Teri ma kasih Pimpinan,
Sebelum sampai kepada pembahasan DIM Nomor 52, ataupun kita memasuki DIM Nomor 52 perlu kami ingatkan kembali bahwa sebelumnya pada DIM Nomor 19 kami mengusulkan ada point tambahan mengenai tugas Bank Indonesia yakni mengatur dan melakukan tug as pengawasan pad a point "b". Karena kita sepakat bahwa mengenai DIM 19 akan dilakukan lobby khusus untuk itu maka kalau belum dilakukan kita belum bisa memasuki DIM Nomor 52 ini. Karena keputusan lobby kan belum sepakat apakah dia tugas pengawasan akan built in atau diluar struktur dari Bank Indonesia itu sendiri. Oleh karenanya kalau memang kita sepakat untuk itu, pembicaraan mengenai DIM Nomor 52 dapat kita pending terlebih dahulu sampai kepada lobi khusus yang kita inginkan atau bisa saja ini akan kita lanjutkan dengan asumsi apakah nantinya kita sepakat inheern tugas pengawasan di Bl atau
tidak, ini space untuk itu kita siapkan. Space untuk tugas pengawasan kita siapkan.
Kalaupun tidak ya kita tetap lanjutkan seperti ini.
Demikian pend a pat kami Pimpinan.
Teri ma kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada FPP. Kesepakatan terdahulu mengatakan bahwa kemungkinan penambahan Bab kemudian struktur dari RUU ini itu secara keseluruhan akan akan dibahas tersendiri. Sekarang yang terkait masalah-masalah yang substansi dan menjadi bah an bahasan termasuk isi-isinya ini. Jadi mungkin kita lanjutkan saja kepada DIM Nomor 52 itu dengan asumsi bahwa kita sekarang ini membicarakan masalah tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Babnya nomor berapa, nanti kita bicarakan belakangan setlah selesai secara keseluruhan dan itu diserahkan kepada Timus dan Tim Sinkronisasi nantinya.
Saya kira demikian tambahan penjelasan untuk kemudian dari Fraksi lain ini tetap.
Dengan demikian judul Babnya itu masih kosong, tetapi judulnya adalah tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Setuju ?
(RAPAT : SETUJU ) :
Kita lanjutkan kepada DIM Nomor 53 Pasal 1 5.
"Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf "b" Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan sistem pembayaran". Dengan catatan huruf "b" nanti masih tentatif, bisa "b", bisa "c"
tinggal peletakannya nanti kalau memang ada perubahan dalam Pasal 5.
lni tidak dimasalahkan, kita langsung kepada isinya, esensinya saja.
Saya silakan kepada FABRI
ANGGOTA FABRI (SOEYANTO, SK, MBA) :
Usul perubahan dari FABRI pada dasarnya mempertegas mengenai tugas itu.
Jadi lengkapnya saya bacakan : "Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b, Bank Indonesia dan seterusnya ... "
Jadi titik tolaknya hanya untuk mempertegas tugas tadi yaitu tugas itu adalah dalam rangka mengatur tadi. Jadi "tugas" diganti dengan "mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran."
ltu konkordan dengan Pasal 10.
Demikian Bapak Ketua, terima kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada FABRI,
· Silakan FKP
ANGGOTA FKP {DRS. PASKAH SUZETTA) :
Terima kasih Pimpinan,
FKP dengan catatan terlebih dahulu bahwa kita berpegang kepada "a, b"
Pasal 5 huruf "a" dan "b", bahwa kami mengusulkan perubahan yaitu setelah kata
"tugas" ditambahkan dengan kata "pokok". Karena pertimbangan kami disamping dua tugas pokok daripada Bank Indonesia, Bank lndonesiapun mempunyai tugas-tugas lainnya. Dimana setelah perubahan pada Pasal 15 bunyinya :"Dalam rangka melaksanakan tugas pokok sebagimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b, Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan sistem pembayaran".
Teri ma kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada FKP, Silakan FPP
ANGGOTA FPP {DRS. IRGAN CHAIRUL MAHFIZ) :
Terima kasih Pimpinan,
Kami pada DIM Nomor 53 ini kami tempatkan usulannya pada di DIM Nomor 75. Pada DIM Nomor 75 konkordan dengan naskah RUU kami adakan perubahan, ada usul perubahan disana, FPP menawarkan supaya kalimat, pengkalimatan di ayat ( 1) ini lebih tegas sebagai berikut : " Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan sistem pembayaran". Karena secara implisif pelaksanaan tugas sudah merujuk pada judul Bab.
Jadi lebih tegas kami sampaikan kalimatnya seperti yang telah kami sebutkan demikian tadi.
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih,
Jadi DIM dari FPP bisa kita lihat di DIM Nomor 75.
Selanjutnya FPDI
ANGGOTA FPDI (NICO DARYANTO) :
Yang disampaikan oleh ABRI ini menegaskan. Jadi kalau menegaskan betul-betul menjadi tegas dan memperbaiki tidak ada masalahnya. Tetapi menurut FPDI yang dikatakan melaksanakan tugas itu sudah cukup karena sudah merever juga dalam Pasal 5 b khususnya.
Lalu yang dari FKP saya tidak menemukan kata "pokok" di dalam Pasal
5
ini.Pasal 5 huruf "b" itu tidak ada "masalah tugas pokok".
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada FPDI,
Selanjutnya saya teruskan kepada Pemerintah, Disilakan Pak
PEMERINTAH (MENTERI KEUANGAN) :
Kami melihat bahwa sebetulnya rumusan sudah cukup jelas yaitu dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Padal 5 huruf "b" itu sudah menunjuk secara khusus. Kemudian dengan ditunjuk secara khusus itu menjadi jelas dasar dari kewenangan untuk menetapkan dan melaksanakan sistem pembayaran.
Demikian.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada Pemerintah, Saya kembalikan kepada FABRI
ANGGOTA FABRI (SOEYANTO, SK, MBA) :
Saya mohon dibuka halaman 17, DIM Nomor 33 Pasal 10.
Jadi saya bacakan selintas :"Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter sebagaimana dimaksud ... ".
Mengapa kita kaitkan kesini, ini kaitannya dengan konsistensi. Jadi dengan demikian kalau tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter pada halaman 17 itu, maka bunyi Pasal 10-nya :
"Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter", Pasal 5 juga.
Tetapi yang terpenting di sini adalah adanya konsistensi dan penegasan, jadi persoalan yang lain-lain tidak kita pertimbangkan, tetapi masalah kosistensi yang penting. Sehingga dengan demikian maka FABRI merasa bahwa untuk konsistensi perubahan ini perlu dilakukan.
Kedua menanggapi tugas pokok, pada waktu terdahulu pernah kami tegaskan, bahwa organisasi itu mencapai tujuan. Dalam organisasi perlu dirumuskan tugas pokok, fungsi dan tugas-tugas. Nah yang diambil di sini adalah hanya kata "tug as". Kita menyadari bahwa tadi tug as pokok dijabarkan pada fungsi, akhirnya muncul tugas ini, dalam kaitannya untuk mencapai tujuan.
Oleh karena itu penambahan pokok di sini, sebetulnya nanti pada pembahasan organisasi Bl yang paling tepat, apa tugas pokoknya, fungsinya, dan tugas-tugasnya, kita mengambil tugas-tugasnya.
Kemudian terhadap FPP yang langsung, nampaknya betul ya, singkat, tegas dan jelas. Namun juga tidak konsisten dengan yang didepannya. Jadi di sini hanya langsung saja, "Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan sistem pembayaran". Padahal konteks ini adalah dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem sistem pembayaran, jadi ini satu konteks yang perlu dikaitkan.
Kalau hanya terlepas sendiri, rasanya tidak tepat, demikian dari FABRI.
Teri ma kasih.
KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada FABRI.
Jadi mengacu kepada konsistensi, sistimatis, baik secara berfikir maupun di dalam penuangannya, maka sebaiknya juga mengacu kepada BAB sebelumnya, yaitu di Pasal 10 diutarakan seperti ini.
Kita lanjutkan kepada FKP.
ANGGOTA FKP (DRS. PASKAH SUZETTA) :
Terima kasih Pimpinan.
Saya ingin mengajak kepada kita sekalian sehubungan dengan tanggapan dari FPDI.
Pasal 11 BAB 11, bahwa di sini bisa ditemukan secara jelas BAB II ini adalah judulnya Tujuan dan Tugas Pokok. Maka bila kita masuk ke Pasal 5, di halaman 13, yang merupakan BAB II, itu adalah merupakan tugas pokok daripada Bl, sehingga kita masukkan ke dalam DIM FKP "dalam rangka melaksanakan tugas pokok".
ltu supaya antara judul dan isi nyambung, seperti usulan FKP pada DIM, halaman 23, DIM 23.
Jadi tolong dilihat ke sana, jadi ini bukan jalan dari langit turun ke sini, tetapi kita mengacu kepada apa yang sudah dirancang di dalam RUU ini, dan saya yakin membuat RUU ini dengan susah payah.
Selanjutnya FKP menunjuk langsung dalam melaksanakan tugas pokok, sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf b. Menanggapi apa yang disampaikan dalam DIM FABRI, supaya tidak berpanjang-panjangan mengulang-ulangi apa yang menjadikan tugas pokok, sehingga semua orang akan tahu dengan membaca Pasal 5 di huruf b. Sehingga kita tidak perlu mengulang-ulangi lagi di dalam Pasal 1 5 ini.
FPP kelihatannya dibuat secara mendadak, jadi itu patut direnungkan kembali apa yang disampaikan FPP.
Jadi demikian Pak Ketua, kami tetap pada DIM kami Pasal 15.
Teri ma kasih.
KETUA RAPAT:
Ada hal yang mungkin perlu klarifikasi ini, Pasal 5 ini kita sepakat untuk lobi, jadi belum ada kesimpulan kalau di sana yang tercantum tugas itu menjadi "tugas pokok" seperti usulan FKP. Dengan catatan atau dengan kata lain, ini maaf bukan menjawab sendiri, ini kita meluruskan saja.
Jadi yang dilakukan FKP tidak salah, karena merujuk kepada saran yang belum diputuskan itu. Akan tetapi di sini kita kembali dalam inti DIM yang sedang kita bahas, mungkin kita sementara pending dengan pengertian tugas pokok ini, ya istilah pokoknya, sementara digunakan adalah tugas.
INTERUPSI ANGGOTA FKP (DRS. PASKAH SUZETTA) :
lnterupsi Ketua.
KETUA RAPAT:
Silakan.