• Tidak ada hasil yang ditemukan

'.t

Pimpinan dan forum Pansus yang saya hormati.

F.PDIP mengajukan usul perubahan disini sebagai penambahan yaitu butir b.

kami bacakan saja setelah perubahan "memiliki pengurus lengkap sekurang-kurangnya di 2/3 (dua pertiga) dari jumfah provinsi yang tersebar di tiga wilayah waktufdonesia. Kemudian keterangan penambahan pada bagian Penjelasan Pasal 13 A'lff:f 1 huruf b tentang tiga wilayah waktu Indonesia, jadi WIB, Waktu Indonesia Teng~ dan Waktu Indonesia Timur.

20

I

I.

I~

I I Ii I I

1-,, 1

1.

1.

1~

,~

I I I

I~

I

Yang menjadi argumen F.PDIP yang penting adalah yang jelas ini bukan wilayah politik tapi hanya semata-mata tekhnis. Kemudian yang kedua adalah dalam rangka bahwa pemilu ini juga paling tidak dengan partai adalah untuk memperkuat dedikasi nasional.

Demikian Pak Ketua, terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih dari F.PDIP.

Dari F.PPP keterangan mohon penjelasan, kami persilakan.

ANGGOTA F.PPP {DRS. H. ANWAR MALIK):

Baiklah Pak Menteri Pimpinan Pansus dan Anggota Pansus.

Kami ingin penjelasan mengenai dasar perhitungan 2/3 dari jumlah provinsi itu, apakah ini sudah dianggap mewakili secara nasional, ini kami ingin penjelasan.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, berikutnya F.TNl/Polri.

ANGGOTA F.TNl/POLRI (SYAMSUL MA'ARIF, M.Si):

Pak Ketua dan Bapak Mendagri.

Untuk usu I F. TNl/Polri kami cabut dengan alasan hahwa sebetulnya kami ada ralat ini masalah teknis, yang juga termasuk nanti pada DIM Nomor 84, ada beberapa sebenarnya waktu itu tapi karena ini sudah dicetak nanti akan kami sampaikan lagi.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih dari F.TNl/Polri. F.KKI ijin, sehingga mohon persetujuannya untuk kita bisa melewati ini atau perlu dilakukan pembahasan. Kami persilakan dari pemerintah.

PEMERfNTAH {HARi SABARNO) :

Terima kasih Pimpinan Pansus. •

Kami memberikan penjelasan bawah dengan lingkup 2/3 dari jumlah propinsi itu sudah bisa di persepsikan bisa mewakili secara nasional dan dia bisa menyebar ke 3 wilayah, sebab kalau kita bicara wilayah ini kan zona waktu bukan zona politik pak, sebab kalau itu betul-betul di bagi 3 kabupaten kota provinsi yang ada di wilayah barat wilayah Indonesia Tengah dan Timur itu sebenarnya tidak seimbang, sehingga dengan kita akumulasikan ~3 dari jumlah provinsi yang ada itu sudah bisa memberikan representasi bahwa se'cara nasional berarti sudah terbentuk secara nasional. Jadi itu pemikiran dari Pemerintah sehingga kalau kami kaitkan dengan usulan dari F.PDIP.

KETUA RAPAT :

Maaf sebentar Pak Menteri.

' Jadi hanya memberikan penjelasan terhadap tadi dari F.PPP. Berkenaan dengan masalah 2/3. Jadi belum menanggapi usulan dari fraksi.

21

..

I

i

I.

1.

I I •

, I.

I I

1~

1-1

'I

1.

1.

'1

1 ·

I I I I.

PEMERINTAH (HARi SABARNO) :

Baik, jadi karena ini juga yang minta dijelaskan yang mana kan apa 2/3 nya apa yang lain, jadi karena ini penjelasan maka akhirnya kami melebar, jadi mestinya kalau minta penjelasan dalam hal apa kan begitu, penjelasan kan akhirnya luas.

Jadi dengan 213 itu lah kita mengharapkan itu sudah merupakan representasi dari wilayah secara nasional.

Terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih Pak Menteri.

Berikutnya kami berikan kesempatan untuk fraksi-fraksi menanggapi usulan yanag disampaikan oleh F.PDIP dan F.KKI. Baik kami persilakan kepada F.PG .

ANGGOTA F.PG {IR. RULL Y CHAIRUL AZWAR):

Kami beranggapan dengan 2/3 dicantumkan sudah bisamewakili penyebaran, karena kalau kita menambahkan tiga unsur waktu rnemang ada komplikasi tekhnis lagi nanti 2/3 di barat itu yang mana yang timur maria jadi mesti ada penjelasan lagi.

Saya pikir 213 sudah cukup representatif untuk menunjukkan bahwa mayoritas penyebarannya sudah diakui.

T erima kasih.

KETUA RAPAT : Terifna kasih dari F.PG.

Berikutnya F.PPP.

ANGGOTA F.PPP (DRS. H. AKHMAD MUQOWAN):

Baiklah dengan penjelasan Bapak Menteri tadi kami sepakat dengan rumusan pada huruf b, jadi tetap.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih.

F.PKB.

ANGGOTA F.PKB (DRS. SUSONO YUSUF):

Saya kira sudah cukup jefas 2/3 itu berbasis kepada komitmen dari presentasi nasional, sedangkan penambahan kalau boleh saya merespon kawan dari F.PDIP sebenarnya dengan menyebut jumlah provinsi itu sudah wilayah yang secara intern tercakup di dalam provinsi itu. Kita setuju tetap.

Terima kasih.

KETUA RAPAT : Terima kasih.

Berikut dari F.REFORMASI.

22

••' 'f

I I.

1-I·

I

I

I

I_

I

I

1-I

·1

1.

: 1-1· ,.

I I

I

I

I.

.1

.,. ANGGOTA F.REFORMASI (IR. SAMUEL KOTO):

lni ada beberapa hal yang kami ingin tanyakan karena ini berkaitan dengan kalau yang mereka buat pemilu yang 1999 sudah memenuhi 2% threshold apakah akan dikenakan ini apa tidak, itu pertanyaannya.

Yang kedua 2/3 ini apakah untuk sesuatu yang diberlakukan untuk yang tidak 2% karena ini pertanyaan, kalau ini seandarinya partai politik 2% yang sudah me~capai 2% 1999 tentu mereka akan merespon lain kalau ini diberlak~kan terhadap mereka, bisa-bisa mereka tidak lolos disini tapi partai baru yang belum Jelas ujung cerita ~w:sinya diloloskan. Jadi menurut saya ada baiknya ~ita membagi 2 .so:I ini. Saya kira'J,fu, yang 2% dianggap kliir otomatis masuk yang t1dak memenuh1 2 Yo

baru kita perlakukan dengan istilah apa 2/3 dan ini akan berkaitan dengan pasal peralihan tidak bisa kita putus disini.

Satu la~ soal pengertian pengurusan lengkap itu juga harus dijelaskan apakah pengurus harian saja lengkap, itu kan setiap partai beda-beda departemennya, kalau di PDIP kan sangat besar departemennya banyak sekali, tapi kan partai yang kecil departemennya sedikit karena pengurus sedikit, apakah itu dibilang tidak lengkap kalau dibandingkan dengan PDIP, mungkin ada batasan · kuantitatif soal ini.

Te rim a kasih.

KETUA RAPAT :

Baik, ada dua tadi pertanyaan tapi kita pending dulu kita berikan kesempatan kepada F.PDU. Untuk menanggapi usulan dari F.PDP dan F.KKI.

ANGGOTA F.PDU (SAYUTI RAHAWARIN):

Kami untuk sementara menyetujui konsep yang diajukan pemerintah.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih.

Kami berikan kesempatan kepada Pemerintah dan kemudian mohon tadi juga ada pertanyaan dari F.Reformasi. Pertama mengenai 2/3 dan kemudian kedua berkaitan dengan pengurus lengkap. Kami persilakan,

PEMERINTAH (HARi SABARNO) : Terima kasih Pimpinan Pansus.

Pengurus lengkap tentu tiap-tiap partai politik jumlah kuantitatifnya tentu tidak sama, tetapi kalau pengertian pengurus lengkap itu mesti ada unsur-unsur, unsur ketua umum atau presiden, terus ada wakilnya atau sekjennya atau sekretaris, kemudian biro atau bidang apa, tentu kita tidak bisa mengikat secara kuantitatif tetapi bukan persoalan pengurus harian atau lengkap, tapi yang panting bahwa biasa sebagai suatu organisasi kalau mempunyai kepengurusan ada salah satu organisasi kan ada, di dalam organisasi apapun termasuk organisasi politik tentu tidak bisa asal saja begitu. Jadi pengertian lengkap unsur-unsur fungsi-fungsi dalam suatu organisasi itu terwakili, bukan soal berapa departemen berapa biro dan seterusnya itu tidak, jadi itu pengertiannya yang lengkap.

Sedangkan yang 2/3 ini saya belum paham ini saya suruh menjelaskan lagi angka 2/3nya atau representasi dari satu wilayah. Sekarang kaitannya dengan usulan dari F.PDIP, karena Indonesia ini kan pembagian secara administrasi kewi,.ahan dan poltiknya tidak dibagi dalam barat tengah timur, yang dibagi itu

$IJ

23

• • . • ',!

.

.

I , I

1-, I·

, I I

I_

I ',I

, I·

1-1

·1 I

•·t 1- f

I , I

I

I

, I I.

hanya waktu, sehingga ada ketidakseimbangan sebenarnya jumlah provinsi kabupaten kota di masing-masing wilayah waktu itu, sehingga nanti apabila nanti diturunkan ke 2/3 di wilayah barat wilayah tengah dan wilayah timur dalam zona waktu itu nanti akan menemui kesulitan di dalam juga penghitungan. Jadi kami mengharapkan dengan 213 itulah sudah representasi secara nasional.

lni ada di dalam tambahan kami sedikit mengenai yang dimaksud pengurus lengkap partai politik peserta pemilu ini ada yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara itu minimalnya ada.

Persyaratan jumlah pengurus tersebut untuk menunjukkan bahwa partai politik yang mer;ijadi partai politik peserta pemilu secara nyata memiliki jaringan organisasi dan basts keanggotaan yang representatif di sebagian besar wilayah negara kesatuan RI. Jadi di dalam Pasal 14 ini Penjelasannya ada mengenai pengertian lengkap, jadi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara, tentu yang partainya menggunakan istilah presiden ya konotasinya ketua itu, jadi kan ada yang membuat nama presiden partai setara.

Kembali kepada wilayah itu tengah itu paling sediklt, tengah ltu Bali Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, NTB. Barat itu cukup besar dari Nangru Aceh Darusalam sampai OIY, Jateng, Jatim ini 16, kalau dikalikan 2/3 ada 11 disitu, kalau Tengah ini cuma ada 6, kali 2/3 berarti 4 propinsi, kalau di Timur itu ada 9, dari NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulsel, Gorontalo itu ada 9, jadi kalau 213nya berarti 6. Nanti akan susah kalau tiap-tiap wilayah waktu. Jadi kita akumulasikan dari 30 itu berarti harus ada 20 provinsi, dimana pengelompokannya tidak menjadi persoalan.

Demikian, terima kasih.

KETUA RAPAT :

Dokumen terkait