti jejaknya pada pada pusat produk atau item lainnya. Biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai.

Dalam dokumen BAB II BAHAN RUJUKAN (Halaman 29-35)

Dokumen terkait