• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2. Anhua Long; Hui Zhang;

Beberapa Penelitian Remediasi Pasir Terkontaminasi Dengan Surfaktan yang telah dilakukan disajikan pada tabel 1.1 :

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu Remediasi Pasir Terkontaminasi dengan Surfaktan

No. Peneliti Judul Hasil

1. Christina S. Kanga; Han S. Kim; Jonghwa Kim Sung Mi Yun(2015)

Evaluation of soil flushing of complex contaminated soil: An experimental and modeling simulation study

Penghilangan logam berat (Zn dan Pb) dan minyak bumi (HPos) dari

kontaminasi tanah diuji oleh pencucian tanah. Adanya penghilangan 85,6% Zn, 62% Pb, dan 31,6% dari HPO.

2. Anhua Long; Hui Zhang; Yang Lei (2013)

Surfactant flushing remediation of toluene contaminated soil: Optimization with response surface methodology and surfactant

recovery by selective oxidation with sulfate radicals

Ketika surfaktan dilarutkan pada konsentrasi tinggi, monomer akan terakumulasi ke dalam kelompok, yang disebut ''misel''. Konsentrasi ini dikenal sebagai CMC.

3 Chenju Liang,

Cheng-Lin Hsieh(2015)

Evaluation of Surfactant Flushing for Remediating EDC-tar Contamination

Pembilasan merupakan metode yang efektif dan ekonomis karena merupakan proses in situ. 4 Hao Wang, Jiajun Chen(2012) Enhanced flushing of polychlorinated biphenyls contaminated sands using surfactant foam: Effect of partition coefficient and sweep efficiency

Sebagai jenis senyawa amfifilik memiliki konstanta dielektrik rendah, surfaktan dapat meningkatkan

kelarutan senyawa organik dengan menurunkan tegangan antarmuka

Hasil beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa logam berat dari pasir terkontaminasi berhasil terdesorpsi dengan peningkatan surfaktan pada batch system. Dalam studi ini penulis meninjau pengaruh variasi pengadukan shaker, konsentrasi surfaktan (SDS), terhadap kemampuan mencuci / remediasi pasir terkontaminasi pada batch system

1.2 Perumusan Masalah

Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah:

1. Bagaimana pengaruh variasi laju pengadukan shaking terhadap pencucian remediasi pasir terkontaminasi.

2. Bagaimana pengaruh konsentrasi SDS terhadap logam berat yang dihilangkan dari remediasi pasir terkontaminasi.

1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan:

1. Mempelajari pengaruh variasi laju pengadukan shaking terhadap pencucian/remediasi pasir terkontaminasi.

2. Mempelajari pengaruh konsentrasi SDS terhadap logam berat yang didesorpsi dari remediasi pasir terkontaminasi.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun Manfaat dari penelitian ini adalah

1. Mengetahui kemampuan pasir dalam mengadsorpsi logam Cd2+ pada kasus studi ini.

2. Mengetahui kemampuan surfaktan dalam mendesorpsi logam Cd2+ kontaminan.

3. Memberikan informasi mengenai teknologi remediasi dengan surfaktan pada batch system.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalah :

1. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proses Industri Kimia dan Laboratorium Operasi Teknik Kimia, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Bahan baku utama yang digunakan adalah pasir putih yang diperoleh dari Pantai Wisata di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara dan Larutan ion logam Cd2+ (kadmium) yang diperoleh dari Pembuatan Larutan Cd2+ dari padatan Cd(CH3COO)2.2H2O. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah propeller, kontainer plastik, shaker, saringan mesh 20, pH meter, gelas ukur, beaker glass 1 Liter, corong, erlenmeyer, neraca analitik, cawan, termometer, pipet tetes, cutter, statif dan klem.

3. Variabel – variabel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : A. Variabel tetap untuk kontaminasi pasir :

a) Ukuran mesh pasir : 20 mesh b) Berat pasir : 100 gram

c) pH : 4,5 [8]

d) Kecepatan pengadukan : 100 rpm [8] e) Lama pengadukan : 2 jam [8] f) Konsentrasi Larutan : 50 ppm

g) Suhu : 25 °C (298 K)

h) Volume larutan : 100 mL [8] B. Variabel tetap untuk pencucian pasir: a) Ukuran beaker glass : 1000 ml b) Berat pasir : 13 gram

1) Variabel berubah : Konsentrasi SDS dan Variasi Pengadukan Shaker a) Konsentrasi SDS : 0; 0,5; 1; 2 cmc

b) Variasi Pengadukan Shaker : 0;50; 100 rpm 4. Analisa yang dilakukan :

a. Analisa Atomic Adsorption Spectroscopy (AAS) b. Analisa pH dengan menggunakan pH meter

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan desorpsi dan interaksi antara pasir putih yang terkontaminasi ion logam (Cd2+) 50 ppm dengan variasi konsentrasi SDS dan variasi kecepatan rotasi shaker pada larutan SDS dengan pH 7. Konsentrasi SDS yang digunakan adalah 0; 0,5; 1 dan 2 CMC. Variasi kecepatan rotasi shaker yang digunakan adalah 0; 50 dan 100 Rpm. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap, yaitu perlakuan awal dengan melakukan kontaminasi pasir yang diawali dengan pencucian dan pengeringan hingga kondisi seragam. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran potensi kapasitas adsorpsi dengan sistem batch adsorption. Tahap kedua dilakukan tahap remediasi atau pencucian dengan SDS untuk meninjau kemampuan desorpsi dan interaksi antara SDS dan pasir putih yang terkontaminasi (Cd2+). Pengaruh konsentrasi SDS dalan me-remove atau mencuci ion logam Cd2+ terjadi peningkatan yang signifikan, disebabkan oleh adanya gaya mekanis rotasi shaker. Hasil removal terbesar terdapat pada saat konsentrasi SDS 2 CMC dengan kecepatan rotasi sebesar 100 Rpm, yaitu 10,01005% dan hasil removal terkecil berada pada konsentrasi 0 CMC dengan kecepatan rotasi 0 Rpm sebesar 3,462414%.

Kata kunci : adsorpsi, batch adsorption, ion kadmium (Cd2+), pasir putih, remediasi.

ABSTRAK

This study aims to determine the ability of desorption and the interaction between the white sand contaminated with metal ions (Cd2+) 50 ppm with SDS concentration variation and variation of the rotational speed of the shaker on SDS solution at pH 7. Te concentration of SDS used is 0;0.5;1; and 2 CMC. Variations in the speed of rotation shaker used are 0;50 and 100 Rpm. This study is divided into two steps : pretreatment by sand contamination that begins with washing and drying until the condition are uniform. The proceed with the measurement of the adsorption capacity potential by batch adsorption system. Second stage performed remediation phase or washing with SDS to review the desorption capabilities and interaction between SDS and white sand is contaminated (Cd2+). The concentration SDS infuence in removing or washing the metal ion (Cd2+) a signifant increase, caused by the the mechanical force by rotation shaker. The removal results contained in the current concentration cmc SDS 2 rotational speed of 100 Rpm, amounting to 10.01005% and the smallest removal is at concentration of 0 CMC with a rotational speed of 0 Rpm, amounted 3.462414%. Kata kunci : adsorption, batch adsorption, ion cadmium (Cd2+), remediation, white sand.

Dokumen terkait