• Tidak ada hasil yang ditemukan

Animasi Film Diponegoro The Movie

Bab V Implementa si Desain

5.3. Animasi Film Diponegoro The Movie

Gambar 5.4 Bumper Opnening

5.3.2 Scene Film Animasi Sce

ne

SCENE AUDIO DURASI KETERANGAN

1. Musik Instrument Narasi :

Pada tanggal 11 November 1785. Lahirlah seorang putra yang diberi nama Raden Mas Ontowiryo, yang merupakan anak dari Sultan Hamengkubuwono III dengan Raden Ayu Mengkorowati yang merupakan seorang selir.

00.36 Setting : Sebuah Kamar, di Keraton

2. Musik Instrument Narasi :

Oleh ibunya Diponegoro kecil dikirim ke Tegalrejo untuk diasuh oleh neneknya Ratu Ageng dilingkungan pesantren. Ia belajar kepada kyai Taftayani. Karena beliau, pangeran Diponegoro belajar islam dengan serius.

00.16 Setting : Ruangan belajar di pesantren

3. Musik Instrument Narasi :

Ketika beliau tumbuh besar dan menginjak usia 19 tahun, beliau menikahi istri pertamanya. 00.10 Setting : Background abstrak 4. Musik Instrument Narasi : Perlawanan pangeran Diponegoro dimulai ketika pihak Belanda memasang patok tanah Milik Diponegoro di Tegalrejo. Karena tidak terima dengan perlakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat, ia pun mencabut tiang-tiang pancang pembanguna jalan oleh Belanda yang dilakukan atas ide Patih Danurejo yang pada saat itu menjadi budak Belanda. Belanda menjadi marah atas ulah Diponegoro.

00.26 Setting :

Pemukiman rakyat

5.

Jendral De Kock : Diponegoro sudah mulai melawan kita .. dia mencabut tiang-tiang pancang untuk pembangunan jalan .. Ini tidak bias dibiarkan .. Patih Danurejo :

Lalu apa yang harus kita lakukan jendral ?? Jendral De Kock : Kita harus menyerang kediamannya.. beri perintah pasukan untuk menyerang Diponegoro dan para pengikutnya.. Patih Danurejo :

00.27 Setting : Kantor Jendral De Kock

Baik jendral

6. Musik Instrument Narasi :

Maka terjadilah perang besar yang disebut perang Jawa atau perang Diponegoro tahun 1825 – 1830. Dengan bantuan dari kyai Mojo dan Sentot Alibasya, pangeran melakukan serangan dengan menggunakan taktik gerilya. Pangeran Diponegoro : Kita harus atur strategi untuk melakuakan perlawanan besar-besaran terhadap Belanda. Kita gunakan taktik gerilya, agar mereka tidak semena-mena lagi di negri kita ini. Apalagi kalau rakyat yang jadi korban.

Kyai Mojo :

Tetapi pangeran bagaimana kita mengumpulkan pasukan bila kita menggunakan taktik gerilya ?

Sentot Alibasya : Biar nanti saya saja yang mengumpulkan pasukan karena taktik ini harus berhasil menlumpuhkan kompeni-kompeni Belanda. Pengeran Diponegoro : Yah .. benar kawanku, kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan kalau perlu..

Saya tidak rela wilayah keraton dikuasai oleh Belanda.

00.58 Setting : Kediaman Diponegoro

8. Musik Instrument Narasi :

Akhirnya dengan semangat juang yang tinggi, Pangeran Diponegoro beserta pasukannya berhasil melawan Belanda namun lain halnya dengan yang terjadi di Keraton. Belanda memulai kekejamannya dengan memberlakukan kerja paksa terhadap rakyat Jogja.

00.16 Setting : Medan perang

9. Musik Instrument Narasi :

Mengetahui hal tersebut, Pangeran Diponegoro dan kawan-kawannya langsung menuju keraton.

00.11 Setting : hamparan padang

10. Ambience Sound Suara keramaian tempat rakyat yang sedang bekerja,

suara gesekan pedang, dan suara ringkikan kuda Pangeran Diponegoro : Hiat !!…. (menebas tentara belanda sambil menaiki kuda) Tentara Belanda : Awrghhh .. Rakyat 1 : HAH ..? .. 00.19 Setting : Kawasan Keraton 11. Ambience Sound Suara keramaian Pangeran Diponegoro : Mulai detik ini, kalian tidak usah risau lagi.

Saya Pangeran Diponegoro

00.19 Setting : Kawasan keraton

dan kawan-kawan saya yang akan membebaskan

Jogjakarta dari kekuasaan Belanda. Rakyat : HOREEEE… HIDUP PANGERAN … HIDUP PANGERAN … 12. Musik Instrument Narasi :

Dalam perang di Tegalrejo, Diponegoro dibantu oleh putranya Bagus Singlon. Namun atas saran dari pamannya Pangeran Mangkubumi, Pangeran Diponegoro terpaksa mundur dari perang.

Kyai Mojo : Kita harus segera memundurkan pasukan pangeran.

Pangeran Diponegoro : Mengapa begitu kyai ? Kyai Mojo :

Blanda mulai mengganti taktiknya dengan

membangun benteng-benteng di daerah yang kita kuasai. Kita harus menyiapkan strategi baru dan membuat markas. Begitu saran dari Pngeran Mangkubumi. Pangeran Diponegoro : Baiklah kalau begitu, pasukan kita mundurkan..

00.31 Setting : Medan perang

13. Musik Instrument Narasi :

Sementara itu dikantor Jendral De Kock sedang menyiapkan siasat untuk mengepung Pangeran Diponegoro.

Jendral De Kock :

Diponegoro itu bukan orang sembarangan. Dia adalah pemberontak yang tak boleh dibiarkan. Kalian harus tangkap dia.. dan kepung kediamannya !

Tentara Belanda : Baik Jendral. Kami akan kerahkan pasukan untuk menangkapnya.

00.22 Setting : Kantor Jendral De Kock

14. Musik Instrument Narasi :

Karena merasa terdesak, Diponegoro beserta keluarga dan pasukannya menyelamtakan diri menuju barat dan bersembunyi di goa.

00.07 Setting : Kediaman Diponegoro

15. Musik Instrument Narasi :

Belanda tidak berhasil menangkap Diponegoro dan mereka pun membakar kediaman Pangeran Diponegoro.

00.08 Setting : Kediaman Diponegoro

16. Narasi :

Sementara itu didalam goa, Diponegoro sedang berunding dengan Kyai Mojo.

Pangeran Diponegoro : Kita harus susun strategi perlawan lagi kyai, jangan samapi kita menyerah begitu saja.

Kyai Mojo :

Untuk menambah pasukan, kita kumpulkan para ulama, santri, dan penghulu untuk membantu menyerang Belanda.

Pangeran Diponegoro : Baiklah.. aku serahkan tugas itu kepadamu kyai ..

00.29 Setting : Goa

17. Ambience Sound Suara keramaian di medan

perang Narasi :

Peperangan pun terus berlangsung. Berbagai macam serangan selalu dilakuakan oleh pasakuan Diponegoro. Disaat musim penghujan berlangsung, pasukan Belanda terserang penyakit malaria dan disentri. Hal itu menguntungkan pihak Diponegoro.

00.17 Setting : Medan Perang

18. Ambience Sound Suara tembakan, suara goresan keris, suara orang

jatuh. Pangeran Diponegoro : Hiaattt .. (menebaskan kerisnya ke tentara belanda)

00.23 Setting : Medan Perang

Tentara Belanda 1 : HE..He..Hee.. tamatlah riwayatmu Diponegoro .. Duarrr ..… duarr.. (suara tembakan)

Pangeran Diponegoro : Hehehe,segitu saja

kemampuanmu.. (diponegoro melemparkan kerisnya dan menancap di tubuh tentara belanda) Tentara Belanda 1: Arghhhh…. Brukkk.. Pasukan Diponegoro : Hiat,ciahhhh…. Tentara Belanda 2: Arggghhh.. 19. Musik Instrument Narasi :

Belanda tak mampu berbuat apa-apa karena perlawanan Diponegoro dan pasukannya. Jendral De Kock kehabisan cara untuk menangkap beliau.

Jendral De Kock :

Kolonel Cleerens, bagaimana jumlah pasukan kita?? Kolonel Cleerens :

Jumlah pasukan kita semakin menipis jendral. Kita tidak mungkin lagi melakukan serangan besar-besaran. Jendral De Kock :

He..he..he.. Bagaimana kalau kita pura-pura mengajaknya berunding dan kita janjikan bahwa kita tidak akan menyerang dia lagi.

Kolonel Cleerens :

Dan kita harus paksa dia dan

00.39 Setting : Kantor Jendral De Kock

pasukannya untuk menghentikan perang jendral.

Jendral De Kock :

Ya,tentu. Suruh dia dating ke Menoreh. Baru sergap dan tangkap dia dan pasukannya. Kolonel Cleerens :

Saya yakin dia pasti setuju jendral…

20. Musik Instrument Narasi :

Maka hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Unggaran lalu di bawa ke Batavia pada 5 April 1830. Ia ditahan sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jendral Van den Bosh.

00.19 Setting : Markas Belanda

21. Musik Instrument Narasi :

Dan pada akhirnya keputusan pun keluar. Pada tanggal 30 April 1830, Pangeran Diponegoro beserta keluarga dan pengikutnya di buang ke Manado. Kemudian baru pada tahun 1834, mereka di pindahkan ke Benteng Rotterdam di Ujung Pandang, Makasar, Sulawesi Selatan.

00.21 Setting : Benteng Rotterdam

21. Musik Instrument Narasi :

Selama kurang lebih 25 tahun, Ia ditahan di Beteng Rotterdam. Dan pada akhirnya, beliau wafat pada tanggal 8 Januari 1855. Jenasahnya di makamkan di Kampung Melayu, Makasar.

00.16 Setting : Penjara Benteng Rotterdam

22. Musik Instrument Narasi :

Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tak pernah kenal menyerah dalam melawan pemberontakan oleh Belanda. Untuk menghormati jasa beliau, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepadanya.

00.14 Slide show gambar diponegoro

Gambar 5.5 Sinopsis Cerita

5.4 X-Banner Promosi Bahan : PVC

Ukuran : 160 cm x 60 cm Penyangga : Besi

5.5 Poster dan Pin

Gambar 5.7 Pin Bahan : Kertas artpaper laminasi doff Ukuran : diameter 6cm

Jumlah : 6 biji

Bahan : Kertas artpaper Ukuran : A3

Jumlah : 1 biji

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Pahlawan adalah seseorang yang dengan gagah berani dan rela berkorban demi adanya sebuah kebenaran. Mereka adalah seorang pejuang yang gagah berani dalam menumpas kejahatan. Oleh karena itu jasa para pahlawan-pahlawan yang berjuang dalam perjuangannya melawan para penjajah yang da di muka bumi ini perlu untuk di apresiasikan dan di hargai jerih payahnya. Maka media yang dipilih untuk memperkenalkan para pahlawan kepada anak-anak yaitu dengan menggunakan media animasi 2D.

Animasi adalah yaitu usaha untuk menggerakkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri. 1Animasi juga merupakan sebuah rangkaian gambar yang di tampilkan secara bergantian melalui beberapa frame yang disusun secara urut sehingga menghasilkan sebuah gambar yang bergerak. Berikut ini adalah beberapa jenis animasi :

a. Animasi 2D (2 Dimensi/ animasi tradisional) b. Animasi 3D (3 Dimensi/ animasi komputer) c. Animasi Stop-motion

Maka dalam perancangan film animasi ini menggunakan animasi 2 dimensi. Yang nantinya akan di gerakkan menggunakan software flash.

Metode awal yang dilakukan setelah mengetahui fenomena yang ada adalah mencari refrensi yang mendukung fenomena tersebut.

1. Data primer dikumpulkan dari sumber utama dengan melakukan studi lapangan langsung untuk mengetahui kondisi lapangan sesungguhnya dengan menggunakan kuesioner ke 50 anak.

1

72

2. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan, disarikan dan disiapkan oleh pihak lain untuk perancangan tugas akhir yaitu berupa :

• Buku-buku teori pendukung riset dan teori

• Artikel dari koran

• Juga data-data dari internet.

• Eksisting

Setelah didapat data yang memperkuat selanjutnya proses penelusuran media melalui

1. Studi Literatur yang berhubungan dengan warna, macam-macam angle shot, sound, dan segmentasi.

2. Studi komparator yaitu animasi naruto dan animasi film Mulan.

Analisa yang dilakukan adalah membuat analisa mengenai kelemahan dan kelebihan dari film atau animasi tersebut. Maka didapat sebuah acuan dalam merancang animasi yang akan di buat nantinya.

Setelah itu maka proses selanjutnya adalah menentukan konsep yang jelas tentang animasi tersebut, maka didapat konsep “Diponegoro Is My Hero”. Arti dari konsep ini menggambarkan bahwa animasi ini nantinya bisa membuat Pangeran Diponegoro yang merupakan tokoh pahlawan perjuangan bisa menjadi seorang tokoh superhero di mata anak-anak. Film animasi Pangeran Diponegoro ini menceritakan tentang awal kisah beliau mulai dari lahir sampai wafat. Sebelumnya kisah Pangeran Diponegoro ini tidak begitu lengkap tertulis di buku pelajaran anank-anak SD. Sedangkan cerita kisah Pangeran Diponegoro terdapat dalam sebuah buku seri kisah pahlawan-pahlawan. Maka dari itu dibuatlah sebuah film animasi yang menceritakan kisah beliau, karena belum munculnya animasi-animasi yang menceritakan tentang kisah perjuangan para tokoh pahlawan.

6.2 Sar an

Sejarah adalah sebuah cerita masa lampau yang juga merupakan sebuah kenangan atau warisan yang biasanya akan menjadi acuan dlam menjalani kehidupan yang akan datang. Melalui sejarah pula kita dapat mengetahui perjalanan suatu Negara yang dulunya masih merupakan masyarakat primitif dan berkembang menjadi masyarakat yang selalu haus akan teknologi terkini. Penting bagi anak cucu kita untuk mengetahui berbagai macam sejarah yang tertulis maupun tidak tertulis.

Pahlawan perjuangan merupakan sosok kesatria yang sangat berjasa dalam memerdekakan bangsa ini dari para penjajah. Jasa mereka patut di apresiasikan dan di hargai jasanya. Apalagi zaman sekarang ini, khususnya anak-anak lebih mengidolakan tokoh animasi-animasi yang sering muncul di televisi. Mereka malah tidak mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang seharusnya sudah mereka ketahui dalam pelajaran di sekolah. Apresiasi untuk mengenalkan pahlawan dinilai kurang. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak-anak sekarang lebih menghargai jasa para pahlawannya. Melalui animasi, buku cerita, website, ataupun melalui permainan-permainan yang edukatif.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju lagi. Janganlah kita sampai melupakan jasa-jasa orang yang terdahulu. Karena bila tidak ada mereka, mungkin negara kita ini masih terjajah oleh negara lain. Dan rasa perjuangan itulah yang dapat membuat kita menjadi semangat untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Negara kita juga tidak kalah dengan negara lain, maka manfaatkanlah ilmu yang di dapat selama perkuliahan di Desain Komunikasi Visual ini. Dan ciptakanlah sesuatu yang berguna bagi bangsa Indonesia ini.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Fernandes, Ibiz, 2002, Macromedia Flash Animation & Cartooning: A creative Guide

Kartini Kartono, 2007, Psikologi Anak, CV.Mandar Maju hal 138

Dameria, Anne, 2007, Color Basic-Panduan Dasar Warna Untuk Desainer dan

Industri Grafika, Link & Match Graphic,Jakarta.

Khasali, Rhenald, 2005, Membidik Pasar Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Utama,

hal 189

Ajisaka, Arya. 2010, Mengenal Pahlawan Indonesia, PT Kawan Pustaka hal 3- 32

Internet

http://raispictures.com/

Pahlawan di Tengah Krisis Jaman, 19 desember 2009, http://www.kompas.com//

Sosok Pahlawan Indonesia Makin Jauh Dari Anak-anak, 17 februari 2009, Harian

Umum Pelita

www.ariasdimultimedia.wordpress.com

http://ginafebriani.wordpress.com/

http://www.angelfire.com/bug/rangkaian0/animasi.htm

http://www.aber.ac.uk/media/Documents/short/gramtv.html

www.wikipedia.com

Dokumen terkait