• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

Dalam dokumen Analisis Perekonomian Daerah 2016 (Halaman 69-80)

II. PERKEMBANGAN KEUANGAN DAN PERBANKAN

2.2 ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

Seiring dengan tumbuhnya perekonomian daerah, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat total anggaran pendapatan daerah tahun 2015 sebesar 1,86 triliun rupiah, meningkat 13,50 persen dari total anggaran pendapatan daerah setelah perubahan tahun 2014 sebesar 1,64 triliun rupiah. Peningkatan anggaran belanja bahkan lebih tinggi dari peningkatan anggaran pendapatan yaitu 17,68 persen dengan nilai anggaran belanja yang semula 1,75 triliun rupiah pada tahun 2014 menjadi 2,06 triliun rupiah pada tahun 2015.

Gambar 2.1.

Perkembangan APBD Kabupaten Ponorogo Tahun 2011-2015 (Miliar Rupiah)

1. 064 ,98 1. 267 ,17 1. 642 ,60 1. 864 ,34 1. 112 ,16 1. 321 ,64 1. 489 ,72 1. 754 ,05 2. 064 ,17 1. 425 ,89 2011 2012 2013 2014 2015 Pendapatan Belanja

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

Total anggaran pendapatan daerah Kabupaten Ponorogo tahun 2015 adalah 1,86 triliun rupiah atau meningkat 13,50 persen dibandingkan anggaran pendapatan setelah perubahan tahun 2014 yang sebesar 1,64 triliun rupiah. Anggaran dana penyesuaian dan otonomi khusus tahun 2015 (393,27 milyar rupiah) mengalami peningkatan 53,09 persen dibanding tahun sebelumnya (256,88 milyar rupiah).

Tabel 2.1.

Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014-2015 Uraian APBD Th. 2014 (Juta Rp.) APBD Th. 2015 (Juta Rp.) Perubahan 2014-2015 (%) Pendapatan Daerah 1.642.602,25 1.864.357,38 13,50

Pendapatan Asli Daerah 166.946,34 199.120,66 19,27

Pajak Daerah 37.999,70 43.604,70 14,75

Hasil Retribusi Daerah 12.862,24 13.491,73 4,89 Hasil Kekayaan Daerah Yang

Dipisahkan

1.381,52 1.334,02 -3,44 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 114.702,88 140.690,21 22,66

Dana Perimbangan 1.089.540,55 1.159.244,32 6,40

Dana Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak

53.060,96 76.731,62 44,61 Dana Alokasi Umum 970.788,12 993.319,10 2,32 Dana Alokasi Khusus 65.691,47 89.193,60 35,78

Lain-lain Pendapatan Yg Sah 386.115,36 505.992,40 31,05

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

79.153,80 88.678,11 12,03

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

256.881,66 393.265,94 53,09 Bantuan Keuangan dari Provinsi

atau Pemerintah Daerah Lainnya

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak juga dianggarkan meningkat 44,61 persen dibandingkan tahun 2014. Sementara bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya dianggarkan lebih rendah dari tahun sebelumnya dengan penurunan sebesar 51,98 persen.

Gambar 2.2.

Proporsi APBD Kabupaten Ponorogo Tahun 2014 dan 2015 (%)

Struktur pendapatan daerah Kabupaten Ponorogo tahun 2015 didominasi oleh Dana Perimbangan dengan porsi 62,18 persen dari total anggaran pendapatan pada tahun 2015, menurun dibanding tahun 2014 (66,33 persen). Dana perimbangan yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) masih menjadi sumber pendapatan terbesar dengan proporsi sebesar 53,28 persen terhadap total anggaran pendapatan Kabupaten Ponorogo tahun 2015, lebih rendah dibandingkan proporsi tahun 2014 yang tercatat sebesar 59,10 persen.

10,16 66,33 23,51

2014

10,68 62,18 27,14

2015

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah memperoleh proporsi anggaran yang lebih kecil. PAD dianggarkan sebesar 199,12 milyar rupiah atau 10,68 persen dari anggaran pendapatan daerah, dan anggaran lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dianggarkan sebesar 505,99 milyar rupiah atau 27,14 persen dari anggaran pendapatan daerah.

2.2.2 Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo

Tabel 2.2.

Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014-2015 Uraian APBD Th. 2014 (Juta Rp.) Realisasi 2014 (%) APBD Th. 2015 (Juta Rp.) Realisasi 2015 (%) Pendapatan Daerah 1.704.809,25 103,79 1.866.887,09 100,14

Pendapatan Asli Daerah 198.730,42 119,04 210.712,99 105,82

Pajak Daerah 44.956,56 118,31 50.895,23 116,72 Hasil Retribusi Daerah 12.937,65 100,59 13.035,83 96,62 Hasil Kekayaan Daerah Yang

Dipisahkan

985,45 71,33 1.001,20 75,05 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 139.850,77 121,92 145.780,73 103,62

Dana Perimbangan 1.099.675,84 100,93 1.144.291,37 98,71

Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

63.196,25 119,10 61.758,66 80,49 Dana Alokasi Umum 970.788,12 100,00 993.319,11 100,00 Dana Alokasi Khusus 65.691,47 100,00 89.213,60 100,02

Lain-lain Pendapatan Yg Sah 406.402,99 105,25 511.882,73 101,16

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

96.515,19 121,93 93.212,12 105,11

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

254.715,66 99,16 394.572,26 100,33 Bantuan Keuangan dari Provinsi

atau Pemerintah Daerah Lainnya

Realisasi anggaran pendapatan daerah Kabupaten Ponorogo tahun 2015 mencapai 100,14 persen dari rencana anggaran, lebih rendah dibanding realisasi pendapatan tahun sebelumnya sebesar 103,79 persen. Berdasarkan kelompoknya, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatat persentase tertinggi yaitu 105,82 persen dari yang direncanakan.

Sumber PAD yang mencatat realisasi tertinggi adalah pajak daerah dengan persentase mencapai 116,72 persen. Pajak daerah meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta pajak mineral bukan logam dan batuan. Penerimaan pajak terbesar berasal dari pajak bumi dan bangunan (42,29 persen) serta pajak penerangan jalan (33,58 persen).

Realisasi PAD terbesar selanjutnya adalah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang antara lain meliputi hasil penjualan, pemanfaatan atau pendayagunaan aset daerah yang tidak dipisahkan, penerimaan jasa giro, pendapatan bunga deposito, pendapatan dari pengembalian atas belanja daerah yang melampaui batas waktu pengembalian, pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pendapatan dari dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta pendapatan lainnya dengan persentase sebesar 101,16 persen.

Sementara penerimaan PAD dari retribusi daerah mencatat realisasi hanya 96,62 persen dari rencana APBD. Penerimaan dari sektor retribusi ini sebagian besar berasal dari retribusi pelayanan kesehatan (28,97 persen), retribusi

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

persen), retribusi tempat pariwisata (6,11 persen) dan retribusi parkir di tepi jalan umum (5,85 persen).

Gambar 2.3.

Realisasi APBD Kabupaten Ponorogo Tahun 2014 dan 2015 (%) 119 ,04 100 ,93 105 ,82 98,71 101 ,16 105 ,25 Pendapatan Asli Daerah

Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah 2014 2015

2.2.3 Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo

Anggaran Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada tahun 2015 sebesar 2,06 triliun rupiah atau meningkat 17,68 persen dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 1,75 triliun rupiah. Berdasarkan kelompoknya, kelompok Belanja Langsung dianggarkan sebesar 713,61 miliar rupiah atau meningkat 17,40 persen dibandingkan tahun 2014 (607,86 miliar rupiah). Demikian pula dengan Belanja Tidak Langsung yang dianggarkan 1,35 triliun rupiah atau meningkat 17,83 persen dibanding tahun sebelumnya (1,15 triliun rupiah).

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014-2015 (Juta Rupiah)

Uraian APBD Th. 2014 (Juta Rp.) APBD Th. 2015 (Juta Rp.) Perubahan 2014-2015 (%) Belanja Daerah 1.754.050,97 2.064.166,51 17,68

Belanja Tidak Langsung 1.146.194,69 1.350.553,66 17,83

Belanja Pegawai 1.003.448,30 1.054.487,43 5,09

Belanja Hibah 32.157,48 56.907,61 76,97

Belanja Bantuan Sosial 12.836,42 9.463,07 -26,28 Belanja Bagi Hasil kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

1.620,08 5.861,03 261,77

Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

92.132,41 201.431,23 118,63

Belanja Tidak Terduga 4.000,00 22.403,29 460,08

Belanja Langsung 607.856,28 713.612,85 17,40

Belanja Pegawai 73.953,11 66.980,01 -9,43

Belanja Barang dan Jasa 320.424,35 279.042,05 -12,91

Belanja Modal 213.478,82 367.590,79 72,19

Berdasarkan sub kelompoknya, proporsi Anggaran Belanja Tidak Langsung Kabupaten Ponorogo didominasi oleh belanja pegawai yang diperuntukkan untuk pembayaran gaji pegawai dengan kontribusi mencapai 78,08 persen. Persentase tersebut menurun dibanding tahun 2014 yang sebesar 87,55 persen. Komposisi demikian masih kurang ideal bagi perkembangan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Ponorogo, karena belanja tidak langsung pegawai akan habis digunakan untuk konsumsi masyarakat. Hal itu tidak memacu pertumbuhan ekonomi pada sektor lainnya, berbeda halnya dengan belanja modal. Kontribusi terbesar kedua adalah belanja bantuan keuangan kepada pemerintah desa (14,91 persen) dengan nilai anggaran 201,43 milyar rupiah.

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

Proporsi Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014-2015 (%)

Uraian APBD Th. 2014 APBD Th. 2015

Belanja Tidak Langsung 65,35 65,43

Belanja Pegawai 87,55 78,08

Belanja Hibah 2,81 4,21

Belanja Bantuan Sosial 1,12 0,70

Belanja Bagi Hasil kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

0,14 0,43

Belanja Bantuan Keuangan kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

8,04 14,91

Belanja Tidak Terduga 0,34 1,67

Belanja Langsung 34,65 34,57

Belanja Pegawai 12,17 9,39

Belanja Barang dan Jasa 52,71 39,10

Belanja Modal 35,12 51,51

Pada kelompok anggaran Belanja Langsung tahun 2015, jenis anggaran belanja modal mendominasi dengan persentase sebesar 51,51 persen, disusul belanja barang dan jasa (39,10 persen) dan belanja pegawai (9,39 persen). Peningkatan persentase belanja modal (dari 35,12 persen menjadi 51,51 persen) mencerminkan perhatian pemerintah daerah untuk mengakselerasi perekonomian, mengingat belanja modal merupakan komponen belanja pemerintah yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian.

Persentase anggaran belanja barang dan jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (dua belas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan kegiatan (kebutuhan operasional) justru menurun dari 52,71 persen menjadi 39,10 persen. Sementara persentase anggaran belanja langsung pegawai terhadap total belanja langsung juga menurun dari 12,17 persen menjadi 9,39 persen.

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo

2.2.4 Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo

Realisasi belanja daerah Kabupaten Ponorogo pada tahun 2015 hanya 91,80 persen dari APBD, masih lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2014 yang sebesar 92,73 persen. Berdasarkan kelompoknya, realisasi tertinggi terjadi pada kelompok belanja tidak langsung yaitu 94,28 persen. Realisasi tertinggi pada kelompok ini adalah belanja bantuan keuangan kepada pemerintah desa yang mencapai 99,96 persen. Sementara penyerapan terendah pada kelompok belanja tidak langsung adalah jenis belanja hibah yaitu 78,39 persen dari rencana.

Tabel 2.5.

Realisasi Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014-2015 (Juta Rupiah)

Uraian APBD Th. 2014 (Juta Rp.) Realisasi 2014 (%) APBD Th. 2015 (Juta Rp.) Realisasi 2015 (%) Belanja Daerah 1.626.511,37 92,73 1.894.974,87 91,80

Belanja Tidak Langsung 1.067.629,55 93,14 1.273.278,95 94,28

Belanja Pegawai 947.134,07 94,39 1.008.658,32 95,65 Belanja Hibah 13.701,04 42,61 44.610,25 78,39 Belanja Bantuan Sosial 10.817,42 84,27 9.029,73 95,42 Belanja Bagi Hasil kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

1.536,25 94,83 5.606,41 95,66

Belanja Bantuan Keuangan kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

90.834,88 98,59 201.346,85 99,96

Belanja Tidak Terduga 3.605,89 90,15 4.027,39 17,98

Belanja Langsung 558.881,83 91,94 621.695,91 87,12

Belanja Pegawai 72.845,25 98,50 58.461,92 87,28 Belanja Barang dan Jasa 309.052,87 96,45 239.064,67 85,67 Belanja Modal 176.983,72 82,90 324.169,33 88,19

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo (data diolah)

juga lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2014 yaitu 91,94 persen. Penyerapan tertinggi dicapai oleh belanja modal yang mencapai 88,19 persen, jauh lebih tinggi daripada penyerapan tahun 2014 yang hanya 82,90 persen. Kemudian penyerapan belanja pegawai dan belanja barang/jasa masing-masing adalah 87,28 persen dan 85,67 persen.

Gambar 2.4.

Realisasi Anggaran Belanja Kabupaten Ponorogo Tahun 2014 dan 2015 (%)

93,15 94,28 91,94

87,12

Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung 2014 2015

Secara umum realisasi belanja tahun 2015 menunjukkan kinerja yang kurang baik dibandingkan tahun sebelumnya. Rendahnya penyerapan anggaran belanja barang dan jasa yang memegang komposisi 13,52 persen dalam APBD Kabupaten Ponorogo menyebabkan rendahnya pencapaian realisasi. Namun perlu dicermati bahwa terjadi perbaikan kinerja yang cukup signifikan dalam hal penyerapan anggaran belanja modal. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ponorogo yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo (data diolah)

2.2.5 Rasio Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo

Rasio pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo masih jauh dari kondisi ideal. Ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana perimbangan sebagai sumber pendapatan masih cukup tinggi, mencapai 61,29 persen pada tahun 2015. Sementara sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya mampu berkontribusi sebesar 11,29 persen. Hal ini menunjukkan kurangnya kemandirian daerah dalam membiayai kegiatan pembangunan di daerahnya.

Bahkan rasio PAD terhadap total pendapatan mengalami sedikit penurunan dari 11,66 persen pada tahun 2014 menjadi 11,29 persen pada tahun 2015. Penurunan rasio PAD diimbangi dengan peningkatan pada rasio lain-lain pendapatan yang sah. Sementara rasio dana perimbangan terhadap total pendapatan menurun dari 64,50 persen menjadi 61,29 persen pada tahun 2015.

Gambar 2.5.

Rasio Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014 dan 2015 (%)

11,66 11,29

64,50 61,29

2014 2015

Sumber: DPPKAD Kabupaten Ponorogo (data diolah)

2.2.6 Rasio Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo

Sementara rasio belanja daerah Kabupaten Ponorogo menunjukkan arah yang lebih baik. Tercatat rasio belanja pegawai terhadap total belanja Kabupaten Ponorogo menurun dari 62,71 persen pada tahun 2014 menjadi 56,31 persen pada tahun 2015. Demikian pula halnya dengan rasio belanja modal yang menunjukkan peningkatan signifikan dari 10,88 persen pada tahun 2014 menjadi 17,11 persen pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan infrastruktur meningkat.

Gambar 2.6.

Rasio Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2014 dan 2015 (%)

10,88 17,11

62,71

56,31

2014 2015

Belanja Modal/Total Belanja Belanja Pegawai/Total Belanja

Dalam dokumen Analisis Perekonomian Daerah 2016 (Halaman 69-80)

Dokumen terkait